
Benar saja, Nio tidak berhenti memeluk dan menciumi seluruh wajahku, sesekali mengecup bibirku, dan diam sejenak memandang wajahku, lalu ******* bibirku dengan lembut lalu menyudahinya dan berbisik di telingaku "Aku terjebak denganmu" kata Nio, membuatku mengeryitkan dahiku dan memandang wajahnya dengan seksama,
"Apa maksudmu?" tanyaku,
"Entahlah Ndah.. biasanya aku tidak bisa berhubungan lama dengan seorang wanita selain mantan pertamaku dulu, tapi denganmu rasanya sungguh berbeda, kamu terlalu baik dan rasanya seperti sangat mengerti akan sikapku" ucapnya panjang lebar,
'Aku hanya bersikap lempeng denganmu, bukan berusaha mengerti dirimu' gumanku dalam hati,
"Aku hanya bersikap cuek denganmu, karena jika aku selalu memikirkan sikapmu maka aku akan selalu menangis tiap malam" celetukku, dan Nio tertawa renyah mendengar ucapanku,
"Itulah yang aku suka darimu, tapi aku tau jika kamu sangat menyayangiku" ucap Nio sambil terus mendengus kepalaku dan tidak mau melepaskan tangannya dari pinggangku,
Beberapa saat kemudian kedua orang tua pulang, dan seperti biasa mamaku merasa sangat bersemangat melihat Nio datang ke rumahku, dan menyambutnya dengan sangat berlebihan,
"Tante, Nio minta ijin ngajak indah ke rumah Nio yah tante" pamit Nio,
"Iyah pergilah tante Ijinkan, pakai aja mobilnya" sahut mama, dan lagi - lagi kami pergi menggunakan mobilku ke rumah Nio,
Sepanjang jalan sesekali Nio meliriku dan tersenyum,
"Apa?" tanyaku ketika menangkap basah Nio melihatku,
"Rindu" jawabnya singkat,
Sesampai di rumah, kulihat mamanya Nio sudah menunggu kami di halaman rumahnya dan langsung memelukku "Mama pikir Nio sudah membuat kesalahan besar, tapi untunglah anak nakal ini membawamu kembali ke sini" ucap mama Liz,
"Malam Tante" sahutku, lalu mereka tertawa bersama melihatku yang kaku,
"Malam sayang.. ayo masuklah.. makan yah.. hari ini ada syukuran di rumah" ajak Mama Liz,
Kami pun masuk ke dalam dan tentu saja makan bersama dengan canda tawa yang sungguh menyejukkan hati,
"Kemana saja kamu selama ini Indah?" tanya kak Martha salah satu kakak Nio,
"Indah di rumah dan di kampus kak" jawabku,
"Apa?? Nio bilang Indah kerja proyek keluar kota.." sahut Kak Martha,
" Hanya tiga hari kak, lalu pulang" jawabku sambil tersenyum kikuk,
"Dasar anak Bodoh!!" bentak kak Martha sambil menjitak pelan kepala adiknya "Bagaimana mungkin wanita secantik ini kamu kerjai dengan tidak menghubunginya hampir selama satu bulan hah?!" kata Kak Martha dengan sedikit melotot dan menahan tawa,
"Aduh.., Nio hanya takut mengganggu Indah bekerja kak.." jawab Nio sambil mengelus - ngelus kepalanya,
__ADS_1
"Menanyakan kabar itu tidak akan mengganggu Bodoh!, itu malah jadi penyemangat!" omel Kak Martha lagi,
Rasanya pembelaan dari Kak Martha sungguh membuatku di atas angin, aku tersenyum lebar dan tidak bisa menahan rasa bahagiaku karena melihat Nio di marahi,
"Kamu kelihatannya bahagia sekali aku di marahi kakakku?" ucap Nio sambil melihatku dengan tersenyum,
"Sangat" jawabku,
"Sangat apa?" lagi Nio bertanya,
"Sangat bahagia" aku terbahak - bahak tak lagi bisa menahan tawaku, dan seketika itu situasi kondisi hubunganku dengan Nio seolah - olah baik - baik saja.. dan tidak ada yang mengganjal di hati.
Aku berpikiran keras.. mengapa aku bisa dengan mudah menerima Nio kembali dalam hidupku, padahal aku sudah mulai berusaha melupakan Nio beberapa minggu ini.
Malam itu kami habiskan dengan canda dan tawa berdua serta beberapa keluarganya, tidak terasa sudah pukul satu malam dan aku pun berpamitan dengan kedua orang tua juga Kak Martha dan beberapa penghuni rumah lainnya, mereka terlihat sangat menyayangiku dan aku merasa beruntung berada di tengah - tengah keluarga Nio,
Dalam perjalanan ke rumah, suasana di dalam mobil kembali hening, dan akhirnya Nio lah yang berinisyatif untuk mengajakku berbicara lebih dahulu,
"Besok jadi kerja tugas kelompok?" tanya Nio,
"Iyah jadi.." jawabku
"Selesai jam brpa?"
"Entahlah, karena habis kerja makala teman - temanku ingin bermain kartu remi di rumahku" jawabku
"Iyah.. dan malam minggu besok, aku akan menghabiskan waktu dengan teman - temanku" jawabku sambil tersenyum.
"Hemmm..." sahut Nio,
Hening beberapa saat,
"Apakah kamu tidak ingin menghabiskan waktu denganku?" tanya Nio,
"Aku ingin, tapi aku ada tugas dan sudah membuat janji dengan teman2ku" jawabku,
"Selama tiga minggu ini, apakah kau selalu menghabiskan waktu dengan mereka?"
"Tidak..., Dua minggu sebelumnya aku menghabiskan waktu di dalam kamarku dengan membaca buku saja" jawabku tersenyum kecut, mengingat kembali kerenggangan di antara kami selama beberapa minggu ini,
"Maafkan aku..., aku sungguh tidak ingin mengganggu aktifitasmu" ucap Nio sambil mengacak acak rambutku,
Aku tidak lagi membalas omongan Nio, aku hanya tersenyum dan sedikit menghela nafas panjang, ada rasa enggan untuk kembali intens dengannya, sungguh aku takut terjerat cinta, karena siapapun akan mudah mengagumi Nio.., dia sangatlah Tampan, apalagi selama aku tidak berkomunikasi dengannya ada beberapa hal baru yang aku tau tentang Nio, dan itu sangat menyayat hatiku.
__ADS_1
"Kita sampai.." suara Nio membuyarkan lamunanku, dan ternyata mobilku kini telah sampai digarasi rumahku.
"Terima kasih untuk hari ini, aku sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluargamu, sampaikan salamku untuk mereka terutama buat papa dan mamamu yah Nio" ucapku dengan tulus,
"Apakah kau juga senang bersamaku?" tanya Nio menggoda, tapi tidak untukku, ada sedikit rasa tercubit di dadaku,
"Kau sudah tau jawabannya" kataku sambil tersenyum, yah... benar.. itu adalah jawaban yang Ambigu,
"Bila besok teman - temanmu pulang sebelum jam sembilan malam, kabari aku.. biar aku datang kesini" ucap Nio,
"Tidak usah Nio.., kita masih ada waktu minggu depan" jawabku
"Tidak itu terlalu lama." jawab Nio singkat dengan wajah sedikit di tekuk,
'Lama???, tiga minggu lebih kau tidak menghubungiku sama sekali, dan sekarang menunggu tujuh hari lagi dan kau bilang terlalu lama????? sedangkan selama tiga minggu ini kau menghabiskan waktu dengan teman - teman wanitamu di sanggar berdugem ria di setiap event - event DJ dan artis kau bilang menunggu satu minggu terlalu lama??!!!!"Ingin rasanya kalimat ini aku lontarkan kepada Nio untuk memulai perkelahian pertama kami, tapi aku masih menahan diriku dan bersikap biasa saja,
"Bagaimana kalau Lusa?" aku memberikan opsi kepadanya,
"Lusa aku janjian sama Bob, tapi tidak apa- apa, lusa aku jemput yah" jawabnya
"Siapa Bob?" tanyaku
"Sahabatku, teman sanggar, karena hari minggu temanku yang di jakarta juga akan datang, kami akan menghabiskan waktu dengan karaoke, aku akan mengajakmu berkenalan dengan Bob" ucap Nio sambil tersenyum,
"Apakah aku juga akan kau kenalkan dengan temanmu yang dari jakarta?" tanyaku
"Dengan Randy? entahlah.., kau akan ku kenalkan dengan Bob, aku pulang, besok kabari aku dan lusa aku akan menjemputmu" ucap Nio mengakhiri pembicaraan kami, dengan cepat Nio mengecup bibirku dan segera berlalu dengan motor Fizz - R biru miliknya,
"Sungguh menyebalkan, dia suka sekali membuat hati orang terombang ambing gak jelas!!" gerutuku sambil berlalu ke kamarku.
Posisi tidur ini sungguh tidak nyaman ketika pikiran dan hatimu gelisah, semua informasi dan aku melihat beberapa minggu lalu Nio bisa bergurau dengan luwesnya kepada salah satu teman wanitanya di sebuah mall, yang aku tidak tau siapa namanya, aku melihatnya sungguh teriris hatiku, Namun lagi - lagi Nio sama sekali tidak membahas itu, dan anehnya ada rasa takut di hatiku untuk mengetahui siapa wanita itu, "Aku bisa gila pacaran dengan cover Boy seperti ini!" geramku sampai tak terasa aku terlelap.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
bersambung