Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
episode 22


__ADS_3

"Nio.., maafkan aku.. aku sudah tidak perawan lagi.., sekarang semua itu tergantung dirimu Nio.., aku tau.. aku tidak pantas sama kamu.., kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari pada aku" ucapku panjang lebar mengatasi rasa gugupku yang tidak tertahankan,


Nio terdiam sesaat, mulutku pun terkunci rapat, tidak dapat berkata - kata lagi.. dan hanya deru ombak juga detak jantungku serta detak jantungnya yang terdengar di gendang telingaku,


"Aku sudah menduga bahwa kemungkinan besar ini menjadi topik pembicaraan kita.." ucap Nio,


Aku masih tertunduk malu, tanpa berkata - kata apapun, sampai Tangan Nio menarik kepalaku untuk bersandar di dadanya dan Nio mencium dalam Dahiku "Jangan tinggalkan aku, aku sayang sama kamu Ndah.." suara itu sungguh lembut dan membuat dadaku ngilu, jantungku serasa di remas dengan kuat sampai membuat aku kesulitan bernafas, air mataku jatuh karena rasa bahagia, dia tidak merasa jijik denganku, dia masih mengatakan sayang bahkan meminta agar aku tidak meninggalkan dia..


"Apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan aku Indah.." lagi ucapnya,


"Aku berjanji, dan jangan pernah tinggalkan aku juga.." lirihku


"Iyah.. itu tidak akan terjadi.." ucapnya


Perasaanku haru dan bahagia bercampur aduk menjadi satu, tidak ada ciuman panas malam itu, hanya ada kecupan mesra di dahi, dan belaian lembut di rambutku, aku merasa sangat di sayangi oleh Nio saat itu. Hampir lebih dari setengah jam kami menghabiskan waktu berdua, "Apakah kamu ingin tau bagaimana kejadiannya Nio?" tanyaku memecahkan keheningan diantara kami, aku tidak ingin berpikir bahwa aku memberikannya dengan sukarela atau atas dasar mau sama mau.. karena pada kenyataannya semuanya di renggut dengan begitu kejam oleh Mathew.


"Ayo kita ke rumahnya Ayi..., biarlah itu menjadi masa lalumu yang aku tidak perlu tau" ucap Nio, langsung mengunci mulutku, ada perasaan tidak pas di hatiku karena Nio memilih untuk tidak ingin tau sama sekali apapun yang terjadi dulu antara aku dengan Mathew.


"Yah uda.. ayo kita pergi.." sahutku, sebelum aku membenarkan dudukanku di mobil, lagi Nio kembali mengecup dahiku begitu dalam, dan mengecup singkat bibirku, aku tersenyum mendapatkan perlakuan manis seperti ini, lalu kami melanjutkan perjalanan kami,


Sesampainya di rumah Kak Ayi, aku langsung berhamburan memeluk Kak Ayi dengan erat, "Aku sudah mengatakan pada Irfan.." bisik kak Ayi...,


"Aku juga sudah mengatakan sama Nio kak.." bisikku, lalu kak ayi melihat wajahku, tanpa perlu kujelaskan pun kak Ayi sudah tau jawabannya, begitu pula denganku,


"Kita jalani semuanya dengan baik yah Ndah.." ucap kak Ayi...,


"Iyah kak.. semoga Nio bisa menjadi jodohku, aku sungguh lelah harus memulai proses seperti ini dari awal lagi dengan yang lain kak..." lirihku..


"Hidup, Mati, Rejeki, dan Jodoh semua sudah ada yang mengatur, kita hanya berusaha dan menjalankannya saja" ucap Kak Ayi...,


"Iyah kak.., andai aku bisa memohon kepada Tuhan dan langsung di kabulkan" lirihku dengan air mata yang sudah menggantung di pelupuk mataku,


"Jangan pernah berhenti memohon kepada Tuhan Indah.., yukk kita ke mama Tuty, kamu harus cium dia yang lama" ucap kak Ayi sambil terkekeh,


"Oh Iyah.. aku lupa sama yang lagi ulang tahun hahahahaa..." ucapku, lalu aku memanggil Nio, dan mengajaknya bertemu dengan Tante Tuty, mengenalkannya kepada beberapa keluarga besarku, disana ada salah satu sepupuku yang merasa sangat tidak nyaman dengan kehadiran kami, sebut saja dia Putri, Iyah.. Putri ada di sana merasa sangat tidak nyaman, bahkan salah satu Om ku juga melihat Nio dengan tidak nyaman,


