Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.40. You Are My Angel


__ADS_3

Segala hal yang tertahan selama beberapa hari ini akhirnya Indah curahkan dengan cara yang sangat elegan, cara yang tidak membabi buta, namun ibarat orang sedang bertanding olahraga tinju, maka lawan terkena pukulan upper cut dengan telak hingga tersungkur dan Indah lah pemenang take KO tersebut, yah... Vano yang awalnya masih berusaha untuk menyangkal tidak dapat lagi berkata – kata selain memohon maaf serta meminta kesempatan kedua.


Yah..., kesempatan itu diberikan oleh Indah, namun sayangnya Indah sudah bukan Indah yang dulu lagi, Ia menguatkan dirinya sebisa mungkin untuk tetap waras dan memprioritaskan pekerjaan yang ada didepan mata, segala urusan pribadi dibuangnya, demi kehidupan keluarganya tidak mungkin Indah akan mempertaruhkan semuanya karena masalah hati.


Panggilan terakhir untuk nomor penerbangan Indah telah terdengar, Indah lantas bergegas untuk memasuki pesawat, dan berdoa demi keselamatannya dan kelancaran pekerjaannya kelak di sana. Sesampainya di tempat tujuan Indah langsung menuju ke hotel langganan keluarganya, hotel yang terletak di perempatan jalan besar, suasana kota begitu dingin dan tenang, benar - benar cocok untuknya menenangkan diri.


Disana Indah berjalan kaki mencari penghangat berupa minuman dan tentu saja rokok, yah..., dikala pikirannya kalut selalu saja rokok menjadi pelarian terbaik untuk dirinya, setelah selesai berbelanja, Indah memilih untuk masuk ke kamar, menyalahkan playlist lagu dari Norah Jones, pikirnya dengan suasana sedingin ini dan setenang ini, alangkah syahdunya ditemani dengan alunan music Jazz Swing, benar – benar nikmat sembari menyesap asap rokok dan meneguk Black Bir, membuatnya larut dalam setiap lirik lagu tersebut.


Perjalanan dari bandara sampai ke Hotel kurang lebih satu jam empat puluh menit, dan Indah bahkan sudah menghabiskan waktunya di kamar selama tiga jam, hanya memakan kacang tanah, meminum bir yang sudah habis tiga botol dan rokok yang sudah habis satu bungkus.


Rasanya memang hambar, tapi ternyata ketika termenung sendiri.., rasa hambar itu berubah menjadi sesuatu yang menyesakkan yang tak dapat di ungkapkan dengan kata – kata, kali ini bukan tangisan tetapi Indah justru terbahak menertawai dirinya sendiri.


Beberapa panggilan tak terjawab dari Vano diabaikan oleh Indah, Ia memilih kesempatan ini untuk benar – benar menenangkan diri, yah... jarak antar pulau ini cukup menguntungkan situasinya sekarang, Vano bahkan tidak tau dimana Indah menginap bukan? Kalaupun Ia mau menyusul bukankah Vano tidak memiliki uang untuk membeli tiket?


Kembali Indah terkekeh atas pikiran Naifnya, sungguh ironis..., ketika kepercayaannya dengan para lelaki tampan hilang, maka kini Indah memutuskan untuk tidak mempercayai semua lelaki dimuka bumi ini, bahkan yang sudah pas pasan secara fisik dan ekonomi saja masih bisa bermain api, apalagi yang tampan.


Pikiran keputusasaan ini benar – benar tertanam cukup dalam di relung hati Indah, sangking lelah dan mengantuknya akibat alkohol yang di minumnya Indah tertidur, tanpa terasa dia bangun tepat saat tengah malam, karena rasa lapar yang begitu menyakitkan lambungnya.


“Jam segini mau cari makan dimana? Semua warung makan tutup jam sembilan malam” keluhnya, Indah memutuskan untuk keluar saja ke depan, untuk mencari sesuatu, untunglah saat Ia duduk ada juga seorang lelaki muda sedang duduk disana memakan roti dan ada nasi goreng yang terlihat masih panas.


Indah langsung bertanya, “Permisi kak.., itu..., nasi nya beli dimana?” tanya Indah, Baru saja mau menjawab perut indah sudah berdendang ria dihadapan lelaki muda tersebut, karena malu Indah nyengir dihadapan lelaki itu dan tentu saja lelaki itu tertawa melihat reaksi Indah.


“Kamu lapar yah?” tanya lelaki itu kepada Indah,

__ADS_1


“Iyah begitulah, itu beli dimana kak?” lagi Indah mengulangi pertanyaannya,


“Ini beli di depan pasar dekatnya Polsek persimpangan itu loh..” jawab Lelaki itu, tanpa aba – aba Indah langsung saja berbalik, sampai di depan pagar hotel Ia menoleh dan berteriak,


“Makasi yah...”, Lelaki itu hanya tertawa geli melihat Indah.


Benar saja dan keberuntungan masih berpihak kepada Indah, karena Porsi nasi goreng yang dipesannya adalah porsi terakhir, setelah menunggu antrian yang cukup panjang Indah lantas berjalan santai menuju ke hotel dengan menggenggam kresek putih berisi nasi goreng yang begitu menggiurkan.


Sesampai di hotel, lelaki yang kamarnya berjarak tiga kamar dari Indah tadi sudah tidak terlihat lagi, Indah lalu duduk didepan kamarnya dan membuka bungkusan nasi tersebut, sambil menghirup aromanya, “Oh God..., aku lapar sekali..” ucap Indah,


Makan dengan lahap tanpa jeda membuat Indah cegukan, Ia bahkan lupa mengambil air mineral yang ada dikamarnya, sementara dia cegukan pintu kamar tersebut terbuka dan langsung saja lelaki itu memberikan sebotol sedang air mineral untuk Indah,


Tanpa kata – kata apapun Indah langsung mengambil botol tersebut dari tangan lelaki asing itu, dan langsung meneguk air tersebut, hingga membuat lelaki tersebut terpingkal melihat tingkah Indah.


“Iyah.. suara cegukan mu itu sampai terdengar dikamar ku..”


“Wah... maaf banget yah..”


“Yah uda selamat makan..” ucapnya lalu membalikkan badannya untuk bergegas masuk ke kamarnya,


Indah juga melanjutkan makan malamnya dan setelah makan, Indah masuk ke kamarnya dengan perasaan, seperti ada sesuatu yang salah atau yang kurang dari dirinya, dia berpikir begitu keras apa yang begitu salah sampai semua terasa sangat janggal.


“Oh ****!!! Bagaimana mungkin aku lupa menanyakan nama orang yang memberiku air minum.., Hahahahaa!!! So stupid kamu Indah...” gumamnya sambil menertawakan dirinya.

__ADS_1


Kini terlihat sudah pukul 01.00 pagi, untunglah besok ini hari Minggu dan baru hari Senin Indah akan memulai aktivitas pekerjaannya, Ia menyalahkan layar ponselnya dan terlihat panggilan tak terjawab dari Vano tentu saja, sedangkan dari papa nya tidak ada sama sekali, ibarat masa tenang, Papa Leo memberikan masa tenang untuk Indah selama sat setengah hari kedepan.


Itu adalah kebiasaan yang sudah lumrah bagi mereka berdua, Indah mulai membuka pesan singkat dari Vano, semua isinya selalu ada kata maaf dan meminta Indah untuk memberikan kesempatan kedua. Kejadian ini bahkan sudah dua minggu berlalu dan Vano masih saja larut dalam rasa bersalah yang begitu menghantuinya.


Indah tidak membalas apapun, hanya sekedar membaca dan kembali menyalahkan laptopnya juga membuka media sosialnya, disana sebuah status baru dari Vano terbaca dan baru saja di update sekitar empat puluh menit lalu,


“You are my Angel..., I need you..., and I love you so much..” ternyata Vano memposting foto Indah yang tampak samping saat Indah sedang menikmati matahari terbenam beberapa bulan lalu, tanpa disadarinya Vano mengabadikan momen tersebut.


Sebuah senyuman kecil terukir di bibir Indah, entah tersenyum untuk apa, apakah karena melihat foto yang cukup estetik itu ataukah karena membaca status terbarunya Vano, rasanya Indah sendiri tidak mengerti akan apa yang dirasanya sekarang.


“Van..., aku akan menggunakan teori klasik ku.. biarkanlah hubungan kita ini mengalir dengan natural yah..., karena aku kini sudah lelah melawan arus, bersamamu kini semua terasa begitu sia – sia Van...” gumamnya.


***


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee

__ADS_1


__ADS_2