Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 63


__ADS_3

Beberapa minggu ini ketika Indah berangkat ke kampus suasana kampus berubah drastis, teman - teman yang biasanya sangat welcome dengan Indah tiba - tiba saja bersikap aneh dengan Indah, bahkan ada beberapa yang menatap Indah dengan tatapan jijik.


Indah semakin bingung, merasa tidak pernah berbuat kesalahan apapun pada salah satu dari mereka, lantas kenapa tiba - tiba semua menjauhi Indah kecuali Nita, Ami, dan Pace. 'Pasti ada sesuatu yang tidak baik terjadi sampai semua berubah, bahkan sebagian teman - teman ada yang tidak mau lagi bertegur sapa dengan ku' Guman Indah.


Prasangka tersebut akhirnya di ungkapkan oleh Indah kepada ke empat teman - temannya termasuk Dhino, dan ternyata bukan hanya Indah yang merasakan perubahan tersebut, tetapi semuanya juga merasakan yang sama.


"Yah udah nanti aku cari tau" jawab Nita saat mereka sedang berkumpul berlima di rumah Dhino sepulang dari kampus.


"Hmmm.... sebenarnya saya sudah tau lah masalahnya karena apa.." Tiba - tiba Pace berbicara, dan sontak semua orang yang ada di situ menoleh kepadanya.


"Masalahnya apa Pace?" tanya Indah penasaran,


"Kamu sudah tau tapi dari tadi diam saja dan manggut - manggut seperti boneka kucing di mobilku Pace" sahut Ami kesal,


"Maaf e kawan.. jang marahlah sama saya Ami.., tapi saya trah berani bilang, karena saya takut kalian semua kaget, terutama Kau Indah.." Pace berbicara dengan wajah penuh ke kawatiran memandang Ke empat orang di depannya satu per satu.


"Gak apa - apa Pace, kita gak marah kok, sebenarnya ada apa?" tanya Indah penasaran sekali karena Pace masih belum berbicara apa - apa.


"Hmmm... Indah.. tapi Kau janji jang marah sama saya e...?" tanya Pace masih ragu,


"Yah Tuhan cepat bilang Pace, jangan bikin kami semua tegang dong!" desak Nita,


"Iyah Pace, Aku mohon berbicara lah, tidak akan apa - apa, malah jika ada sesuatu kita semua tau bagaimana cara menyikapi nya.." Kali ini Dhino akhirnya buka mulut setelah memperhatikan pembicaraan semua orang,


"Baiklah Dhino... Ami,... Nita... dan juga terlebih Kau Indah... sekali lagi saya ingatkan jang kaget e Indah... Saya tidak tega bicara begini, tapi mau bagaimana lagi, kalo saya trah bicara nanti fitnah ini makin menyebar luas" Tarikan nafas yang dalam terdengar menyesakkan, Pace menatap terlebih kepada Indah,


"Fitnah???" tanya Indah,


"iyah Fitnah Indah..., jadi begini, beberapa hari lalu pas saya ada minum dengan anak - anak di belakang kampus to... ada anak - anak perempuan lagi ngerumpi dengan Abdul itu, lalu Saya dengar Abdul bilang, Dia ada datang ke rumah malam - malam karena Kau kirim pesan singkat ke Abdul, bilang Kau ada ajak Abdul ke rumah mau bicara penting" Pace memberikan sedikit jeda sebelum melanjutkan kembali,

__ADS_1


"Lalu pas Abdul sampai di rumah, katanya Kau keluar sambut dia dengan baju tidur tipis sekali, sampai Kau punya dalaman itu kelihatan, lalu katanya Kau rayu Dia, dan kalian begitu di ruang tamu" kini Pace menundukkan wajahnya tak mau lagi melihat Indah yang sudah berderai air mata,


"What??!!!! Anj*ng Abdul ini!!! dasar Brengsek!!!" teriak Ami,


"Wah ini harus di beri pelajaran!!" sambung Nita,


"Indah.., sudah.. jangan nangis, besok kita klarifikasi ke Abdul yah..." ucap Dhino lembut dan berusaha menenangkan Indah saat itu,


