
Lagi - lagi perdebatan antara Indah dan mamanya kali ini tidak dapat terelakkan, Mamanya Indah yangs selalu saja ingin mengambil peran penting dalam setiap keputusan anaknya, seolah tidak dapat membiarkan Indah menentukan pilihannya sendiri sejak awal Indah mengenal apa itu arti pacaran, semua yang terjadi dalam hubungan Indah dengan para mantannya tidak terlepas dari intervensi sang mama.
Kali ini... hanya kali ini saja Indah ingin sekali bisa terlepas dari aturan-aturan aneh mamanya dan berharap agar mamanya dapat membiarkan Indah menentukan pilihannya sendiri tanpa perlu dihalang - halangi dengan segala resiko yang ada.
Namun tetap saja Mama tidak visa melepaskan Indah untuk mengambil keputusannya sendiri, setelah lelah berargumentasi lagi - lagi ucapan mama yang asal nyeplos malah menjadi kesimpulan mematikan, seolah Indah sudah kalah sebelum berperang.
"Yah sudah... bawa saja dia kesini, asal jangan kamu bawa laki - laki yang suka antar jemput kamu ke yayasan saja!" ucapnya menutup majalah ditangannya., sontaj saja ucapan itu membuat Indah melotot sangking kagetnya.
"Ma.... kok gitu sih..." hanya itu yang bisa Indah ucapkan, sontak membawa kecurigaan yang mendalam dimata mamanya, yang langsung memicingkan kedua matanya sambil mengintimidasi Indah,
"Jangan bilang ucapan kelakar mama barusan itu benar Indah?" desis mama Indah, membuat wajah Indah seketika memerah karena seolah kepergok lagi mencuri sesuatu.
"Yah Tuhan... Yah Tuhan... Nggak Indah... Yah Ampun.. Gak.. Gak.. Gak!!! Pokoknya kalo sama anak itu nggak boleh Indah!!!! INDAH KAMU GILA, KAMU GILAAAAAA!!!" mama tiba - tiba saja histeris mengetahui siapa lelaki yang akan dikenalkan oleh Indah sebagai kekasihnya.
"Ma... jangan gitu ma... Indah mohon ma.. dia baik ma... dia baik untuk Indah ma.. keluarganya juga sayang sama Indah ma..., ijinkan Indah ma... tolonglah ma.. jangan kayak gini ma..." pinta Indah sudah frustasi dan sangat frustasi.
"TIDAK!!! sekali TIDAK tetap Tidak!!!! apa dia kaya raya hah?!! kalo tampangnya gitu asal kaya nggak apa - apa Indah.. mama tutup mata, tapi kalo uda gitu dan sangat sederhana Yah Tuhan Indah.. mau di taruh di mana muka mama.. apa kata Nio nanti, apa kata keluarga Nio yang kamu tolak mentah - mentah itu hah?!!! mama bisa malu bukan kepalang!!! mama tidak mau !!!" tegas mama...
__ADS_1
"Ada apa ini Ma? Indah? kenapa kalian ini sukanya sekali bertengkar apa nggak bisa ngomong baik - baik hah?!!" tanya papa yang baru saja datang entah dari mana Indah tidak tau.
Indah berusaha menjelaskan pokok permasalahan perdebatannya dengan Mama, dan tentu saja papa mendengarkan Indah dengan seksama,
"Ma..., anak kita sudah besar ma... biarlah ma.. dia mengambil keputusannya sendiri, kali ini saja ma... jangan begitu ekstrem lah ma.." ucap papa Leo sedikit membawa kelegaan kepada Indah.
"Pa... kamu nggak tau anak laki - laki itu kayak gimana kan?!!! mama nggak mau pa... mama nggak mau dihina sama keluarga Nio pa... lagi pula pa... anak kita ini masih bisa dapat yang lebih dari pada Nio, apapun keadaan dia sekarang banyak laki - laki baik yang mau menerima dia apa adanya, kenapa kamu malah pilih dia Indah hah?!! apa kamu seputus asah itu?!! sampai - sampai laki - laki kayak gitu kamu terima cintanya?!!" kembali mama berang dan emosi.
