Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.11 – SATU BULAN SAJA


__ADS_3

Keakraban yang terjalin antara Roni, Vano dan Indah terasa semakin hangat dengan seringnya mereka bertemu, bercanda, dan saling menceritakan latar belakang mereka satu sama lain, Vano yang semakin hari dekat dengan Indah juga mulai berani untuk menunjukkan perasaannya.


"Apa yang ku sampaikan dari hati pasti akan sampai ke hatinya juga .. jadi suatu saat kamu pasti tau siapa dia" Vano menjawab Indah dengan senyuman yang teduh.


"Aku tau siapa Dia..." sahut Roni..


"Siapa??" tanya Indah,


Vano langsung melotot kepada Roni, dan Roni yang tidak kuat menahan tawanya langsung berdiri dan hendak berlari sambil berteriak "Itu kamu Indah Ahahahaah!!! itu kamu ahahahahah!!!" teriak Roni dan Vano menundukkan kepalanya dengan wajah memerah serta menggelengkan kepalanya karena malu.


Indah terbahak mendengar Roni yang dengan sengaja menggoda Vano, namun Indah tidak menanggapi perkataan Roni dengan serius, sampai akhirnya mereka hanya saling menggoda hingga perut mereka tak sanggup lagi menampung makanan makanan yang ada, dan keakraban yang terjalin kini lebih jauh lagi satu atau dua atau bahkan tiga langkah kedepan.


Semenjak kejadian malam itu, setiap hari ada saja acara acara pribadi yang mereka jadwalkan satu sama lain, setiap hari bertemu, dan Indah merasa semakin nyaman apalagi setiap jam kantor selesai mereka selalu saja melakukan sesi nongkrong bersama.


Indah yang sangat mencintai musik tentu saja semakin merasa nyaman dekat dengan Vano yang sangat piawai bermain gitar dan keyboard bahkan Vano juga memainkan bongo alat musik pukul yang biasa di pakai untuk aransemen musik unplugged.


Entahlah Indah juga seolah sangat menghayati setiap petikan gitar yang di mainkan oleh Vano, dan rasanya semua itu tanpa di sadarinya menjadi sebuah kebiasaan yang seolah wajib di lakukan setiap harinya.


Suatu ketika selama berbulan-bulan kebiasaan yang mereka lakukan berubah karena banyaknya kegiatan di kantor dan event - event yang di laksanakan membuat Indah merasa sangat jenuh karena jadi jarang ketemu sama Vano.


Dengan berbagai cara Indah mengatur agar Vano dan Roni bisa selalu masuk dalam kelompoknya pada saat melakukan event - event workshop di berbagai sekolahan, walaupun semua itu dapat terlaksana sesuai dengan keinginan Indah namun tetap saja, keinginan untuk lebih sering bersama tanpa di sadari sudah menguasai pikiran dan hati Indah.


Sampai tibalah saatnya dimana Vano sudah tidak dapat lagi membendung rasa yang begitu dalam di hatinya selama berbulan-bulan lamanya,


"Indah... apakah kita bisa ngobrol habis ini?" tanya Vano kepada Indah,


"Tentu saja" keinginan Vano ditanggapi dengan semangat oleh Indah yang masih belum tau apa yang akan di bicarakan oleh Vano.

__ADS_1


"Malam ini ternyata cerah dengan banyak bintang - bintang di langit, aku kira hujan loh Indah..." ucap Vano memulai pembicaraan mereka,


"Iyah malam ini cerah yah..., kamu mau ngomong apa? Oh... aku tau... kamu mau ngomong soal event di kota baru Van? Tenang saja.. aku sudah masukkan kamu sebagai pemain musiknya, dan kamu bebas memilih siapa saja untuk mengisi acaranya, semua anggaran sudah aku siapkan kok" lanjut Indah,


"Bukan Indah... bukan itu..."


"Oh.. bukan yah? padahal aku mau bilang, kalau aku pengen isi acara, satu lagu aja... yang judulnya lilin kecil, hehehe... aku pengen banget kamu iringi aku nyanyi pakai piano Van" ucap Indah,


"Iyah nanti aku masukkan ke dalam rundown acara yah..., Indah..."


