Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.6 – BERDAMAI?


__ADS_3

Jadwal dan kewajiban Indah untuk kembali bertemu dengan beberapa orang yang di dampinginya sekarang menjadi prioritas bagi dirinya, seolah untuk melampiaskan hal negatif lebih baik mengalihkannya dengan melakukan sesuatu yang positif adalah langkah yang paling tepat untuk Indah.


Seperti biasa hari berjalan dengan baik dan lagi – lagi Vano datang ke Yayasan, tentu saja tidak ada hak untuk Indah melarangnya, bukankah dia juga seorang relawan yang cukup berkontribusi di sini? Setelah pasien terakhir mendapatkan layanan konseling dari Indah, Rika datang ke ruangan Indah dengan membawa data para pasien sebelumnya.


“Indah.. apa aku boleh berbicara denganmu?” Tanya Rika di balik pintu kantor yang sudah dibukanya sedikit,


“Iyah.., tentu saja silahkan masuk dan duduk Rika” sahut Indah dari dalam,


“Apakah kamu dan Vano ada masalah? Maaf kalau aku lancang bertanya begini yah Indah.., jangan tersinggung yah..” ucap Rika dengan hati – hati.


“Tidak kok, aku dan Vano bahkan baru saja saling mengenal” jawab Indah,


“Tapi semalam..., Ah sudahlah...” Rika kini tersenyum dengan Indah, “Dulu aku sangat mengejar – ngejarnya, ternyata empat tahun bukanlah waktu yang cukup untuk membuat seseorang jatuh cinta kepadamu, tapi hanya dalam sekejap dia bisa menyukai dan memperhatikan seseorang, bahkan perhatian – perhatian itu tidak pernah aku dapatkan sebelumnya. Dan.., kini aku menyerah Indah.., “ Keluh Rika kepada Indah.


“Maaf.. yah aku turut prihatin..” Hanya itu saja yang bisa di ucapkan Indah, tidak ingin terlalu jauh mengomentari urusan orang lain yang bukan bagian dari pekerjaannya.


“Iyah.. terima kasih Indah.., aku berharap jika suatu saat ada yang memperjuangkan kamu... seperti yang saat ini Roni lakukan kepadaku, jangan terlalu lama mengabaikannya Indah, karena tadi malam aku merasakan kesedihan yang sangat besar ketika melihat Roni ngobrol sama anak baru yang jadi relawan disini, pikirku selama ini aku tidak menginginkannya karena pikiranku hanya tertuju untuk mengejar Vano, ternyata ketika Roni berhenti mengejarku, padahal belum juga satu hari aku sudah merindukan perhatian – perhatian dari Roni seperti setahun terakhir ini” lanjut Rika terlihat sendu dan menyimpan sebuah beban berat di hatinya,


“Iyah..., aku akan mengingat pesan darimu yah Rika..., terima kasih untuk perhatiannya” Indah kembali menjawab secara diplomatis.


“Baiklah aku tidak akan mengganggu waktumu lagi, permisi yah Indah..” pamit Rika sambil beranjak keluar dari ruangan Indah.


Kembali lagi Indah berkumpul dengan teman – teman dan seluruh relawan yang ada, setelah mereka membahas acara – acara yang akan datang, Vano kembali mendatangi Indah dan meminta waktu untuk berbincang berdua, Indah menyetujuinya, dan kini mereka telah duduk bersama di kursi taman belakang.


“Ada apa Vano?” tanya Indah


“Aku ingin minta maaf karena telah lancang dengan mengomentari dan bahkan bertanya sesuatu hal yang belum pantas aku tanyakan, maafkan jika aku melanggar privasimu” ucap Vano kepada Indah.


“Baiklah.. lupakan saja semua, mungkin aku yang terlalu berlebihan, terlalu cepat emosi, maafkan aku juga yang mengumpat kamu di belakangmu yah Vano..” Indah merasa tidak enak karena Vano mendengar dengan jelas semua umpatan yang keluar dari mulutnya.


“Iyah..tidak apa – apa, jadi.. apakah sekarang kita berdamai?” Tanya Vano sambil mengulurkan tangannya.


“Iyap tentu saja sekarang kita berdamai” balas Indah sambil menjabat tangan Vano,


“Thanks Indah, sebagai ucapan terima kasihku karena sudah mau memaafkan aku, ini aku kasih CD Kompilasi lagu – lagu yang mungkin kamu suka,


“Hah?! Yah ampun..., kok repot – repot...,” Ucap Indah sambil membalik CD tersebut untuk melihat judul – judul lagu yang tertera, mulai dari lagu Kerispatih yang berjudul Lagu Rindu, Right here waiting dari Richard Marx, Heaven Knows dari Rich Price, Endless Love versi Diana Ross dan Lionel Richie, juga ada beberapa lagu lainnya dan list terakhir adalah lagu Love of my Life dari Jim Brickman.


“Terima kasih yah Vano.., hampir semua lagu – lagu ini aku suka” ucap Indah dengan sungguh sungguh,

__ADS_1


“Acara kita untuk nonton bareng Slank tetap sesuai dengan rencana sebelumnya kan Indah?” Tanya Vano,


“Apakah kami khawatir aku membatalkannya?” Tanya Indah menyelidik sambil menahan tawanya,


“Iyah.., begitulah..., aku takut kamu marah dan membatalkannya”


“Haahahahaa!!! Yah aku sempat memikirkannya, tapi okaylah... semua sesuai dengan rencana kita sebelumnya, ngomong – ngomong terima kasih banyak yah untuk kompilasi lagu – lagunya..”


