
Vano berharap Indah mengerti akan kebutuhan dan keadaannya, “Kasihan mami yang sudah tua jika aku terus meminta uang kepada mami, aku tidak tega Ndah.., yah... kamu jangan cemburu buta yah Ndah..” Indah menghela panjang nafasnya mengingat apa yang dikatakan oleh Vano, kini Ia hanya dapat memandang nanar pada Vano yang sedang menonton acara lomba nyanyi di televisi cembung hanya empat belas inci.
Yah..., benar tidak dapat dipungkiri jika memang Vano sangat membutuhkan uang dari hasil mengajar itu, dan tidak dapat dipungkiri pula jika Cika memang membayar cukup mahal dibandingkan dengan apa yang dibayarkan oleh orang lain.
“Aku serius Van..., aku tidak sedang mengada – ada, jika hal itu terjadi dan ternyata kamu terlambat menyadari sehingga terjatuh terlalu dalam, jangan salahkan aku jika kedepannya aku akan mengambil keputusan yang tidak pernah kita inginkan bersama..” lagi peringatan keras diulang oleh Indah dengan wajah dingin.
Saat Indah memperingati Vano kembali memeluk Indah dari belakang, dan mengatakan seribu kata – kata manis agar Indah percaya sepenuhnya dengan apa yang disampaikan oleh Vano, bahwa Vano tidak akan terlena, bahwa Vano akan selalu kuat akan gangguan dari siapapun, bahwa Vano akan setia, dan lain sebagainya.
Indah bukanlah tipe wanita yang gampang percaya dengan laki – laki manapun, mengingat masa lalu Indah yang kelam dan cukup berat untuk bisa mengembalikan rasa percaya itu, tapi karena Vano sudah sangat meyakinkan seperti itu Indah berusaha untuk menenangkan hatinya, dan berusaha untuk mengabaikan rasa tidak pas di hatinya.
Indah bahkan berpikir, jika Vano pasti setialah, tidak mungkin macam – macam, toh untuk membuat Indah jatuh dalam kisah kasih mereka Vano membutuhkan waktu yang tidak cepat untuk menyandang status pacar Indah, bahkan segala derasnya arus perlawanan dari keluarga Indah pun mereka terjang, lantas apa Vano akan mengorbankan perjuangan itu hanya demi si bocah cilik yang bernama Cika? Rasanya semua itu sangat tidak sepadan.
Setelah melewati hari yang panjang bersama Vano, Indah berakhir di rumahnya, di kamarnya mengerjakan tugas kuliahnya dan masih sempat merekap pesanan – pesanan kue lepa yang akan di suplay dalam dua atau tiga hari kedepan, saat sedang mengerjakan tugasnya, suara pintu diketuk dari luar.
“Iyah... sebentar..” sahut Indah sembari membuka pintunya, terlihat papa sudah berdiri di depan pintu kamar Indah.
“Indah... bisa ke kantor?” tanya papa Leo,
“Baiklah Pa..” sahut Indah sambil berjalan mengikuti papa dari belakang, sesampainya di kantor papa mengeluarkan sebuah berkas yang langsung saja di berikan kepada Indah, itu adalah berkas tender yang akan diikuti oleh papa.
“Rasanya musim proyek sudah di depan mata..” gumam Indah membaca berkas tersebut,
__ADS_1
“Kapan ini pa? Dan dimana?” tanya Indah tanpa basa basi, itulah yang disukai oleh Papa Leo, bagaimana Indah sangat paham akan maksud sang papa tanpa papa perlu menjelaskan panjang dan lebar maksud dan tujuannya memanggil Indah.
“ Kemungkinan akan berjalan bulan depan, bagaimana dengan kuliahmu Ndah?” tanya Papa Leo,
“Bulan depan yah..., berarti Indah harus mulai ijin sama dosen minggu depan dan minta tugas jalan saja, untuk memenuhi nilai harian, rasanya kalau Indah sudah minta ijin semoga semua bisa berjalan beriringan kok pa..” sahut Indah, membuat Papa Leo tersenyum lega,
“Syukurlah kalau begitu, lalu bagaimana dengan job – job nyanyi kamu, apakah ada yang harus kamu kerjakan sebelum berangkat?” tanya Papa Leo yang membuat Indah tertegun dan terkejut, bagaimana papanya bisa tau job – job nyanyi yang dikerjakan oleh Indah, rasanya selama ini Indah tidak pernah menceritakan apa – apa kepada keluarganya.
“Vano lagi susun skripsi pa.., kami nggak terima job nyanyi, Vano hanya terima kasih les rutin saja, dan jualan kue aja pa.., tapi selama Indah pergi rasanya semua bisa di handle oleh Vano Pa..” sahut Indah tertunduk dan merasa berkecil hati dengan sambilan yang dia kerjakan.
