
Konseling yang di lakukan oleh Indah ternyata membawanya pada sebuah janji untuk nonton konser bersama dengan Vano, walaupun sejujurnya saat itu Indah ingin kembali merasakan kembali “Me Time” dengan pergi ke konser sendirian, namun tawaran menggiurkan dari Vano untuk bertemu idolanya Indah sejak jam sekolah dulu menjadi sebuah alasan yang masuk di akal untuk membatalkan ritual yang sudah lama tidak dilakukannya.
Bukan hanya janji nonton bareng, tapi ternyata selama seminggu ini hampir setiap hari Vano selalu saja ada alasan untuk datang ke Kantor Yayasan, dan memang selama seminggu ini Indah juga memiliki janji dengan teman – temannya di Yayasan untuk merekap proposal dan bahan untuk workshop yang akan di adakan di sekolah – sekolah tentang penyuluhan yang akan di laksanakan pada tanggal satu desember yang merupakan hari AIDS sedunia.
Seperti hari ini, Vano datang ke kantor untuk mengambil hasil pemeriksaan darahnya yang seharusnya dapat di ambil kemarin tapi Vano memilih hari ini untuk mengambil, dan meminta Indah untuk memberikannya sendiri, padahal untuk secara prosedural hasil akan di berikan oleh konselor secara langsung apabila hasil dari pasien adalah positif, namun jika hasilnya negatif dan hanya merupakan syarat untuk lamaran pekerjaan maka bisa di wakilkan atau di ambil langsung kepada Bidan yang memeriksanya atau di bagian administrasi yang selalu ada di bilik kerjanya.
Namun karena keinginannya untuk bertemu langsung dengan Indah maka Vano memilih untuk menunggu saja saat Indah ada di kantor tersebut,
“Hai..?” tegur Indah kepada Vano yang sudah masuk ke kantornya,
“Hai.., aku mau ambil hasil test darahku..” ucap Vano sambil memasuki dan duduk di ruangan kantor Indah.
“Loh.., kemarin belum di ambil toh?” Tanya Indah lalu menelpon bagian administrasi untuk mengantarkan hasil test tersebut ke kantornya,
“Iyah.., kalau ambil sendiri nanti nggak ketemu kamu kan Ndah..” goda Vano,
“Oh.., mau ketemu aku? Yah udah ini hasilnya negatif yah.., sama ada surat referensi juga untuk perusahaan tempat kamu melamar pekerjaan, semoga berhasil dan di terima yah Van” jawab Indah sembari memberikan hasil tersebut,'
Dan keesokkan harinya, saat ada rapat bersama lagi – lagi Vano datang ke kantor Yayasan tersebut dengan mendaftarkan dirinya sebagai seorang Relawan, yah tentu saja semua itu di urus oleh salah satu organisasi yang bernaung di bawah ijin Yayasan tempat Indah menghabiskan waktunya sebagai seorang konselor, dimana hasil dari pekerjaannya selama di Yayasan tersebut kembali di sumbangkan ke Yayasan untuk pendistribusian obat – obat gratis kepada orang – orang yang membutuhkan, jadi bisa di katakan selama di Yayasan tersebut Indah menyumbangkan tenaga dan pemikirannya secara gratis tanpa ada pemikiran untuk mengambil keuntungan sedikitpun.
Setelah Vano menjadi salah satu relawan jelass saja Vano akan semakin terlibat dalam setiap kegiatan yang di kerjakan di Yayasan tersebut, setelah menjadi relawan pada hari itu, keesokkan harinya lagi – lagi Vano datang untuk ikut membantu membuat panggung workshop yang konsepnya di terima oleh ketua panitia dan lagi – lagi Vano bertemu dengan Indah yang saat itu juga hadir memastikan semua persiapan acara akan berjalan dengan baik, mengingat Indah merupakan salah satu pembicara pada acara tersebut.
Keesokkan hari dan seterusnya selalu saja di warnai dengan pertemuan demi pertemuan antara Indah dan Vano, sebenarnya Indah sudah merasa ada sesuatu dengan Vano, seolah ingin selalu mendekati Indah namun tentu saja Indah menanggapinya dengan biasa dan sopan, karena memang Indah pribadi tidak ada ketertarikan apapun dengan lelaki ini.
Suatu malam saat selesai acara workshop tepatnya tanggal satu desember seluruh relawan, anggota organisasi yang terdiri dari mahasiswa – mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di kota itu berkumpul bersama di Aula kantor Yayasan untuk membahas evaluasi kegiatan yang telah di laksanakan, dan tentu saja ada acara makan – makan yang di adakan oleh ketua Yayasan saat itu.
Semua acara telah berjalan sebagai mana mestinya, setiap panitia juga mulai melaporkan satu demi satu apa yang sudah di kerjakan dan evaluasi yang di lakukan bersama timnya masing-masing, dan tentu saja ada laporan keuangan dan semua itu di tutup dengan ucapan terimakasih dari ketua panita serta acara bebas pun di buka oleh Ketua Yayasan yang sudah mengambil santapan makan malam juga mempersilahkan siapa saja yang dekat dengannya untuk ikut mengambil santapan yang tersedia.
