Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 65


__ADS_3

Hari ini adalah kali kedua Nio bertemu dengan Dhino dalam suatu ruangan yang sama, ketika semua masalah penyebaran berita bohong telah hampir selesai, tampaknya sebuah masalah baru akan kembali terjadi.


Nio menatap Dhino dengan seksama ketika terjadi percakapan antara Dhino dengan mamanya Indah, tatapan tidak suka jelas terlihat dari sorot mata Nio.


"Nggak apa-apa tante.. tidak ada.." Jawab Dhino sambil tersenyum dan menundukkan wajahnya berusaha untuk menutupi memar pada bagian pipinya.


"Pipinya memar kena ayunan helm balapnya si Abdul ma.." Ucap Indah datar dan dingin memberitahu kepada mama secara spontan, tanpa memikirkan jika di ruangan itu juga ada Nio.


Sontak saja terlihat Nio mengangkat wajahnya dan menatap lekat Dhino dengan seksama,


"Terima kasih yah... sudah jadi sahabat yang baik untuk Indah" lantas Nio mendekat kepada Dhino lalu memberikan telapak tangannya untuk bersalaman,


Nita terlihat sedikit menahan nafas, begitu juga dengan Pace, sedangkan Indah sudah pusing melihat Dhino yang juga langsung menjabat tangan Nio dengan berani, "Iyah sama - sama" jawab Dhino.


"Baiklah mungkin saat ini Indah butuh istirahat kan tante? teman - temannya bisa datang lagi ketika Indah sudah stabil kondisinya, sampai sekarang matanya Indah bahkan masih terlihat sembab, kamu harus istirahat, dan membiarkan polisi untuk mengurus semuanya yah..." ucapan Nio membuat ke tiga orang di hadapannya melongo bingung, termasuk mama dan tentu saja Indah,


'Apakah barusan Nio sedang mengusir Dhino, Nita dan Ami?' tanya Indah dalam hati kepada dirinya sendiri.


"Iyah benar..., terima kasih banyak yah atas bantuannya, Dhino.. Nita dan Ami, kalian bisa datang lagi besok jika Indah sudah selesai beristirahat, sekarang kalian juga harus istirahat, terlebih Dhino .. apa perlu tante telpon orang tua kamu agar memar di wajahmu di periksa ke dokter Dhin?" tanya mama kepada Dhino, sembari mengamini perkataan Nio.


"Tidak perlu tante .. terima kasih banyak, benar.. Indah harus istirahat, nanti kita bisa ke sini lagi besok yah gaess" sahut Dhino tersenyum sambil memberikan kode kepada Ami untuk ikut pamit.


Setelah semuanya pulang, Indah berjalan gontai ke kamarnya, dan merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur, sedangkan Nio masih duduk di depan ngobrol - ngobrol dengan mamanya Indah.

__ADS_1


Baru saja hampir terlelap, tiba- tiba sebuah ketukan pintu kamar berbunyi,


"Masuk" sahut Indah masih dengan memejamkan matanya,


Suara langkah terdengar mendekat dan tempat tidur Indah terasa bergerak tanda ada seseorang yang duduk di sana, dari aroma tubuhnya Indah tau siapa yang datang.


"Apakah kamu baik - baik saja?" tanya Nio sambil mengelus - elus rambut Indah,


"Hmmm...." jawan Indah,


"Kenapa nggk pernah cerita ke aku?" suara Nio terdengar lirih di telinga Indah, sampai membuat mata Indah mengerjap berusaha melihat wajah Nio, terlihat wajah itu menatap Indah penuh penyesalan.


"Karna... ka.. kamu... tidak pernah ada untukku di saat aku membutuhkan mu.." jawab Indah terbata - bata dan segera memalingkan wajahnya karena merasa ada air mata yang telah terjatuh.


"Aku akui... aku memang terlihat acuh... tapi jika ada masalah begini aku tidak akan tinggal diam Indah... apa kamu lupa dengan kejadian Stan?" tanya Nio mengingatkan kembali kejadian tahun lalu saat ospek, Indah di ganggu oleh Stan dan terjadi keributan di kampus karena Nio tidak terima Indah di ganggu.


"Aku... tidak kuat melihat bagaimana Dhino temanmu itu membela mu dan menatap mu seperti saat aku menatapmu dulu... Aku tidak tau apapun hubungan kalian, ku minta berhentilah sampai disini dengannya Indah" Suara Nio terdengar bergetar seakan menahan sesaknya dada berulang - ulang kali menarik nafasnya.


