Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 61


__ADS_3

"Indah .. tadi malam siapa yang antar Kamu tengah malam? Macam saya pernah lihat laki - laki itu" ucap Pace saat sarapan bersama dengan Indah di meja makan sebelum mereka pergi ke kampus.


"Ssssstttt...! Jangan kencang - kencang suaranya Pace, nanti ada yang dengar, tadi malam aku mabuk soalnya, please jangan bilang siapa - siapa yah kejadian semalam." bisik Indah kepada Pace sambil menengok kekiri dan ke kanan takut ada orang yang mendengarnya.


"Oh... Iyo..., maaf e.., saya tidak akan bilang - bilang lah..., baik sudah Indah, Ko makan sudah, Sa tunggu su kenyang ini" Tidak Sadar Pace berbicara dengan Indah menggunakan bahasa anak papua pada kesehariannya,


Indah tertawa kecil mendengar logat Pace yang mendayung - dayung sambil meneruskan acara sarapannya.


Sesampainya di Kampus mereka nongkrong dengan ketiga sahabat yang sekarang sedang menunggu Indah dan Pace kembali dari meja Kasir, setelah memesan minum mereka berdua kembali ke meja yang sudah ada Nita, Ami dan Dhino,


"Semalam gimana acara keluarganya?" tanya Dhino, sontak Pace terbatuk keselek air minumnya sendiri sampai menyebabkan matanya merah dan melotot sambil terbatuk - batuk.


Tentu saja Pace tau bahwa semalam tidak ada acara keluarga, dan Indah lupa memberi tahu bagaimana rumitnya hubungan Indah dan Dhino juga Nio, dan Pace taunya Indah berpacaran dengan Nio lewat cerita Indah di mobil sepanjang perjalanan ke kampus, sedangkan Dhino adalah sebatas sahabat.


Tapi apa yang terjadi di depan mata Pace membuat Pace tersadar jika ada sesuatu diantara Indah dan Dhino, karena saat Dhino menanyakan acara keluarga, Dhino mengelus lembut pipi Indah, dan wajah Indah sontak memerah takut kalau Pace akan keceplosan segala sesuatu dengan polosnya.


"Eh... kamu kok sampai batuk - batuk begini??" ucap Nita sambil menepuk - nepuk punggung Pace, lalu Indah segera memberikan botol air mineral yang entah milik siapa tapi berada di meja mereka.


Setelah agak tenang Indah kembali melihat Pace dengan tatapan yang sulit di artikan oleh Pace, dan Pace hanya melihat Indah juga Dhino secara bergantian dengan mulut terkunci karena Takut salah bicara.


"Yah tadi malam acaranya lancar sih, tapi tidak ada yang terlalu spesial" jawab Indah sambil mencoba tersenyum di hadapan Dhino.


"Oh.... iyah..." jawab Dhino singkat, sontak membuat perasaan Indah tidak enak, Indah jadi salah tingkah namun Nita kembali mengubah topik pembicaraan di antara mereka sampai suasana menjadi kondusif kembali.


"Ayo... waktunya masuk kelas, Dosen uda datang" ajak Nita dan kami melenggang masuk ke kelas, semua pelajaran urusan perkuliahan semua berjalan lancar hari ini.


----***----


"Kita kerumahku yuk.." Ajak Dhino,


"Lalu yang lainnya?" tanya Indah kepada Dhino sambil berjalan berdampingan ke parkiran motor.

__ADS_1


"Katanya mau pada nyusul, nanti Pace sama Ami dan Nita naik mobil, kita naik motor gak apa - apa kan?" tanya Dhino kepada Indah,


"Sejak kapan naik motor jadi masalah buat aku?"


Dhino hanya tersenyum mendengar apa yang Indah ucapkan,


"Katanya kita mau kepantai?" lagi Indah bertanya,


"Iyah justru itu, makanya kita ke rumahku dulu ambil bekal untuk kesana, mama sudah masakkin ikan dan buat kue buat piknik nanti di pantai, yukk... mau nggak?" dengan tangan di ulurkan Dhino menanti jawaban Indah,


Indah dengan segera menggandeng tangan Dhino dan melompat kegirangan, kini mereka sudah berkendara bersama menuju ke rumah Dhino, begitupun dengan Ami yang saat itu juga menuju ke rumah Dhino,


Sesampai di rumah Dhino benar saja semua sudah di siapkan oleh mamanya Dhino, dan ada selembar kertas Noted bertuliskan tangan "Selamat Ulang Tahun Indah..., ini Tante masakkan makanan dan kue, oh... ada sirup juga sudah Tante siapkan es batu di termos, sesuai pesanan Dhino, selamat bersenang - senang, maaf Tante harus kerumah sakit jadi tidak bisa menyampaikan langsung. Have Fun!"


"Kamu suruh mamamu buat semua ini?" tanya Indah menatap heran kepada Dhino yang terlihat bahagia,


"Iyah...yukk... kita bawa ke mobil Ami" dan para laki - laki juga termasuk pace semua mulai mengangkat beberapa bekal dan segalanya yang sudah di siapkan oleh Dhino.


"Mamaku gak sakit, dan tidak dalam keadaan sakit Ndah.., Mama ke Rumah Sakit karena Mama itu Ahli Gizi di sana" Sebuah tawa pecah di bibir Dhino menanggapi pertanyaan Indah.


"O.... gitu yah..." sahut Indah sambil manggut - manggut.


Sesampainya di pantai mereka benar - benar membuat piknik yang tidak akan pernah terlupakan di pikiran dan hati Indah sampai saat ini, canda tawa yang terlontar satu sama lain merupakan kehangatan yang selama.ini di rindukan oleh Indah.


"Ich le be dikh" bisik Dhino,


"Oh.. kamu janji akan memberi tahukan aku artinya, ayo apa artinya Dhin.." tanya Indah sambil mengguncang - guncang kan lengan Sang kekasih kedua di hadapannya.


"Aku cinta kamu..." jawab Dhino sambil tersenyum dan menatap lekat Indah,


---***---

__ADS_1


'Apakah sekarang saatnya Aku harus memilih?' Indah tidak bisa tidur memikirkan kemelut asmara yang dibuatnya sendiri,


'Tapi apakah Dhino mau menerimaku jika sudah tau aku bukanlah perempuan polos seperti apa yang di pikirkannya selama ini.., aku takut justru ketika aku memilih Dhino, dan setelah tau kenyataan yang ada pada diriku, justru Aku akan di tinggalkan begitu saja' kembali Indah bertanya - tanya pada dirinya sendiri apa yang harus di lakukan jika sudah begini,


Rasa cinta yang di berikan oleh Dhino sungguh telah menggugah hati Indah, dan keraguan besar kepada Nio semakin tempampang nyata, dari pagi sampai malam ini bahkan Nio belum membalas pesan singkat dari Indah, padahal Nio sendiri yang bilang jika sudah bangun langsung membalas pesannya.


Hati Indah kembali merasa tercabik - cabik , Semalam bercinta pun rasanya sudah tidak lagi ada artinya lagi, kehidupan Indah serata diombang ambingkan oleh keputusan apa yang harus di buatnya. Rasa berat hati melepaskan Nio tidak lain karena Nio telah bertukar peluh dengan Indah, bagaimana mungkin Indah bertukar peluh dengan Nio lalu memutuskan Nio begitu saja.


Harusnya Nio lah yang patut di pertahankan karena hubungannya sudah terlampau melewati batas normal yang ada, jalan satu - satunya adalah Indah harus menikah dengan Nio sebagai bentuk penebusan dosa yang selama ini mereka lakukan.


"Oh Tuhan... aku harus mengambil keputusan, Jika aku memilih Dhino maka aku harus berterus-terang dengannya, aku sudah mengawali segalanya dengan sebuah kebohongan dan itu tidaklah benar, aku harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kehidupanku sebenarnya, urusan Dhino menerima atau tidak biarlah itu menjadi keputusan terbaik untuknya dan bukan untuk ke egoisan ku."


*


*


*


*


*


Bersambung


Jangan Lupa follow aku yah...


Please like and coment yah pembacaku yang baik hati 🥰, Aku bakal menyempurnakan semua episode pada novel ini, biar kalian bacanya lebih detail, makasi semuanya, lope lope tiga ribu buat para pembacaku 😘


Mampir juga di "Aku adalah Indah part 1" yang merupakan awal kisah dari Kak Indah,


untuk Part 2 di episode - episode awal akan Liz sempurna kan semuanya, supaya lebih menarik dan detail yah..

__ADS_1


makasi semuanya 🥰


__ADS_2