Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.41 PERKENALAN


__ADS_3

Suaara dering ponsel yang sangat mengganggu membuat Indah akhirnya terbangun dari tidur yang begitu dinikmatinya “Halo!!” jawab Indah dengan kesal.


“Ma..maaf..., apakah aku mengganggu tidurmu?”


“Menurutmu?!”


“Yah sudah maafkan aku..., nanti aku telpon lagi kalau kamu sudah bangun yah...”


“Percuma Vano.., aku sudah bangun sekarang dan tidak akan bisa tidur lagi, ada apa kamu telepon aku?!” Nada bicara Indah sangat tidak enak didengar, rasa kesal, marah dan masih ngantuk membuat Indah pada mood yang sangat buruk.


“I..iyah.., maa..maaf..., aku hanya ingin bertanya kamu dari kemarin belum ngabarin aku sama sekali.., dan aku sempat lihat kamu online tapi kamu tidak mengirim pesan apapun untukku...” akhirnya kerisauan Vano diungkapkannya.


“Aku sangat lelah kemarin Van, dan aku memang sedang tidak ingin diganggu jika bekerja, aku rasa alasan lain kamu juga tau kan karena apa? Tolong lah berikan aku space, agar aku tidak semakin jenuh dengan semua yang ada di sekelilingku, dan satu hal Van.., kamu bebas kok mencari kesenangan apapun, aku tidak akan melarang lagi, dan aku tidak akan membuka FB mu lagi, jadi silahkan kamu bebas mengirim pesan kepada siapapun!”


Lagi – lagi masalah Cika menyeruak ke permukaan, suara helaan nafas Vano terdengar begitu berat, “Baiklah Indah.., aku akan menunggu saat kamu benar – benar free dan mood mu membaik yah Ndah..”


“Terserah Van.., nggak juga nggak apa – apa kok...,” jawab Indah lalu mematikan ponselnya secara sepihak.


Indah lantas bergegas untuk ke restauran Hotel, walaupun jam sarapan sudah habis biasanya pemilik hotel akan menyisihkan untuk Indah, Ia tidak lagi menggosok giginya atau mencuci muka, Indah langsung saja membuka pintu dan begitu terkejutnya Indah.


“Holy ****!!!” Umpat Indah,


“Shit!!” Lelaki dihadapannya juga terkejut dan mengumpat keras, hingga membuat keduanya terpingkal bersama,


“Kamu ngapain disini?” tanya Indah heran dengan berdirinya lelaki ini, dan dilihatnya Dia membawa secangkir teh panas serta roti bakar.


“Membawakan mu sarapan, karena dari tadi kamu tidak juga keluar, aku kasihan saja.., takutnya perut kamu konser lagi kayak semalam” kekehnya,


“Wah perhatian sekali, biasanya pihak hotel akan menyimpankan sarapan untuk aku kok...,”


“Yah ini.., yang di simpankan, aku tadi yang menyimpannya..” Indah jadi bingung sama lelaki ini,


“Baiklah terima kasih yah..., by the way, sorry tadi sudah mengagetkan mu yah..”


“No..., aku kan yang tadi membuat kamu kaget, aku berdiri kayak hantu di depan pintu mu, dan karena aku hantu yang pengecut aku tidak berani mengetuk pintu mu, karena aku mendengar kamu lagi marah – marah di dalam, hehehee..” sahut lelaki tersebut,


“What?! Kamu nguping yah?” tanya Indah sambil memicingkan matanya, dan lagi – lagi lelaki itu terkekeh,

__ADS_1


“Tanpa disengaja sebenarnya, kamu bukan asli sini kan?” tanya lelaki tersebut membuka pembicaraan,


“Duduk lah.., kamu berdiri kayak orang nagih utang aja, iyah mana ada orang asli sini tidur di hotel.., please deh.., cari bahan pembicaraan yang lebih bermutu gitu loh..” sahut Indah sambil memakan roti yang dibawakan lelaki tersebut.


“Hahahaha!! Galak juga yah...”


“Masa sih? Ramah gini kok” sahut Indah sekenanya,


“Hahahaaa!!! Kamu sangat lucu, oh yah..., perkenalkan namaku Memi...” sahutnya sambil mengulurkan tangannya,


“Memi? Ahahahahaa!!! Kenapa nggak Mami sekalian aja..” Goda Indah terbahak sampai keselek dan terbatuk,


“Heggg!!! UHUK..UHUK..!!!”


