
Tresno Jalarane Seko Kulino itulah awal kisah cinta Indah dan Vano yang timbul akibat kebiasaan, seperti yang sering diingatkan dalam setiap ceramah rohani, jika ucapan adalah doa, apa yang terucap di bumi itu terikat di surga.
Yah... Indah bahkan pernah berkelakar beberapa kali kepada Dhino, juga kepada siapapun yang ditemuinya, jika Indah sudah merasa jengah, dan trauma berpacaran dengan pria berparas tampan, karena merasa Pria tampan sungguh egois dan suka menyakiti hatinya, Indah ingin berpacaran dengan orang biasa saja bahkan pernah meminta orang yang tidak good looking saja.
Dan semua itu seolah terjadi pada masa itu, Vano yang tidak menarik sedikitpun secara fisik tapi mampu membuat tembok tinggi dan kokoh di hati Indah runtuh, walau Vano memerlukan waktu yang cukup lama di bandingkan para mantannya Indah, tapi tetap saja Indah akhirnya jatuh hati karena kebaikan Vano.
Setelah Pertemuan terakhir sebelum Vano berangkat ke Luar Pulau Indah menjadi lebih sering datang kerumahnya Vano karena Mami sering sekali memanggil Indah untuk berkunjung atau sekedar mengambil bekal makanan yang disiapkan oleh Mami.
Indah merasakan menemukan rumah kedua yang nyaman, bahkan kini Indah lebih dekat dengan kedua orang tua Vano dibandingkan dengan Vano sendiri, terkadang Indah pergi bersama kakaknya Vano hanya untuk sekedar shopping.
Jaman itu belum ada video call, yang ada baru pesan singkat dan telepon biasa saja, jadi sungguh... hanya sekedar mendengar suara Vano saja Indah merasa begitu lega. Ternyata setelah sekian lama tidak pernah pacaran jarak jauh kini Indah kembali memiliki hubungan jarak jauh walaupun ini hanya sementara, namun baru kali Indah merasa hubungannya adalah hubungan yang sehat.
Tanpa spekulasi, tanpa ada trik dan intrik untuk saling mengkhianati satu sama lain, Indah merasa enam bulan terakhir ini semua berjalan normal dan tidak banyak masalah, bisa dikatakan hampir tidak ada masalah, segala aktivitas Indah juga normal di jalaninya.
Hubungan antara Indah dan Vano tentu saja belum tercium oleh mamanya Indah, namun mama selalu mengingatkan Indah untuk kembali membuka dirinya, walaupun sebenarnya Indah sudah memiliki pacar hampir enam bulan namun semua masih dirahasiakan oleh Indah dari mamanya.
"Ma... kalau Indah buka hati sama cowok yang sederhana tapi orangnya baik boleh nggak ma?" tanya Indah,
"Mapan nggak?" tanya mamanya sambil membuka - buka majalah yang sedang di bacanya.
Indah mencoba untuk sedikit demi sedikit melobi sang mama, agar mama tidak kaget ketika melihat Vano dan mengijinkan Indah untuk menjajaki hubungan mereka dengan normal seperti anak anak muda pada umumnya tanpa perlu adanya drama penolakan atau apapun itu.
"Masih kuliah ma... kan belum rencana mau harus cepat nikah ma..." jawab Indah,
"Hemmm... entahlah mama lihat dulu orangnya kayak gimana" ucapan mama langsung membuat Indah tau apa yang pasti akan terjadi.
__ADS_1
"Ma.. dia gak ganteng sama sekali ma... tapi nggak jelek juga... biasa aja... dan keluarganya juga keluarga uang agamis ma..., penatua gereja dan mereka hidup sederhana, kakaknya pegawai yang satu di BUMN dan satunya lagi di kantor pemerintahan ma..., hanya dia saja yang belum selesai sekolah ma... tapi tahun depan akan wisuda ma..." terang Indah berharap mamanya mau menerimanya.
"Hemmmm... jangan - jangan kamu sudah pacaran lagi sama dia? ngaku Indah" mama langsung menatap tajam kedua manik mata Indah seraya menutup rapat majalah yang dari tadi dipegangnya.
"Iyah ma... Indah Jujur, tapi jarak jauh ma... sebentar lagi dia pulang ma..." akuh Indah,
" Mama gak bisa langsung kasih Jawaban Indah jika belum bertemu dengan orangnya, mama harus menilai segalanya, mama harus bicara dengannya, mama harus tau penampilannya, dan segala sesuatunya Indah" tegas mama.
