Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.14 – BERTEMU KELUARGA VANO


__ADS_3

Perjalanan ke rumah Vano kini membuat Indah berdebar, karena merasa apakah keluarga Vano akan menyukainya? sudah lama bahkan hampir dua tahun Indah tidak melakukan interaksi yang seperti ini lagi bukan?


"Tenanglah mami papi pasti akan sangat menyukai kamu" Ah.. Vano ini seolah peramal saja yang mengetahui isi hati Indah,


"Aku tenang kok... " jawaban Indah membuat Vano tertawa,


"Yah.. yah.. baiklah... kamu sangat tenang sampai meramas - ramas jaketku" Indah sontak langsung melepas genggaman tangannya lada jaket Vano,


"Aku... sudah lama Van.. gak berkunjung seperti ini" akuh Indah...


"Iyah... gak apa - apa..." kamu tenang yah...


Sesampainya di rumah Vano, terlihat jika Maminya Vano sangat sibuk di dapur, dan Papinya sedang menonton televisi, Oh.. keluarga ini sepertinya keluarga yang harmonis.


Vano memiliki Papi seorang pensiunan Tentara angkatan darat, tubuhnya masih terlihat gagah di usia yang terbilang senja, dadanya masih bidang, bahu yang tidak bungkuk, wajahnya sangat tampan!!! dengan rambut yang sepenuhnya sudah memutih sambil merokok.


"Selamat malam Om..." sapa Indah dan Papinya Vano menoleh juga membalas sapaan Indah,


"Malam... mau cari siapa?" tanya Papinya Vano, Indah bingung mau menjawab apa, karena dia datang ke rumah ini dengan Vano bukan?


"Papi.... sudahlah... Ini Indah yang Vani ceritakan tadi pagi" Vano memicingkan kedua matanya kepada Papinya yang saat ini tengah menggoda Indah, Indah yang paham jika sedang di goda tentu saja langsung tertawa canggung.


"Oh .. ini Indah to??? maaf.. maafkan papi yah... papi kira kamu tamu dirumah ini.." Indah semakin canggung, tentu saja Indah adalah tamu di rumah itu.


"Yah Tuhan Papi..." Vano tertawa melihat kelakuan Papinya


Lantas keluar seorang wanita cantik yang juga sudah berusia senja, rambutnya memutih namun belum seluruhnya, terlihat lesung pipi yang sama dengan lesung pipi yang dimiliki Vano, juga gigi kelinci wanita itu persis dengan gigi kelinci yang dimiliki oleh Vano,


"Ini mamiku Indah.. wanita yang paling aku sayangi di dunia ini" ucap Vano seraya mengecup pipi Maminya


"Saya Indah tante..." Kembali Indah memperkenalkan dirinya kepada Maminya Vano,


"Sini masuklah keruang makan, mami lagi masak banyak, ayo makan dulu" tawar Maminya Vano,


"Van... sebelum kesini aku tadi sudah makan.." bisik Indah kepada Vano yang masih merasa kenyang, tapi... Indah ingat kembali jika adat di daerahnya menolak tawaran makan sama saja menghina tuan rumahnya.


"Yah uda.. aku bilang mami kalau kita tidak makan yah..." pada saat Vano beranjak untuk kebelakang Indah langsung mencegah Vano,


"Hmmmm kita makan sedikit saja" bisik Indah, Vano tersenyum lebar mendengar apa yang di katakan oleh Indah,

__ADS_1


"Baiklah ayok..." dan mereka berdua langsung ke ruang makan, Indah melihat ada asinan yang pernah dimakannya minggu lalu dengan Vano di depan ruang tamu, lalu ada lauk pauk dan sayur mayur yang terlihat menggiurkan.


Lalu Indah mulai mengambil sedikit demi sedikit semua menu yang ada, dan itu tidak terlepas dari pandangan Maminya Vano yang langsung tersenyum lalu berbalik mengambilkan minuman untuk Vano juga Indah.


"Mami merasa sangat senang dan merasa di hargai ketika mengajak orang makan disini tanpa penolakan apapun, Kamu sungguh pintar memilih pacar, dan orderan mu minggu lalu sungguh tidak sia - sia bukan?" Goda mami kepada Vano namun Indah yang merona malu.


"Berapa usiamu Nak?" tanya Mami,


"Sebentar lagi dua puluh satu tahun Tante .." jawab Indah sopan,


"Panggil mami saja... lebih nyaman, dan panggil papi juga kepada papinya Vano yah... biasakan dari sekarang, karena Vano bilang katanya mau serius sama kamu"


Wah Indah kembali merasa sangat sungkan dan malu bagaimana mungkin keluarga Vani sangat blak - blakan Seperti ini, Indah merasa prihatin dengan Vano, karena kalau di lihat dari wajah Papi dan Maminya Vano mereka pasti sangat tampan juga cantik saat muda dulu, tapi Vano tidak mewarisi ketampanan papinya, memang Vano sangat mirip dengan maminya namun Vano juga tidak bisa di katakan good looking.


Ah .. Indah tidak berubah selalu saja mengukur seseorang dari ketampanan mereka terlebih dahulu, untung saja Vano sangat memperjuangkan hati Indah, sehingga membuat Indah akhirnya luluh, benar apa yang dikatakan Vano sebelumnya jika apa yang di sampaikan dari hati dengan tulus akan dirasakan oleh hati juga.


Setelah mereka makan Papi dan Mami melanjutkan aktifitas, Vano mengajak Indah duduk di ruang tamunya, "Kita tunggu kakakku datang yah..."


"Iyah..."


"Kebetulan kakak laki-laki ku juga baru datang dari lombok, oh yah... jangan naksir sama kakakku yah... dia juga masih jomblo" goda Vano,


"Aku tidak akan menyakiti jika tidak di sakiti Van.." bisik Indah,


"Aku akan berusaha untuk menjaga perasaan kamu, jika ada sesuatu yang tidak nyaman katakan saja... jangan berlarut larut sehingga menimbulkan suatu masalah dikemudian hari" Indah menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan maksud Vano,


"Malam!!" terlihat seorang wanita hitam manis dengan wajah persis dengan Vano memasuki halaman rumah Vano diikuti dengan dua laki - laki dari belakang, yang satu wajahnya sangat berbeda yang satu wajahnya mirip Papinya Vano tapi tetap saja Papi mereka yang memegang rekor sebagai pria tertampan di rumah itu.


"Wah .. ada Tamu" kata pria yang mirip dengan Papinya Vano,


"Kak... kenalkan ini Indah... Indah kenalkan ini kakak laki - laki ku namanya Adi"


"Adi.." ucapnya sambil menyalami Indah, "Saya Indah Kak..."


"Pacarnya Vano yah?" tanya Adi,


"Iyah kak...,"Jawab Indah dan terlihat wanita yang mirip sekali dengan Vano sedang tersenyum lebar memandang Vano dan Indah secara bergantian.


"Ini kakak perempuan ku Indah.. namanya Nike"

__ADS_1


"Selamat malam Indah, dan selamat datang di keluarga kami" ucap kak Nike menyambut Indah dengan ramah.


"Malam Kak Nike..., terima kasih banyak kak..." ucap Indah sopan seraya menyalami tangannya kak Nike


"Oh .. ini Bams, calon suamiku" kali ini Kak Nike memperkenalkan pria yang bersama dengan dirinya,


"Selamat malam kak Bams..."


"Malam Indah..." ucap kak Bams dengan ramah.


"Baiklah anggap saja rumah sendiri yah Indah..." ucap Kak Adu kepada Indah dan mereka semua masuk ke dalam dengan urusannya masing-masing


"Aku rasa mereka sangat menyukai mu Indah .." bisik Vano terlihat sangat bahagia.


"Benarkah? syukurlah kalau begitu.." sahut Indah juga merasa bahagia. Tapi ada sesuatu yang mengganjal dipikirkannya saat itu, jika kali ini Indah pasti akan mendapatkan penolakan dari mamanya, Indah sangat yakin selera Mamanya sendiri dan bagaimana mamanya menilai seseorang, dan Indah yakin jika Vano tidak akan masuk kategori keluarganya.


Wajah Indah yang berubah tentu saja membuat Vani khawatir, "Ada apa Indah?" tanya Vano,


"Nggak... nggak ada apa - apa kok" ucap Indah menutupi perasaannya,


"Setelah aku pulang KKN, apakah kamu akan mengenalkan aku kepada kedua orangtuamu?"


Bagaikan mendengar guntur yang memekakkan telinga, seolah Vano lagi - lagi dapat membaca pikiran Indah sejenak membuat Indah kehabisan kata - kata.


"Aku akan mengenalkan kamu dengan keluarga ku ketika saat yang tepat yah Van... karena keluarga ku tidak seperti keluarga mu yang sangat welcome menerima orang baru" ucap Indah sambil memegang tangan Vano.


"Baiklah... tidak apa... aku akan menunggu disaat kamu siap" ucap Vano,


Rasanya Vano benar - benar serius dengan hubungan ini, dan tentu saja Indah merasa bahagia, seorang pria yang seiman, sebentar lagi akan menyandang gelar sarjana dengan nilai IPK yang cukup tinggi pada semester terakhir membuat Indah optimis akan masa depannya dengan Vano.


Hanya segalanya menjadi suran ketika Indah membayangkan penolakan yang akan terjadi dari pihak keluarganya, Indah seolah paham jika hubungan mereka tidak akan mendapat restu dengan mudah dari kedua orang tuanya terutama dari mamanya Indah.


Oh... ini ibarat masuk kembali ke medan pertempuran yang sangat sengit dimana Indah sendiri tidak yakin akan hasilnya, tapi perasaan nyaman yang sudah dirasakan oleh Indah membuatnya menjadi keras kepala, kalau Indah langsung menyerah ketika Ryan menyatakan cintanya karena perbedaan keyakinan, Indah berpikir bahwa tidak ada alasan untuk kedua orang tuanya harus menolak Vano.


Yah .. Indah berkomitmen untuk memperjuangkan hubungan ini, karena latar belakang Vano sudah cukup membuatnya yakin akan hidup bahagia, walaupun tantangan yang datang dari keluarganya sedang menunggu di depan mata bagaiman Bom Waktu.


Bersambung


Mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..

__ADS_1


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


__ADS_2