Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 74


__ADS_3

Pagi ini sungguhlah sebuah hari yang berbeda dari biasanya, jika hari - hari Indah selama beberapa bulan ini di isi dengan keraguan, hari ini Indah merasa bebas dan lega setelah memutuskan untuk berpisah dengan Nio.


Tidak ada lagi keraguan yang tersisa di relung hati Indah setelah mendapati kenyataan bahwa Nio yang selama ini dikira adalah merupakan laki - laki baik baik dan pemberani tak ubahnya hanyalah seorang pengecut tampan, yang menjual wajah untuk segala sesuatu yang ingin di capai olehnya,


Dalam perjalanan ke kampus Indah mengingat kembali, betapa beberapa bulan lalu merupakan saat - saat yang memalukan bagi dirinya, karena pada saat para mahasiswa menerima KHS dari kampus Nilai yang di peroleh Nio sungguh berbanding terbalik dengan nilai yang di peroleh Indah, masih terngiang-ngiang di ingatan Indah bagaimana Richi dan Kak Jack mengejek Nio yang hanya mendapatkan Nilai IPK 1.6 saja.


Indah merasa begitu malu, berulang kali dia gumankan kalimat 'mau taruh di mana muka ku dan mukanya Nio', di saat Indah merasa sangat malu, justru berbeda dengan Nio yang malah menjadikannya sebuah guyonan dan komedi.


Bagaimana mungkin ada orang yang bisa menjadikan dirinya sendiri bahan lelucon atas kebodohan dan kegagalannya, sungguh urat malu sudah putus atau memang justru Urat malu itu tidak pernah tercipta di dalam dirinya.


Namun lamunan Indah terhenti ketika melihat lambaian tangan dari Dhino, lelaki tulus yang sangat mencintai dan menjaga Indah dengan sepenuh hati,


'Baiklah lembaran baru telah tercipta hari ini' kembali Indah menyemangati dirinya sendiri sambil menatap sayang kepada Dhino setelah sempat berbincang dengan Richi sahabat Nio yang juga terkejut mendengar kabar jika Indah telah putus dengan Nio, padahal baru tiga hari lalu mereka makan malam bersama - sama. "Sungguh... ternyata segalanya ini memang nyata terjadi..?!" dengan lirih Richi antara percaya dan tidak percaya, tapi semua akhirnya di terimanya dengan baik dan yakin bahwa apa yang di katakan Indah adalah benar, apalagi setelah Indah menyebut sebuah nama wanita yang juga cukup di kenal oleh Richi.


Suasana riang yang terbawa ke kampus karena hati Indah yang berbunga-bunga, lagi - lagi tidak bertahan lama, sampai akhirnya Nita mengantarkan Indah pulang ke rumahnya setelah Nita menerima telpon dari mama Indah yang terdengar panik dan terisak.


"Mama.. Indah pulang, ada apa ma? apa mama baik - baik saja?" Tanya Indah penasaran juga khawatir, cepat - cepat Indah membuka sepatunya dan duduk di sebelah mama sambil memegang pundak mama.


Mama sudah terlihat menangis, matanya mama juga terlihat sembab, ingin berbicara tapi rasanya tenggorokan mama tercekat sehingga tidak membuat mama mampu berkata - kata dengan baik, dan keadaan ini semakin membuat Indah khawatir bukan main,


"Kenapa?... Ke.. kenapa Indah?" mama berbicara dengan terbata - bata dan air mata jatuh tidak tertahankan,


"Apanya yang kenapa ma?" jawab Indah masih bingung, sambil mengambilkan mama tissue yang ada di tas kuliahnya,


"Kenapa kamu putus dengan Nio? kalau kamu lagi hamil anaknya?" Bagaikan mendengar suara Guntur, pertanyaan mama membuat Indah pucat pasi saat itu juga.

__ADS_1


"Hah?!! Apa maksud mama?" Indah kaget bukan kepalang, bukannya masalah ini hanya rencananya dengan Nita? apa Nita membocorkan ke mama? tapi kok rasanya mustahil, Indah berguman bingung pada dirinya sendiri.


"Mama tadi lagi ke dapur dan mendengar suara alarm di ponselmu, ketika mama mematikan, tiba - tiba pada layarnya mama tidak sengaja melihat percakapan kamu dengan Nio, mama yakin kamu pasti lupa keluar dari fitur pesan Indah, cepat katakan kepada mama.. kenapa kamu nekat memutuskan Nio?" kembali mama terisak, Indah merasa sangat bersalah melihat mama,


Selama ini Mama sangat percaya kepada Indah, mama percaya jika Indah pasti bisa menjaga dirinya, tapi tidak di sangkah mama menelan kenyataan pahit yaitu Indah lagi hamil membuat mama sangat shock.


"Mama... maafkan Indah yah ma..." kini Indah menangis dengan tak tertahankan,


"Maafkan Indah yang tidak bisa jaga diri juga mengecewakan serta menodai rasa percaya mama kepada Indah, maafkan Indah mama... maafkan mama.." Indah masih histeris sambil memeluk sang Mama,


Mama juga merasa hancur bukan main, mama memeluk Indah dan menangis berdua, suara mama terdengar tersengal-sengal karena menahan suaranya yang tidak ingin di dengar oleh tetangga - tetangga di kiri kanan rumah.


"Mama... kecewa Indah.. kenapa kamu bisa begini yah Tuhan Indah... lalu berapa usia kandungan kamu?" tanya mama sambil menatap sedih kepada Indah,


"Mama.. Indah memang salah sudah melakukan sesuatu hal yang memalukan mama...maafkan Indah, hanya saja Indah benar - benar tidak hamil mama... Indah berani bersumpah mama... atau mama bisa bawa Indah ke dokter kandungan sekarang untuk periksa ma... Indah tidak hamil dan tidak sedang hamil ma...maafkan Indah.." ucapnya sambil menangis - nangis tidak karu - karuan.


"Indah... apakah kamu baik - baik saja?" tanya kak Sarah Khawatir bukan main,


"Iyah gak apa - apa kak,


"Indah kamu sekarang sudah berapa bulan?" tanya Kak Sarah to the point, membuat Indah melebarkan mulutnya berbentuk O karena kaget,


"A...Apa?" tanya Indah


"Kakak sudah tau Indah, tadi mama telpon, dan setelah kakak ke kamar Nio, Nio sementara tidur, lalu kakak buka fitur pesannya, mohon maaf kakak juga membaca semua Chatingan kamu dengan Nio, maafkan kakak yah.."

__ADS_1


"Wah... kenapa kok jadi runyam begini," batin Indah... sampai sebelum Indah hampir menjawab apa adanya bahwa sebenarnya Indah hanya pura - pura, mama malah keluar dari kamar sambil menangis - nangis bukan kepalang.


"Sarah... Hu..hu..hu... Sarah... ini bagaimana Sarah?" tanya mama sambil memeluk kak Sarah dengan Histeris,


"Tante... ayo kita ketemu dengan Nio di restoran pinggir pantai di kecamatan bawah te..., tadi Sarah dengar mereka mau ada kegiatan di sana, karena kalau di ajak bertemu baik - baik, takutnya Nio menghindar, lebih baik kita ke sana natural saja, seolah-olah tidak tau kalau Nio disana" jawab Kak Sarah,


"Indah kamu disini saja.. biar kakak yang bawa kendaraan untuk bawa mama ketemu Nio, masalah ini tidak boleh berlarut-larut yah Indah" Ucap Kak Sarah.


"Iyah Sarah.. ayo kita pergi, Indah!!! Ingat urusan kamu dan mama belum selesai sampai disini!! kamu jangan kemana - mana sampai mama pulang!! paham?!" bentak mama,


"Tapi ma...? Indah kan tadi sudah bilang ma... Ka.."


"Stop!!! diam kamu.. mama gak mau dengar alasan atau kebohongan baru kamu Indah!" bentak mama kepada Indah,


"Ayo Tante, kita ketemu dengan Nio, tante harus paksa dia untuk tanggung jawab dan kita kawal sampai mereka menikah!" Jawab Kak Sarah mantap.


"APAAA???? menikah?!" teriak Indah


*


*


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2