“Iyah terima kasih Indah.., apakah sebelumnya sudah ada yang pernah kasih kamu kompilasi lagu – lagu seperti ini?”


“Hahahaha..., tidak ada Vano.., kamu yang pertama kali kasih aku barang seperti ini”


Mata Vano berbinar mendengar bahwa dia adalah yang pertama “Syukurlah..” satu kata yang keluar dari Bibir Vano, namun seribu bahasa bahagia yang terpancar pada ekspresi wajahnya.


---***---


Ketika Indah sampai di rumah, Indah langsung saja memutar CD kompilasi dari Vano di kamarnya, senyumnya terukir ketika mendengar alunan piano Lagu Rindu dari Kerispatih, “Semua kini terasa tenang...” Guman Indah, sampai tiba – tiba ada panggilan dari Rose di luar kamar sambil mengetuk pintu kamarnya.


“Kak Indah.., ada telpon..” panggil Rose,


“Siapa yang Telpon?” tanya Indah karena heran, bagaimana tidak heran sudah lebih dari satu tahun ini Indah tidak lagi menerima telpon dari siapapun, di ponsel juga hanya keluarga saja yang sangat jarang menghubunginya atau pihak yayasan itupun tidak semua orang tau nomor ponselnya.


“Ryan Kak yang telpon..” ucap Rose, Indah langsung membuka pintu kamarnya dengan cepat,


“Iyah ada berapa Ryan yang kakak kenal selama ini?” Rose menjawab sambil memutar bola matanya,


“Tidak sopan!” Hardik Indah menahan tawa kepada Rose yang malah di tanggapi dengan ejekan dan tawa kepada Indah, Lalu Indah segera menuju keruang keluarga dan mengangkat gagang telponnya.


“Halo..” ucap Indah..


“Indah? Yah Ampun... benar kamu sudah pulang?” Tanya Ryan,


“Iyah...tapi ini Ryan siapa yah?” Tanya Indah masih tidak percaya dengan siapa dia berbicara, karena Ryan yang dia kenal tidak pernah di berikan nomor telpon rumahnya.


“Ada berapa Ryan yang kamu kenal selama ini Indah? Ayolah jangan buat aku kecewa” Ucapnya terdengar setengah tertawa,


“Kalau kamu Ryan yang aku kira, kok tau nomor telpon rumahku?” Indah masih ingin menyelidiki dulu sebelum berteriak bahagia.


“Aku tau karena aku masih menyimpan alamat mu dan tentu saja kemana lagi aku bertanya jika bukan ke satu kosong delapan..”

__ADS_1


“Hah??!! Benarkah? Yah ampun..., apa kamu Ryan escudo Silver itu?” pertanyaan yang bodoh dan tentu saja membuat Ryan tertawa,


Suapa saja yang mendengar akan menilai Indah hanya mengingat kendaraan seseorang untuk mengingat siapa orang yang dimaksud.


“Iyah.. Iyah... inilah aku.., Ryan dengan Escudo Silver.., apa kabar kamu?”


“Oh.. Maaf.. Hahaha!!! Aku baik – baik saja, kamu bisa tau aku sudah pulang dari siapa?” tanya Indah,


“Aku lihat kamu beberapa minggu lalu di cafe kamu lagi sama dua cowok nongkrong, tapi aku tidak yakin itu kamu..”


“Kok gak yakin?”


“Iyah.. karena Indah yang aku kenal belum merokok saat itu, dan aku ragu menegur kamu, rambut kamu, potongan dan cara berpakaianmu semua berubah total, jadi aku takut salah orang..” Ucap Ryan..


“Yah ampun... itu memang aku, apa kabar kamu sama pacarmu?” Indah menyeletuk begitu saja,


“Oh.. aku putus satu tahun lalu, dan aku lagi jomblo sekarang, ngomong – ngomong apa kegiatanmu sekarang Indah? Aku mau ngajak kamu cover – cover lagu, atau sekalian aja jadi vokalis di bandku, bagaimana? Vokalis lamaku keluar karena mau menikah” ajak Ryan,


“Ehmmm aku sibuk sih sekarang, tapi entahlah.., lihat nanti yah.., ketemuan yukk” ajak Indah,


“Serius? Mau ketemuan sama aku?” tanya Ryan semangat,


“Iyah.. ayok... tapi aku di jemput yah..”


“Okay.., kapan dan dimana aku jemput?” tanya Ryan,


“Kamu jemput aku di kantor Yayasan di belakang sekolahanku dulu pas SMA, aku hampir tiap hari di sana, sekitar jam lima sore yah..” ajak Indah,


“Kalau habis magrib aja gimana? Habis aku sholat magrib gitu baru aku jemput” tawar Ryan,


“Oh okay lah nggak apa – apa, aku tunggu yah..”


“Yang cakep yah hehehe” Goda Ryan, dan mereka mengakhiri pembicaraan tersebut, ada rasa membuncah bahagia bagi Indah saat tau Ryan menelponnya, wah.., selama satu tahun baru ketemu dengan beberapa teman – teman lama lagi, luar biasa pikir Indah.


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah


jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..

__ADS_1


sambil menunggu updatan terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2