Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 29


__ADS_3

Awan Mendung menyelimuti pagi ini, tapi berbeda dengan suasana hatiku, karena lebih tepatnya hatiku bagai ombak laut yang bisa pasang dan surut setiap saat, dan semua terjadi begitu saja ketika sekelibat kenangan - kenangan buruk kembali menari - nari di pikiranku,


Apakah semudah itu hati mampu pulih kembali? banyak sekali pikiran - pikiran naif terus membayangiku, Namun jika tidak Pulih, akankah semudah ini aku menyerah dengan segala kesakitan dari apa itu Cinta, Aku masih terlalu muda untuk harus hancur berkeping - keping.


Mungkin lebih baik jangan terlalu mencintai orang yang menjadi pasanganmu, akan lebih baik jika aku hanya dicintai, Tapi bukankah itu terlalu egois untuk diriku??, Yah... itu sangat Egois.. namun terkadang keegoisan itu perlu sekali - kali untuk menghindar dari apa itu yang namanya sakit hati.


Tuuttt....ttuuutt....tuutt...., seketika pikiranku buyar, suara ponselku memaksaku untuk menerima panggilan tersebut,


"Halo.."


"Indah?? kan??" tanya seseorang di sana,


"Iyah..., ini siapa?" tanyaku,


"Dhino ini, ini nmr yang satunya, Ndah.. ayo cepetan ke kampus, kita harus diskusi lagi masalah makala kemarin, karena dosen hari ini masuk dan katanya penjabaran makala di percepat, karena minggu depan dia tidak bisa masuk kelas" terang Dhino panjang lebar,

__ADS_1


"Waduuhh... okay okay.. aku siap - siap sekarang" ucapku cepat - cepat dan langsung segera mematikan ponselku untuk bergegas ke kampus,


-------***-------


Dengan susah payah aku menaiki anak tangga kampusku, akhirnya aku bertemu ke tiga manusia unik ini, dan kami membahas panjang lebar tentang makala tersebut, mempersiaplan dari tiap cela - cela pertanyaan dari makala kami serta menjawab sendiri pertanyaan yang kami buat tersebut.


Selang beberapa menit Dosen kami memasuki Ruangan, dan satu demi satu kelompok menjabarkan makalanya masing - masing, hingga tiba pada makala kami saat itu, dan yang mendapatkan bagian untuk membacakan makala tersebut adalah Nita, dengan baik Nita menjabarkan tentang Teori Bisnis UMKM yang dapat di terapkan dengan cara sederhana.


Mungkin karena sangking jelasnya penjabaran kami, sampai.- sampai tidak ada satupun pertanyaan yang terlontar dari teman - teman kami satu kelas.., kecuali seorang pemuda yang cukup asing di kelas tersebut yang menanyakan mengenai perhitungan resiko pada bisnis UMKM dan bagaimana cara mengatasinya, lalu berikan contoh bisnis UMKM yang tidak beresiko sama sekali, tanyanya dengan lantang.


"Baiklah.. terima kasih.., mohon maaf dengan saudara siapa ini yang bertanya?" tanyaku dengan sopan,


"Baik, Saudara Reno, saya merasa belum pernah melihat anda pada kelas ini, apakah anda mahasiswa seangkatan kami atau?" tanyaku penasaran,


"Saudara Indah.., silahkan jawab pertanyaan saya terlebih dahulu, karena saya sudah bersiap mencatat jawaban dan arahan dari saudara Indah kepada saya" Sahut Reno,

__ADS_1


"Baiklah..., Dalam setiap skala usaha apapun besar atau kecil pasti memiliki tingkat resiko, tidak ada bisnis tidak beresiko, namun bagaimana caranya kita untuk memperkecil resiko dari target bisnis yang kita jalankan, dalam hal ini UMKM, UMKM merupakan ritme usaha yang cenderung low risk atau resiko rendah, karena UMKM dapat kita kerjakan di rumah kita sendiri tanpa harus menyewa suatu gedung dan membuang - buang biaya sewa, juga kecenderungan peminjaman  modal usaha untuk UMKM Cenderung memiliki bunga pinjaman yang lebih rendah, untuk mengatasi segala resiko yang terjadi adalah memisahkan modal utama menjadi tiga bagian modal, yang pertama adalah modal utama, yang ke dua adalah modal cadangan ketika terjadi resiko pembayaran tempo, sehingga tanpa menunggu modal itu kembali usaha masih tetap dapat di jalankan dengan baik, sedangkan yang ke tiga adalah modal urgent yang digunakan sewaktu - waktu hanya ketika di perlukan, Sedangkan bila anda ingin memulai sebuah usaha dengan modal yang minim anda dapat menggunakan jaringan offline maupun jaringan internet untuk menjadi reseller suatu produk, dimana kita tidak membutuhkan modal besar untuk menjual barang yang akan kita jual, namun modal terpenting adalah network atau jaringan itu sendiri. Reseller suatu produk yang kita ambil dari produsen besar adalah salah satu pilihan UMKM yang memiliki resiko yang sangat kecil dengan modal yang kecil pula.Demikian penjabaran singkat dari saya.. semoga saudara Reno dapat mengerti, dan sebelum anda kembali bertanya, mohon jawab satu pertanyaan saya" ucapku penuh wibawa,


"Silahkan" jawabnya santai,


"Dari kelas apa sebenarnya anda?" tanyaku lantang,


"Aku adalah kakak tingkkatmu semester 5 yang sekarang mengulang lagi mata kuliah pengantar ekonomi makro" jawab Reno tanpa beban.


"Baiklah saudara Reno, pantas saja..dan sungguh menyedihkan.., apakah ada pertanyaan lagi?" tanyaku kepada Reno..


*


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2