Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.21 – JOB BERLIMPAH


__ADS_3

“Okay Tante, terima kasih banyak..” sebuah kalimat berakhirnya percakapan antara Vano dan Tantenya membuat Indah melonjak senang, dengan ekspresi yang tak terbendung sangking bahagianya Indah sampai berseru dan melompat seperti seorang suporter bola yang melihat bola ditendang tanpa hambatan memasuki gawangnya.


“Kita dapat Job Vano..., Yeeaaayyyy!!! Kita dapat Job!!!!” Indah berseru penuh kegirangan. Tiga juta rupiah adalah total pendapatan yang akan mereka peroleh pada minggu ini. Dengan sigap Indah membuat satu bagian pembatas pada buku bindernya khusus untuk job - job masa depan yang akan mereka kerjakan.


Keesokan harinya Indah dan Vano mulai saja latihan di rumahnya Vano, beberapa lagu pilihan sekitar sepuluh lagu di pilih oleh Indah dan Vano, semua adalah lagu - lagu yang sangat familiar bagi Indah, jadi tidak ada sebuah kesulitan yang berarti ketika Indah dimintai oleh Vano untuk melakukan improvisasi di bagian - bagian part tertentu.


Kini Kegiatan Indah bertambah selain ke Yayasan, Indah harus pandai-pandai mengatur waktunya untuk bekerja bersama papa yang sedang musim tender proyek serta jadwal latihan bersama Vano, mengingat ini adalah Job pertama sebagai penentu, kelak duet mereka akan di pakai lagi atau tidaknya.


Tanpa terasa hari Sabtu telah tiba, Indah dan Vano semua dalam kondisi yang sangat fit fisik dan mental untuk Persiapan acara pagi ini, mereka sudah mulai masuk di panggung acara, ada seorang Master Ceremony yang membawa suasana pagi menjadi hangat dan berarti bagi sang pemberi Job, MC itu memuji.., menyanjung dan sesekali bercanda diatas panggung, semua itu di lakukannya untuk menyenangkan hati pemberi pekerjaan.


Begitu juga dengan Indah dan Vano, Indah berusaha untuk menguasai acara ketika sudah memegang pengeras Suara, ucapan terima kasih dan selamat dilontarkan secara manis dan sopan sehingga siapapun yang mendengarnya merasa kebahagiaan seperti dibumbung tinggi oleh pujian.


Itulah manusia... pada dasarnya suka di puji dan di sanjung, semua itu seolah menjadi sebuah pencapaian yang tak ternilai bukan?? Lagu - lagu sudah mulai di nyanyikan oleh Indah dan Vano dengan begitu merdu, menemani jam makan siang, ketika semua orang sedang bercanda, bertukar cerita dan menikmati hidangan yang super lezat, Vano dan Indah harus menunda semua itu untuk melakukan pekerjaan mereka.


Beberapa orang yang telah lebih dahulu menghabiskan makanannya, tergelitik untuk juga menyumbangkan lagu bagi si pemilik acara, lewat iringan keyboard yang dimainkan oleh Vano semuanya terasa menyenangkan dan sesuai dengan harapan.


Mereka bahkan selesai melakukan pekerjaan mereka ketika sudah pukul lima sore, untuk makan saja mereka tidak sempat, sebuah amplop putih yang terlihat berisi di berikan oleh Tante,


"Terima kasih banyak Tante Imel..." ucap Vano dengan tulus,


"Sama - sama... kalian sangat memuaskan, tante sudah dapat beberapa bookingan acara yang di tawarkan oleh teman - teman, nanti tante kirimkan pesan agar kamu tau yah... dan silahkan dipertimbangkan mau terima job nya atau tidak..." terang tante Imel,


'Yah Tuhan seolah rejeki yang diharapkan benar - benar di wujudkan oleh Tuhan lewat jalan seperti ini, sungguh membuat kedua anak manusia yang sedang berusaha merajut hari depan yang baik ini merasa sangat bersyukur...'


"Terimakasih banyak tante .. terima kasih... oh te... kenalkan penyanyi ini calonnya Vano te..." dengan bangga Vano memperkenalkan Indah kepada Imel,

__ADS_1


"Wahhh tante kira ini teman biasa, yah Ampun Vano...kamu beruntung sekali dapat anak ini, siapa namamu anak cantik?" Tante Imel seperti terkejut jika Indah benar benar kekasihnya Vano.


"Saya Indah tante..." dengan sopan Indah menjawab,


"Saya Tante Imel... tantenya Vano.. nikah sama adik papanya Vano... " terang tante Imel sambil menyalami Indah,


Setelah perkenalan yang mengesankan bagi Indah maupun tante Imel, Sepasang love bird ini segera saja menuju ke rumahnya Vano, dan mereka membuka upah kerja mereka lebih dahulu, Vano dan Indah sangat bersyukur bukan main.


"Van... ini tiga juta .. Biaya semester yang belum di bayar brpa?" Vano segera membuka Tas ranselnya, di ambilnya kwitansi tagihan dari kampus tertera jumlah nominal yang harus di bayar senilai Satu Juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah, maka Indah langsung menyisihkan uang senilai nominal pada kwitansi tersebut dan mengikat uang itu dengan karet.


"Syukurlah yah Tuhan.... kewajiban semester kamu sudah aman Van..., ini sisanya kita tabung lima ratus lima puluh ribu yah... dan yang lima ratus ribunya kamu kasih ke mami sana..." ucap Indah sambil menyodorkan uang tersebut kepada Vano.


Vano menatap Indah dengan berkaca - kaca, sampai membuat Indah bingung sendiri,


"Kenapa Van?" Tanya Indah khawatir,


"Sama sama Van... ayo sana kasih mami..." kembali Indah mengingatkan Vano dan memberikan uang seratus ribu sebanyak lima lembar.


Saat Indah menunggu Vano keluar dari kamarnya Vano, terdengar suara mami berterima kasih dengan sedikit menangis haru, selang beberapa lama Vano keluar dengan Maminya dan mami langsung memeluk sayang kepada Indah,


"Yah Tuhan Indah... mami berterimakasih yah Nak..., mami nggak sangkah kalian seperti ini kepada Mami... mami sangat bersyukur kamu bisa membuat hidup Vano lebih berarti sayang..., mami doakan yang terbaik untukmu Nak..." ungkapan ini adalah sesuatu yang baru bagi Indah, walaupun selama sejarah perjalanan cinta yang pernah Indah lalui semua orang tua para mantan selalu menyayangi Indah, namun bagi Indah... keluarga Vano sangat berbeda.


Mereka lebih sederhana dan apa adanya, tanpa berusaha untuk terlihat mampu di hadapan banyak orang, dan semua itu adalah pelajaran yang baru bagi Indah.


"Iyah Mami... doakan agar rejeki kami berdua lancar yah mi... sekarang mami Istirahat karena sore harus ke rumah sakit untuk jaga kakak Nike kan mi?"

__ADS_1


Indah memberikan perhatian yang tulus kepada keluarga Vano karena mereka sudah lebih dahulu menyayangi Indah juga dengan perasaan yang tulus, seperti yang dikatakan oleh Vano, apa yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati pula.


Setelah Job pertama yang mereka terima, mereka menjadi perbincangan beberapa orang, mereka memuji bagaimana Indah dan Vano memberikan penampilan yang baik dan memuaskan, hingga bulan itu beberapa Job Job besar juga mereka terima, Ibarat seorang manajer Indah mengatur semua Job - Job yang datang.


Indah juga memilih Job apa yang diambil dan ditolak karena bertabrakan dengan jadwal kuliah Vano maupun jadwal kuliahnya. Yah... Indah kini juga masuk kuliah lagi dari awal dengan jurusan yang sama, semua kesibukan mereka membuat Indah semakin jarang di rumah, dan semua itu membuat tanduk Mamanya seolah keluar bersiap untuk murka.


Saat malam Indah pulang dengan lelah habis manggung dengan Vano dan mengatur persiapan untuk job berikutnya, seluruh baju Indah sudah berada di halaman berserakan tak karu - karuan.


"Rose???!!" panggil Indah panik,


"Iyah kakak.....?" Rose datang dengan berlari kecil dan menunduk tidak berani mengangkat wajahnya untuk sekedar melihat Indah,


"Kenapa baju - bajuku disini?" tanya Indah dengan nafas terengah,


"Ma...." suara Rose terpotong dengan suara Nyonya rumah itu,


"AKU YANG SURUH BUANG SEMUA!!!! KENAPA?!!!"


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya, dan jgn lupa

__ADS_1


Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2