Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 81


__ADS_3

Roda berputar, ada siang ada malam, ada hujan ada cerah, ada terkadang di katakan mendung.. mendung oun belum tentu hujan, hujan pun belum tentu di tandai dengan adanya mendung, segala yang terjadi di dunia tak akan bisa di prediksi dengan sebutan ilmu pasti.. apalagi hati..


seorang filsuf terkenal pernah berkata :


"Menikahlah maka engkau semua akan menjadi Filsul"


Namun tidak perlu sampai ke tahap pernikahan.. bisa di katakan.. "Bukalah hatimu .. nikmati perjalanan cintamu.. maka semudah itu kamu akan berfilosofi.."


Iyah itulah di rasakan kebanyakan orang bukan? termasuk Indah.. dan tidak bisa di pungkiri Author juga merasakannya .. segala yang terjadi pasti memiliki alasan yang pasti. Namun bagaimana cara kita menyikapinya..


Sebuah coretan kata - kata perpisahan tertera di kertas putih, Gadis yang berumur delapan belas tahun ini mendapatkan sebuah pelajaran baru dalam hidupnya, bahwa apa yang ada di dunia tidak bisa di hadapi dengan spekulasi karena semua akan ada konsekuensi.


"Apa kabar ma?....Indah berharap mama baik - baik saja di sana yah ma...


Maafkan Indah yang tidak bisa menemai mama selalu di kala kepergian papa.. tapi yakinlah Tuhan mengambilnya dengan cepat agar papa tidak di repotkan dengan segala urusan yang ada di dunia ini,


Sayangnya.. yang repot sekarang mama...


Ma... Terima kasih untuk satu tahun lebih ini, mungkin bisa dikatakan satu tahun setengah ini Indah mendapatkan keluarga baru, keluarga yang begitu harmonis dan saling sayang menyayangi juga keluarga besar yang selama ini tidak pernah Indah miliki..


Indah begitu mencintai dan menyayangi semua yang ada di rumah itu ma.. terlepas dari perasaan Indah dengan Nio.. Tapi karena keluarga mama lah Indah selama ini dapat bertahan dengan Nio ma..


Sebuah harapan besar terucap di setiap kali kesempatan jika mama bertemu dengan Indah... begitu pulang keluarga Indah, memiliki harapan yang besar atas hubungan Indah dan Nio,


Indah juga semakin yakin jika suatu saat akan menyandang nama belakang Nio ketika Indah mendapatkan kain adat dari leluhur mama.., Apakah mama tau? bagaimana rasanya ketika mendapatkan kain ini ma? rasanya bumi yang berputar ini seakan berhenti sesaat karena bahagianya hati Indah saat itu.


Tapi... takdir berkata lain ma... waktu mengikis segalanya, waktu juga membuat Nio semakin jauh dengan Indah, Indah sudah berusaha untuk memenangkan posisi Indah kembali, tapi.. yang terjadi adalah Indah ikut terseret ombak dan keluar dari jalur yang seharusnya, begitu juga dengan Nio yang semakin tidak tentu arah ma..


Ma.. Indah masih muda ma.. umur Indah masih delapan belas tahun, juga Nio masih dua puluh dua tahun, jalan hidup kami masih sangat panjang, hari esok siapa yang tau kan ma?


Siapa juga yang menyangka hubungan Indah dan Nio akan berakhir seperti ini, dan kedepannya hal yang tidak kita sangkah - sangkah bisa saja terjadi dan menjadi akhir yang bahagia untuk Nio maupun untuk Indah..


Indah meminta maaf atas semua kesalahan Indah selama ini yah ma..., semua bukan hanya salahnya Nio tapi Indah juga bersalah, mama.. lewat surat ini.. Indah bermaksud mengembalikan Kain Adat ini kepada Mama.. agar kelak dapat mama berikan kepada seorang wanita yang Pantas mendampingi Nio,

__ADS_1


Nio juga berhak bahagia dan mengejar mimpi - mimpinya.. biarkan Nio menjalani hidupnya dengan baik ma.., Indah mohon jangan marah - marah lagi ke Nio yah ma.. Sampai kapanpun mama dan keluarga besar mama akan selalu menjadi kenakan yang baik untuk Indah,


sekali lagi maafkan Indah yah ma..


Salam Hormat dari - Indah.. "


Selama menulis surat tersebut ada beberapa tetes air mata yang membasahi yang menodai tinta biru di atas kertas putih tersebut, Setelah siap dengan surat perpisahan tersebut Indah membungkus Kain Adat tersebut dan bersiap untuk mengutus seseorang dari rumahnya mengantarkan kepada Mamanya Nio.


