Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 79


__ADS_3

Pengakuan Indah kepada Dhino ibarat menggali kuburnya sendiri, Indah terus menangis sesenggukan merasa bersalah atas segala perbuatannya selama ini kepada lelaki tulus seperti Dhino.


'Mengapa aku selalu saja mengambil keputusan yang bodoh ketika ditempatkan pada dua pilihan, mengapa aku begitu bodoh, dua kali dalam hidupku aku menyianyiakan orang yang begitu menyayangiku dengan sepenuh hati' Indah lagi - lagi menyalahkan dirinya.


Ketika Indah sedang menyalahkan dirinya sendiri sambil sesekali menarik nafasnya dengan berat, tiba - tiba suara Dhino terdengar bergetar,


"Apakah selama ini pernah ada rasa cinta darimu untukku??" Suara berat itu terbata - bata dan sengau, mata Dhino terlihat memerah manahan tangis, Indah yang melihat reaksi Dhino tidak dapat menjawab dengan benar hanya sebuah anggukan kepala dan pelukan pilu yang dapat menjawab satu kalimat pertanyaan Dhino kepadanya.


"Tolong.. berikan aku jawaban.." kembali Dhino bertanya sambil membalas pelukan erat dari Indah,


"Pada akhirnya aku mencintaimu, pada akhirnya aku memilih kamu, tapi karena keserakahan ku dan kebimbangan ku semuanya menjadi kacau seperti sekarang ini.. Maafkan kebodohan ku." tangisan Indah semakin tersengal ketika mendapatkan balasan pelukan dari Dhino,


Beberapa menit mereka hanya menghabiskan waktu dengan saling memeluk satu sama lain, dan Dhino melepaskan pelukannya sambil menyeka air mata di pelupuk matanya, "Lalu apa yang kamu inginkan?" tanya Dhino dengan serius,


Indah tidak dapat memintanya untuk tetap berada bersama dengan Indah, kembali ingatan perkelahian antara Indah dan mamanya terbesit di pikirannya, bahkan Nio yang sudah di sayangi mama saja mampu mempermalukan Indah dengan mengungkit masala lalu Indah yang kelam, mungkin saat ini Dhino bisa menerima segalanya karena rasa cintanya yang menggebu, bagaimana jika Dhino tersadarkan seperti Nio yang bagaikan orang tersadarkan dari lamunannya tiba - tiba saja berbalik meninggalkan Indah begitu saja.


"Indah... tolong katakan apa yang kamu inginkan dariku.." kembali Dhino bertanya kepada Indah,


"Aku tidak akan marah Indah... katakanlah sejujurnya, apa yang kamu inginkan dariku?" pertanyaan yang sama diulang lagi oleh Dhino,


Setelah menyiapkan mentalnya, Indah memberanikan diri untuk menjawab Dhino dengan menatap lekat kedua bola mata lelaki dihadapannya tersebut,


"Aku mohon maafkanlah aku, Aku mohon hiduplah dengan baik setelah ini, dan ingatlah aku dengan segala kebaikan, keburukan, dan kecerobohan ku, Kita tidak akan bisa bersama saat ini Dhino, dan Entah di masa depan apakah aku dapat melayakkan diriku untuk mu? hanya Tuhan yang tau, namun untuk saat ini tinggalkan lah aku yang bodoh ini.." Indah berbicara sambil menangis pilu,

__ADS_1


"Aku... Aku pernah mencintaimu dan Aku akan selalu mengingatmu sebagai bagian dari kenangan termanisku, aku akan selalu mengingatmu sebagai kekasih yang selalu menjaga harga diriku di saat aku tidak dapat menjaganya dengan segala perbuatan kotorku, aku akan selalu mengingatmu sebagai lelaki berhati emas yang tidak pernah sekalipun marah - marah denganku bahkan disaat seperti ini, Dhino... kamu akan selalu memiliki ruang sendiri di hatiku..."


"Maafkanlah Aku... dan Tinggalkanlah Aku sekali pun saat ini masih ada keinginan mu untuk mempertahankan diriku.. sungguh... aku tak layak mendapatkan kebaikan itu.., maafkan aku..."


