Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.34. KUE LEPA


__ADS_3

Aku pernah mendengar seseorang berkata, Jangan pergi ke Toko Grosir apabila kamu merasa sangat lapar, karena kamu akan mengambil segala sesuatu yang kamu lihat dan kamu inginkan, bukan kamu butuhkan, begitu pula dengan “Cinta”, jangan pernah mencintai seseorang ketika kamu merasa kesepian, karena kamu hanya akan mencari pelarian untuk tempatmu bersandar tanpa benar – benar mengetahui dan mencari tau apakah ‘dia’ adalah pasangan yang sesuai untukmu atau tidak.


Seperti tapak kaki Indah yang bagaikan orang kehilangan arah, menapaki jalan berbatu dengan keraguan dalam hati, tapi siapa lagi yang bisa diharapkannya jika bukan sesosok lelaki yang kini sedang menunggunya di bawah pohon beringin dengan wajah sumringah.


Indah berjalan dengan kepala tertunduk dan ketika sudah mendekati pohon beringin dilihatnya Vano sudah berdiri memandang penuh arti kepada Indah, sebenarnya tidak terlalu ada getaran yang berarti di hati Indah saat menjalin cinta dengan Vano, hanya saja bagi Indah Vano adalah lelaki yang sabar dan Indah lebih memiliki rasa kasihan serta kebutuhan akan hadirnya seorang lelaki yang mampu menemani suka dukanya, lebih tepatnya menemani dikala duka menyelimuti hari – harinya. Yah... satu – satunya pelarian bagi Indah hanya Vano,


“Ndah...” sambut Vano dengan lembut, tidak tampak lagi wajah frustasi dan amarah seperti kejadian satu minggu lalu, Vano sudah seperti biasanya, seperti Vano yang di kenal Indah selama ini.


Namun Indah hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kecil, ‘Van..., hanya kamu saat ini satu – satunya tempat ku bersandar, aku... akan kembali kepadamu jika kamu mau berubah Van, Aku kembali karena tidak ada lagi sandaran untuk ku selain kamu..’ gumamnya dalam hati sambil berjalan mendekat dan kini mereka duduk berhadap – hadapan.


“Apa Kabar?” tanya Vano,


“Aku Baik Van..., bagaimana kabar kamu juga?” Tanya Indah balik bertanya dengan canggung, tidak seperti biasanya,


“Aku tidak baik – baik saja karena kangen sama kamu..” gombal Vano sambil tersenyum dan menggapai kedua telapak tangan Indah,


“Maafkan Aku yang sudah menyakiti kamu yang Ndah.., Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi..., Aku akan memperbaiki diriku Ndah...” Indah tersenyum getir saat mendengar permintaan maaf dari Vano,


“Kita lihat nanti yah..., semoga kamu benar – benar bisa memperbaiki diri Van..” jawab Indah ragu, enttahlah apa yang dirasakan oleh Vano, namun wajahnya terlihat begitu sendu, wajah itu yang kerap kali membuat hati Indah luluh dan iba kepada Vano.


“Iyah..., Aku tau kemarin aku sudah sangat keterlaluan sama kamu Ndah, maaf yah.., aku sangat menyesal dengan semuanya, beberapa hari ini aku juga selalu mengejar Ibu Cori di kampus, tidak perduli diusir bagaimana pun aku tetap datang ke kantornya, kamu tau? Akhirnya hari ini bagaimana?” Ucap Vano sedikit berbinar.


Indah langsung tertarik dengan kelanjutan informasi yang akan disampaikan oleh Vano seketika langsung mendongakkan wajahnya dengan antusias walau tanpa kata.


“Judulku di terima Ndah...” bisik Vano, membuat Indah langsung berdiri dan melompat hore sangking senangnya, tidak ada lagi rasa jengkel atau rasa marah di hati Indah, yang Indah inginkan adalah keberhasilan Vano, sebuah kelegaan terlihat di wajahnya.


“Syukurlah Van.., aku sangat bahagia..” ucap Indah tak terasa meneteskan sebutir air mata,

__ADS_1


“Hei..., jangan nangis..., terima kasih untuk dukunganmu yah Ndah.., aku tidak akan sampai disini jika bukan karena kamu Ndah..” ucapnya sambil mengusapkan air mata Indah.


“Besok aku uda mulai bimbingan Ndah untuk menyusun skripsi ku..” lanjut Vano,


“Iyah Van.., lakukan yang terbaik yah..., aku akan selalu mendukungmu Van... dan satu hal yang ingin aku sampaikan..” Indah mengingat kembali tujuannya minggu lalu datang kerumah Vano sebelum semuanya menjadi petaka.


“Terima kasih sayang..., apa itu yang ingin kamu sampaikan Ndah?”


“Aku ingin kita berwirausaha Van.,, tapi karena kamu sekarang fokus untuk skripsi maka keinginanku akan aku urungkan sejenak..”