__ADS_1
Vano menjadi perhatian banyak orang ketika mulai memetikkan gitar dengan merdu, dan memainkan sebuah lagu yang saat itu sedang hits – hitsnya, lagu tersebut juga merupakan salah satu lagu kesukaan Indah dan beberapa teman lainnya, ‘Ruang Rindu dari Letto’ adalah lagu yang di mainkan oleh Vano, dan semua ikut menyanyikannya, juga teman Indah yang merupakan Bidan pada Yayasan tersebut hadir dan duduk persis di sebelah Vano, ternyata lagu tersebut merupakan lagu requestnya Rika.
Indah memperhatikan bagaimana Rika seolah sudah sangat mengenal Vano dengan baik, ada senyum yang terukir di bibir Indah melihat bagaimana Rika memandang Vano dengan sendu dan seolah memendam sebuah rasa ..sayang.
Semua itu justru mengingatkan dirinya atas dirinya sendiri ketika melihat bagaimana Dhino memetikkan gitar saat bermain dan bernyanyi bersama dengannya, ‘Ah..., ternyata jatuh cinta itu menyenangkan, selama ini aku selalu di berada pada hubungan yang toxic, membuat diriku terbentuk menjadi pribadi yang kadang – kadang tidak aku sendiri tidak mampu mengenalinya' guman Indah dalam hati,
Acara tersebut terus saja berlanjut dengan meriah,
“Heii...., kok mojok sendiri” tegur Roni yang datang bersama adiknya Tomy,
“Hai.., iyah.. enak aja disini hehehe” ucap Indah ,”Mau?” tanya Indah menawarkan rokok kepada Roni dan Tomy, tentu saja mereka berdua dengan semangat mengambil masing – masing satu batang rokok dan ikut membakarnya.
“Apakah kau tau bidan Rika?” Tanya Roni kepada Indah,
“Iyah.. Rika yang itu kan?”
“Iyah.., begitulah, Dia cantik bukan?”
“Hmmm..., aku sangat menyukainya, dan aku sudah pendekatan dengannya selama setahun ini Indah, bahkan sebelum kamu bergabung disini..” Nada suara Roni terdengar sedikit sedih , "Tapi semuanya seolah – olah sia – sia.., bagaikan menabur garam ketengah lautan, apapun yang aku lakukan selama setahun terakhir ini tidak membawa pengaruh apapun pada hatinya”
“Oh yah? Kok bisa?” tanya Indah terheran dan merasa kasihan kepada Roni,.
“Karena Dia masih mencintai Vano.., mereka dulu pernah pacaran selama empat tahun, lalu setahun berlalu tanpa ada kabar dari Vano.., bagi Vano semua sudah selesai, tapi entahlah bagi Rika semuanya masih sama, dan seolah – olah Rika dengan sabar masih menunggu Vano untuk kembali kepelukkannya” Lirih Roni,
“Loh.., bukannya kamu dan Vano sahabatan?” Tanya Indah heran,
“Iyah dia sahabatku, tapi aku selama bersahabat dengannya tiga tahun ini, tidak pernah aku sedikitpun tau jika dia pernah pacaran sama Rika, Vano orang yang susah di tebak, dan seperti orang yang memang nggak pacaran, waktunya selalu saja di habiskan di lingkungan band, gereja dan pertemanannya, aku bahkan tidak tau dua tahun awal kami berteman dia sedang berpacaran dengan Rika.”
__ADS_1
“Oh... gitu lalu?” Indah memberikan tanggapan agar Roni kembali bercerita,
“Lalu sekarang lihatlah mereka, Vano bahkan bertingkah biasa saja sedangkan Rika bertingkah seolah sangat merindukan kekasih yang sudah meninggalkannya selama setahun, Aku jadi bingung, tapi Vano selalu bilang kepadaku kalau dari dulu dia tidak pernah merasa cocok dengan Rika, bahkan yang pertama kali menyatakan cintanya yah Rika sendiri, aku harus bagaimana Indah?” Tanya Roni,
“Hah?? Harus bagaimana??? Aku rasa kamu salah tanya orang Roni” Indah sambil tertawa memberikan tanggapannya kepada Roni, tentu saja semua itu terasa sangat lucu, bagaimana tidak, Indah sendiri selalu gagal dalam hal percintaannya,
“Loh kok bisa?” giliran Roni yang di buat bingung oleh Indah
“Aku adalah salah satu manusia terburuk dalam hal percintaan atau relantionship Roni, bahkan bisa di katakan sepuluh orang terburuk didunia dalam menjalin hubungan percintaan itulah aku, rasanya kamu salah tanya orang” sontak saja kalimat itu membuat mereka bertiga terbahak – bahak.
“Kok bisa? Apakah kamu belum pernah pacaran?” tanya Tomy,
“Tentu saja pernah, tapi semuanya Game Over!!” jawab Indah kepada Tomy,
“Apa yang terjadi?” tanya Roni,
“Banyak Hal, tapi bukankah ini adalah sesi curhatmu kepada ku Roni, dan bukan sebaliknya kan?” Indah mengalihkan pembicaraannya.
“Roni Curhat apa?” tiba – tiba Vano sudah berdiri di belakang mereka bertiga.
---***---***---
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah
jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
__ADS_1
sambil menunggu updatan terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee