Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 38


__ADS_3

Pernahkah kalian merasa Hilang percaya kepada orang yang kalian kasihi?


aku yakin kalian pernah mengalami perasaan itu,


Berperang batin dengan apa yang harus kalian putuskan,


Juga aku yakin kalian pernah mengalaminya,


Namun sampai di puncaknya tidak percaya dengan diri sendiri,


Aku berharap..., kalian tidak pernah mengalaminya


- Indah -


Sejak Kejadian yang membuatku sempat ingin mengakhiri hubunganku dengan Nio, aku berusaha untuk lebih bisa menjaga perasaanku kepadanya, untuk tidak percaya berlebih dan untuk tidak terlalu menaruh harapan besar kepadanya. Suatu hari Nio tidak biasanya datang kerumahku tanpa membuat janji terlebih dahulu, Dia datang dengan inisyatifnya sendiri, mengajakku mengobrol di teras rumahku, berusaha untuk mengembalikan lagi kepercayaanku terhadapnya, dan tentu saja beramah tamah dengan mama.


Sungguh sebuah hari yang langkah bagi kami tentu saja.., sampai akhirnya aku mengetahui maksud dan tujuannya bertamu secara mendadak sore itu, setelah cukup banyak bercerita Nio membuka percakapannya dengan mama,


"Tante  kalau Nio ingin menjadi seorang kontraktor seperti Om, kira- kira apa pendapat tante? Karena Nio ingin bekerja membantu Kakak yang baru saja menang Tender di salah satu Kabupaten Te.." Tanya Nio


"Tentu saja Tante mendukungmu Nio, dan Tante senang kalau Nio sudah mau mulai belajar untuk mandiri walaupun masih ikut Kakak tapi itu bagus, karena akan membuat Nio mampu membaca peta peluang suatu pekerjaan" jawab mama dengan antusias,


"Kalau kamu Ndah? bagaimana menurut kamu?" tanya Nio memastikan.


"Tentu saja aku akan mendukung bila itu baik untuk masa depanmu" jawabku


"Baiklah..., Tante sebenarnya maksud dan Tujuan Nio datang ke sini adalah untuk minta tolong," aku langsung punya feeling yang kurang bagus dengan kalimat yang barusan saja Nio ucapkan.


"Apa yang bisa Tante bantu Nio?" tanya mama,


"Mohon maaf sebelumnya Te.., kalau Nio Pinjam uang Om dan Tante apakah bisa? untuk membantu proyek Kakak, jika pekerjaan nanti sudah selesai akan Nio kembalikan Te.."


"Berapa kebutuhan mu Nak?"

__ADS_1


"Kurang lebih Lima Puluh Juta Te.., untuk pekerjaan awal Te..", Aku hanya diam saja tidak bereaksi apapun, tapi sejujurnya aku kurang setuju, tapi semua keputusan ada ditangan mama,


Bahkan tanpa pikir panjang mama menyetujui permintaan tolong yang disampaikan oleh Nio, "Tentu saja Tante akan membantu Nio, kapan kamu butuh uang itu?" tanya mama dengan sangat antusias.


"Nio butuh besok te..kalau tidak terlalu mendadak Te.." jawab Nio,


"Okay, tunggu sebentar yah.." jawab mama sambil pergi meninggalkan kami berdua yang masih duduk berdua di halaman teras rumahku,


"Kenapa kamu tidak beritahu aku lebih dahulu Nio?" tanyaku kepada Nio,


"Aku takut kamu tidak setuju, jadi aku langsung datang saja, dan rasanya Tidak sopan juga meminta pertolongan seperti ini hanya melalui telpon atau sms saja Indah, jadi aku memberanikan diri untuk langsung datang kesini" jawab Nio.


"Baiklah...," jawabku, perasaanku tidak enak sekali, aku merasa sedang di manfaat oleh Nio hari itu.


Selang beberapa menit mama keluar dengan uang sepuluh bundel pecahan lima puluh ribu, dan memberikan uang itu kepada Nio secara langsung, tanpa ada tanda terima apapun, dan itu jelas saja artinya mama sudah sangat percaya sama Nio,


"Nio, ini uangnya.., kamu pakai yang baik untuk bekerja yah.., Tante berharap pekerjaan kamu dan kakakmu akan berjalan dengan baik dan lancar, Tante doakan yang terbaik untukmu" ucap mama dengan penuh ketulusan.


"Terima kasih banyak Tante.., Nio akan pergunakan uang ini dengan baik, dan jika uang proyek kakak nanti sudah cair akan Nio kembalikan yah Te.." jawab Nio meyakinkan


Nio tersenyum kepadaku, dan menggenggam tanganku "Terima Kasih banyak" ucap Nio sambil terus memegang kedua tanganku,


"Iyah sama - sama" jawabku


Tidak berselang lama, Nio pergi pamit dari rumahku dan akupun pergi meninggalkan rumah untuk pergi ke kampus, karena ada kuliah malam hari itu.


----***----


Dua minggu sudah aku tidak bertemu dengan Nio, hingga malam ini Nio mengajakku untuk kencan dan pergi kerumah temannya, disana aku bertemu dengan beberapa orang baru dan tentu ada seorang wanita, mungkin dia lebih tua dariku sekitar 5 sampai 8 tahun, kulihat interaksinya dengan Nio sungguh sangat berbeda, terlihat dia bercanda ria sambil memegang tangan Nio seolah menunjukkan jika cincin yang dipakai oleh Nio adalah pemberian darinya, dan lagi dia bercanda dengan Nio sambil mencubit pinggang Nio dihadapanku, mereka berlagak seolah tidak ada aku yang menyaksikan interksi mereka.


Wanita itu bergelatungan manja di tangan Nio, sampai (maaf) p*yudaranya tertempel di lengan Nio, namun Nio tidak menunjukkan gerak gerik risih, Nio terlihat tetap menanggapi semua yang dikatakan dan semua sikap wanita itu, sampai akhirnya Nio memanggilku dari dalam mobil untuk keluar dan berkenalan dengan wanita itu,


"Indah kenalkan ini Tari temanku, dia anak pemilik sanggar" ucap Nio

__ADS_1


"Saya Indah" jawabku sambil mengulurkan tanganku dengan tersenyum,


"Tari" jawabnya singkat dan menyambut tanganku "Nio.., jangan lupa yah.., janji kita!! awas aja kalau kamu lupa" ucap Tari di depan aku, lalu pamit pergi kepada Nio, kepadaku? tentu saja tidak. Nio tidak menjawab hanya mengangguk dan melambaikan tangannya sambil tertawa.


"Kita nunggu temanku yah, boleh kan?" tanya Nio,


"Boleh" jawabku


"Kita di mobil aja yah.." ajak Nio, saat kami berada di dalam mobil aku memperhatikan jari manis Nio dan memberanikan diri untuk bertanya,


"Nio.. cincin yang kamu pakai itu, siapa yang kasih?" tanyaku


"Oh.. ini?" sambil mengangkat tangan kanannya, dan aku mengangguk saja, "ini yang kasih Tari" jawab Nio santai,


"Oh.. gitu.., dia kasih sebagai apa?" tanyaku


"Dia kasih kan hanya sebagai teman saja, memangnya kenapa?" kali ini Nio terdengar risih dengan pertanyaanku,


"Tidak apa - apa, hanya saja sebagai teman biasa, apakah pantas memberikan cincin emas ke laki - laki yang bukan siapa - siapanya?" cecarku,


"Indah, aku sudah bersahabat dengan Tari lama sekali, dan jauuhh sebelum kita pacaran, lagian kalau aku juga pernah pacaran sama dia bukan berarti aku harus menjauh atau seolah - olah kami adalah musuh kan?" jawab Nio sedikit emosi,


Mendengar jawaban Nio cukup membuatku paham, bahwa Tari memang pernah ada hubungan lebih dari sekedar teman dengan Nio, aku yakin saat ini mataku sudah berkaca - kaca dan aku tidak mau memperpanjang pembicaraan ini, aku memilih untuk tertunduk dan tidak mengatakan apa - apa lagi.


Tentu saja tidak apa - apa berkomunikasi dengan baik sama mantanmu, tapi diak berarti itu tidak ada batasannya bukan? Nio harus menjaga perasaan dan tentu saja harga diriku dihadapan teman - temannya, dengan sikapnya seperti itu membuatku merasa malu bahkan seolah aku tidak diinginkan dikalangan lingkaran pertemanannya, apakah aku salah jika aku memintanya untuk memiliki batasan kepada teman - teman wanitanya atau bahkan mantan pacarnya? jika itu sungguh membuatnya tidak nyaman lalu untuk apa status pacaran kami, dan tentu saja rasa posesif ini kian bertambah kuat mengingat sudah sejauh mana hubunganku dengan Nio (batinku kembali berperang sendiri)


Nafasku sudah hampir sesak dengan sikapnya, Nio memilih keluar dari mobil dengan wajah kesalnya dan menghampiri rumah temannya yang belum juga datang malam itu, kau memutuskan untuk mencari tau semua latar belakang Nio malam itu juga.


**BERSAMBUNG**


Please Like and Share yah teman - teman.


kalian bisa baca Aku Adalah Indah bagian pertama sebelum membaca part 2 ini

__ADS_1


mohon kritikkannya di kolom komentar teman - teman


terima kasih sebelumnya


__ADS_2