“Oh iyah sudah baguslah..., mungkin ini bisa kamu pelajari, ini pagu anggarannya, dan ini dokumen tendernya, mungkin sudah mulai bisa di cicil dari sekarang agar jangan ada satu berkas pun yang terlewatkan.” Indah mengambil dokumen Tender dari meja kantor papa dan mulai membuka satu – per satu.
“Soft copy nya masih Indah simpan dari tender – tender yang lama, nanti Indah lihat lagi, dan mulai edit ganti tanggal dengan nama pekerjaan saja, serta ini memang ada beberapa dokumen baru yang harus Indah ketik ulang sih pa.., Indah juga akan buat janji sama Mila untuk memperhitungkan Jaminan Penawaran dari kantor asuransinya, juga Jaminan pelaksanaan, karena Indah yakin kita pasti akan menang tender seperti biasanya pa..”
Setelah berbincang cukup panjang dengan papa Leo di kantor Indah mulai mengatur semua jadwalnya agar semua dapat teratasi dengan baik, mengingat bulan depan dia sudah harus berangkat untuk kembali mengemban tanggung jawabnya sebagai seorang anak tertua yang menjadi tulang punggung keluarga selain papa Leo.
Benar saja selama seminggu ini Indah lebih banyak bolak balik ke kampus, dan semua jadwal pengantaran kue lepa di buat lebih detail dari biasanya, rencananya habis bertemu dengan dosen pembimbingnya Indah akan menyampaikan tugasnya kepada Vano, yang akan menggantikan Indah sementara waktu untuk mengantar kesana kemari semua pesanan yang ada.
Sesuai dengan rencana Indah bertemu dengan Vano dan menerangkan semua detail pesanan kue lepa dan beberapa tempat – tempat baru yang harus diantar oleh Vano,
“Kenapa kamu minta aku yang ngantar Indah? Aku juga sibuk untuk susun skripsi dan mengajar keyboard, ini gimana kalau kayak gini aku bisa kewalahan..” omel Vano sudah menyerah sebelum berperang.
__ADS_1
“Van.., aku sekitar tiga minggu lagi paling lama akan ke luar kota Van, Papaku ada pekerjaan dan untuk urusan tender dan lain sebagainya itu adalah tugasku, kamu sudah tau kan? Aku rasa bisa atau tidak kamu harus bisa membagi waktumu Van, kalau bukan kamu yang ngantar masa kamu mau suruh papi yang uda lansia bawa motor kesana kemari untuk ngantar pesanan Van?” Indah semakin jengkel mendengar Vano yang malah berkeluh kesah.
“Baiklah.., aku akan mengatur waktu, tapi kalau tidak terhandle semua kamu jangan marah loh..” Vano kembali membaca buku detail pesanan yang diberikan kepada Indah.
“Van.., kamu sendiri bilang tidak mau memberatkan Mami dengan membayar kuliahmu kan? Lantas ini ada kesempatan untuk memperbesar usaha, kamu kok malah ngomel – ngomel nggak jelas sih?” Indah mulai terpancing emosinya.
“Dari pada kayak gini, yah mending aku kasih les – les saja Indah.., kue ini untung berapa sih? Sedangkan kalau aku ngajar jelas uang yang aku terima adalah keuntungan yang aku dapatkan..” Indah cukup terkejut mendengar ucapan Vano yang sangat tidak mencerminkan kepribadian Vano selama ini.
Pacaran satu tahun setengah ternyata mampu membuka karakter seseorang secara perlahan, Indah menatap heran kepada Vano yang memasang wajah merengut bukan main, dia benar – benar terlihat sangat kesal dengan tugas yang diberikan oleh Indah.
Indah berpikir jika ini dia tanggapi maka omelan – omelan Vano akan menggiring mereka pada pertengkaran, sejak pertengkaran pertama yang membuat mereka break selama satu minggu, Indah sangat menghindari pertengkaran – pertengkaran besar lainnya, walaupun sejak kejadian itu banyak sekali ketidak cocokan yang dirasakan oleh Indah atas segala sikap Vano.
Namun rasa gengsi dan rasa enggan untuk mencari hubungan baru membuat Indah begitu enggan untuk lepas dari Vano, Indah memilih lebih baik mempertahankan apa yang ada dari pada harus kembali mengulang segala proses pengenalan dari awal lagi, semua sungguh melelahkan.
“Vano.., kenapa kamu sekarang semakin saja pandai untuk mengeluh? Kamu paham nggak kalau aku harus keluar kota” apa yang di tahan ternyata terceploskan dari bibir Indah, sehingga membuat Vano menoleh dengan wajah tidak ramahnya.
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
__ADS_1
makasi sebelumnya,
jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee