Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 16


__ADS_3

"Malam kak Ayi..., malam tante Tuti.." sapaku kepada kak Ayi dan mamanya, juga beberapa orang di sana,


"Eeehhh... yang datang bawa pacar baru..." goda kak Ayi, "Ayo.. masuk dulu.. langsungan aja.. makanannya di ambil sendiri yah..", aku mengangguk tanda mengerti,


Lalu di sela - sela makan malam itu, aku terbanyang - banyang dengan ancaman dari kak Mathew sebelumnya, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa sebenarnya saat ini kak Mathew sudah kembali ke sini, benar - benar membuatku sungguh tidak tenang.


Kedekatanku dengan Kak Ayi saat itu bagaikan kuku dan daging, kami berbagi rasa bersama dan tidak ada rahasia diantara kami, seketika airmataku entah dari mana datangnya terjatuh di pipiku, dan Nio melihat itu,


"Ada apa Ndah..?" tanya Nio dengan raut khawatir yang berusaha ditutupinya,


"Nggak ada apa - apa, aku ke tempat kak Ayi dulu yah.. kamu ngobrol disini sama yang lainnya, nggak apa - apa kan?" tanyaku hanya sekedar memastikan,


"Iyah nggak apa, uda masuk sana.., temannya Ayi kan juga Teman gengku, aman kok.." jawabnya..


Aku tersenyum, dan meninggalkan Nio berbincang - bincang akrab dengan teman - teman dekat kami, lalu aku masuk ke rumah kak Ayi, dan mendapati kak Ayi sedang duduk melamun, "Kak... ngapain?" tanyaku kepada kak Ayi..


"Ke kamar ngobrol yuukkkk..." jawab kak Ayi sembari menarik tanganku untuk mengikutinya..


"Iyah Ayuk..." lalu kami jalan berdua menuju kamar yang sempat selama hampir satu tahun kami tempati bersama,


"Kakak kenapa?" lagi aku bertanya juga dengan perasaan khawatir, karena Kak Ayi nggak biasa seperti ini, pasti Kak Ayi sedang menyembunyikan sesuatu tapi Aku tidak tau itu apa, dan benar saja.


"Kak Ayi bingung untuk ngomong sama Irfan soal Yogi Ndah..." lalu air matanya terjatuh,


Seketika aku memeluk kak Ayi..., "kak... kita kok di posisi sama - sama galau yah kak hari ini" ucapku terkekeh "Kak... katakan saja apa yang memang terjadi, kalau Irfan sayang sama kakak, dia pasti akan menerima kakak dan Yogi" jawabku panjang lebar penuh kebijaksanaan,


"Iyah... kakak tau itu.. tapi bagaimana cara ngomongnya Ndah..." tanya Kak Ayi..,


"Nah itu yang Indah nggak tau kak..., berdoalah minta petunjuk yang di atas" sahutku,


"Makasi yah Ndah..., minggu depankan ulang tahunnya Mama.., kamu datang lagi sama Nio yah.." kata Kak Ayi..,


"Iyah kak..., kalau aku masih sama Dia yah kak..." jawabku


"Loh kok gitu? minggu depan perasaan baru juga pacaran kok malah ngomong udahan" sahut Kak Ayi kesal,


"Kak.. Indah juga bingung gimana ngomong sama Nio, kalau Indah uda nggak utuh lagi kak..., Indah takut Nio ninggalin Indah kak.." kini giliran aku yang nangis..,


"Loh... bukannya tadi nasehati kakak, nih sekarang semua nasehatmu kakak kembalikan, bicarakan apa adanya, dan bila dia sayang kamu, maka dia akan terima kamu,,kalo bingung jangan lupa minta petunjuk yang di atas" jawab Kak Ayi dan sejenak kami tertawa lepas berdua,


"Makasi yah kak..., kalau Nio nggak mau, berarti minggu depan Indah datang sendirian yah.." jawabku..

