Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 15


__ADS_3

"Indah kamu pulang naik apa?" tanya Nita kepadaku,


"Aku naik angkot aja Nit" sampai jumpa besok yah.., pamit ku dan aku melihat ini sudah pukul 17:00, aku harus cepat, karena aku janjian sama Nio pukul 18:00, walaupun Nio masih ada di kampus juga saat itu, tapi Nio nggak pernah terlambat, dan selalu tepat waktu,


"Ndah.. ayok kakak antar" tiba - tiba Pieter sudah ada di depanku dengan sepeda motornya,


Sejenak aku menatap Nio, dan segera mengalihkan pandanganku ke Pieter, lalu aku tersenyum sangat manis "Indah naik angkot aja yah kak.., lagian janjiannya kan besok siang" jawabku sambil tersenyum,


Pieter tertawa terbahak - bahak "Bisa aja kamu Ndah..., iyah uda hati - hati yah.., sini kakak temani nunggu angkutan yah.." belum sempat aku menjawab, Pieter langsung menggelengkan kepalanya "A...a..aa..., aku tidak mau dengar penolakan lagi, ini hanya nemenin sampe angkutannya datang aja. okay?" sela Pieter,


"Terima kasih kak.." jawabku tanpa mengiyakan dan segera berlalu, namun Pieter sungguh keras kepala, dia tetap mengikuti ku, dan untungnya angkutan ku kali ini datang cepat, sehingga aku tidak perlu berlama - lama dengan Pieter disisi jalan ini dan melihat wajah gusar Nio.


"Duluan yah kak.." pamit ku dengan Pieter,


"Hati - hati yah Ndah.." balas Pieter sambil melambaikan tangan, dan berdiri melihat mobil angkutan yang aku naikin berjalan cukup jauh,


Selama perjalanan, aku terus memperhatikan jam tanganku, dan untunglah aku sampai dirumah pukul 17.35, masih ada kesempatan untuk siap, buru - buru aku bergegas mandi dan berdandan, sementara di dalam kamar aku mendengar suara motor Fizz-R masuk ke halaman rumahku,


Sejenak senyumanku mengembang di dalam kamar, buru - buru aku keluar dari kamarku, senyumanku yang sejenak merekah berubah seketika ketika kulihat sosok di depan rumah itu,


"Indah..." katanya , Aku menatapnya dengan wajah yang tidak dapat dideskripsikan lagi sangking terkejutnya,


"Kak Mathew..." suaraku bergetar menahan semua perasaan yang tidak karu - karuan di dalam diriku,


Hanya selisih beberapa detik, arah lampu motor Fizz-R lainnya terlihat mendekati rumahku dan yah... Motor itu adalah motor yang aku tunggu, sejenak Nio melihat pemandangan yang aneh di depan matanya, dan Nio menyadari sosok pria yang sedang menatap ku di tempatnya, Tapi Nio sangat pintar menguasai diri, Dia parkir motornya baik -baik, lalu tersenyum sambil berjalan tanpa mengalihkan tatapannya kepadaku.


"Halo.." kata Nio langsung mengecup singkat dahi ku dan merangkul pinggangku sebelum dia berbalik menatap Mathew yang ada dihadapannya saat itu.


"Halo..., Nio kenalin ini Kak Mathew, dan Kak Mathew kenalin ini pacar Indah namanya Antonio" ucapku menahan rasa gerogi, jantungku hendak keluar dari tempatnya, dan lagi - lagi ancaman Mathew sungguh membuatku tidak tenang.


"Antonio!!" /// "Mathew!" sahut mereka sambil saling berjabat tangan,


"Hhmm... Indah mau rapikan rambut dulu, habis itu baru kita jalan yah.." ucapku ke Nio,


"Iyah.." jawab Nio sambil mengangguk,


"Kalian masuk aja ke ruang tamu, atau duduk di depan situ" ucapku lagi sambil menunjukkan teras rumahku, ketika aku hendak masuk kerumah, terlihat mamaku sudah berdiri di depan pintu depan rumahku,


"Malam Tante" tegur Nio,

__ADS_1


"Malam Tante" tegur Mathew,


"Oh iyah malam semuanya, silahkan masuk" ajak mamaku,


"Nio di sini aja te.. nunggu Indah, enak semilir anginnya sejuk" jawab Nio


"Oh yah udah..., tante masuk kalo gitu" jawab mama tanpa perduli dengan Mathew kala itu.


