Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 71


__ADS_3

Makan malam yang di rencanakan oleh Nio untuk membuat Mamanya Indah menerima Uang Pinjaman yang belum genap berjalan lancar awalnya, sampai dimana sebuah kejadian Indah muntah - muntah saat perbincangan hangat terjadi membuat semuanya selesai lebih cepat dari yang di rencanakan.


Tentu saja ada perasaan was - was di batin Nio, dan perasaan khawatir itu membuat Indah memiliki ide gila, "Aku ingin tau sejauh mana rasa tanggungjawab mu dan apakah kau benar - benar mencintai aku" Guman Indah dalam hati.


Dengan keringat dingin yang mengucur di kening Indah membuat Nio juga mengalami hal yang sama, jika Indah keringat dingin menahan perihnya lambung, Nio berkeringat dingin karena entahlah apa yang ada di pikirannya, namun dari pertanyaan - pertanyaannya kepada Indah, kita pasti sudah tau arah pikiran Nio sampai sejauh mana.


"Tunggu Indah... sebentar... apa kamu ada riwayat penyakit Maag? Tadi terlambat makan atau nggak?" Indah menangkap ada kekhawatiran yang lain pada raut wajah Nio, tiba - tiba Indah memikirkan sesuatu ide tidak biasa,


"Aku tidak ada riwayat penyakit maag selama ini, dan hari ini Aku makan biasa saja, tidak ada yang terlambat, ini saja makan malamnya sesuai jam kok, tapi nggak tau kok bisa mual begini" Ucap Indah yang sebagian besar berbohong kepada Nio, karena Indah memiliki penyakit Maag yang akut juga hari ini karena mengulik informasi tentang Nio dan para wanitanya Indah sampai - sampai Indah melupakan jam makan siang, namun bagian mual memang benar, saat itu Indah merasa sangat Mual akibat perihnya lambung.


"Kapan Terakhir kali kamu Haid?" tanya Nio semakin pucat,


"Apa hubungannya mual - mual sama haid?" tanya Indah pura - pura bodoh,


"Kita terakhir begitu pas di luar kota yang pas pergi sama - sama Saga dan Vanya kan Ndah? waktu itu kamu bilang kamu baru beberapa selesai datang bulan, aku takutnya..." seraya menggelengkan kepala Nio kembali menatap Indah dengan khawatir,


"Kapan Ndah kamu terakhir kalinya datang bulan?" Tanya Nio serius,


"Aku... Aku... Sudah Lupa..." Jawaban Indah sontak membuat wajah Nio pucat dan menepuk jidatnya,


"Besok tolong beli test pack dan test urin kamu yah Indah.., please..." ucap Nio kepada Indah, "kita akan lalui ini berdua kalau memang kamu itu..." sambungnya


"Itu apa?" tanya Indah,


"Yah itu..."


"Ayo Ndah..." panggil mama kepada Indah yang berdiri agak jauh dengan Nio,


"Aku pulang dulu, bye..." Indah berlari mendekati mama dan segera masuk ke mobil lalu pulang


---***---


"Hai guys!!! Sudah pada ngerjain tugas belum?" tanya Indah kepada Nita dan Ami,


"Sudah dong" jawab mereka serempak,

__ADS_1


"Kamu akhir - akhir ini kemana sih? sering sekali tiba - tiba menghilang?" terdengar suara Dhino yang baru saja masuk ke kelas dengan membawa beberapa buku dan fotocopy an yang langsung di bagikan ke kami berempat,


Indah berdiri dan membantu Dhino, "Aku ada urusan Dhin..."


"Yah Aku antar kan bisa, kenapa harus pergi - pergi gitu sendiri..?"


"Biasanya kan juga aku kemana - mana sendiri Dhin... aku nggak suka merepotkan, kalau urusan kampus atau pulang kampus sekali - kali kamu antar yah nggak apa - apa" jawab Indah sambil menggenggam tangan Dhino,


"Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan yah.." kembali Indah menenangkan Dhino.


