Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 12


__ADS_3

Mobil kami terparkir di halaman rumah Nio malam itu, dan Nio turun menggandeng tanganku untuk mulai jalan ke pekarangan rumahnya, dan tidak di sangka - sangka, kalau mereka ternyata keluarga besar,


"Oh... ini to yang sering di cerita - ceritain sama Nio yah.., barbie nya yang putih mulus itu" goda salah satu wanita di rumahku, terlihat tomboi,


"Kenalin ini kakakku, namanya Martha" ucap Nio,


"Indah.." sembari mengulurkan tangan dengan ramah, dan saat masuk ke dalam rumahnya, aku melihat seorang ibu paruh baya, sumringah menyambutku dengan hangat,


"Yah Tuhan.., Nio... kamu ketemu bidadari dari mana?" pujinya, yang membuat wajahku panas akibat merona karena malu,


Aku sangat tidak menyangka disambut dengan sangat baik oleh keluarga Nio, dan di puji - puji, padahal menurutku, wajahku ini tidak cantik, rata - rata lah.. tidak jelek juga, tapi mereka memuji aku seolah aku secantik Dian Sastro, sungguh memalukan.


"Ayo Indah.. sini makan malam sama - sama yuk... ini kenalin papanya Nio" ajak mamanya Nio ramah, aku pun berkenalan dengan papanya Nio, yang kala itu sudah Lansia, ternyata Papanya Nio sudah tua dan memiliki Nio di usia tua.., saat itu aku baru tau kalau Nio adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara.


Kami makan dengan tenang malam itu, dan tentu saja ada sedikit humor - humor kecil yang di lontarkan oleh keluarga Nio untuk kami berdua, ini adalah suasana kekeluargaan yang hangat dan sangat berbanding terbalik dengan bayanganku sebelumnya, Ternyata di sambut dalam keluarga besar rasanya seperti ini, hatiku terasa hangat, tanpa sadar senyumku mengembang dengan sendirinya, seolah aku lebih jatuh cinta pada keluarga Nio, bukan pada Nio nya.


Setelah tepat pukul sembilan malam, Nio mengajakku untuk pulang kerumah, aku pun berpamitan dengan seluruh keluarga Nio, tiba - tiba, mama Nio memelukku dengan erat, mencium keningku, "Sampai jumpa lagi yah Sayang.." ucap wanita itu.., Yah Tuhan.. hatiku seperti di siram oleh air es.


"Iyah.. mah.." tiba - tiba saja.. aku memanggilnya dengan sebutan mama.., bukan tante seperti yang seharusnya, mendengar itu Nio tersenyum, begitu juga seluruh keluarganya,

__ADS_1


"Selamat malam Pa.., kak..., Indah pulang dulu yah..." pamitku kepada semua org di sana, mereka menjawab dengan penuh kasih sayang,


Sepanjang perjalanan kembali ke rumahku, aku tersenyum tanpa bersuara,


"Sepertinya keluargaku sangat suka sama kamu" kata Nio memecahkan keheningan di mobil,


"Heeemm..,"jawabku sambil tersenyun tanpa melihat Nio, kini Nio tiba - tiba berhenti di area tebing,


"Ayo.. kita lihat pemandangan kota dari atas sini.., indah bukan?" tuturnya dengan penuh kelembutan, sungguh sosok yang sangat berbeda, ternyata Nio memiliki sisi romantis, di balik sikap aneh dan kakunya,


"Iyah..disini sangat Indah.." jawabku,


"Ndah..." panggilnya


"Iyah Nio.." jawabku dengan lembut,


Tanpa berkata - kata, kali ini Nio menatap lekat manik mataku, dan tersenyum, lalu mengecup lembut dahiku, perasaanku berdebar kala itu.., sudah lama aku tidak berada pada situasi romantis seperti ini,


Tanpa sadar aku melingkarkan tanganku ke pinggang Nio dan memeluknya,

__ADS_1


Kini Nio membalas pelukkan ku dengan lembut, sambil sesekali mengusap lembut rambutku,


"Apakah kau akan menjadi pelabuhan terakhirku Nio?" tanyaku penuh harap akan jawaban yang menyakitkan.. agar hati ini tidak terluka lagi,


"Iyah.. aku berharap seperti itu" jawab Nio sambil kembali lekat memandang wajahku, sejenak hanya suara angin malam dan serangga yang terdengar, pemandangan itu terlihat lebih indah, tak kala kunang - kunang berterbangan di sekitar tubuh kami,


Nio dengan lembut mengelus pipiku dan kini kembali ******* bibir tipisku, awalnya aku tidak berani membalas ciumannya, Namun Nio berbisik "Cium lah aku Indah.., jangan menolak aku" tuturnya sambil kembali mengecup lembut bibirku ini.


*


*


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2