Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 66


__ADS_3

Perang mulut antara Nio dan Indah akhirnya meledak, rasa sesak akibat cemburu yang di rasakan oleh Nio tidak lagi terbendung saat Nio baru saja datang ke kampus, dan teman - temannya menunjukkan sebuah video singkat yang di rekam lewat Ponsel jadul N0kia 6600, di rekaman berdurasi tiga belas detik itu memperlihatkan bagaimana Indah dan Dhino berpelukkan, lalu Dhino mencium puncak kepala Indah.


Rasa geram akibat cemburu membuatnya tidak lagi mau menahan isi hatinya, karena selama ini Nio juga sudah mendengar banyak sekali selentingan - selentingan dari para sahabat melihat keakraban antara Indah dan Dhino sudah melampaui batas kewajaran, rasa abai dari Nio membuatnya tidak mau ambil pusing, tapi ketika sebuah video jelas terlihat nyata di kedua matanya secara langsung, gejolak emosi tersebut tidak lagi dapat di bendung.


Belum habis rasa geram yang dirasakan Nio menerima telepon dari mamanya Indah dan menceritakan bahwa Indah telah di fitnah oleh teman - temannya, sehingga Nio dengan sopan datang ke rumah Indah.


Setelah sampai di rumah Indah ternyata sudah ada dua orang polisi dan kedua orang tua Indah, sambil menunggu si tersangka Nio bercurhat ria dengan Mamanya Indah, bahkan menyampaikan apa yang di dengarnya dari para sahabatnya dan juga menyampaikan sudah melihat video yang isi video tersebut juga di ceritakan secara detail kepada sang mama.


Baru saja hendak berkomentar dan menanggapi, Abdul dan perwakilan keluarganya datang ke rumah, juga selang beberapa lama Indah dan rombongan juga datang, lalu langsung duduk di ruang tamu.


Maka terjadilah kesepakatan dengan Abdul, juga terjadilah perang dingin antara Nio dan Dhino lewat saling tatap dengan makna yang membuat Indah sampai menggelengkan kepalanya karena pusing.


Setelah Indah masuk ke dalam kamar tidurnya, ternyata Nio masih ngobrol - ngobrol dengan sang mama dan membahas tentang Dhino, Nio juga menyampaikan jika Nio sangat mencintai Indah juga merasa bahwa Dhino adalah ancaman bagi hubungan mereka berdua,


Mama menanggapi laporan Nio dengan memijit - mijit kepalanya dan mama meyakinkan bahwa semua akan baik - baik saja, lalu Nio meminta ijin ke kamar Indah untuk ngobrol dan menengok Indah, Karena memang Nio adalah calon menantu idaman mamanya Indah, ijin pun di berikan tanpa ada usaha yang berlebih.


Ternyata sesampainya di kamar entah bagaimana sebenarnya niat Nio kepada Indah, semua pertanyaan dari Nio yang diawali dengan pertanyaan umum mengapa Indah tidak memberitahu Nio malah menjadi perdebatan yang panjang, sampai mereka saling meneriaki satu sama lain karena sama - sama tidak tahan dengan gejolak api cemburu.


"Apakah benar kamu ada apa - apa dengan Dia?!!! CEPAT KATAKAN INDAH!!!" kembali Nio mendesak agar Indah menjawab pertanyaan Nio dengan jujur,


"Kamu tidak usah bentak - bentak aku, aku tidak tuli, aku akan menjawab pertanyaan kamu, tapi kamu belum menjawab pertanyaan ku!, Ada apa antara kamu dan Risa? tolong jawab dulu pertanyaan itu Nio..." kali ini Indah pun tidak mau mengalah lagi seperti biasanya, Indah juga mendesak Nio agar berbicara dengan jujur kepadanya.


"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Risa.." jawab Nio sambil memalingkan wajahnya,


"Lalu kenapa Dia memberikan kamu Baju kaos mahal merk Giord4no lagi, kenapa? kamu tidak lagi ulang tahun kan? dan jangan bilang itu hadiah natal!" Indah semakin mendesak Nio,


"Itu memang hadiah natal katanya.." jawab Nio,


"Hahahaha.... sudah kuduga, okay... aku bisa terima jika itu adalah hadiah Natal, tapi kenapa dia bilang ke Paula kalau dia adalah pacar kamu?" suara Indah tidak lagi terdengar merdu, namun suara itu memancarkan gelombang kecemburuan tingkat dewa.


