Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 41


__ADS_3

"Hmm..., gimana yah?, seharusnya berita itu tidak usah sampai membuat harimu jadi buruk, kan itu bukan urusan kamu" jawab Nio,


"Itu akan menjadi urusanku, karena bukan hanya itu berita yang aku Dengar Nio." ucapku dingin,


"Berita apa itu?"


"Tentang kamu yang juga mendukung apa yang dilakukan oleh Saga dan kamu saat ini sedang melakukan pendekatan dengan Risa, kakak kandungnya Dara, apakah itu benar?" Tak Lagi mampu menahan dan bersandiwara, aku memilih untuk bertanya secara terang - terangan saja kepada Nio.


Namun tanggapan Nio sungguh tidak sesuai dengan ekspektasiku, Nio malah tertawa dengan suaranya yang lantang,


" Kalau berita soal Saga itu memang benar, tapi kenapa larinya harus ada berita soal aku? Lagi pula ndah, dari awal aku sudah bilang, kamu harus percaya sama aku dan jangan termakan gosip - gosip diluar sana, aku nggak ada apa - apa sama Risa" jawab Nio


Tapi aku merasa sangat ragu dengan mimik wajah Nio saat berbicara denganku, namun apa daya aku tidak memiliki bukti apapun untuk ku jadikan bukti membuat Nio tampak bersalah,


"Tapi aku mohon, kamu sebagai teman Saga untuk mengingatkan Saga, agar Saga jangan buat Vanya sakit hati kayak gitu Nio, aku tidak tega Nio lihat Vanya" ujarku memohon kepada Nio,


"Hmmm... aku tidak dapat berbuat banyak Indah, karena aku lihat sepertinya Saga memang benar - benar suka sama Dara" jawabnya seolah semua ini normal - normal saja,


Sambil menyambi memakan pesanan makanan yang sudah tersaji di depan meja kami, kami kembali berbincang dengan serius, lebih tepatnya akulah yang paling serius menanggapi issue ini,


"Kamu adalah teman Saga, Kamu juga teman Vanya, dan Vanya adalah temanku Nio, aku tidak ingin ada kejadian tidak benar ini dan kita saling diam saja tanpa ada tindakan apapun, minimal kamu sebagai sahabatnya harus menasehati hal yang baik untuk Saga" ujarku


"Heemmmm...., aku tidak janji yah.., kalau ada kesempatan aku akan menasehati Saga, Okay?", mendengar apa yang dikatakan oleh Nio membuatku merasa sedikit legah untuk masalah Vanya, walaupun sebenarnya aku masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar dari mulut Nio,

__ADS_1


"Yah udah.., besok rencana kemana?" tanyaku,


"Besok aku ada urusan sama Saga, kalau ada kesempatan aku bakal bicara sama dia empat mata." Ucap Nio menyakinkan.


Keesokkan Harinya aku memutuskan untuk jalan- jalan ke rumah Nio tanpa sepengetahuan Nio, tapi sebelumnya aku berbelanja di mall, membelikan sepatu dan baju - baju kaos untuk beberapa keponakan Nio yang cukup dekat denganku, dengan antusias aku pergi ke rumah Nio, sesampainya di sana, aku bertemu dengan kakak kandung Nio, dan mamanya Nio, kami bercengkerama dengan ramahnya, saling melemparkan cerita - cerita tentang masa kecil Nio, aku mendengarkan cerita mereka dengan semangat, rasanya senang bisa mengerti sisi berbeda dari Nio disaat masih kecil dulu.


Lalu keponakan Nio bernama Paula mendatangiku sambil memelukku..,


"Tante Indah... Paula Rindu.." ujarnya dengan manja,


"Iyah sayang, tante juga kangen, ini tante belikan sepatu buat Paula, Paula suka?"


"Paula suka kok tante, oh tante.., kemarin Paula juga dibelikan baju sama pacarnya Om Nio!" Ucap Paula dengan Riang,


"Memangnya pacarnya Om Nio siapa?" tanyaku dengan ramah,


"Tante Risa!!" jawab Paula,


"Siapa yang bilang? Om Nio?" tanyaku


"Tante Risa sendiri yang bilang, kan kemarin datang kerumah sama Om Nio naik motor" jawab Paula,


"Oh..., gitu.., terus tante Risa bawa apa lagi?" tanyaku,

__ADS_1


"Tante Risa bawakan baju buat Om Nio, warnanya murah muda, hahahahaa!!! kayak warna bajunya Paula" ucap Paula dengan Polosnya,


Tidak mungkin anak usia enam tahun mau bohong, lagi pula semua apa yang disampaikan Paula seolah itu semua hanya spontanitas anak kecil yang masih polos batinku,


"Tante...,Tante...!! kok melamun?" tanya Paula,


"Tante nggak melamun sayang, nanti kalau tante Risa datang ke sini lagi cerita yah sama Tante Indah, tapi ini rahasia kita berdua, jangan sampai ada yang tau, okay?" tanyaku sedikit ragu kepada Paula,


"Okay Tante..!!!" teriak Paula dengan semangat, berbeda dengan diriku.., lututku langsung lemas, tapi aku tetap harus menguasai diriku, untuk tidak terlihat kecewa dihadapan keluarga Nio, aku yakin mereka juga tau siapa saja yang datang ke rumah ini, Namun mereka pasti memilih untuk menjaga privasi Nio.






BERSAMBUNG


 


 

__ADS_1


__ADS_2