"Apa maksud kamu?" Indah terkejut dengan pernyataan Nio,


"Aku minta kamu menjaga jarak dan tidak usah terlalu akrab dengan Dhino itu Indah... seorang laki - laki tidak akan pernah bisa bersahabat dengan seorang perempuan tanpa ada apapun yang terjadi di antara mereka, itu maksudku" jawab Nio menatap Indah dengan seksama,


Indah mendengarkan Nio dengan seksama dan berpikir beberapa saat untuk melontarkan sebuah pembelaan diri juga mempertahankan sesuatu yang kini tidak lagi Ia berikan kepada Nio,

__ADS_1


"Sama seperti persahabatan mu dengan Risa, lalu siapa itu Tanti atau Tinta anaknya pemilik sanggar, lalu dengan perempuan - perempuan lainnya?? apakah Kamu sedang membicarakan dirimu sendiri Nio?" suara Indah terdengar sarkas.


"Apa itu maksudmu hah?! tolong jawab aku, bahkan aku tidak segan membawa Dhino bertemu denganmu sebanyak dua kali, dan tidak sekalipun kamu membawa Risa di hadapanku, apakah kamu tau yang membuat aku mencari pelampiasan bersama sahabat - sahabatku??? apakah kamu tau?? oh .. aku rasa kamu tidak tau bagaimana rasanya ketika keponakanmu berkata jika Risa datang ke rumahmu memberikan kamu baju Pink dan mengaku ngaku bahwa dia adalah pacar kamu kepada Paula!! kamu tidak tau bagaimana hancurnya hatiku kan???? apakah kamu tau bagaimana rasanya aku tidak berharga ketika kamu memanggil ku untuk bercinta dan lantas ketika kamu puas kamu sibuk dengan ponselmu, bahkan kita berkelahi dan kamu membiarkan aku pulang sendiri! Apakah kamu tau bagaimana rasanya?? Lalu sekarang kamu meminta aku untuk menjaga jarak dengan sahabatku, dan jika Iyah aku ada apa - apa dengan Dhino itu semua karena kamu Nio, bukan karena aku!" sampai terengah-engah Indah menahan gejolak di dadanya,


Terlihat bagaimana Nio menahan amarahnya, wajahnya berubah warna menjadi merah dan dadanya kembang kempis, kertak gigi terdengar, dengan mata yang berkaca - kaca kembali Nio bersuara "Jadi benar kamu ada apa - apa dengan laki - laki itu??? Makanya sampai - sampai kamu peluk dia di depan semua orang, di tempat umum!!!! IYAH??!!! HAH?!!! JAWAB!! di depan teman - temanku Bahkan dia mencium puncak kepalamu dan menenangkan mu seolah dia adalah pahlawan baru kamu!!! APA KAMU TIDAK MIKIR BAHWA SEBAGIAN BESAR TEMAN - TEMANKU TAU KAMU ADALAH KEKASIHKU?!!! dia sudah mengambil posisiku begitu cepat!!!! ****!!!" Teriak Nio tidak tahan mendengar segala pembelaan dari Indah,


"Apakah benar kamu ada apa - apa dengan Dia?!!! CEPAT KATAKAN INDAH!!!" Nio terlihat gusar dan tidak tahan lagi, Indah yang merasa di bentak juga langsung terlonjak kaget, bahkan sangat kaget ketika mendengar Nio mengetahui semua kejadian yang terjadi hari ini di trotoar kampus, tetapi Indah tetap mengatur nafas dan berlogika agar tidak kalah argumen dengan Nio, 'ini adalah sebuah momentum yang di berikan alam untuk ku' batin Indah,


"Kamu tidak usah bentak - bentak aku, aku tidak tuli, aku akan menjawab pertanyaan kamu, tapi kamu belum menjawab pertanyaan ku!, Ada apa antara kamu dan Risa? tolong jawab dulu pertanyaan itu Nio..." Indah bertanya serius kepada Nio,


*


*


*


*


*


Yukkk Cusss langsung ke episode selanjutnya yah .. hari ini tgl 10 Desember 2022 Author bakal Update double buat kalian


😁

__ADS_1


Follow akun IG Author dong... lisbet.lee


jangan lupa like n coment yah guys 🥰


__ADS_2