Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.38.Terbongkar


__ADS_3

Sampai jumpa...,


Sebuah kalimat perpisahan Indah sampaikan kepada Vano, saat mereka harus berpisah untuk sementara waktu, karena Indah harus mengemban tanggung jawab besar dari keluarganya, sebuah koper berisikan dokumen daan tas ransel di punggung Indah berisikan pakaian – pakaian yang akan dia gunakan selama beberapa minggu di sana menjadi pemandangan terakhir saat itu ketika akhirnya Indah berjalan memasuki ruangan check in pesawat.


Berkali – kali kata rindu terucap, padahal Indah belum juga take off, tidak mau langsung pulang Vano justru masih menunggu didepan hingga pesawat terbang, dan memilih untuk menelpon Indah sampai panggilan boarding terdengar.


“Sudah yah Van.., nanti kalau telpon terus kayak gini, aku nggak bisa ngabarin papa dan orang di lokasi pembibitannya papa Van...” pamit Indah ingin menyudahi percakapan mereka.


“Apakah kamu masih marah denganku Ndah?” lirih Vano,


“Waktu akan menyembuhkan segalanya, aku sudah terbiasa sakit, dan waktu berangsur – angsur menyembuhkan ku..., begitu pula dengan hubungan kita, waktu adalah sahabat terbaik saat ini, biarkan waktu yang menyembuhkan segalanya, sudah yah..., nanti lagi kita lanjutkan telponnya, salam papi dan mami yah Van... baik – baik disana..” pamit Indah sekali lagi.


Suara helaan nafas Vano terdengar begitu berat, “Baiklah Ndah, tolong kabar – kabari aku yah...” suara Vano terdengar begitu lemas,


“Hemmm...” jawab Indah lalu mematikan ponselnya.


Dalam ruang tunggu Indah masih sempat mengetik beberapa data di laptopnya, dan sambil menunggu jadwal boarding pesawat secangkir teh panas serta roti bakar dipesannya, sambil menatap layar laptop tersebut bukan pekerjaan yang ada dipikiran Indah saat ini namun sebuah ingatan akan kejadian sekitar dua mingguan yang lalu.


Saat itu, setelah menunggu selama satu minggu sejak Indah menangkap basah percakapan antara Vano dan Cika, walaupun sangat marah Indah tidak langsung melabrak Vano, tapi Indah ingin tau sejauh apa hubungan Vano dengan Cika selama seminggu ke depan.


Pada malam itu saat Cika menyatakan cintanya pada Vano, sebuah jawaban diplomatis yang sangat memuakkan menjadi jawaban Vano, Indah mengambil kesimpulan jika Vano juga tertarik dengan bocah centil tersebut.


“Kak..., Cika sayang sama kakak..., Cika benar – benar serius kak..., maafkan Cika yang harus mengakui perasaan Cika ini kak...”


“Kakak...., sudah ada Indah... nggak apa – apa kalau mengakui, tidak ada yang salah....”


“Tapi Cika belum mau mundur loh kak, kan kakak sendiri yang bilang maju saja terus kalau belum menikah, Cika maju terus nih kak...”


“Hahahaahaa!!! Kakak tidak menyangka orang yang Cika maksud adalah Kakak...”


“Masa sih? Cika pikir kakak uda tau, masa nggak peka banget kak?”

__ADS_1


“Hahahahaa!!! Cika ini bikin kakak deg deg an aja..”


“Wah... berarti sama dong..”


Indah lantas tertawa kecil mengingat percakapan Cika dan Vano, ternyata Vano yang selama ini dikiranya akan selalu setia faktanya juga coba – coba bermain api, bahkan sebelum Indah pada akhirnya membongkar semuanya Indah sudah mengambil foto – foto dari percakapan mereka berdua, jaga – jaga jika ada penyangkalan dari Vano.


Dan benar saja, ketika sudah tidak kuat lagi menahan selama satu minggu, Indah lantas memanggil Vano untuk datang kerumahnya, dengan alasan klasik “kangen”, kesempatan tidak datang dua kali bukan? Jika Indah menyelesaikan masalah ini dirumah Vano, maka pasti akan merepotkan bagi Indah, Indah sungguh tidak ingin pulang kerumahnya dengan menyetir mobil dalam keadaan menangis.


Maka mumpung papa mama dan adiknya berangkat ke Jakarta selama satu minggu, tanpa membuang waktu lagi, Indah lantas memanggil Vano, dan saat suara motor berbunyi, Indah sudah tau jika Vano telah tiba, segala bukti telah di print oleh Indah, tanpa beban Vano masuk kedalam rumah Indah, tidak tau jika ada sebuah masalah sedang menantikannya.


Indah yang semakin dewasa tentu saja kini memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan masalah bukan?


“Hai sayang...” Sapa Vano saat itu,


“Iyah Van...,sini duduk..” kata Indah mempersilahkan Vano masuk ke ruang keluarganya, “Kita nonton apa Van? Ada film bagus loh..,


“Oh yah? Film apa?”


“Yaah udah buruan di putar, ini...? wah... kamu memang kangen berat sama aku yah? Sampai sampai sudah nyiapin sirup dingin dan camilan banyak banget..” Vano terlihat begitu bahagia melihat Indah mempersiapkan semuanya.


“Hahahahaa!! Iyaah.. kangen, sama mau nanya juga..” Yah kini Indah mulai masuk ke pokok permasalahan.


“Nanya apa tuh? Soal skripsi pasti?” tebak Vano,


“Oh.. nggak Van.., aku malah nggak kepikiran mau bahas soal skripsi kamu..”


“Lalu?”


Indah lantas tidak langsung menjawab, tapi malah menuangkan sirup ke dua gelas kosong, dan diteguknya beberapa kali sirup dingin itu untuk membasahi tenggorokannya.


“Bagaimana dengan kegiatan kamu selama ini dengan murid – murid les keyboard Van? Apakah semuanya lancar?” tanya Indah seolah sangat perhatian,

__ADS_1


“Iyah lancar sekali, Puji Tuhan, penghasilanku sekarang bertambah, banyak dapat bonus Ndah...” jawab Vano tersenyum lebar,


“Bonus dari keluarga Cika dan Tante Retno yah?” tebak Indah,


“Bukan hanya dari mereka Ndah.., tapi dari beberapa yang lain juga, cuman kalau Cika dan tante Retno memang nggak ada habis – habisnya ngasih bonus Ndah.., sampai aku sungkan sendiri terkadang..”


“Sangking seringnya yah?” celetuk Indah,


“Iyah sangking seringnya...” jawab Vano masih tidak sadar kemana arah percakapan ini,


“Sangking seringnya sampai kamu juga mau diminta jadi anak mantunya dan akan dibuatkan sekolah musik kan? Woooww bonus besar banget itu Van..”


Vano seketika terbelalak, bingung mungkin dari mana Indah bisa tau, Vano lantas merubah posisi duduknya untuk dekat dengan Indah, dan ingin merengkuh Indah, Namun Indah menghindar tidak ingin disentuh sama sekali, Indah bertekad harus menyelesaikan semua yang mengganjal dari hubungan mereka dan memperjelas sikap yang akan diambil olehnya.


“Indahhh.... aku harus menjelaskannya...” mohon Vano kepada Indah, namun kesempatan itu tidak sedetik pun diberikan oleh Indah kepada Vano, ‘Aku belum selesai’ gumam Indah dalam hati,lagi – lagi Vano merubah posisi duduknya ingin lebih dekat dengan Indah, lebih tepatnya ingin memeluk Indah, Indah yang jengah langsung saja menghentikan Vano saat itu juga.


“Stop Van!!! Aku belum selesai berbicara dan kamu tidak aku ijinkan walau hanya sedetik untuk menyela omonganku!!” ucap Indah dengan tegas


*


*


*


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,

__ADS_1


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2