“Tuh kan kualat.., ini minum..” ucap Memi terkekeh dan lagi – lagi memberikan Indah air mineral, yang langsung diteguknya..,


“Wah.., benar kualat aku..., Asemm...,” umpat Indah lagi,


“Kamu suka sekali mengumpat yah..”


“Oh.. iyah.. aku ahlinya...” jawab Indah masih sedikit terbatuk – batuk..,


“Aku Indah..” jawabnya lalu mereka menjabat tangan satu sama lain.


“Kamu kesini dalam rangka apa?” tanya Memi,


“Aku tender, kalau kamu?” Tanya Indah,


“Harusnya lamaran dan pemberkatan nikah, tapi mantan cewekku hamil sama orang lain hahahaa!!! Eh malah ketemu kamu.., sore ini aku rencananya mau ke Labuan Bajo..”


“Siapa?” ucap Indah,


“Aku lah...”


“Yang nanya....” goda Indah, memuat Memi begitu terpingkal,


“Wah.., aku turut prihatin yah.., jam berapa rencana Ke labuan Mi?” tanya Indah,

__ADS_1


“Harusnya jam empat sore.., tapi..”


“Tapi apa?”


“Tapi kayaknya aku tunda dulu lah..., besok aja, kamu mau makan malam sama aku nggak nanti” ajak Memi blak blakkan tanpa ada beban.


“Kamu yang bayar sih okey, soalnya aku lagi mood pelit banget ini sekarang..” kekeh Indah,


“Oh jelas dong, aku yang ngajak, aku juga yang akan membayar dong..”


“Okaylah kalau begitu..” sahut Indah,


“Jam tujuh malam aku ketuk pintu kamar kamu yah..”


“Okay..”


Jeremia yang pada akhirnya diketahui oleh Indah seorang blasteran Maluku Australia, secara kasat mata pasti akan begitu menggoda, tampan, tinggi, kulit yang terang, wangi, bersih, orang yang friendly, dan terlihat mapan, bahkan jam tangan yang dipakainya adalah jam tangan Rolex keluaran terbaru pada tahun itu.


Indah juga memperhatikan kaos berkerah yang dipakainya bermerk crocodile merk kesukaan papanya, yang satu potong baju saja bisa menghabiskan gocek lebih dari lima ratus ribu, seolah iblis sedang mengirimkan cobaan terindah untuk Indah disaat posisi hubungannya yang diambang jurang dengan Vano.


Namun Indah yang biasanya akan mencari pelarian, kali ini Indah memilih untuk lebih tenang dan bertindak selayaknya wanita dewasa yang tidak ingin gegabah, namun ada rasa emosi dalam diri Indah, “You Fvck Vano!! Lihatlah, saat kamu menggoda bocah cilik berpakaian putih abu – abu, aku malah di dekatin sama bule mapan, dengan mudah aku bisa membuat dia menyukaiku, walaupun dia mau mempermainkan aku, minimal aku bisa membuatmu gila karena ketampanan Jeremia dibandingkan denganmu, bagaikan neraka dan langit!”


Indah kembali bergumam sendiri seperti orang gila, dan membongkar isi tas ranselnya tidak aada pakaian yang layak untuk dipakai makan malam berdua, akhirnya Indah menjatuhkan pilihannya untuk memakai baju Hitam lengan panjang dengan leher Turtle neck, daan celana Jins belel sobek – sobek berwarna dark blue, semakin membuat kulit putih Indah terlihat begitu menonjol terang bagai neon.


Tanpa terasa kini sudah pukul tujuh malam, suara ketukan beraturan di pintu Indah terdengar, lalu Indah membuka pintu tersebut, dan sedang melihat seorang pria tampan dengan pakaian kemeja hitam dipadu padankan dengan celana Jins yang secara tidak sengaja berwarna sama dengan celana Jins Indah, sungguh suatu kebetulan, membuat mereka sama – sama terkekeh, bedanya Celana Jins yang dipakai Memi begitu rapi, tubuh bidangnya membentuk bagai tubuh model – model catwalk pada majalah majalah fashion yang biasa di baca oleh Indah.


“Kenapa? Aku tampan yah?” goda Memi.


***


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,

__ADS_1


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2