
Sebuah pernyataan cinta telah terucap di bibir Nio lewat pembicaraan by telepon seluler, Indah merasa canggung sekaligus berusaha untuk bisa move on dari kehidupan lamanya, dari kesakitan lamanya yang di torehkan begitu mendalam oleh Mathew.
Perasaan gundah gulana selalu hinggap ketika Indah ingin memejamkan matanya, setiap malam selalu seperti ini, saat ini
Air mata Indah lagi - lagi tak tertahankan, Indah menangis hingga tertidur dan berharap agar segera pulih dari rasa sakit yang tak kunjung sembuh.
----------------Alarm nya berbunyi tepat pukul 07:00--------------
Malasnya Indah pagi ini.., Indah berpikir sejenak menikmati satu lagu lagi dari Norah Jones akan membangkitkan suasana hatinya, Terputar sebuah lagu..."You Ruined Me",
Hhhmmm... bukankah ini lagu berdarah - darah..., bagaimana mungkin Indah bisa bangun dari tempat tidurnya jika lagu patah hati yang selalu saja didengarkannya,
Dengan malas Indah mengambil ponselnya dan melihat ada beberapa pesan singkat, beberapa pesan dari teman - temannya menjadi salah satu perhatiannya, "Okay.. aku akan kesana jam sembilan pagi, tunggu yah.." balas Indah...
Benar saja Indah butuh Hang Out bersama mereka, bergegas Indah memakai baju casual ternyaman, bedak minimalis juga lips gloss, rasanya Indah sudah selesai mempersiapkan dirinya dan berangkat ke kampus, sesampainya di depan kampus, Indah melihat bahwa pengumuman penerimaan mahasiswa ternyata sudah diumumkan, Indah melihat daftar nama penerimaan mahasiswa dimulai dari nomor terakhir,
Daftar Ekonomi Manajemen, yang diterima ada delapan puluh orang, mulai nomor urut ke delapan puluh hingga ke dua puluh sembilan namanya tidak tertera, perasaan kecewa tidak ada, lebih ke malu saja, bagaimana mungkin Indah yang sudah sempat lulus ujian Psikotes dan akademik di nyatakan lulus fakultas kedokteran malah namanya tidak tercantum di papan pengumuman penerimaan mahasiswa Fakultas Ekonomi, dengan segera Indah mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan singkat ke nomor ponsel mama "Ma.. Indah nggak keterima" dan menekan tombol send.
Tidak mau larut dalam keterpurukkan rasa malu Indah pergi bersama teman - temannya bercengkrama dan tertawa bersama, rasanya bagaikan oksigen baru ketika Indah bisa menghabiskan waktu bersama dengan mereka,
Tiba - tiba ponselnya Indah kembali berbunyi dan terdengar mama juga kak Ayi berbicara bersama - sama "Kamu keterima dodol!!!" Kata mama,
"Nggak ma.., tadi Indah sdh lihat gak ada namanya Indah,"
"Sini cepetan!!!"
"Emang mama ada dimana?" tanya Indah heran sambil tolah - toleh ke kanan dan ke kiri,
"Mama di depan papan pengumuman sekarang sama kak Ayi.."
