Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.5 – CUKUP.


__ADS_3

“Waktu adalah sahabat bagimu jika kau mampu untuk menggunakannya dengan baik, namun Waktu bisa menjadi sebuah mimpi buruk tiada akhir jika dirimu mempergunakan waktumu hanya untuk hal yang sia – sia, semua kejadian dalam hidup benar akan berlalu dengan berjalannya waktu, sebuah rasa sakit benar akan memudar dengan seiringnya waktu, namun ada beberapa kenangan yang selalu terpatri dalam hidup setiap orang bukan?


Setiap umur yang kita lewati sebagai seorang insan yang berada di dunia selalu memiliki sebuah prioritas dalam hidup bukan? Dan prioritass itu akan semakin di dewasakan oleh pertambahannya usia juga, namun ternyata umur tidak menjamin seseorang akan dikatakan sebagai orang yang dewasa, ketika kita berumur kanak – kanak diriku sendiri bahkan tidak memikirkan apa yang aku inginkan.


Ketika aku menjadi seorang remaja, aku selalu memiliki prioritas untuk menjadi yang terbaik dalam hal akademis, dan lingkungan, aku ingin terlihat begitu mengagumkan di mata semua orang, menjaddi seorang yang mendapatkan attention merupaakan sebuah kepuasan dalam diriku, kini ketika ketika usiaku sebentar lagi akan berkepala dua dalam empat bulan ke depan, aku seharusnya memiliki prioritas untuk mendapatkan kekasih yang menarik dan dapat di banggakan, tentu saja itu pernaah terjjaddi pada diriku beberapa tahun lalu, namun semua itu berubah ketika keadaan menciptakan sebuah gelombang tsunami yang seketika itu juga dapat menyapu semua bayangan – bayangan bangunan yang telah aku bangun sebelumnya,


So...untuk saat ini, aku lebih menyukai kehidupan dan waktuku di habiskan dengan melakukan sebuah kegiatan yang lebih bermanfaat yang lebih memiliki Value bagi pemikiran dan cara pandang kita tentang apa itu kehidupan, karena aku sendiri masih tidak tau apa sebenarnya arti kehidupan ini dan ingin terus mencari tau, aku juga baru menjalaninya sekitar sembilan belas tahunan bukan? Mengapa tidak menjalani kehidupan ini bagaikan aliran mata air yang terus mengalir dan menjadi manfaat baik bagi setiap tempat yang di lewatinya. “


Suara tepukan tangan bergemuruh setelah Indah yang di nobatkan sebagai salah satu konselor dengan performa terbaik diberikan penghargaan dan menjawab apa arti kehidupan baginya dan bagaimana caranya memanfaatkan waktu dengan baik pada usia yang masih muda lantas apa prioritas hidupnya, Indah sangat berterima kasih atas semua dukungan yang di dapatnya selama ini.


Sesi curahan hati Roni tiba – tiba saja terinterupsi oleh kehadiran Vano yang sudah berdiri di belakang mereka bertiga, baru saja bertanya apa yang curahan hati roni, tiba – tiba Indah ddi panggil oleh ketua Yayasan dan memberikan penghargaan kepada Indah dan beberapa penghargaan untuk pemuda – pemuda yang berprestasi versi Yayasan tersebut.


“Selamat yah Indah..” ucap Tomy juga Roni


“Terima kasih teman – teman..”,


“Sebenarnya apa yang kalian bicarakan tadi?” ternyata Vano masih penasaran dengan percakapan kami bertiga, Roni tanpa segan mengatakan yang sebenarnya dirasakannya dan apa yang dikatakannya kepada Indah,


“Oh... soal Rika, aku sudah bilang sama Rika untuk belajarlah membuka hatinya, tapi entahlah selanjutnya adalah perjuanganmu bro..” ucap Vano sambil meninju lengan Roni,


“Dan aku sekarang juga dengan perjuanganku sendiri” ucap Vano dengan pelan, Indah mendengarnya tapi tidak ada reaksi apapun darinya.


“Indah..” panggil Vano kepada Indah,


“Iyah?” jawabnya,


“Siapa pacarmu sekarang?” tanya Vano,


“Tidak ada”


“kenapa?”


“Yah nggak apa – apa, hehehe.., pertanyaan kamu lucu.”


“Kok Lucu?”

__ADS_1


“Iyah Lucu lah.., seolah – olah semua anak muda harus menghabiskan waktunya dengan status pacaran? Boringg...waste time.. and useless” jawab Indah,


“Okay..., kami mau makan dulu, kalian lanjut ngobrol disini yah.” Pamit Tomy dan Roni meninggalkan mereka berdua.


“Apa kamu terlalu sakit hati, hingga mencapai pada titik seperti ini?” tanya Vano,


“Hah?! Hellooww..., kamu mau jadi konselorku sekarang?” Tanya Indah sinis,


“Iyah jika di perlukan.” Ucap Vano dengan serius,


“Selesaikan dulu urusanmu dengan Rika dan Roni, sebelum mau sibuk ngurusi hidup orang lain.” Indah langsung beranjak pergi meninggalkan Vano duduk sendirian.


“Enak saja dia mau ngurus – ngurusi hidup orang, dulu ngurusi ngelarang rokok, sekarang nanya – nanya masalah hati, dia kira siapa dia? Fvxk!!”


“Kamu sedang mengumpat aku?” ternyata Vano menyusul Indah yang berjalan ke parkiran kantor,


“Iyah..., aku mengumpat kamu, masalah buat kamu?” semakin kesal Indah melihat Vano yang menyusul dirinya,


“Maafkan aku, aku hanya ingin mengakrabkan diriku saja kepada kamu Indah, apakah kamu benar – benar tidak mau menjadi temanku?” Vano berjalan mendekat kepada Indah yang terlihat benar – benar kesal.


Vano menatap Indah dengan nanar sejenak lalu tersenyum teduh, “Maafkan aku yah.. aku tidak akan melanggar segala bentuk privasi dirimu lagi, aku kira selama ini kamu sangat bisa mudah bergaul tapi ternyata kamu telah membuat patokan dan batas – batasan yang bisa dan tidak bisa di lewati orang – orang baru bukan? Baiklah aku paham sekarang.”


“Iyah, itu benar sekali, sekarang aku mau pulang, tolong minggir dari depan mobilku kalau tidak mau ketabrak.” Indah segera membuka mobilnya dan bergegas pergi dari kantor Yayasan.


Vano hanya berdiri terdiam melihat Indah pergi begitu saja dan semua itu tidak lepas dari pandangan Indah yang memperhatikannya dari kaca spion mobilnya.


Segala sesuatunya bagi Indah sekarang tidaklah mudah untuk di terima begitu saja, segala kebaikkan seseorang bukanlah jaminan orang tersebut tulus bukan? Di usianya yang terbilang masih muda Indah sudah mengalami krisis kepercayaan terhadap orang di sekitarnya. Selain dari pada itu sebuah pemikiran untuk tidak menyakiti orang lagi selalu tertanam dalam di relung hatinya terdalam. Tidak bertindak gegabah adalah salah satu rule atau peraturan yang di pegangnya.


“Ah... rasanya aku terlalu berlebihan dengan dia.., mungkin makssudnya hanyaa ingin berteman baik, tapi aku sekarang tidak membutuhkan sosok teman bukan? Yah.. semua harus ada batasannya” Guman Indah yang tiba – tiba saja merasa kelaparan di tengah malam, Indah berinisyatif untuk pergi ke salah satu fastfood ayam kentucky pada malam itu, rasanya ini waktu yang tepat untuk me time, pikirnya.


Sesampai di outlet fastfood tersebut dengan khidmat Indah memakan makanannya, Indah memesan ayam goreng, kentang goreng, salad dan spagety, luar biasa laparnya Indah pada saat itu, segala ketenangannya berubah keika segerombolan laki – laki memasuki outlet tersebut dan terlihat orang yang sangat di kenalnya yang berasal dari masa lalunya juga turut meramaikan rombongan tersebut.


Saga dan Richi juga terkejut melihat Indah yang sedang makan di pojokan sendirian, langsung saja mendatangi mantan kekasih sahabatnya tersebut, “Indah!!!! Indah kan? Yah Ampun kemana saja!!” teriak Richi juga Saga yang datang spontan merangkul Indah yang sudah berdiri karena di datangi dua orang teman – temannya, teman mantan lebih tepatnya.


“Tunggu... tunggu..” ucap Indah meneguk pepsi, “Hai!!!! Apa kabar?!” seru Indah tidak kalah bersemangat, Richi dan Saga saling melirik satu sama lian, seolah mereka tidak menyangka Indah yang sudah hilang selama satu tahun tiba – tiba muncul dengan penampilan yang berbeda, warna rambut yang berbeda, dan tentu saja pembawaan yang lebih.. entahlah...

__ADS_1


“Kamu beda Ndah...” guman Saga,


“Apa liat – liat, aku colok nih matamu!” ucap Indah yang membuat Saga menutup mukanya, melihat Saga seperti itu Richi tertawa bukan kepalang.


“Apakah kamu baik – baik saja?” Tanya Richi,


“Never better than now.., yukk duduk.., “ tawar Indah dan mereka pun duduk bersama walau sejenak,


“Itu Nio.." bisik Saga


“Iyah.. aku melihatnya..” jawab Indah dengan tetap ramah dan tidak menunjukkan ekspresi sakit hati atau apapun itu.


“Apa kamu tidak ingin menyapanya?” tanya Saga.


“Bukankah dulu aku dan dia memang tidak saling mengenal satu sama lain? Maka sekarang pun aku rasa dia dan aku hanya orang asing bukan?” ucap Indah sambil menyantap kentang gorengnya.


Richi hanya memperhatikan bagaimana Indah bersikap, Richi yang selalu lebih dewasa dari yang lain hanya menatap sendu kepada Indah, “Baiklah lanjutkan makanmu yah.., kami juga mau memesan makanan kami, kamu masih ada nomorku kan?” tanya Richi.


“Nope. Aku sudah ganti nomor hehehe” Jawab Indah


“Hemmm..., baiklah ini.., simpan nomorku, jika kamu ada perlu atau apapun itu kamu bisa menghubungi aku yah..” ucap Richi sambil memberikannya kartu nama.


Nio yang sudah memesan makanan memilih kursi yang letaknya berhadapan dengan Indah, Nio melihat Indah dari kejauhan hanya tersenyum dan mengangguk untu menegur Indah.


Namun bagi Indah semua sudah cukup, segala sesuatunya yang berhubungan dengan laki – laki di hadapannya ini sudah di tutup rapat – rapat dan terkubur sangat dalam. Tanpa membalas teguran halus dari Nio, Indah hanya melanjutkan makan malamnya dengan khidmat.


---***---***---


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah


jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB

__ADS_1


makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2