Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.33 – KEMBALI KARENA TAK ADA LAGI SANDARAN


__ADS_3

Percekcokkan kembali terjadi antara Mama Mery dan Indah, mereka bagaikan musuh abadi yang kini terlahir kembali sebagai mama dan anak, namun tetap saja seolah tak ada ujungnya, perdamaian yang di impikan dan diharapkan oleh Indah kembali sirna,


“Biar nggak sekolah kalau Kamu sama dia tidak akan kekurangan makanan, Kamu bisa memiliki penghasilan, lah kamu sama Vano apa yang dihaaraap hah?! Ujung – ujungnya juga paaling dia kerja sama orang, mentok – mentok paling cuman honor di kantor pemerintah..” ejek Mama Mery.


“Lebih terhormat ma... dari pada Indah sama Dewa, gak sudi Indah ma..”


“Yah sudah silahkan angkat kakimu dari rumah ini kalau kamu tidak sudi!!” teriak Mama Mery,


“Okay ma...” Balas Indah,


Suara teriakan Mama Mery maupun Indah terdengar jelas di telinga Papa Leo yang kala itu baaru saja pulang dari lokasi proyek, sangking serunya mereka berkelahi hingga suara mobil masuk pun tidak terdengar ditelinga kedua wanita ini, bahkan sampai langkah kaki Papa Leo juga masih tidak terdengar ketika urat di kepala dan leher menegang kala kemarahan semakin meledak – ledak.


“APA – APAAN INI?!!!” Suara Kepala rumah tangga tiba – tiba saja menggelegar hebat di ruang tamu rumah mereka.


Kedua wanita yang sedang berargumen tersebut sontak saja terdiam, Mama Mery mulai menceritakan pokok permasalahan melalui versi dirinya,


“Dia memarahi anak buah kapal mama di depan banyak orang, bahkan Kapten kapal mama juga di marahi karena mama suruh dia untuk menjaga Indah, disana itu lingkungan para nelayan, mama kan takut Indah ada yang ganggu, bukannya terima kasih malah Kapten kapal mama di bangsat, bangsatin sama Indah pa..., kalau sampai Dewa tersinggung dan tidak mau kerja lagi, mama harus cari penggantinya di mana?


Sedangkan papa tau kan? Kapten kapal mama yang paling produktif itu Dewa dan Rudi mereka kakak beradik kandung, jika Dewa tersinggung dan minta mengundurkan diri, lantas kalau Rudi juga ikut – ikutan sakit hati, kapal mama mangkrak siapa yang nanti kerja?! Indah ini memang anak yang tidak tau ddiuntung kok, sejak pacaran sama Vano kelakuannya makin lama makin kurang ajar, umur – umur Indah ini mama besarkan baru kali ini dia berani melawan mama, Vano memang membawa pengaruh buruk untuk Indah Pa..., Mama tidak mau lagi lihat Vano injak rumah ini, Cuiih... najis mama sebut – sebut namanya dia!!!”


Luar Biasa, Versi mama sangat menyudutkan Indah yang tidak diberikan kesempatan untuk berbicara walaau hanya beberapa kata, Papa yang lelah karena baru pulang dari tempat kerja tak lagi meminta konfirmasi kebenaran informasi kepada Indah,

__ADS_1


Papa langsung saja memarahi Indah tanpa mau memperdulikan perasaan Indah yang sangat hancur saat itu.


“Indah!!! Papa sangat kecewa sama kamu..!! Kamu harusnya tidak berbuat sesuatu hal yang memalukan dan kampungan seperti itu Indah, kalau sampai pekerjaan mama hancur gara – gara kamu, Papa tidak akan memaafkan kamu Indah!!!, Kamu harus ingat sejelek – jeleknya istri papa ini, dia ini Ibu yang melahirkan kamu, yang mengandung kamu selama sembilan bulan,


Mamamu bahkan pendaharan habis melahirkan kamu Indah, berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kamu, lalu hanya karena laki – laki yang modelnya kayak Kacung itu kamu berani kurang ajar sama mamamu!!! Kamu dengar itu Indah mama sampai menangis gara – gara kamu, MASUK KE KAMARMU DAN RENUNGKAN SEMUA KESALAHANMU!!” bentak papa membuat Indah langsung berlari menuju ke kamarnya dan mengunci kamar itu rapat – rapat.


Indah menutup mukanya dengan bantal dan menangis sejadi – jadinya sore itu, Kalau biasanya di kala sedang bermasalah dengan mamanya Indah akan berlari kepelukan Vano, sore ini keadaan jauh berbeda, Jika Indah mau Ia bisa saja menghubungi Vano, berdamai dan melampiaskan kesedihan yang dialaminya bersama Vano, tapi Indah tetaplah Indah, dia tetap memilih untuk diam dan menahan semua rasa sakitnya sendiri.


Bahkan berpikir untuk menghubungi Dhino yang saat ini menjadi sahabat Indah yang paling bijaksana pun tidak. Indah tetap memilih diam dan mengurung diri di dalam kamarnya, seperti dulu Indah selalu saja akan larut dalam kesedihannya, menangis semalaman hingga tertidur dan tanpa terasa cahaya matahari baru telah menyapa dari lubang – lubang angin jendela kamarnya Indah.


Bangun dalam keadaan pusing, badan yang letih, mata yang sembab dan bau air mata jika sudah semalaman sungguh bukan bau yang sedap, Indah bahkan jijik dengan dirinya sendiri, menunggu hingga pukul sepuluh pagi dimana semua orang telah keluar dari rumah, barulah Indah memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan membersihkan dirinya.


Walau sudah lebih segar tetap saja hidung yang tersumbat dan mata yang bengkak membuatnya menjadi tidak nyaman untuk pergi keluar rumah,


“Makasi yah Rose.., tapi Aku belum lapar..” jawab Indah sambil tersenyum,


“Kakak jangan gitu..., nanti kalau sakit rugi sendiri, mending kakak sekarang makan walau belum lapar, terus kakak bisa jalan – jalan atau dengar musik di kamar sambil membaca – baca komik kesukaan kakak seperti biasa..” bujuk Rose sambil mengambilkan nasi seentong dan lauk yang tak banyak.


Indah mengambil piring yang diberikan oleh Rose dengan terharu, “Terima kasih yah Rose..” lirihnya,


“Sama – sama kak..., kakak harus bahagia kak..., nanti kalau kakak sudah ada uang yang banyak.., kakak hidup saja sendiri di jawa kak.., jauh dari semua orang yang merepotkan kakak.., maaf yaah kak.. kalau Rose lancang kak..”

__ADS_1


“Tidak apa – apa.., terima kasih yah Rose untuk saran kamu.., aku juga memikirkannya beberapaa waktu lalu, rasanya aku malas dengan semua duniaku saat ini, aku ingin mencari suasana baru..” sambil tertawa kecil dan memakan makanannya Indah membayangkan untuk benar – benar hidup sendiri, tapi..., hatinya tergelitik dengan pertanyaannya sendiri ‘Apakah kamu sanggup Indah..’


“Yah udah kak.. Rose doakan semua harapan Kak Indah semua berjalan sesuai dengan apa yang kakak harapkan..” ucap Rose sambil menggenggam tangan Indah,


“Terima kasih yah Rose..” jawab Indah.


Tiga hari mengurung diri di rumah bukanlah sesuatu yang membuat Indah tersiksa, Indah justru lebih menikmati kesendiriannya ditemani lagu – lagu melow dan slow rock kesukaannya, dalam kesendiriannya tidak dapat dipungkiri saat itu Indah membutuhkan tempat bersandar, tempat dimana dia bisa ditenangkan oleh seseorang yang mengerti akan keadaannya.


Orang tersebut saat ini hanyalah Vano, kini Indah telah siap menuju kekampus tempat dimana Indah akan bertemu dengan Vano tepaat pukul empat sore di bawah pohon beringin tempat mereka biasa duduk menghabiskan waktu berdua.


Sesampainya di kampus, Indah berjalan dengan kepala tertunduk dan ketika sudah mendekati pohon beringin dilihatnya Vano sudah berdiri memandang penuh arti kepada Indah, sebenarnya tidak terlalu ada getaran yang berarti di hati Indah saat menjalin cinta dengan Vano, hanya saja bagi Indah Vano adalah lelaki yang sabar dan Indah lebih memiliki rasa kasihan serta kebutuhan akan hadirnya seorang lelaki yang mampu menemani suka dukanya, lebih tepatnya menemani dikala duka menyelimuti hari – harinya.


“Ndah...” sambut Vano dengan lembut,


Indah hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kecil, ‘Van..., hanya kamu saat ini satu – satunya tempat ku bersandar, aku... akan kembali kepadamu jika kamu mau berubah Van, Aku kembali karena tidak ada lagi sandaran untuk ku selain kamu..’ gumamnya dalam hati.


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB

__ADS_1


makasi sebelumnya,


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2