
Hakikat dari kata saling memperjuangkan bukanlah sesuatu yang berbentuk tunggal, namun memperjuangkan merupakan sesuatu yang berbentuk jamak, dimana sebuah perjuangan tidaklah dapat di lakukan ketika hanya satu insan saja yang bergerak, membutuh saling topang, bahu membahu, untuk mencapai sebuah titik perjuangan, barulah kita dapat menikmati atau melihat hasil akhir dari suatu perjuangan.
Hari ini sebuah kenyataan pahit kembali harus kudengar dari salah seorang kekasih sahabatnya Nio, dengan wajah kusam dan kesedihan yang melanda, Vanya bercerita kepadaku tentang apa yang terjadi pada dirinya, yaitu kekasihnya kini sedang berselingkuh dengan seorang Gadis bernama Dara, Vanya adalah seorang gadis yang kuat dan tegar, bukan dari latar belakang orang berada, tapi hatinya sungguh terbuat dari Emas, Dia bercerita kepadaku bahwa sudah beberapa minggu ini kekasih Vanya pergi ke rumah perempuan yang di duga menjadi orang ketiga diantara hubungan mereka, Namun satu yang membuatku sakit, yaitu Nio ikut mengantarkan Saga kerumah Dara, bukan hanya itu Nio diduga sedang pendekatan dengan Risa, kakak kandung Dara yang bekerja di sebuah Bank Swasta.
Aku sampai tidak dapat berkata apa - apa, selain menenagkan Vanya walaupun sebenarnya Vanya terlihat cukup tegar dan tenang, Namun sorotan kesedihan pada mata Vanya tidak dapat menutupi betapa hancurnya hati Vanya, aku masih menyakinkan diriku dan kembali bertanya kepada Vanya,
"Benarkah Van? Nio lagi PDKT sama Risa?" tanyaku,
"Iyah Indah..., mereka mau bagi kakak adik itu untuk di jadikan gebetan baru pacar - pacar kita" kata Vanya,
"Lalu apa yang harus aku lakukan Van?" tanyaku,
"Entahlah Indah, aku juga tidak tau langkah apa yang harus aku lakukan, mungkin untuk saat ini aku akan terus bertahan saja dengan Saga, aku belum siap kehilangan Saga.." ucap Vanya lirih,
"Baiklah.., kamu bersabarlah yah Van.., aku juga akan mencari tau kebenaran berita yang kita dengar ini" kataku, Vanya mengangguk setuju, lalu kami sama - sama terdiam dan berpikir,
Lalu aku mengambil Ponselku dan mengirimkan pesan singkat kepada Nio,
"Nio.. lagi dimana?" tanyaku, cukup lama baru Nio membalas pesan singkatku,
"Lagi sama - sama Saga, ke rumah teman, gimana?" jawabnya,
"Apakah hari ini ada waktu? bisa tidak kita ketemu?" tanyaku dengan cemas kepada Nio,
"Okay bisa, dua jam lagi aku jemput yah.." balas Nio
__ADS_1
"Baiklah dua jam dari sekarang aku tunggu di rumah" kamipun mengakiri percakapan lewat pesan singkat itu.
Kembali aku melihat Vanya yang masih melamun menatap jendela mobilku, kini kami dalam perjalanan ke menuju ke rumah Vanya,
"Van.., aku sudah kontak Nio, nanti aku akan bicara sama Nio soal Saga yah, aku akan bantu kamu untuk masalah ini, sekaligus menyelidiki apakah benar Nio juga sedang menyelingkuhi ku" Kulihat mata melas Vanya membuat hatiku remuk redam, aku dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Vanya saat ini,
"Iyah Ndah.., makasi banyak yah Ndah.., aku juga akan selalu mengabari kamu jika mendapatkan berita terbaru apapun soal Nio yah Ndah" balas Vanya,
Kamipun saling berpegangan tangan dan menguatkan satu sama lain, walaupun kami sama - sama dalam keadaan hancur saat ini, terlebih Vanya, karena Vanya percaya dengan apa yang dia dengar dan dia mengatakan sudah dapat memastikan berita itu.
Sesampainya di halaman depan rumah Vanya, kamipun saling berpamitan dan berjanji akan mengabari berita apapun yang kami tau. Sepanjang perjalanan Pulang ke rumah membuat hati dan jiwa ragaku penuh dengan kegelisahan, seperti tidak ada rasa nyaman dalam hubungan antara aku dan Nio, rasanya segala janji atau sikap ramah serta perhatiannya Nio kepadaku hanyalah fatamorgana belaka, dimana kettika aku semakin mendkat dan berlari untuk menjangkaunya justru kepastian suatu hubungan itu semakin tidak pasti dan tidak pernah aku gapai.
Seratus dua puluh menit telah berlalu, lewat sedikit hanya tujuh menit Nio sudah datang di hadapanku, dengan senyuman sumringah, "Kita mau kemana?" tanya Nio,
"Jalan - jalan yuukkk?!, kita naik mobil aja seperti biasanya" ajakku,
"Bagaimana kabar kamu hari ini?" tanya Nio
"Aku kurang baik," jawabku dengan lemas,
"Kenapa?" ucapnya sambil menyeruput Jus buah di hadapannya,
" Aku dengar Saga lagi selingkuh yah? dan itu sangat membuat Vanya sedih" mendengar apa yang aku katakan Nio seolah tanpa ekspresi,
"Oh..., itu, yah mau gimana lagi," jawab Nio enteng,
__ADS_1
"Apa benar berita itu?" tanyaku sambil menyelidiki ekspresi wajah Nio,
"Hmm..., gimana yah?, seharusnya berita itu tidak usah sampai membuat harimu jadi buruk, kan itu bukan urusan kamu" jawab Nio,
"Itu akan menjadi urusanku, karena bukan hanya itu berita yang aku Dengar Nio." ucapku dingin,
"Berita apa itu?"
"Tentang kamu yang juga mendukung apa yang dilakukan oleh Saga dan kamu saat ini sedang melakukan pendekatan dengan Risa, kakak kandungnya Dara, apakah itu benar?" Tak Lagi mampu menahan dan bersandiwara, aku memilih untuk bertanya secara terang - terangan saja kepada Nio.
BERSAMBUNG
Komen dong sisters and brothers, sekalian like nya yah.., biar aku semakin semangat buat nulis.
__ADS_1
makasi sebelumnya :)
Btw, maaf yah kalau ada Typo - typo, soalnya ngejar crazy up :D