Didalam kamar, mendadak kepalaku pusing bukan main, dan benar saja mama juga menyusul ke dalam kamar, "Wah gila kamu Ndah.., kok bisa ketemu mereka berdua, haduh..., pusing mama lihatnya" ceplos mama,


"Ma.., please.. stop.., jangan buat Indah tambah pusing ma.., mana kunci motornya Mathew ma.., biar Indah kasih.. supaya dia cepat pergi dari rumah ini" pintaku,


"Ini" jawab mama, sembari memberikan kunci motor milik Mathew,


" Yah udah.. Indah keluar dulu mah yah.." pamitku,


"Iyah.., hati - hati, ini kunci mobil buat kalian berdua" lagi mama memberikan kunci mobil untuk aku dengan Nio,


"Terima kasih ma.." jawabku sambil beranjak pergi,


Dan ketika aku keluar, terlihat justru Nio dan Mathew berbicara dengan akrab tanpa rasa canggung dari Nio,,justru rasa canggung terlihat di wajah Mathew dan body language nya.


"Aku panasin mobilnya dulu yah.." jawabnya sambil berlalu dan aku mengangguk ke arah Nio,


Setelah Nio berjalan menuju ke arah garasi, aku segera memberikan Kunci motor milik kak Mathew, "Kak.. ini kunci motormu" ucapku sembari memberikan kunci motornya,


"Terima kasih yah.., pacar kamu cakep yah.." kata Kak Mathew,


"Terima Kasih, Indah pamit dulu" jawabku sambil hendak berlalu,


"Kamu terlihat lebih cantik Indah.., Kakak kangen kamu.."Ucap Mathew, sembari menahan pergelangan tanganku,


"Terima kasih, maaf.. Indah di tunggu sama Nio, Selamat malam" jawabku sambil melepaskan pegangan tangannya Mathew dan bergegas masuk ke mobil,


Nio membuka jendela pintu mobil di sisiku "Mathew kita jalan yah.., malam Tante" pamit Nio sambil melambaikan tangannya, dan aku hanya tertunduk.


Setelah mobil kami meninggalkan pekarangan rumahku dan berada di jalan Raya, Nio seketika menggenggam jemariku serta mengecup punggung tanganku, "Kita jadi kerumah Ayi?" tanya Nio,


"Iyah.." jawabku

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Nio,


"Aku nggak apa-apa Nio, cuman nggak nyaman saja dengan pertemuan tadi" jawabku jujur kepadanya,


"Tidak usah dipikirkan, kita makan dulu baru tempat Ayi yukk" ajak Nio,


"Kak Ayi masak di rumahnya Nio, kita makan di sana saja yah.." jawabku


"Baiklah.." kata Nio, dan kini Nio fokus untuk mengendarai mobil, sedangkan aku asik menikmati musik dari radio mobilku, dengan sesekali mengikuti lirik dan nadanya,


Tanpa terasa kami sudah sampai di pekarangan rumah Kak Ayi,


"Di situ aja parkirnya Nio.." ucapku menunjuk ke area kosong di depan pagar rumah kak Ayi, dan setelah mobil terparkir, ketika aku hendak turun Nio menahanku, seketika itu Nio menangkup wajahku dan mencium lembut bibirku, sangat lembut dan lama, sampai dadaku terasa sesak,


"Nio..." ucapku tersengal - sengal,


"Kamu..." ucapan Nio terpotong seketika,


"Iyah.. aku kenapa?" tanyaku penasaran,


" Tidak apa - apa," lalu kembali Nio mengecup lembut bibirku, dan memelukku erat, dan terakhir mengecup dahiku dengan lembut,


"Ayo turun.." ajak Nio, aku pun mengangguk mengerti,


Hingga sampai saat ini, aku tidak tau apa yang ingin di ucapkan Nio kepadaku, Nio bukanlah pria yang mampu dengan mudah mengungkapkan isi hatinya, terkesan Nio membingkai kepribadiannya sesuai dengan apa yang dia inginkan,


*


*


*


*


*


*


bersambung

__ADS_1


__ADS_2