Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 18


__ADS_3

"Pertanyaan menjijikkan apa itu! Kamu sungguh menjijikkan mathew, pergilah dari rumahku sebelum aku telpon polisi atau provost untuk mengusir kamu dari sini!" ucapku tegas.


"Aku sungguh frustasi dengan sikapmu Indah.." masih sempat - sempatnya dia ingin kembali beragumentasi denganku,


"KELUAR!! CEPAT KELUAR!!!" bentak ku sambil menunjuk tepat di wajahnya dengan dada yang sudah kembang kempis karena emosi yang meledak.


""Apa kau tau Indah.. rasanya kakak sekarang ingin melepas rindu sama kamu Indah.. kakak sangat merindukanmu" sambil melangkah mendekat kearahku, sungguh tidak tahu diri Mathew saat itu, rasanya ingin ku jambak saja rambut cepaknya itu sangking emosinya aku melihat kelakuan Mathew.


"KELUAR!!, Aku bilang KELUAR,!!" dan kali ini aku segera beranjak ke arah telpon rumahku untuk segera menelpon kantor polisi agar dapat mengusir Mathew secara paksa jika Mathew masih coba - coba untuk membuatku luluh.


"Indah kau mau apa?!" tanya Mathew gusar dengan mengertakkan gigi kebiasaannya saat menahan emosi pada dirinya,


"Aku bilang keluar atau aku telpon kantor polisi sekarang!!" tanpa menunggu jawaban darinya aku langsung menekan tombol pada telpon rumahku dengan terus melotot tanpa ada rasa takut kepada Mathew.


"Indah!! STOP!! okay!!! okay!!! kakak keluar sekarang, tolong Indah jangan seperti ini" pintanya kembali berusaha memelas di hadapanku,


"Keluar!!, keluar dari rumahku sekarang juga" ucapku datar dan tegas,


Setelah aku melihat Mathew keluar dari rumahku dan keluar dari pagar rumahku, seluruh tubuhku, terasa sangat lemas, kakiku terasa seperti tidak bertulang, aku tersungkur seketika dan menangis, aku menangis sekencang - kencangnya, Hatiku hancur, hidupku hancur dan masa depanku hancur. Tapi aku tidak mau kekelaman masa laluku menjadi sebuah bola kebohongan yang ku bingkai bagai telur emas di hadapan Nio, aku harus mengatakan yang sebenarnya kepada Nio, Nio berhak memilih untuk tetap bersamaku atau mencari wanita yang jauh lebih baik dari pada aku.


---------****---------


"Hai Indah!!" panggil Nita kepadaku,


"Hai!!" aku melambaikan tanganku ke arah Nita,


"Terlambat kamu Ndah!" ini sudah jam sepuluh pagi loh... kamu pasti bakal dapat hukuman dari kakak semester, telat itu tiga puluh menit wajar, telat kok sampai dua jam!" ejek Nita kepadaku,


"Iyah maaf.. tadi ada tamu yang bikin aku terlambat kesini Nit" jawabku,


"Siapa? pacar kamu?" tanya Nita


"Bukan kok" jawabku


"Lah terus siapa??? cerita dong..," desak nita,


"Mantan aku, nanti aku ceritain yah...," jawabku


"Okay.., by the way.. ini kerjakan tugasnya di kumpulkan nanti sebelum istirahat siang, dan jangan lupa hari ini, kamu kan ada sesi makan siang bareng sama tuh.." ucap Nita panjang lebar,

__ADS_1


"Oh ****!! aku lupa Nit" umpatku, dan Nita terkekeh mendengar jawabanku, di sela - sela aktifitas ku mengerjakan soal uang di berikan oleh kakak semester, aku melihat dari arah barat Stan datang kearah tempat aku duduk dengan beberapa teman - temanku,


"Haduh.., orang ini lagi, pusing aku Nit" omelku,


"Santai aja sist" jawab Nita, dan aku pura - pura tidak melihat kedatangan Stan yang sudah berada tepat di depanku,


"Ngapain lu Stan?" tanya Nita,


"Mau minjem temanmu sebentar" jawab Stan, dan aku masih saja tertunduk tidak menghiraukan kehadiran Stan sama sekali,


"Lu pikir teman ku tas ransel apa? bisa di pinjem - pinjem seenak udel lu sendiri?" ucap Nita malas,


