
Kebahagiaan yang dirasakan oleh Indah karena sudah mulai mendapatkan job - job yang banyak, juga penghasilan di atas target mereka tidak bertahan lama, semua itu seolah membuat kehidupan Indah selalu seimbang, kini Indah harus dihadapkan dengan pengusiran dari mamanya, yang entahlah mungkin muak karena Indah jarang ada dirumah.
Dengan senyuman Indah memarkirkan mobilnya dan sedikit bersenandung, beberapa rencana masih berenang di kepala seolah menunggu waktu untuk di realisasikan, namun angan bahagia itu sontak saja buyar saat baju - baju Indah berserakan di halaman depan rumahnya, buku - buku terbuang percuma, tas - tas jalan juga beberapa aksesoris koleksi Indah yang tertata rapi juga terlihat kacau balau di sana. Dihalaman depan rumahnya.
Dadanya bergemuruh, nafas kembang kempis, air mata telah jatuh dari pelupuk matanya, darahnya seolah naik bagai tsunami membuat kepalanya pusing dan lutut tak lagi mampu menahan berat tubuhnya, Indah berteriak memanggil nama asisten rumah tangganya,
"Rose???!!" panggil Indah panik, masih terduduk melihat semua barang - barangnya berhamburan dan terlihat kacau di lantai,
"Iyah kakak.....?" Rose datang dengan berlari kecil dan menunduk tidak berani mengangkat wajahnya untuk sekedar melihat Indah, dengan terus menunduk Rose datang membantu agar Indah dapat berdiri dari tempatnya terduduk kaget,
"Kenapa baju - bajuku disini Rose?, papa di mana dan mama dimana?" tanya Indah dengan nafas terengah, pastilah salah satu dari mereka yang melakukan ini pikirnya Indah, masih belum mendapatkan sebuah Jawa dari bibir gemetar Rose, Indah kembali mengulang pertanyaannya dengan nada lebih pelan tanpa rekanan.
"Rose... siapa yang buang baju - baju aku kayak gini?" suara lirih membuat Rose tak tega untuk terus terdiam, Akhirnya suara Rose terdengar sangat singkat,
"Ma...." sampai suara Nyonya rumah itu terdengar menggelegar dari dalam,
"AKU YANG SURUH BUANG SEMUA!!!! KENAPA?!!! APA KAU TIDAK TERIMA???!!!" Indah terengah hebat menatap Mamanya, bagaimana mungkin mama setega ini kepadanya? apa salahnya selama ini? apa yang kurang dari dirinya hingga membuat Mama sampai sebrutal ini?
Batin Indah tidak terima, Indah berusaha untuk memberanikan diri bertanya kepada wanita yang melahirkan dirinya,
"Apa salah Indah ma? apakah mama mengusir Indah dari rumah ini?" tanya Indah dengan suara gemetar menahan tangis,
"Kamu anak tidak tau diuntung!!!! kamu jadikan rumah ini seperti kos kos an, dengan seenaknya kamu keluar pagi pulang malam!!! apa kamu kira kamu bisa hidup seperti itu di rumahku?!!!!!" suara mama terus saja meninggi,
__ADS_1
Indah heran dengan alasan mama.. bukankah mama tau semua aktivitas Indah, iyah... semua aktivitas, Indah tau jika mama memang sangat membenci Vano, tapi Indah terus saja berusaha untuk menjadi anak yang baik, dengan selalu memberikan laporan kemana saja dia pergi.
Selalu berpamitan jika hendak kantor Yayasan, jika jika hendak menuju ke kampus, bahkan sebelum Indah mendaftar untuk kuliah lagi, Indah meminta saran dari papa mamanya, dan tentu saja mereka mendukung terutama Papa Leo, semua jadwal itu sudah Indah kasih, Indah juga lewat sms atau pesan singkat memberikan informasi mengenai sambilan barunya yaitu menyanyi di berbagai Job.
Bahkan beberapa urusan pekerjaan Papa Leo menjadi terbantu karena Indah mengenalkan beberapa orang di pemerintahan kepada Papanya, yah... mereka yang Indah kenalkan adalah kepala - kepala bagian atau bahkan kepala kantor yang sudah memakai jasa Indah dan Vano untuk menghibur pada acara-acara yang mereka adakan.
Bukankah Indah sudah cukup terbuka selama ini, walaupun hampir tujuh puluh persen pesan Indah tidak mendapatkan respon dari mamanya tapi... setidaknya Indah tidak berbohong bukan?