Setelah mereka semua mengerjakan tugas yang di berikan dosen, Indah mengirimkan sebuah pesan singkat kepada Nita,


"Nit... sepupumu yang di rumah lagi hamil kan?" tanya Indah,


Setelah sadar ada pesan masuk Nita langsung membukanya dan wajahnya terlihat heran sontak memandang kepada Indah yang berada di meja seberang,


"*Kamu bisa langsung tanya kenapa harus pakai kirim pesan singkat segala?"


"Duh... nanti ada yang dengar ini rahasia!! Iyah atau tidak?"


"Yah Tuhan Nita... tinggal jawab iya atau tidak, nanti sepulang kuliah aku ceritakan,"


"Janji cerita yah?!"


"Iyah janji, aku juga butuh bantuan kami, tapi jawab dulu iyah atau tidak?"


"Iyah... sepupuku lagi hamil muda, kenapa Ndah?"


"Okay .. tolong nanti kamu ajak aku pulang barengan yah .. awas sampai bocor ke Ami!!! Ami juga gak boleh tau, paham*?!" Ancam Indah,


"Sontoloyo bisa - bisanya kamu ngancam aku?? okay... Aku gak kasih tau ke Ami" Indah membaca balasan Chat Nita langsung tersenyum,


Sesuai rencana Indah akhirnya pulang dengan Nita sedangkan Dhino pulang dengan Ami,


"Padahal aku pengen ngajak kamu ke rumahku, mamaku lagi masak Ikan bakar rica - rica, adikku lagi ulang tahun Ndah" lirih Dhino sebelum membiarkan Indah pergi,

__ADS_1


"Kalau sempat Aku nyusul, kalau nggak sempat tolong di simpanin untuk Aku yah, hehehe, Aku pergi dulu sama Nita..." Pamit Indah kepada Dhino,


"Yah uda... hati - hati... Nit jangan ngebut loh bawa motornya" Dhino mengingatkan Nita dan kami berdua berjalan setelah drama rengekan Ami yang juga jengkel di tinggal pergi Nita


Dalam perjalanan Indah menceritakan semua apa yang terjadi antaranya dengan Nio kepada Nita, sampai masalah Risa juga cewek - cewek bank lainnya, dan juga mengenai pinjaman uang, juga analisa Om Liyanto kepada Nita,


Nita kaget bukan kepalang dengan apa yang di dengarnya dan ada rasa geram terlihat di wajah Nita,


"Lalu apa yang mau kamu lakukan? kenapa kamu tanya soal sepupuku hamil atau nggak?" tanya Nita kepada Indah,


"Aku mau tau Nio sejauh mana dia serius sama Aku Nit, kalau dia ngajak aku nikah karena aku pura - pura hamil maka aku akan mutusin Dhino, tapi kalau dia kabur yah uda aku sama Dhino." Jawab Indah sekenanya,


"Kok kamu sekarang malah jadi pemeran antagonis nya Indah? Aku nggak suka kamu kayak gitu!!! Itu nggak baik Indah, artinya kamu memasang Dhino hanya sebagai ban cadangan, sedangkan Dhino itu tulus sama kamu sampai kayak gitu loh!!! kamu jahat Indah!!" kesal Nita marah - marah sama Indah.


Setelah sampai di rumah Nita acara marah - marahnya belum juga selesai,


"Aku tidak setuju kamu memperlakukan Dhino seperti itu titik!!! Kalau kamu memang masih berat sama Nio segera putuskan Dhino dengan segala alasanmu, jangan buat dia semakin cinta sama kamu yang kali ini Jahat banget!! Wah Parah kamu Indah!!!" muka Nita sudah merah,


Hati Indah jadi bimbang, Indah jadi gelisah...


"Lagian kalau Dhino tau hubunganmu sama Nio sudah sampai sejauh itu apa kamu yakin Dhino masih mau menerima kamu apa adanya??? aku rasa tidak Indah!! apalagi kalau dia tau selama ini kamu hanya ngerjain dia!!"


"Aku nggak ngerjain dia Nit, aku juga sayang sama Dhino!" Ungkap Indah terengah - engah merasa omongan Nita benar bahwa dialah pemeran antagonis nya saat ini dan tentu saja Dhino adalah korban.


"Kalau kamu sayang sama Dhino segera putusin Nio tanpa perlu sandiwara bodohmu ini!!!" Tegas Nita memberikan Indah Ultimatum.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2