"Sebentar aja, Indah.. saya mau bicara sebentar aja, bisa nggak?" tanya Stan, lalu aku mendongakkan wajahku ke atas,


"Aku masih banyak tugas, bisakah kita bicara setelah aku menyelesaikan tugas ini?" tanyaku sopan, mengingat kakak semester yang lalu lalang melihat tingkah dan reaksiku,


"Baiklah, aku tungguin di sini kalau begitu" jawab Stan, "aku sebenarnya nggak lama, paling cuman 5 menit" desak stan,


"Heeemmm..., 5 menit yah.. dan setelah itu jangan ganggu aku lagi, okay?" sahutku sambil menatap tajam mata Stan,


"Okay" ucap Stan sambil terkekeh.., kini kami berjalan sedikit menghindar dari keramaian, dan aku menunggu apa yang akan Stan ucapkan,


"Huueeemmm..., jujur aku bener - bener nggak tau kalau kamu pacarnya Nio, dan kalau aku tau, aku nggak akan ganggu kamu--"


"Sssttt!!! apa - apaan kamu Stan, jangan pernah membahas hubungan pribadiku dengan siapapun, okay?!! aku maafkan kamu, tapi ingat soal siapa pacarku atau hubunganku dengan Nio hanya kamu yang tau, tidak boleh ada yang tau dari mulutmu, kamu bisa kan rahasiakan ini?" seketika aku memotong pembicaraan Stan,


"Okay, aku sebenarnya kemarin hanya mau cari perhatian sama kamu, tapi ternyata--"


lagi aku memotong ucapannya,


"Stan, ini sudah lima menit, aku tidak ada waktu lagi untuk membahas masalah ini, yang jelas aku sudah maafkan kamu, tapi ingat pesanku, okay?!" pesanku penuh penekanan kepada Stan,


"Okayy..., goodluck Ndah.." teriak Stand,


Aku tersenyum dan kembali ketempat teman - temanku untuk melanjutkan tugasku yang sempat tertunda,


"Dia ngomong apa?" tanya Nita,


"Dia minta maaf sama aku soal yang minggu lalu" jawabku,

__ADS_1


"Stand minta maaf??? huh.. Tumben" ceplos Nita,


"Udalah.. yuk... tinggal satu jam lagi" jawabku, dan Nita mengangguk kepalanya tanda mengerti,


Satu jam berlalu, dan kini saatnya pengumpulan tugas, dan giliranku mengumpulkan salah satu kakak semesterku yang bernama "Intan" memisahkan hasil pekerjaanku dari yang lain, "Kenapa selalu aku yang di jadikan sasaran ketidak sukaan mereka sih?" gumanku dalam hati, karena aku tau ada sesuatu yang akan terjadi dan itu pasti sangat tidak menyenangkan.


"Okay..,Sudah di kumpulkan semua kan? untuk yang tadi datang terlambat tolong maju ke depan" teriak Intan si kakak semester,


Maka, aku pun maju kedepan, dan beberapa dan lainnya, aku mendengar Intan menanyakan pukul berapa mereka sampai di kampus, rata - rata dari semua jawaban mahasiswa angkatanku, mereka terlambat antara lima sampai dua puluh menit, dan kini giliran aku,


"Jam berapa kamu sampai di kampus?" tanya Intan,


"Jam sepuluh pagi kak" jawabku sopan,


"Oh... hebat yah.. yang lainnya terlambat paling lama dua puluh menit, yang ini sampai dua jam, kamu pikir siapa kamu?? berani - beraninya kamu seenakmu sendiri, kamu pikir ini kampusnya Bapakmu?!!" teriak intan,


Seketika darahku mendidih dia menyebut papaku,


"Apa kamu tidak di didik sama orang tuamu untuk jadi anak yang tertib hah?!!" lagi teriak Intan, dan kini sumbu boom kemarahanku hampir tersulut habis,


"Saya penasaran orang tuamu seperti apa, kok sial banget punya anak kayak kamu yang---, ekhh..eekkhhhh...ekkkhhh!!!"


"Indah!!!"


"INDAH LEPASKAN!!"


"INDAH!!!! Ingat Tuhan Yesus Indah!!"


"NDAH..Istighfar Ndah..., please ndah.. ini aku Nita.., sadar Ndah...!!!"


*


*


*


*


bersambung

__ADS_1


__ADS_2