"Aku... aku... tidak tau..." jawab Nio terbata..


"Tidak tau??!!! okay... aku terima jika kamu tidak tau, lalu... mengapa kamu tidak mau mengenalkan aku dengannya? Hah?! bisa jawab pertanyaan yang satu ini? bahkan kamu membiarkan aku pulang jalan kaki sendiri karena kamu jengkel aku minta berkenalan dengan perempuan yang bernama Risa itu kan?!!" Suara Indah kembali meninggi.

__ADS_1


Nio mengatupkan kedua bibirnya tidak bersuara,


"Sudahlah... aku rasa kita tidak akan pernah bisa berbicara dengan baik-baik dalam kondisi seperti sekarang, kita ngobrol ketika kamu sudah tenang.." Nio seakan menyerah berargumen dengan Indah, sambil mencium kening Indah, Nio lalu pergi begitu saja dari kamarnya Indah tanpa berpamitan.


Melihat reaksi Nio yang memilih untuk tidak memberikan jawaban apapun kepada Indah, membuat dadanya semakin sesak dan seketika Indah kembali menangis histeris akibat sakit yang tak tertahankan.


---***---


"Ayo... ikut aku..., Saga sama Vanya uda nunggu di mobilnya" sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Indah,


"Aku masih ada kelas sekitar satu jam lagi" balas Indah kepada Nio,


"Bolos saja... ayok.. cepetan...!"


"Tapi aku lagi sama teman - temanku"


" Kalau gitu aku jemput sekarang, kamu di lantai berapa?"


"Kalau takut ngapain aku tanya kamu di mana? cepetan, kamu di mana? aku jemput sekarang!"


"Yah udah aku yang turun aja" balas Indah, lalu memasukkan ponselnya ke dalam Tas.


"Gaes... aku pulang duluan yah... ada urusan sebentar, nanti tolong kasih tau Dhino yah aku balik duluan" Indah pamit kepada teman - temannya.


"Okay. " sahut Ami lalu melanjutkan acara ngerumpi dengan teman - teman mengenai kasus Abdul tiga minggu lalu, walaupun keadaan sudah semakin kondusif dan teman - teman banyak yang minta maaf kepada Indah tetap saja, cerita tentang kejadian tersebut masih menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan mahasiswa dan mahasiswi, terutama yang sekelas dengan mereka.


Suara sepatu Nita nyaring menggema mengejar Indah yang hendak turun ke lantai satu, "Indah!!!' teriak Nita, sejenak Indah menoleh namun tidak menghentikan langkahnya,


"Iyah Nit... ada apa lagi??" tanya Indah.


"Kamu mau kemana? hayo.... jujur, pasti sama Nio kan?" Heemmm selalu saja Nita bisa menebak niat Indah,


"Iyah Nit, tadinya dia mau nyusul ke kelas, jadi yah uda aku aja yang ke bawah, dari pada nanti semua pada heran."

__ADS_1


"Yah uda hati - hati yah .."


"Makasi yah Nit... bye... see you besok yah.." sambil saling melambaikan tangan akhirnya Indah menapaki anak tangga ke arah Lantai satu.


----***----


"Hai Vanya!!!" tegur Indah kepada Vanya yang langsung saja memeluk rindu kepadanya,


"Hai Saga, Hei..." tegur Indah kepada kepada Saga dan Nio,


"Hai Indah... uda makan belum? kita langsung ke restoran yah Nio" ajak Saga tanpa menunggu jawaban apapun dari Indah, dan semua langsung sumringah senang,


"Van... kamu uda beli tiket kemarin kan?" tanya Indah,


"Iyah... aku uda beli, kamu uda belum Ndah?" Vanya juga bertanya,


"Uda dong... berarti besok aku jemput kamu yah Van?" Tanya Indah kepada Vanya,


"Okay besok yah Ndah..."


"Tiket apa sih? emang kalian mau kemana?" tanya Nio.


*


*


*


*


*


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2