__ADS_1


"Iyah... kapan kamu rencananya mau ngomong?" tanya kak Ayi,


"Minggu depan kak.., sebelum kami ke sini, karena minggu depan kan jadwal kencan kami, jadi pasti nanti bakal jalan - jalan dulu baru kesini, lagian kita kesini juga paling sekitar jam sembilan malam kak.., biar nggak terlalu rame" ucapku


"Iyah uda, kalau gitu kakak ngomongnya sama Irfan malam ini aja.. biar mau lihat minggu depan dia bakal datang apa nggak, kalo datang yah Alhamdullilah berarti Irfan mau nerima kakak dan Yogi.. kalau nggak yah apa mau dikata" jawab kak Ayi,


"Semua kita serahkan sama Tuhan aja kak.." sambungku,


"Iyah Dek.., yah uda kita gabung sama mereka yukkk..." ajak kak Ayi..


"Iyah kak.. ayuk kak.." lalu kami berjalan beriringan bersama - sama,


"Hai..., uda nggosipnya bapak - bapak??" goda kak Ayi lalu langsung ditarik Irfan duduk di pangkuan Irfan, melihat itu aku sontak tertunduk malu, dan Nio ternyata mendapati rona merah di wajahku,


"Ayi yang di pangku Irfan kok kamu yang malu Ndah? pengen yah??, sini aku pangku" goda Nio,


Sontak kami semua bingung dengan sikap Nio, biasanya Nio sangat jaga image dan agak dingin, ternyata dia memiliki selera humor juga,


"Aku duduk di samping kamu aja" jawabku sambil duduk mendekat di samping Nio, kami berkelakar lama malam itu, hingga tidak terasa sudah hampir tengah malam,


"Indah kita ke bukit kemarin sebentar mau nggak sebelum pulang" ajak Nio,


"Iyah boleh" jawabku, lalu kamipun bergegas pamit dengan saudara - saudaraku, dan juga tante Tuti,


"Kita nggak lama kan di sana Nio?" tanyaku


"Iyah nggak" jawab Nio,


Baru aja mobilku menyala, tiba - tiba ponselku berdering,


"Nio, kayaknya mama deh.." ucapku,


"Kalau mama, kita langsung pulang aja, jalan - jalannya minggu depan aja yah.." ucap Nio,


"Iyah..., gak apa - apa" jawabku, sambil mengambil ponselku yang berada di tas ransel kecilku, setelah kulihat ternyata yang menelpon adalah Kak Mathew, jantungku berdetak kencang, dan aku yakin wajahku kini sudah pucat karena ketakutan,


"Siapa ndah?" tanya Nio,


Tanpa menjawab, aku memperlihatkan layar ponselku kepada Nio,


"Diangkat" ucap Nio Singkat,

__ADS_1


"Nggak usalah, nggak penting" jawabku,


"Diangkat aja" lagi Nio terdengar datar, tanpa menjawab Nio aku langsung menekan tombol hijau pada ponselku


"Ada apa kak? ini sudah tengah malam kak" sahutku


"Yah kalau sudah tau tengah malam itu pulang, bukan keluyuran" jawab mathew,


"Apa - apaan kak??? kamu ngikuti aku kak??!!!" suaraku terdengar kesal bukan main,


"Indah... kamu tau siapa kakak kan??? apa kamu yakin?, kalau dia tau--"


Belum selesai Kak Mathew bicara, seketika itu juga aku langsung mematikan ponselku, karena aku tau apa yang akan dia katakan,


Aku menahan deru nafas amarahku dan menahan keras air mataku agar tidak terjatuh,


"Apa yang dia katakan?" tanya Nio,


"Seperti biasa selalu penuh dengan ancaman" jawabku


"Ancaman?? dia bicara apa?" tanya Nio,


"Ini uda malam Nio, kita pulang aja yah.. please, minggu depan baru kita ngobrol yah Nio" pintaku bersungguh - sungguh dengan Nio


"Dia ngancam kamu apa?" ternyata permintaanku tidak langsung diiyakan oleh Nio, malah Nio kembali bertanya apa yang yang di katakan Mathew,


Baru saja aku mau berbicara, lagi - lagi suara HPku berbunyi, dan tertulis jelas di layar ponselku bahwa penelponnya adalah orang yang sama, Aku melihat wajah merah padam di wajah Nio, aku yakin Nio sedang menahan emosinya,


Tanpa mengangkat ponselku, aku langsung menonaktifkan ponselku, "Kita pulang yah Nio" ucapku,


"Iyah" jawab Nio


*


*


*


*


*

__ADS_1


bersambung


__ADS_2