"What???!!! waduhhh..., okok, indah jalan ke sana sekarang" balas Indah segera,
"Mau kemana Ndah?" Tanya teman si Erni,
__ADS_1
"Mamaku datang ke kampus Er..., aku ke aula dulu yah.., katanya aku keterima, perasaan tadi aku gak lihat ada namaku di papan pengumuman" ucap Indah penuh keheranan,
Seketika, semua teman - temanku tertawa terbahak - bahak, dan itu sangat membuat Indah malu dan kesal, tapi tidak mau berlama - lama, Indah langsung berlari menuju ke Aula, dan jelas saja terlihat mama dan Kak Ayi berdiri bersama,
"Ma.., ngapain ke sini.., ayo pulang..., nanti Indah ikut tes gelombang ke dua lagi ma.., yukk ma.. jangan bikin malu Indah disini ma.." pintanya kepada sang mama,
Dan seketika itu juga Kak Ayi mengetok puncak kepala Indah "Eh Cipruutt, tuh lihat namamu ada di nomor urut dua, matamu kamu taruh di ketiak yah??" Omel Kak Ayi sambil terkekeh, begitu juga dengan mamanya Indah yang tertawa melihat bentukan wajah anaknya,
"Emang yang kamu lihat papan pengumuman yang mana?" tanya mama,
"Yang sebelah ma.., ini kan urutan dua puluh besar nilai hasil test..," jawab Indah seraya tidak percaya,
"Iyah... ini memang dua puluh besar, dan kamu urutan ke dua dari semua orang yang ikut test di Fakultas Ekonomi manajemen Cipruutt" Ucap Kak Ayi..,
"Apa sih kak.., nama bagus bagus Indah juga di panggil nama gituan, yah uda Syukurlah.." ada sedikit rasa lega, dan Indah bersyukur karena tidak perlu ikut test ujian akademis lagi, lalu Indah kembali melenggang berjalan kearah rumah makan di mana semua teman - temannya berkumpul, tentu saja bersama kak Ayi dan Mama,
Sesampai di tempat, semua teman - temannya Indah memberikan selamat kepadanya karena masuk tiga besar nilai tertinggi, itu artinya Indah akan mendapatkan prioritas beasiswa saat semester ke tiga, jika Indah dapat mempertahankan nilai IPK nya selama kuliah dua semester pertama,
POV Indah
"Kita sudah pada tau Indah.. kalau kamu urutan ke dua, tapi kan kamu sendiri yang bilang gak lulus, kita diam aja dan menikmati wajah oon mu tadi" semuanya berkelakar tak karuan, Namun tiba - tiba mereka semua hening seketika, sedangkan mama dan Kak Ayi saat itu sedang ke meja kasir untuk memesan makanan yang akan di makan,
"Ndah... ada cover boy baru masuk... itu dibelakangmu.." bisik Olin,
Aku menoleh dan melihat kebelakang, dan ternyata itu adalah Nio, lalu Nio melihatku sambil tersenyum simpul tanpa menegur, aku pun hanya tersenyum melihatnya, dan kulihat Nio duduk bersama Kak Jack, beserta beberapa temannya, boleh di katakan gang para pria tampan, Kak Jack adalah kekasih dari sepupuku yang tinggal di Bandung.
Mereka berdua bersahabat, aku sedikit canggung dan berpikir "bukankah dia sekarang adalah kekasihku??? dan dia hanya tersenyum tanpa menegurku atau mendatangiku???? hhmmm...situasi yang sangat tidak biasa" gumanku,
"Addduuuhhh Tuuhaaann tolong akuuu," pekik Olin,
"Kenapa Lin?" tanyaku,
"Indaahh... Dia senyum sama kamu Indaahh..., aku mau pingsan Indaahh... nggk kuat lihatnya" ucap Olin seperti cacing kepanasan,
__ADS_1
Dan aku pun melihat pemandangan yang tidak biasa, ku Lihat kak Jack menegur mama dan Kak Ayi, begitu juga dengan Nio, dan mereka bersalaman dengan sopannya, dan semua teman - temanku tertegun pula melihat pemandangan itu,
"Indah... Itu Nio salaman sama mama kamu, apa kalian saling kenal?" tanya Putri,
Belum sempat aku menjawab pertanyaannya tiba - tiba kak Ayi memanggilku,
"Guyss..., sori yah.. aku ke kakakku dulu..," jawabku sambil meninggalkan gerombolan teman - teman wanitaku,
"Hi..Indah.." tegur Richie, salah satu teman Nio dan Kak jack, dengan ramah,
"Hi Richie" sahutku,
Namun tidak dengan Nio, Nio berlagak hanya mengenalku sebatas tau saja, aku sedikit heran, tanpa mau memperpanjang situasi yang tidak jelas ini, aku pun berpamitan "Ma.., kalo masih lama, Indah balik duluan yah.., Indah ada janjian sama sahabat Indah" pamitku,
"Iyah uda nanti mama balik sama Kak Ayi.."
jawab mama, "Eh.. pulang jam berapa??" tanya mama menghentikan langkahku,
"Malam ma.." jawabku tanpa melirik ke Nio, karena aku masih ingat jika aku ada janji dengannya,
"Jangan terlalu malam" sambung mama...
Tanpa menjawab aku hanya tersenyum dan menegur semua yang duduk di meja makan itu,
*
*
*
*
*
__ADS_1
bersambung