"Indah.. saya percaya Kau trah akan begitu, apalagi Abdul punya muka macam pantan panci gosong, saya yakin Kau trah akan mau begitu deng Dia, lagi pula selama Saya tinggal dengan Kau, saya trah pernah lihat ada Dia datang ke rumah kan Indah, lebih baik besok kita labrak saja Dia itu Indah.. jadi Kau trah usah lagi menangis begini yah..." Kini Pace ikut menenangkan Indah,


"Tapi..., tapi berita itu sudah menyebar lebih dari satu minggu Pace.. bagaimana kalau semua berpikir Aku begitu, Yah Tuhan... apa lagi ini?!" tangis Indah semakin pecah,


Dhino memandang Indah dengan wajah yang menahan rasa sakit, tidak tega melihat Indah menangis pilu di hadapannya, keesokkan harinya mereka mencari Abdul seperti yang di rencanakan namun sayang Abdul tidak masuk ke kampus.


Lalu Indah melaporkan kejadian ini kepada kedua orang tuanya, dan tentu saja Papa Indah sangat murka, lalu berkonsultasi dengan kakak sepupunya yang saat itu menjabat sebagai Irwasda di kantor polisi.


Saat proses pembuatan laporan, ternyata dua hari kemudian Dhino bertemu dengan Abdul, saat itu Dhino menanyakan kepada Abdul mengapa berbicara seperti itu kepada teman - teman kampus, Indah yang baru saja turun dari mobil angkutan umum melihat keramaian tidak biasa di trotoar luar kampus langsung menerobos kumpulan para mahasiswa yang menonton kejadian tersebut.


Abdul yang di desak begitu tidak berkata - kata apapun, tapi tetap saja menyangkal di hadapan semua orang, "Aku tidak pernah bilang begitu!" jawab Abdul tegang,


"Jangan Kau bohong Abdul, Saya dengar sendiri Kau bicara begitu, tapi Kau trah sadar kalau saat itu saya ada di Kau punya belakang badan!" kini Pace yang berteriak kepada Abdul,


Lalu terlihat Dhino mulai menyerang Abdul, dan terjadilah perkelahian tersebut, ternyata di waktu yang sama Abdul juga sudah di cari oleh polisi yang menangani kasus ini, sehingga ketika Abdul sampai kos - kosannya sudah ada dua orang polisi datang menjemput Abdul untuk di mintai keterangan di kantor polisi.


---***---


"Dhin.. kamu mandi dulu dan ganti baju sana.. habis itu makan sama - sama kami" Ucap Nita yang sudah masuk ke ruang tamu, lalu memberikan sapu tangan untukku, juga baju ganti kepadaku,


"Kamu pakai ini, bajumu itu sudah kotor kena keringat, ingus dan air matamu Ndah... kok bisa yah Dhino nggak jijik? iiiuuuwwww" Nita bergidik ngeri dengan ekspresi jijik,

__ADS_1


Sontak kami tertawa di buatnya, "Nah gitu dong... kalau ketawa kan bagus.." sahut Ami dari belakang Nita sudah membawa makanan dan minuman yang di tenteng juga oleh Pace.


"Mandi sana!" perintah Nita lagi kepada Dhino,


"Kamu juga sana ganti baju!" lanjut Nita memerintahkan Indah,


Setelah semua sudah bersih mereka makan siang bersama, dan tiba - tiba ponsel Indah berdering terdengar sebuah panggilan memanggil,


"Halo ma.." jawab Indah,


"Indah.. kamu di mana? kamu pulang sekarang, itu anak yang namanya Abdul sudah ada di kantor polisi, katanya mau datang ke rumah minta damai, mama juga sudah telepon Nio kasih informasi ini, katanya Nio juga sebentar lagi mau datang, ayo cepetan ke rumah" ucap mama di balik telepon selulernya,


"Iyah ma.. habis ini Indah ke sana ma..." jawab Indah dan mematikan ponselnya,


"Dhin.. aku di panggil mama pulang, terus katanya Abdul uda di kantor polisi dan katanya mau minta damai Dhin.., habis ini aku pulang yah..." ucap Indah,


"Iyah.. habiskan dulu makananmu, nanti aku juga ikut ke rumahmu" jawab Dhino,


"Iyah kami juga ikut" jawab Nita


*


*


*


*


*

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2