Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 26


__ADS_3

Hari ini dengan semangat aku membuat kue cake zebra, dan juga membeli beberapa ons keripik singkong yang aku persiapkan untuk menyambut teman - temanku, aku membuat es Buah juga untuk mereka, sudah seperti akan ada pesta kecil saja gumanku sambil tersenyum bahagia, rasanya senang sekali akan kedatangan teman - temanku yang baru, mengingat semua sahabatku yang kini kuliah di luar pulau membuatku kesepian, dan aku merasa memiliki warna baru dengan teman - temanku ini.


Dan akhirnya merekapun datang sesuai dengan janji, aku tersenyum melihat Ami dan Nita juga Dhino, yah..kelompok solid kami terdiri dari empat orang ini, apakah kalian ingat teman satu angkatan denganku yang mengangkat dan memelukku pada saat aku hendak menyerang kakak semesterku dulu, dia adalah Dhino. Setelah tau kami satu kelas, kami menjadi sangat akrab, dimulai dengan Dhino yang akrab dengan Ami maka persahabatan kami perlahan terjalin, tapi tetap saja kami tidak terlalu akrab karena memang sifat Dhino yang sangat dingin dan tenang, sangat berbeda dengan Ami yang pecicilan kesana kemari membuat Nita sangat gemas melihat tingkah kekasih hatinya itu.


"Ayo masuklah.. kita akan belajar di depan kamarku, atau kalian mau di teras sini saja? atau mau di ruang tamu?" sungguh aku terlihat bodoh dalam menyambut teman - temanku, mereka bertiga melihatku dengan wajah yang sulit diartikan, nita dan ami seketika terbahak bahak melihat kekikukan ku, dan dhino tersenyum ramah,


"Dimana saja yang penting kamu ada bersama kami, karena kamu adalah tuan rumahnya" terang Dhino, Lalu aku menganggukan kepalaku mengerti,


"Baiklah kita ke kamarku saja, aku sudah ijin dengan kedua orang tuaku dan mereka mengijinkan, karena di kamarku ada komputer dan kita bisa mendengarkan musik sambil ngemil," terangku penuh semangat,


Kami segera beranjak ke kamarku dan aku mulai sibuk memindahkan semua camilan di dapur tepatnya di meja makan yang memang terletak di depan kamarku,


"Wuuuaahhh....thanks yah Ndah.. aku langsung ingin makan semua" teriak Ami penuh semangat, dan seketika itu tangan Ami di tampik oleh Nita,


"Kita kerjakan makala dulu baru makan, mau kamu ngantuk saat mengerjakan makala?" Omel Nita,


"Tidak apa.. kita bisa makan keripik dan Kue Zebra saat kita menggerjakan makala Nit, tapi minumnya air putih saja yah. " ucapku, mereka penuh semangat dan kamipun berkumpul dengan serius membuka setiap lembarnya buku panduan Ekonomi Makro lalu mulai mendebatkan opini - opini kami dan menuangkannya dalam sebuah makala, tidak terasa karena makala ini kami kerjakan secara kelompok dengan serius dan fokus, 'Kecuali Ami' akhirnya dapat selesai dalam waktu 3 jam.


Semua lembar makala kami print menjadi satu rangkap dan siap untuk di perbanyak serta di jilid untuk persentasi minggu depan, makala ini saja belum cukup, kami masih harus menganalisa ulang kata perkata dalam makala tersebut, dan menemukan cela pertanyaan - pertanyaan serta juga harus menemukan jawaban dari pertanyaan yang kami buat sendiri, untuk mengantisipasi kelompok lain yang berusaha menjebak kami dengan pertanyaan yang berasal dari makala kami sendiri.


Namun kami memutuskan untuk membahasnya hari senin sepulang dari kampus, dengan semangat setelah selesai membuat jadwal ulang kerja kelompok, aku mempersilahkan mereka menikmati es buah yang sudah ku buat, dan mereka sangat senang berkumpul bersama denganku, begitu pula sebaliknya,


Tanpa terasa kini sudah pukul delapan malam, sudah berjam jam juga kami menghabiskan waktu dengan bermain remi,


"Apakah kalian mau makan? aku masakan mie instan yah.." tawarku kepada mereka


"Sebenarnya kami ingin mengajak mu makan di warungku Ndah.. kalau kamu mau.." ucap Nita,


"Iyah aku yang traktir" sahut Ami,


"Gimana?" tanya Nita, aku berpikir kemarin aku belum pamit ke mama akan pergi dengan teman - temanku,


"Aku ijin mamaku dulu yah.." ucapku dan mereka semua mengangguk tanda mengerti,

__ADS_1


Ketika aku mendapati ponselku, aku melihat ada empat panggilan tak terjawab dari Nio, dengan waktu panggil yang berbeda, namun tidak ada pesan singkat darinya, aku tetap menghubungi Mama terlebih dahulu dan meminta ijin pulang malam karena akan pergi dengan para sahabatku, dan syukurlah aku mendapatkan ijin dari mama,


"Eh.. aku siap - siap dulu yah.." ijinku kepada teman - temanku, Nita dan Ami lah yang paling bersemangat,


Ponselku kembali berdering, lalu aku segera mengangkatnya "halo" sahutku


"Apakah sudah selesai kerja kelompok?" tanya Nio


"Iyah baru saja selesai, sekarang kami akan pergi ke tempat Nita" jawabku


"Ngapain ke tempat Nita?"


"Makan di warungnya"


"Ooo....."


"Nio, maaf tadi saat kamu telpon aku lagi mengerjakan tugas dan ponselku sengaja ku silent agar kami bisa lebih fokus pada tugas,"


"Iyah, sampai jumpa besok"


"Okay" tutup Nio


Dan kami pun bergegas untuk segera ke warung Nita dan aku langsung merasa canggung,


"Nit... kamu bisa naik motor?" tanyaku kepada Nita dengan suara berbisik,


"Bisa, kenapa?" jawab Nita juga dengan suara pelan


"Kamu gonceng aku yah.." pintaku pada Nita masih dengan suara berbisik,


"What??!! No no no..., aku akan dengan Ami dan kau dengan Dhino" ucap Nita dengan suara keras, sehingga Ami dan Dhino pun mendengar dengan jelas,


"Okay?!" jawabku lantang, sambil melotot ke wajah Nita dan dengan segera menghampiri Dhino, Dhino tersenyum melihatku, aku pun membalas senyuman Dhino lalu tanpa di persilahkan naik ke bangku penunpang motornya,

__ADS_1


Tak menunggu lama kami sudah berada di jalan raya, Dhino agak sedikit cepat mengendarai motornya, membuatku harus berpegangan pada besi yang terletak di belakang bangku,


"Apakah tampangku seperti tukang ojek sampai kau tidak mau memegang pinggangku?" ucap Dhino dengan suara agak lantang agar terdengar ditelingaku,


"Maaf.." jawabku lalu aku segera memegang ujung jaket Dhino di sisi pinggangnya,


Dari Kaca spion aku bisa melihat bibir Dhino tersenyum renyah menanggapi sikapku,


Beberapa saat kami tiba pada tempat tujuan, dan Kedua orang tua Nita sudah menyiapkan makan malan ayam goreng lalapan untuk kami berempat,


Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih berulang - ulang kali, kami memakannya dengan lahap dan setelah selesai makan, ketika Ami ingin membayar, Ayahnya Nita langsung menolak uang tersebut dengan tersenyum "Itu Gratis.." ucap beliau,


Lalu di sahuti oleh Nita "Apa??!! Tidak ada yang gratis, sini mana uangnya," tagih Nita kepada Ami, namun hanya dengan menggelengkan kepala dan menyabut nama Nita, Ayahnya dapat mengurungkan niatan Nita mengambil uang dari tangan Ami,


"Terima kasih banyak om... dan tante.." ucapku kepada mereka..,


"Sama - sama Nak.." sahut tante dengan ramah,


Akhirnya aku memutuskan untuk segera pulang, dan tentu saja Nita juga Ami enggan mengantarku lagi, sampai Dhino menawarkan dirinya untuk mengantarku pulang,


*


*


*


*


*


*


bersambung

__ADS_1


__ADS_2