“Nggak apa – apa Ndah.., sejujurnya aku juga mau ngajak kamu jualan kue Lepa buatan mami..” Vano terlihat sangat antusias,


“Kue Lepa?” tanya Indah baru mendengar nama Kue tersebut.


“Iyah.. Kue lepa itu kue jadul asal daerahnya mami Ndah.., kalau kamu mau ayo kita besarkan lagi usaha itu, biasanya mami suka nitip – nitipin di swalayan atau mini market Ndah.., tapi karena papi semakin tua mami kesulitan untuk keliling Ndah..”


“Kita tanya aja langsung ke mami Ndah, tapi kamu ada kuliah hari ini?”


“Iyah ada Van.., habis kuliah kita ke rumah kamu yah...”


Amarah Indah hilang seketika saat mendengar kabar baik dari Vano, dan semangat Indah kembali terpacu karena pembahasan tentang kue Lepa, sehabis pulang kuliah Indah yang telah lega dengan berita baik hari ini akkhirnya mengunjungi Maminya Vano, setelah seminggu tidak menampakkan batang hidungnya.


“Indah!!!” Mami menyambut Indah dengan begitu bahagia dan tentu saja memeluk Indah dengan Erat, “Kamu seminggu kemana aja? Nggak kangen mami yah?” goda mami lalu menarik Indah ke dapur,


“Indah di rumah aja mi..., kangen lah mi.., mami apa kabar?” tanya Indah ramah,


“Kabar mami yah gini aja, tadi Vano kirim pesan ke mami, katanya Indah sama Vano mau lanjutin usaha Kue Lepa mami?” Mami terdengar sangat antusias,

__ADS_1


“Iyah kalau mami boleh..”


“Yah boleh lah.., ini kebetulan bahan – bahannya juga pas ada, sini mami ajarin..” berawal dari sanalah Indah kini memiliki rutinitas baru dimana Ia mulai keliling berjualan menitipkan camilan yang bernama Kue Lepa ke swalayan – swalayan dan mini market milik beberapa temannya juga orang – orang yang baru dikenalnya.


Setiap minggu Indah dan Vano mendapatkan setoran yang lumayan, dengan keuntungan di bagi dua, walaupun awalnya mami menolak, tapi Indah tetap memaksa memberikan pembagian hasil kepada mami, Indah juga membatasi menerima job – job nyanyi karena mementingkan urusan skripsinya Vano, berharap agar Tuhan melancarkan semua proses yang tengah berjalan.


Tanpa terasa beberapa bulan berjalan keuangan Indah dan Vano menjadi semakin membaik, akhirnya mereka memutuskan untuk membeli sebuah sepeda motor bekas, untuk mempermudah kesehariaan Vano yang selama ini selalu saja meminjam sepeda motor Papinya, sepeda motor itu di beli dengan harga Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah, sungguh kebahagian tidak terkira mereka dapat membeli sesuatu yang cukup berharga dari hasil keringat mereka sendiri.


Segala urusan penyusunan Skripsipun semakin berjalan dengan baik saat itu, Ketika beberapa bulan berlalu, saat Indah Vano sedang berada di rumah Vano, datang seorang tamu, Seorang Ibu berusia lima puluhan dan seorang anak gadis masih duduk di bangku akhir Sekolah menengah atas, Ibu tersebut bernama Ibu Retno, beliau datang untuk meminta Vano memberikan Les privat Keyboard kepada anaknya yang bernama Cika, dengan bayaran sekali pertemuan Seratus Lima Puluh Ribu.


Vano yang memang saat itu juga masih dan terus membutuhkan tambahan dana untuk persiapan Skripsinya akhirnya menerima permintaan Bu Retno, dipikirnya ini kan berkat kenapa harus di tolak, begitu juga dengan Indah yang ikut senang saat ada tambahan pemasukan.


Kalau biasanya mereka yang akan datang ke rumah Vano untuk les, kali ini berbeda mereka meminta Vano yang datang kerumah mereka dengan alih – alih juga memesan kue lepa untuk persiapan arisan keluarga Bu Retno, dengan percaya Vano berangkat duluan ke rumah Bu Retno, dan Vano meminta agar Indah menyusul sekalian membawa Kue Lepa, karena memang sore itu jadwal Indah untuk mengantar stok Kue Lepa ke beberapa swalayan dan mengambil hasil uang dari hasil jualan kue yang telah terjual.


Saat semua sudah diantarkaan, terakhir Indah mengantarkan Kue tersebut ke rumah Bu Retno, kondisi rumah yang tanpa pagar membuat Indah langsung saja berjalan kearah pintu depan rumah Bu Retno, sambil mencocokan nomor rumah yang telah dikirim oleh Vano, rasa percaya bahwa itu adalah rumah Bu Retno adalah saat terdengar alunan musik keyboard yang terdengar sampai kedepan halaman, dengan semangat empat lima Indah berjalan, namun ketika hendak mengetuk pintu sebuah pemandangan membuat darah Indah mendidih bukan main.


“What the Fvck?!”


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee

__ADS_1


__ADS_2