'Ada apa ini sebenarnya??' gumanku dalam hati, tapi melihat tampang Nio dia cukup tenang dan biasa saja, seperti tidak ada sesuatu yang mengganjal,

__ADS_1


Ada juga kak Paty dan kak Jack di sana, setelah acara perkenalan ramah tamah dengan keluargaku, aku mendekatkan diri kepada Kak Jack, Kak Paty, Irfan, Kak Ayi dan beberapa teman lainnya,


"Kak Pat..., ngambil sirup barengan yuukk..." ajakku,


"Ayok.. barengan" sahut kak Ayi dan Kak Pat dengan senang hati jalan bersama - sama, kami bertiga berjalan lewat pintu belakang menuju ruang tengah,


"Kakak tau.. kenapa kamu ngajak kakak ambil Sirup.." ucap Kak Pat menahan senyumnya,


"Apakah benar yang aku pikirkan?" tanyaku dengan Kak Path, dan sesekali melihat wajah kak Ayi..


"Iyah..., Dia memang naksir sama Nio, mungkin sampai sekarang" sahut kak Path,


"Apakah mereka pernah pacaran?" tanyaku,


"Tanyakan saja sendiri sama Nio sana.." jawab Kak Path Ambigu,


"Ah..Kak Path.. selalu gitu..buat Indah setress" omelku,


"Sudahlah Ndah.. yang penting yang sekarang bukan yang dulu" kak Ayi seolah mengingatkan aku, aku berpikir sejenak dan akhirnya setuju dengan apa yang kak Ayi katakan,


"Terima kasih kak..sudah ingetin Indah.." ucapku,


kami berjalan beriringan dan memberikan es sirup kepada para lelaki yang dari tadi berkelakar di halaman samping rumah kak Ayi,


"Eh Indah.. di belakang ada brownies dan lumpia, kamu ambil gih..." perintah kak Ayi..,


"Sama - sama kak..."ajakku,


"Pergilah sendiri Ndah.., kamu nggak lihat aku lagi sayang sayangan sama Ayi..." ejek Irfan sambil terkekeh melihat wajahku yang memerah,


"Ah kalian ini.., bikin orang malu aja" celetukku, mereka tertawa bahkan Nio ikut tertawa, jelas sungguh lucu bila dipikir, Kak ayi dan Irfan yang lagi bermesraan kenapa aku yang malu,


"Mau aku temani?" tanya Nio,


"Nggak usah..tunggu yah... aku ambil dulu kuenya" ucapku sambil berlalu dari gerombolan kami, dan benar saja sesampai di dapur aku melihat kak Ayi sudah mempersiapkan Brownies dan lumpia di dua piring yang berbeda,


Ketika aku berbalik ingin membawa kedua piring itu, Putri sudah ada di belakangku seperti hantu yang tiba - tiba muncul,

__ADS_1


"Yah Tuhanku!" spontan aku sungguh kaget,


"Hai Putri.." sapaku,


"Apakah kalian sudah lama pacaran?" tanya Putri padaku to the point,


Aku hanya menanggapinya dengan senyuman, "Belum lama Putri.., baru sebulanan" jawabku,


"Kalau kami dulu hanya bertahan selama tiga bulan, apakah kalian akan bertahan selama itu? atau bahkan tidak sampai tiga bulan?" ucapnya sinis,


"Maafkan.. aku bahkan tidak tau kalian pernah saling mengenal" jawabku tetap ramah,


"Kirimkan salam manisku untuk Nio" ucapnya datar dan dingin dengan ekspresi membenciku, lalu berlalu meninggalkanku.


"Yang lalu biarlah menjadi masa lalunya, aku tidak boleh mempermasalahkannya" gumanku pada diriku sendiri,


Lalu aku membawa kedua piring itu kedepan dan memberikan kepada semua orang di sana,


"Kok lama?" tanya kak Ayi,


"Aku di cegat hansip tadi" ucapku sambil main mata, tentu saja kak Ayi dan ka Path tau maksudku, mereka hanya tersenyum,


"Gak usa di ambil hati" ucap kak Ayi singkat,


"Aman!!" jawabku


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


bersambung


__ADS_2