"Ma... secara fisik dia tidak akan masuk kriteria mama, tapi aku nyaman dengan dia ma..., dia orang yang memperlakukan Indah dengan baik ma..."
"Dari mana kamu tau dia baik? sedangkan kamu sendiri baru kenalan dan bahkan pacarannya juga jarang jauh gitu" potong mama Indah,
"Ma... dia uda kenal sama Indah lebih dari satu tahun ma..."
"Ma... kenal ma... kenalnya lebih dari satu tahun ma..., kalau pacarannya baru enam bulan itupun jarak jauh ma..." Indah berusaha berbicara tetap dengan sopan kepada mamanya yang kerap kali membuatnya sangat frustasi.
"Haduh Indah... mama setres ini kalo kamu kasih mama teka teki dengan ciri - ciri yang kamu bilang, Haduh... pusing kepala mama..."
"Ma... please lah ma..., jangan gitu ma... bukankah hati seseorang adalah yang utama ma?" rayu Indah...
"Iyah benar, tapi tampang juga penting Indah... orang ganteng dan cantik saja anaknya belum tentu secantik atau seganteng orang tuanya, apalagi jika salah satunya tidak good looking, mama nggak mau cucu mama tercetak nggak karu - karuan Indah"
Yah Tuhan mamanya Indah benar - benar super dalam menghina seseorang dan berbagai alasan yang tidak masuk diakal selalu saja terlontar dalam setiap kata - kata argumentasinya.
"Yah uda...kalau mama nggak suka... Indah pacaran sama Ryan saya si Escudo silver tapi beda keyakinan!" Ancam Indah,
__ADS_1
"Oh... jangan macam - macam kamu yah...!!! berani - berani pacaran sama yang beda keyakinan Indah!!! harus sama keyakinannya!" tegas mamanya
"Yah uda ma... restui Indah sama Vano ma.." Kembali Indah memohon kepada mamanya,
"Kalau bisa cari yang satu keyakinan dan tampan Indah... kamu pasti bisa kok dapat yang seperti itu Indah, ingat mantan - mantan kamu, kalau kamu dapat yang tampangnya dibawah mereka kamu akan jadi bahan olok-olokan mereka Indah..." mama kembali memikirkan sesuatu hal yang konyol, untuk apa memusingkan penilaian para kumpulan lelaki brengsek?!
"Iyah mereka tampan tapi bajingan ma..., Indah kalau mau dapat yang tampan juga bisa ma... tapi kalau mereka buat Indah sakit hati lagi kayak dulu gimana ma? lalu dapat laki - laki buaya lagi, berarti Indah ini ibarat pindah dari sarang buaya ke kandang singa laku balik lagi ke kandang buaya dan siklusnya akan gitu terus dong ma?" Indah mulai capek berbicara dengan Mamanya yang selalu saja berbicara dengan suasana hatinya.
"Nah... kalo gitu kamu harus lebih hati-hati Indah... bagaimana sudah nggak good looking eh... bajingan lagi? apa itu namanya kamu sudah jatuh tertimpa tangga pula?! gimana kalau gitu hah?! maka kamu akan jadi wanita paling tidak beruntung di dunia ini Indah!!" Indah kembali pusing dengan argumentasi mamanya.
"Ma... yang merasakan baik buruknya Vano adalah Indah kan ma? lantas kenapa dulu mama mau nikah sama papa? padahal papa juga kalau sama mama nggak sepadan secara fisik ma..." skak Indah kepada mamanya
"Heh... jangan kurang ajar yah... papamu itu dulu manis tau nggak?! dia tinggi, gagah, sudah kerja, sudah mapan, serius sama mama, langsung ngajak nikah yah mama bodoh kalau menyia-nyiakan lelaki kayak papamu!" jawab mama,
"Ma.... please ma... Indah capek kalau semua - semua mama larang kayak gini..." Indah sudah ingin menyerah saja jika harus melanjutkan pembicaraannya dengan mamanya.
"Yah sudah... bawa dia kesini, asalkan bukan laki - laki yang ngantar jemput kamu ke yayasan saja yang kamu kenalkan ke mama Indah" ucap mama asal lalu membuka kembali majalah dihadapannya.
Indah sontak saja langsung melotot dan terkejut mendengar ucapan Mamanya.
Bersambung
Mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
__ADS_1