Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.36. Cika Imoet


__ADS_3

Indah sungguh tercengang dengan sikap Vano yang entah mengapa berubah total, memang benar selama ini intensitas pertemuan mereka cukup berkurang dengan kesibukan masing – masing, tapi masa iyah hanya karena sama – sama sibuk membuat Vano menjadi orang lain? Padahal kalau di ingat – ingat, betapa bahagianya Vano saat mendengar Indah ingin membantu memajukan usaha kue lepa maminya, namun kini Vano justru hitung – hitungan soal untuk dari hasil usaha yang dijalani mereka.


Apakah karena materi Vano bisa berubah sedemikian drastis? Indah sangat tidak sangkah, ‘Jika aku putus dari Vano yang terjadi mama akan sangat bahagia karena melihatku menyerah sebelum waktu yang ditentukan olehnya, jika dipertahankan kok rasanya makin lama Vano makin keterlaluan’ gumam Indah sambil memandang Vano jengah, akhirnya apa yaang ditahannya sejak tadi terceploskan juga dari bibirnya Indah.


““Vano.., kenapa kamu sekarang semakin saja pandai untuk mengeluh? Kamu paham nggak kalau aku harus keluar kota?” celetuk Indah disambut dengan tatapan tidak suka dari Vano,


“Iyah.., Aku sekarang semakin realistis Indah, aku tidak mau membuang – buang waktuku hanya untuk keuntungan seribu lima ratus rupiah per bungkus, kamu lihat kan aku dengan bakat ku bisa dan yakin bisa menghidupimu Indah..” Indah ternganga mendengar ucapan Vano,


“Kamu sakit yah?” tanya Indah serius sambil memegang keningnya Vano,


“Kamu apa – apain sih?! Kamu kira aku gila yah?!” bentak Vano,


“Iyah!! Aku kira kamu sudah gila!!! Kamu sadar tidak? Untung seribu lima ratus rupiah yang kamu hina – hina itulah yang selama ini digunakan mami mu untuk membayar uang kuliahmu!! Kamu mau jadi manusia kacang lupa kulit yah Van?!” tidak tahan lagi suara Indah semakin meninggi.


Apa yang dihindarinya kembali terjadi, sebuah pertengkaran hebat lagi – lagi terjadi tanpa disangkah – sangkah. Seolah tertampar dengan kata – kata Indah, Vano tak lagi dapat berkata – kata dan akhirnya beranjak meninggalkan Indah.


“Iyah!! Pergi saja kamu Van!! Pergi saja setiap kali kamu menghadapi masalah denganku, pergi saja dan lari saja terus dari masalah, kamu memang nomor satu Van!! Nomor satu menjadi pria palik pengecut yang aku kenal!!!” bentak Indah membabi buta.


Vano yang telinganya panas dengan kata – kata Indah lantas berbalik dan terpancing amarahnya “Oh yah?!!! Aku kah yang nomor satu menjadi pria paling pengecut dalam hidupmu?? Bukan Mathew dan bahkan Nio?!! Oh... aku lupa mereka adalah pria yang paling baik, sangking baiknya mereka membuang ampasnya untukku!!!” kembali Vano tak dapat lagi mengontrol amarahnya sehingga keluarlah kata – kata yang merobek hati Indah.


PLAAKKK!!!!!!


Sebuah tamparan keras mendarat di bibir Vano, sehingga membuat Vano terkesiap dengan dada yang masih bergemuruh Vano menatap Indah yang sudah menangis dalam diam dihadapannya.


“Kita selesai Van!!, sudah tidak ada lagi yang bisa kita pertahankan, aku adalah ampas yaang tidak pantas untukmu, dan ingat aku tidak pernah dibuang oleh mereka, tapi akulah yang membuang mereka, jika mereka yang sudah menikmati tubuhku saja bisa ku buang, maka bukanlah hal yang sulit untuk aku membuang mu.” ucap Indah dengan dingin, lalu berjalan pergi meninggalkan Vano yang entah sedang memikirkan apa.

__ADS_1


Lalu Indah melihat Vano menampar pipinya sendiri berkali – kali, awalnya Indah mengabaikan apa yang dilakukan oleh Vano, sampai sebuah tetesan darah menetes dari bibir Vano, namun tamparan itu tidak juga berhenti, terus saja Vano layangkan ke pipi dan bibirnya sendiri.


Antara benci dan tidak tega akhirnya Indah berbalik dan memegang kedua tangan Vano “Kamu gila!!! Kamu memang gila Van!!” teriak Indah sambil menahan tangan Vano agar tidak lagi menyakiti dirinya sendiri.


“Aku..., aku pantas untuk menghukum diriku sendiri, tidak sepantasnya aku mengeluarkan kata – kata seperti tadi dalam keadaan seemosi apapun diriku..” lirih Vano.