"Ros..., Pace... Aku minta tolong kalian antarkan surat dan bungkusan ini ke rumahnya Nio yah... tolong langsung kasih ke mamanya Nio dan pastikan mamanya Nio terima suratnya ini yah Ros.., Pace kamu tolong antar Ros yah.. bawa motor pelan - pelan saja nggak usa ngebut" Indah meminta tolong dengan sopan,


"Kak... suratnya harus langsung di baca atau bagaimana?" tanya Rose kepada Indah,


"Pastikan saja mamanya Nio terima semuanya sendiri bilang dari Indah, setelah itu kalian pamit pulang aja nggak usah lama - lama di sana okay?"


"Baiklah Kak.. kami pergi dulu..."


Rasa berdebar di rasakan Indah tapi ada rasa kelegaan karena Indah melepaskan semuanya, dan kini lagi - lagi Indah berada di titik sendiri.


Setelah mendengarkan lagu beberapa jam, dan keluar dari kamarnya, Ros membawa rantang makanan yang berisi banyak sekali lauk - pauk juga sayur mayur,


Ros dan Pace menatap Indah dengan perasaan sedih, lalu Ros mengelap air matanya yang tiba - tiba saja terjatuh,


"Kalian kenapa?" tanya Indah heran melihat kedua orang di hadapannya,


"Indah.. tadi kami sudah mengantar bungkusan ke mamanya Nio sesuai dengan apa yang kamu suruh, lalu mamanya Nio buka surat yang kamu kirim, saat kami hendak pamit mamanya Nio suruh kami tunggu disana sampai beliau selesai membaca dan beliau menangis Indah... dia meraung-raung lalu memeluk Rose, setelah semua keadaan tenang mamanya Nio bilang ke kami suruh bawa makanan ini untuk kamu, terus beliau suruh saya sampaikan pesan juga lewat lisan kalau sampai kapanpun beliau akan selalu sayang sama kamu Ndah.., saya sedih lihat bagaimana beliau tadi menangis Indah..." jawab Pace dengan mata berkaca-kaca.


"Iyah Kak.. saya juga ikut menangis saat mamanya kak Nio peluk saya kak.." sambung Rose.


"Iyah uda nggak apa - apa, semua sudah terjadi, aku harus memulai hidup baru lagi kan? aku nggak boleh menyesali apa yang sudah terjadi, yang harus aku lakukan sekarang adalah berubah menjadi sosok Indah yang lebih baik dan berpikir sebelum bertindak" Jawab Indah berusaha terlihat semangat di hadapan kedua orang yang paling dekat dengannya dirumah ini.


"Karena makanan sudah tersedia.. mari kita makan bersama.." kelakar Indah dan segera mengambilkan piring untuk Rose juga Pace, Indah mengajak mereka makan bersama, sambil berbincang-bincang.


"Indah.. rencana mu apa setelah ini?"Tanya Pace,

__ADS_1


"Aku mau fokus kerja sih untuk tahun ini, kuliahku aku pending dulu, nanti aku cuti sekitar satu tahun lah.. biar fokus kerja, aku harus memperbaiki hubunganku dengan papa, sampai sekarang papa masih menghindar kalau ketemu sama Aku pace" jawab Indah,


"Lalu kalau ada laki - laki lagi yang naksir kakak bagaimana?" tanya Rose,


"Kalau ganteng aku nggak mau Ros.. kalau jelek nggak apa - apa lah asal pintar main musik, dan suaranya bagus plus pintar, ahahahahaa!!!" Indah menjawab asal bermaksud untuk mencairkan suasana yang ada,


"Jadi sekarang Kau sudah Jomblo ini Indah?" tanya Pace sambil melahap sate buatan mamanya Nio,


"Iyah dong... kayaknya aku pengen jomblo dulu lah selama setahun ini, yah dilihat nanti soalnya kadang - kadang hati aku ini temporary wkwkwk" Pace hanya geleng - geleng kepala melihat Indah,


"Kenapa kau geleng - geleng begitu?" tanya Indah,


"Kau sedih tapi kau masih bisa bercanda, kau terlalu kepala batu untuk terus sedih Indah, saya senang punya sahabat gila macam kau"


Dan sore itu mereka menghabiskan waktu dengan berbincang satu sama lain...


*


*


*


*


*


Hai teman - teman.. sebenarnya episode ini adalah ending dari Novel Aku Adalah Indah Part #2


dan Kisah selajutnya di kisahkan lagi pada Part#3,


Tapi... berhubung Author harus menggenapi jumlah kata dalam sebulan sebanyak 60rb kata minimal, maka Part#3 awal Episode Aku adalah Indah akan aku gabung di sini,


dan ketika jumlah katanya sudah cukup baru kita buka lembaran baru dengan cover yang baru juga yah... 😁🙏

__ADS_1


Atau jika memungkinkan yang semuanya di gabung di sini saja.. karena di Noveltoon bisa menampung sampai 300 episode, so.. Episode selanjutnya itu masuk Part 3 yah teman teman


__ADS_2