"Ma... mama saja belum kenal Vano kayak gimana, tapi mama sudah menghakimi Vano ma... dan Iyah.. Indah sudah putus asa menghadapi sikap mama...tapi asal mama tau ma... Indah tidak langsung suka sama Vano ma.. Indah mengenal Vano beberapa bulan dulu ma... baru Indah mau jadi pacarnya ma... jadi Indah tidak putus asah untuk cari pacar ma.. tapi memang dia laki - laki yang baik ma.. tolonglah ma.. kasih Indah kesempatan ma.., jangan apa - apa sudah kayak gini..." lagi - lagi Indah memohon kepada mamanya, dan Indah melihat jika Papa Leo tidak tega melihat keadaan anaknya .
"Ma... sudahlah kita kasih kesempatan Indah dulu ma... kalau sudah jodoh apa mau dikata, kalau tidak jodoh juga pasti Tuhan akan memisahkan mereka dengan caraNya sendiri, kita sebagai orang tua baiknya mendoakan anak kita ma..." bujuk papa Leo sambil mengelus ngelus punggung istrinya.
"Pa... Indah pokoknya juga nggak mau jika alasan tidak masuk diakal ini membuat Indah putus sama pacar Indah. Dia seiman, keluarga yang terhormat dan sederhana, dia juga sedang kuliah dan tahun depan akan wisuda, Vano juga pelayan di gereja, tidak ada alasan untuk melarang Indah berpacaran dengan Vano, kalau alasannya hanya karena kurang ganteng, maka mama boleh protes saja sama Tuhan yang menciptakan, karena semua itu bentuk hasil karya Tuhan ma... dan ciptaan Tuhan!" Indah dengan keras kepala menegaskan tidak akan menerima penolakan dari mamanya.
"Oohhh... kamu.. sekarang kurang ajar yah.. sama mama.. gara - gara laki - laki yang namanya Vano itu kamu jadi kurang ajar sama mama, wah hebat kamu?!! Hebat sekali Vano sudah bisa ngajarin kamu kurang ajar dama mama yah... luar biasa!"
Kebiasaan mama yang sukanya memutar balikkan fakta kembali terlihat, Indah yang masih berdarah muda saat itu juga malah semakin terpancing akan emosinya yang masih meledak - ledak kayak mercon tahun baru.
__ADS_1
"Ma... yang buat Indah begini karena mama sendiri, semua ini nggak ada hubungannya sama Vano ma!" Suara Indah semakin meninggi dengan nafas terengah,
"CUKUP!!!! SEMUANYA CUKUP!!!" Bentak papa membuat suasana hening seketika,
"Pa...., Indah mohon Pa..." pinta Indah memelas kepada papanya.
"Baiklah papa kasih kesempatan satu kali saja, jika memang anak itu tidak sopan atau tidak baik, maka Kamu tidak boleh lagi meneruskan hubunganmu dengan Vano, kamu paham Indah?!" suara Papa terdengar tegas, mama yang matanya sudah memerah karena emosi juga dengan nafas yang tak beraturan sontak terdiam mendengar keputusan suaminya
"Iyah pa..." sahut Indah sedikit lega, minimal ada kesempatan yang diberikan oleh papanya walau sang mama menolak mentah - mentah.
"Tapi... jika anak itu tidak ada sopan - sopannya sama sekali, jangan coba - coba sekali - kali dia berani datang kesini lagi jika papa tidak menyukainya, Camkan itu baik - baik Indah. Ini adalah ultimatum papa yang terakhir! Ayo ma.. masuk kamar." lalu papa pergi beranjak dari ruang tamu seraya meninggalkan Indah sendirian, dan mama ikut pergi mengikuti papa.
"Kamu yang mengajak mama berperang Indah!!! ingat sekali tidak maka selamanya tidak!!!" desis mama lalu masuk menyusul papa.
Bersambung
Mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
__ADS_1
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB