Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 44


__ADS_3

Aku kembali termenung dengan apa yang dikatakan Dhino, tapi aku merasa sedikit bebanku agaknya berkurang, aku merasa ini yang aku butuhkan yaitu berbicara mencurahkan kesesakkanku kepada seseorang, dan aku tidak menyangka bahwa orang itu adalah Dhino, sahabatku sendiri.


"Dhin... terima kasih banyaknya" ucapku tulus sambil tersenyum dan menggenggam tangannya, mata kami bertemu aku melihat semu merah di pipi Dhino,


"Sama - sama!" jawabnya sambil mengacak - acak rambutku "Ayok aku antar pulang, hujannya sudah berhenti, kamu pakai saja jaketku, aku pakai jaketku yang lain" ajak Dhino sambil beranjak mengambil sepeda motornya.


Terjadi percakapan sepanjang jalan antara aku dan Dhino, persahabatan kami tidak lagi dingin seperti biasanya, namun ada sosok sahabat yang baik dan melindungiku sehingga ada perasaan aman bagiku ketika aku dekat dengan Dhino,


"Besok ada mata kuliah tambahan kamu sudah tau Ndah?" tanya Dhino,


"Belum, aku baru saja kamu beritahu" jawabku,


"Besok kuliah jam 3 sore, kamu kekampus diantar atau pergi naik angkutan umum?" tanya Dhino,


"Aku besok naik Angkutan umum kayaknya," jawabku, "Kenapa? memangnya kamu mau jemput aku?" tanyaku,


"Iya! memang aku rencana mau jemput kamu" jawab Dhino santai,


"Gak usahlah Dhin.., besok aku naik angkutan umum saja, nanti pulangnya baru kita sama - sama kayak gini nggak apa - apa, btw gimana kabarnya Nita dan Ami?" tanyaku kepada Dhino,


"Mereka baik - baik saja, walaupun katanya rindu kumpul bareng kamu dan aku, tapi tetap saja tidak akan membawa pengaruh apapun ketika mereka sudah berdua atau berempat sama kita kan?" jawab Dhino, dan spontan kami tertawa bersama - sama.


"Dhino..."

__ADS_1


"Hemmm..?"


"Terima kasih untuk hari ini, terima kasih sudah menjadi sahabatku yang baik" ucapku tulus,


"Iyah, sama - sama " jawab Dhino " Besok serius nggak mau aku jemput?" lanjutnya


"Besok aku naik angkutan umum saja yah.., pulangnya baru kita sama - sama, okey?" tanyaku


"Okay.., " jawabnya singkat,


Sesampainya di depan rumahku, aku mengucapkan terima kasih lagi kepada Dhino, dan Dhino membalas dengan senyuman, lalu pergi meninggalkan rumahku, aku menunggu motornya menghilang dari pandangan mataku dan aku duduk di baduk halaman depan rumahku sambil tersenyum legah.


-----***-----


"Soreee!!" teriakku kepada ke tiga orang sahabatku yang sudah duduk bersama di bangku samping kampus tempat kami biasanya duduk bersama,


"Indahh!!" teriak Nita sambil memelukku, dan aku menyambutnya dengan bahagia,


"Aku juga boleh peluk nggak?" tanya Ami


"Sini!!" sambutku dan kami berpelukkan bersama,


"Kalian kayak Teletubies saja" celetuk Dhino, kami tertawa terbahak - bahak,

__ADS_1


Sebelum masuk kelas kami masih sempat bercengkerama satu sama lain, menceritakan hari - hari kami yang hilang karena kegalauan ku beberapa bulan terakhir ini,


"Kamu sebenarnya kenapa?" tanya Nita,


"Dia lagi patah hati, tapi sekarang dia baik - baik saja" jawab Dhino, aku menggapainya dengan tersenyum,


"Iyah.., aku sudah baik - baik saja hari ini dan selanjutnya I hope so.." jawabku serius,


"Udah.., serius amat, kita masuk aja yukk" ajak Ami,


Kami berjalan bersama menuju ke kelas Akuntansi sore itu, pelajaran kami ikuti dengan baik dari awal hingga akhir, malam minggu kali ini aku habiskan bersama - sama dengan ketiga sahabatku, kami bercengkerama berempat sepanjang malam, hingga akhirnya Ami dan Nita pamit untuk berkencan berdua, sedangkan aku diantar pulang oleh Dhino, dan sesampai di rumah, Dhino tidak langsung meninggalkan rumahku, kami menghabiskan waktu berdua di rumahku sambil bermain gitar dan bernyanyi bersama, kami juga mendiskusikan banyak hal mulai dari pelajara - pelajaran yang kami ikuti, hingga kami bergosip tentang dosen - dosen kami yang menyebalkan.


Tak lama suara notifikasi pesan singkat berbunyi di ponselku, dan aku melihat ada nama Nio, rasanya enggan untuk membuka isi pesannya, aku lebih berat dengan kehadiran Dhino saat itu, dari pada harus merusak suasana hariku yang sudah mood booster banget, mending aku melanjutkan percakapanku dengan Dhino.


Tanpa di sadari aku sudah merasa nyaman dengan sahabatku yang satu ini.


POV AUTHOR


Lalu apakah persahabatan antara Indah dan Dhino akan berubah menjadi kisah yang lain?


Bagaimana pula hubungan antara Indah dan Nio?


nantikan cerita selanjutnya di episode yang akan datang, please share and coment yah teman - teman, dan jangan lupa like nya :), terima kasih sebelumnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2