"Iyah?" sahut Indah langsung menoleh kepada Vano,


"Aku mau ngomong, tapi jangan di potong yah .. di dengar aja dulu" ucap Vano,


"Iyah... ada apa?" tanya Indah,


"Katanya mau ngomong kok malah nanya? hahahaha!! maaf maaf.... kita uda kenal selama tujuh bulan?" jawab Indah sambil berpikir,


"Tujuh bulan lebih tujuh hari..., Hmmmmm... lumayan yah..."


"Iyah lumayan" sahut Indah...


"Kalau aku katakan aku jatuh cinta sejak pandangan pertama apakah kamu akan menolak aku Indah?" Tanya Vano bersungguh-sungguh,


"Stoop lah... jangan bercanda, Kamu dan Roni selalu saja suka bercanda" Indah terbahak mendengar ucapan Vano,


"Aku... Aku serius Indah... Aku tidak sedang bercanda, Aku benar - benar jatuh hati sama kamu, dan semakin hari... semakin dalam.. sejak kita sering bertemu rasanya semakin aku tidak bisa lagi memendam perasaan ini Indah..." sambil berdiri Vano mengusap wajahnya frustasi.

__ADS_1


Indah yang mendengar ucapan Vano hanya terdiam, dan tidak tau mau bicara apa, hatinya tidak merasa ada getaran apapun seperti yang di rasa saat Ryan menyatakan cintanya, atau seperti saat bersama Dhino, walaupun saat itu Dhino hanya kekasih simpanan Indah namun Indah merasa ada getaran getaran itu..., tapi saat Vano menyatakan cintanya tidak ada sedikitpun rasa di hatinya.


Indah merasa tidak enak hati, sejenak di tatapnya Vano sambil menghembuskan nafasnya dengan berat,


"Aku mohon pikirkanlah Indah... atau rasakanlah apakah ada sesuatu di hatimu seperti yang aku rasakan saat ini?" tanya Vano dengan wajah yang khawatir jika sudah salah waktu dan kondisi saat mengungkapkan perasaannya kepada Indah.


"Aku..., Aku... tidak merasakan apa-apa saat ini, maafkan aku... aku tidak dapat membalas perasaan kamu Van..." lirih Indah,


Vano terlihat menggelengkan kepalanya tanda malu dan frustasi dengan jawaban Indah, tapi kembali lagi Vano berbesar hati, Ia memegang kedua tangan Indah, "Kumohon bukalah hatimu, ijinkan aku memberikan yang terbaik untukmu cukup selama satu bulan saja, jika kamu memang tidak merasakan apapun dan tidak dapat membalas perasaanku maka aku tidak akan menggangu kamu lagi Indah..."


Indah terhenyak mendengar penuturan Vano, satu bulan? kenapa hanya satu bulan? dan Dia tidak akan menggangguku lagi? apa - apaan ini, apa maksudnya tidak akan menggangu lagi? Indah bermonolog dengan dirinya sendiri,


"Apa maksudnya kamu tidak akan menggangu aku lagi? bukankah selama ini kita adalah sahabat Vano? kenapa persahabatan kita harus di kotori dengan perasaan - perasaan seperti ini, bukankah lebih baik kita seperti ini Vano? Aku tidak mau... Aku maunya kita seperti ini saja... dan tidak ada satu bulan atau dua bulan atau apapun, selama ini juga aku tidak merasa jika kamu mengganggu ku, lantas kenapa kamu bisa - bisa bilang tidak akan menggangguku?" Indah juga sudah kesal mendengar ucapan Vano,


"Berarti kamu menyiksa aku Indah..., aku sudah cukup menahan perasaan ku selama ini Indah... kumohon mengertilah, jika selama sebulan ini semua yang aku lakukan untukmu tidak ada artinya apapun aku akan pergi dari kehidupan mu Indah., Aku hanya minta waktu satu bulan saja... agar kamu mau membuka hatimu... kumohon..." Pinta Vano dengan sungguh.


"Satu Bulan..." Indah berguman gamang sambil menatap Vano.


---***---


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee

__ADS_1


__ADS_2