Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 20


__ADS_3

Hari berganti hari, tidak terasa kini sudah hari jumat, aku urungkan kembali niatku yang ingin segera bertemu dengan Nio, selama ini hubungan kami tetap seperti biasanya, belum ada kemajuan ataupun sesuatu kemunduran, tanpa terasa Mobil Angkutan umun yang sudah aku tumpangi kini sudah berhenti tepat di depan kampusku.


Hari ini adalah hari pertama aku akan menemui Dosen pembimbingku dan mulai mengumpulkan KRS pertama ku, karena ini adalah semester pertama maka mata kuliah yang terprogram adalah semua mata kuliah wajib yang berjumlah dua puluh satu SKS, kami pun mendapatkan jadwal mata kuliah tiap harinya, lagi - lagi waktu berjalan sungguh cepat hari ini hingga tak terasa matahari telah berada pada posisi yang paling atas,


"Indah.. kamu harus makan siang dengan aku hari ini," tiba- tiba suara Pieter terdengar di bawah kolong tangga kampus, aku sedikit tersenyum namun tidak memberikan jawaban, dan beranjak berjalan keluar,


"Ndah... aku tagih ajakan kencan kamu waktu itu lohhh" kini suara Pieter terdengar lebih jelas hingga sebagian kepala para anak manusia disana seketika menoleh ke arah kami berdua, tidak terkecuali para geng anak fakultas hukum, dan yah.. ada Nio di sana.


"Iyah..., aku nyusul ke kantin sepuluh menit lagi yah.."sahutku ramah,


"Yessss!!!!!!" teriak Pieter penuh semangat,


"jadi ada yang mau kencan???" - Nio


Aku hanya membaca pesan singkat itu, berniat untuk tidak membalasnya tapi aku ragu, hingga akhirnya aku membalas pesan singkat itu


"Sudah terlanjur janji pas Ospek kemarin, Nggak enak kalau nggak di tepati, aku juga bakal ngajak teman cewekku kok" - Indah


Lalu aku melihat Nio yang hanya berjarak sekitar tiga meter di seberang sana membaca pesan singkatku tanpa ekspresi.


"Nit.. ikut yukk makan bareng Pieter" ajakku,


"Terus aku jadi obat nyamuk gitu??" tanya Nita sarkas,


"Justru kamu harus jadi nyamuknya Nit..biar aku cepat pulang.. pleaseeee" pintaku

__ADS_1


"Okay... dengan syarat hari minggu malam kamu harus kerumahku jam tujuh malam yah.., temani aku dirumah, soalnya ada tuh anak namanya Romi mau ke rumahku" jelas Nita,


"Minggu malam? waduh.. aku hari sabtu dan hari minggu jadwal pacaran e Nit" jawabku jujur dengan nada bercanda, dan jelas saja Nita tidak percaya.


"Ayok lah Ndah.. jangan becanda.. yah uda kamu ke kantin sana sama gebetan kamu" Dengus Nita kesal,


"Okay lah.. kalo gitu.. aku bakal reschedulle jadwal ketemuanku yang hari minggu di hari ini aja.., Ayo wess Nit.." ajakku sambil menarik tangan Nita, dan tentu saja, Nita dengan penuh semangat melenggang denganku,


Sesampainya di Kantin, aku menegur ramah Pieter yang sudah menungguku,


"Maaf yah.. lebih dari sepuluh menit" ucapku, "Mau pesan apa Piet?" sambungku,


"Aku makan bakso aja sama es jeruk," sahutnya, aku mengangguk tanda mengerti


"Aku Mie ayam bakso yo Neng plus Es Teh Tawar" sahut Nita, aku pun menanggapinya dengan senyuman,


"Loh... ngapain kamu disini Nit?!" tanya Pieter,


"Disana panas Loh Piet, kalo aku nanti item kayak Areng gimana?" goda Nita


"Bukan urusan aku Nit.., kamu nggak lihat aku lagi kencan, ganggu aja kamu ini!"Ucap Pieter, aku menimpalinya dengan tertawa,


"Uda nggak apa-apa lah Piet, di buat nyaman aja.."sahutku, dan Pieter menghembuskan Nafasnya dengan kasar,


Setelah Makanan di antar lengkap oleh ibu kantin, kami pun mulai menikmati hidangan di depan kami, dan terdiam sejenak sampai suasana canggung itu sedikit cair ketika Pieter berinisyatif membuka pembicaraan tentang beberapa mata kuliah dan menyebutkan beberapa nama dosen killer juga dosen yang super duper asik.

__ADS_1


Rasa syukurku benar - benar aku ucapkan dalam hati ketika mendapatkan info yang sangat berharga dari Pieter, sampai rasa syukur itu terlupakan dengan pertanyaan Pieter "Indah.., kamu uda punya pacar?"


"Kenapa Piet? apa nggak ada pertanyaan lain?" jawabku


"Nggak Ndah..aku penasaran, masa kamu nggak pernah pacaran?"lagi Pieter ingin menggali info pribadiku, sampai Stan yang ada membelakangi kami pun menyahut "Indah itu sudah punya pacar Piet...jadi jangan terlalu di harapkan kalau kamu tidak mau seperti aku" ucap Stan santai,


"Benarkah?" lagi tanya Pieter,


Sebelum aku menjawab,aku melihat segerombolan geng cowok cakep masuk ke kantin termasuk Nio,


Semua mata mahasiswi tertuju ke arah gerombolan itu, kecuali aku dan Nita, dan lagi Pieter bertanya "Benarkah kamu sudah punya pacar?"


Aku yang tidak ingin membahas masalah ini memilih untuk menghindar, "aku bayar dulu yah..., dan piet... perjanjian kita hanya makan bareng berdua.. berhubung kamu yg merekomendasikan kantin maka kamu tidak bisa menyalahkan aku karena ada Nita bersama kita.


Pieter mengerti itu dan hendak membuka mulutnya untuk berbicara tapi di potong oleh Indah, "Dan..kita tidak berjanji untuk saling mengorek info pribadi masing - masing kan?" sahutku


*


*


*


*


*

__ADS_1


bersambung


__ADS_2