Semua itu kembali terngiang-ngiang dikepala Indah, rasa kecewa menyelimuti hatinya, kecewa terhadap keadaan, kecewa terhadap wanita yang melahirkannya dan Indah juga merasa kecewa kepada Tuhan,
Apakah ini kurang Tuhan.. setahun lebih ini Indah menjalin hubungan yang sehat, tanpa ada kata '**** before married' di kamusnya dan Vano, Vano bahkan menerima Indah apa adanya ketika Indah memberitahu keadaannya,
Lalu mengapa hubungannya dengan Vano mendapatkan sebuah penolakan yang sangat besar seperti ini, yah... Indah tau dan menyadari jika amukan mama ini bukan karena dia pergi pagi pulang malam, tapi karena mama sudah kehabisan kata-kata dan cara untuk memisahkan Indah dan Vano.
"Ma... Indah selalu pamit kemanapun Indah pergi kan ma... Indah nggak pernah bohong selama ini sama mama... kewajiban Indah dirumah ini dan untuk pekerjaan papa juga selalu utamakan ma... lantas mengapa Mama seperti ini? salah Indah apa ma?" kembali Indah bertanya dengan baik - baik namun kini air mata sudah berjatuhan dengan deras,
"Kurang Ajar kamu!!! sejak pacaran sama laki laki itu kamu sudah berani yah menjawab dan balik bertanya kepada saya!!!! kamu setiap kirim pesan berapa saya tidak balas Hah?!!!!"
' Yah Ampun... apakah aku ini robot yang tidak boleh bertanya dan menunjukkan ekspresi hatiku? atau hanya sekedar ingin tau alasan di balik kemurkaan mama yang tak beralasan ini?' batin Indah kembali bertanya-tanya,
"Mama sering gak balas pesan Indah.."
"ITU ARTINYA AKU TIDAK MEMBERIKAN IJIN GOBLOKKKKK!!!?" mama tiba - tiba histeris, dan hendak memukul Indah karena geram, tapi ada Rosa yang memegang Mama agar tidak kalap,
__ADS_1
"Ma... sudah ma.. sudah malam ma.. nanti tetangga keluar semua ma... sabar ma..." ucap Rose terus menenangkan Mama, sambil menahan langkah mama untuk menghampiri Indah yah masih tergugu di tempatnya berdiri.
Rasanya semua ini terjadi karena usaha mama yang terasa sia - sia, Indah bahkan sejak berpacaran dengan Vano sudah tidak lagi mendapatkan uang jajan atau uang pegangan apapun dari mamanya, kalaupun Indah dapat uang semua dari papanya itupun habis Indah membantu pekerjaan sang papa,
Indah juga selama ini tanpa sepengatahuan kedua orang tuanya membantu maminya Vano untuk membuat kue kue pesanan dan dari hasil kerja kerasnya Indah mendapatkan bagian dari mami, atau bahkan jika mami sudah terlalu banyak menerima pesanan dan tak sanggup mengerjakannya semua pesanan diberikan kepada Indah.
Lantas Indah juga masih membantu Vano untuk selalu tampil dalam setiap job nyanyi yang mereka ambil, bisakah kalian bayangkan bagaimana manajemen waktu yang Indah buat untuk dapat bertahan dan dapat membagi waktunya dengan adil? tapi semua itu justru membuat mama semakin marah bukan kepalang,
"Gayamu sok sok an kerja diluar, kerja serabutan lagi... cuiiihhhh!!!! mental miskin kamu!!! aku malu anakku jadi pengamen ke acara - acara yang ada!!! jika dulu kau main band untuk senang-senang mama masih mendukung, ini malah ngamen sama pacarmu yang menjijikkan itu!!!! kau memang goblok Indah!!!!"
Indah kini mengerti sebenarnya letak permasalahan kemarahan mama, mama tidak terima ketika Indah tidak bergantung lagi dengan orang tuanya, semua itu membuat Indah mandiri sehingga bagi Mamanya beliau tidak dapat lagi mengatur Indah.
"Kamu boleh masuk kerumah asal tidaj ada lagi terima - terima job nyanyi sama laki laki itu lagi!!! paham?!!!"
"Maaf ma.. Indah nggak bisa ma..." Indah menolak syarat mama, tentu saja... ibarat api semakin di siram bensin.., emosi mama semakin membludak tak karuan,
"MAKA KAU ANGKAT KAKI DARI SINI!!!!"
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
__ADS_1
makasi sebelumnya, dan jgn lupa
Follow IG aku yah @Lizbet.lee