Dhino hanya sanggup mendengarkan segala ucapan Indah yang di sampaikan dengan Pilu dengan sebuah tatapan kecewa juga sedih,


"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan... Aku akan menuruti semua keinginan mu Indah.." semakin Indah mendengar ucapan Dhino semakin Indah merasa hancur, kini tidak akan ada lagi yang dapat menjadi pelariannya di kala sedih, dan tidak ada lagi senyuman hangat dari Dhino untuknya..


"Kalau kita berjodoh suatu saat nanti aku akan menerima kamu apa adanya tanpa mengungkit segala permasalahan yang pernah terjadi, namun jika kamu bukan jodohku Indah... kamu tetaplah gadis manis yang berani mempertaruhkan segalanya untuk berkata jujur" Ucap Dhino lalu mengecup dahi Indah cukup lama, seolah kecupan itu adalah kecupan terakhir... dan yah.. benar itulah kecupan terakhir yang di berikan Dhino untuk Indah.


----***----


Sekembalinya di rumah setelah masih sempat diantar oleh Dhino, Indah segera bergegas menuju ke rumah Nio untuk kegiatan ibadah penghiburan sebelum jenazah di makamkan.


Keesokkan harinya pada hari penguburan kedua orang tua Indah datang untuk melayat ke rumah Nio, kedua orang tua Indah di sambut dengan tangisan dari pihak keluarga Nio, juga Nio menyambut papanya Indah dengan sopan, begitu pula dengan mamanya Indah, walaupun ada rasa dendam di dada mama saat itu, tapi sudahlah formalitas ini harus di jalankan, ungkap mama kepada Indah sambil berbisik.


Ketika semua acara penguburan selesai di laksanakan Indah dan keluarganya pulang bersama, setelah itu pada malam harinya perwakilan keluarga Nio datang ke rumah Indah untuk membicarakan rencana pernikahan Indah dan Nio kedepannya.


Namun ketika Kedua orang tua Indah mengatakan akan berunding dengan keluarga besar, maka dengan tegas Indah menolaknya mentah-mentah,


"Maaf Om.. maaf tante juga kakak kakak sekalian, Saya tidak berkenan untuk melanjutkan hubungan saya dengan Nio, maafkan saya.. tapi Nio sudah tidak mau dengan saya, lalu untuk apa di paksakan? semua akan sia - sia jika di paksakan bukan?" ucap Indah dengan Tegas,


Papa yang tidak tau dengan jelas pokok permasalahannya manjadi bingung dengan kalimat yang diucapkan oleh Indah,

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa sampai Nio tidak mau dengan kamu Indah? pernikahan ini kan amanah dari almarhum papanya Nio, tidak perlu diadakan dalam waktu dekat, bisa beberapa tahun lagi, tapi yang penting sekarang ini kalian terikat dulu dengan yang namanya pertunangan." Papa Indah menjelas dengan Indah,


Indah dan mamanya yang mendengar hanya menahan nafas rasa takut ada salah satu keluarga Nio yang keceplosan akan masalah yang di buat oleh Indah ini.


"Tapi Pa.. Indah itu sudah putus sama Nio pa... Indah nggak ada hubungan apa - apa lagi dengan Nio, kemarin Indah datang ke rumah Nio semua semata-mata karena rasa hormat Indah kepada kedua orangtuanya Nio papa..." Ungkap Indah kepada papanya,


"Papa heran lihat hubungan kalian ini, bukankah selama ini kalian baik - baik saja kok bisa bisanya putus?!" tanya Papa..


"Karena Nio selingkuh dan Indah membalasnya juga Pa...jadi tidak ada titik temu diantara kami berdua, yang ada saat ini adalah kami saling membenci satu sama lain." Indah mencoba membuat papanya untuk tidak byk bertanya lagi,


"Loh... Ndak... bukankah masalah ini terjadi karena Nio tidak mau tanggungjawab atas anak yang kamu kandung?" tanya salah satu kerabat Nio.yang terkenal tidak bisa menjaga mulutnya,


"APA?!!! KAMU HAMIL?!!!" Papa berteriak tidak sadar saat shock mendengar kabar terbaru dari anak kebanggaannya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


bersambung


__ADS_2