“Iyah.., memang kamu tidak pantas mengatakan itu!! Kamu memang brengsek Van!!” umpat Indah tidak kuat lagi menahan pecahnya tangisan itu, lalu Vano memeluk dan merengkuh Indah sambil tak henti – henti meminta maaf, sampai Indah puas menangis, dalam diamnya Indah berpikir jika hubungannya dengan Vano sudah tidak sehat lagi.


Entah apa yang disembunyikan Vano sehingga Indah merasa Vano sangat berubah, dan Indah merasa benar – benar tidak lagi mengenal Vano sekarang – sekarang ini. Tekadnya adalah menyelidiki apa yang membuat Vano berubah, tapi rasanya Indah tidak akan memiliki waktu yang cukup apalagi kini Indah harus semakin fokus untuk urusan yang lebih besar.


Yaitu urusan pekerjaannya dengan Papa Leo, Indah lantas melepaskan pelukan Vano, dan mengusap air matanya sendiri, Indah sedang tidak ingin memperpanjang masalah mereka berdua, walaupun kata – kata Vano sangat menyakitkan, tapi Indah akan berusaha untuk menekan egonya.


“Untuk kali ini saja..” Gumamnya dalam hati.


“Maafkan aku Indah..” lagi Vano mengulang kata – kata maaf, Indah menatap kasihan kepada Vano dan jengah secara bersamaan, ‘apakah sangking setresnya tuntutan kuliah dan mencari uang begitu besar membuatnya menjadi orang lain?’ pertanyaan demi pertanyaan berputar di kepalanya.


Vano yang sudah hafal dengan sikap Indah langsung tersenyum kecil, namun wajah Vano benar – benar terlihat begitu menyesal, Indah segera berpamitan dan kembali kerumahnya, sesampainya di rumah, Indah mengabaikan segala yang baru saja terjadi antara dirinya dan Vano.


Indah lebih memilih untuk mempelajari dokumen lelang yang harus di cicilnya sedari awal, dengan penuh keseriusan Indah membacanya satu persatu, lalu menyalahkan komputernya dan mulai mengedit satu persatu dokumen yang ada.


Setelah beberapa jam berkutat dengan pekerjaannya rasa lelah mulai dirasakan oleh Indah, terlebih matanya mulai terasa perih, akibat menangis tadi dan kini harus menatap layar komputer, namun Indah mengabaikan rasa itu hingga ia benar – benar tidak lagi tahan.


Indah berhenti sejenak dan menyandarkan dirinya ke kursi kerjanya yang lumayan nyaman untuk dipakai bersandar, dengan isengnya Indah membuka media sosial yang baru saja booming, bahkan lebih booming dari friendster pada jamannya.


Indah membuka media sosial yang disingkat menjadi FB, Indah membaca satu persatu status yang dibuat oleh teman – temannya, lalu ada permintaan relationship sebagai pacar dari Vano, Indah tersenyum, walaupun sebenarnya tidak suka dengan sesuatu yang di ekspos tapi rasanya manis juga jika semua orang tua kalau dirinya adalah kekasihnya Vano.

__ADS_1


Permintaan itu disetujui oleh Indah, dan Indah membuka satu persatu daftar teman – temannya Vano yang sebagian besar adalah teman – temannya juga, namun sebuah nama cukup menarik perhatian Indah, hingga membuatnya mencibir dan mengejek.


Sebuah profil wanita muda sedang mengedipkan sebelah mata dan menjulurkan lidahnya, dengan posisi foto diambil dari enggel bagian atas wajahnya, memakai bando kuping kelinci putih pink dan nama ‘Cika Imoet’ membuat Indah ingin muntah, entahlah rasanya Indah heran sekali dengan perasaannya sendiri.


“Kalian ternyata berteman to di FB? Wah – wah... luar biasa, aku baru tau kalau saja tidak iseng..” gumam Indah.


Rasa keingintahuan Indah semakin besar, karena sama – sama tau password masing – masing, Indah keluar dari akunnya dan membuka akun Vano, lalu terlihat ada pesan baru yang masuk dan belum di buka dengan Vano.


Semakin penasaran Indah lantas membuka fitur pesan, betapa terkejutnya Indah ketika membuka fitur tersebut “Fvckk you Wh*re!!!”


*


*


*


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee

__ADS_1


Alhamdulillah aku bisa update lagi cerita ini, maafkan teman2 kondisi kesehatanku akhir2 ini lumayan terganggu, doakan Lizbeth sehat terus biar bisa update terus dan bisa update sehari 2 bab kayak sebelumnya yah...


semoga kalian juga sehat selalu gaesss...


__ADS_2