Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 77


__ADS_3

'Canggung' hanya satu kata tersebut yang dapat menggambarkan keberadaan Indah di tengah - tengah keluarganya Nio, rasanya tidak ingin bertemu dengan Nio karena tidak ada manfaatnya malah keadaan mengharuskan Indah untuk datang saat itu juga.


Suara tangisan dan raungan terdengar jelas di telinga Indah, besarnya rasa bersalah juga menguasai Indah, menghindar agar tidak berada di satu ruangan yang sama dengan Nio akhirnya Indah dapat sedikit lega ketika pergi dengan rombongan dan di gonceng oleh Kak Oni, atas perintah mamanya Nio.


Sebuah pesan singkat dikirimkan Indah ke nomor mamanya "Ma... papanya Nio baru saja meninggal, Indah tidak ada di rumah karena tadi di jemput sepupunya untuk melayat, dan mamanya Nio juga minta Indah untuk kerumahnya ma.."


Namun sampai beberapa saat tidak ada balasan sama sekali dari mamanya Indah, padahal Indah berharap jika ada balasan dari sang mama, maka Indah bisa pulang lebih cepat dari rumah Nio karena dijemput.


Ternyata harapan tinggallah harapan, kini Indah memang harus terjebak dalam situasi duka ini.


Semua langsung menempati posisi masing - masing, seperti enggan memanggil Nio, mamanya hanya terus saja berjalan lurus tanpa mau mengalihkan pandangannya kepada anak bungsunya, seolah beliau menyimpan amarah yang begitu besar.


Tangan yang keriput itu di gandeng oleh Kak Sarah, beliau berjalan dengan tertatih sambil terus menahan tangis yang sesekali hendak pecah, bagaimana mungkin pertemuan keluarga besar mereka berakhir dengan dukacita seperti ini?


"Ayo Indah.." panggil kak Oni membuyarkan lamunan Indan, dan Indah segera bergegas berlari menuju motornya Kak Oni, mereka berjalan beriringan di belakang mobil jenazah, sungguh ramai suasana jalanan malam itu terlihat padat dengan adanya para pelayat yang juga berpartisipasi dalam kedukaan yang di alami keluarga Nio. Suara klakson motor dan deru mesin motor memekakkan telinga dan semakin membuat Indah ingin menangis berteriak karena merasa begitu bodoh, tindakannya sangatlah Bodoh!


Sesampainya di rumah duka, kembali ambulans di sambut oleh jeritan tangis orang rumah yang tidak ikut ke rumah sakit, semua memeluk mamanya Nio sambil meraung - raung, begitu juga mamanya Nio yang tidak dapat menahan pecahnya tangisan di sambut sedemikian sedihnya.


Indah mulai pusing dengan sekeliling yang tampak begitu ramai, sampai kak Sarah menyadari Indah terlihat pucat karena juga bermata bengkak dan wajahnya terlihat sangat merah, walaupun memang Indah juga menangis kala itu namun sebelum adanya berita duka Indah juga sudah menangis nangis akibat perasaan melow yang melanda setelah selesai serial Jang Gem.


"Indah kamu di suruh Nio tidur di kamarnya, katanya wajahmu terlihat pucat" bisik kak Sarah,


"Hah? Aku tidak mau kak... terima masih, sebentar lagi Aku pulang." jawab Indah sambil memaksakan sebuah senyuman di bibirnya.


"Tapi kamu istirahat saja disini Indah, kasihan janinmu jika kamu duduk terus disini dengan keadaan lelah." sambung Kak Sarah,


"Tapi kak..," Indah ingin memberi tau jika tidak ada yang hamil saat ini tapi takut akan terjadi kehebohan bahkan bisa - bisa Indah akan mendapatkan masalah yang lebih besar lagi,


"Tapi kak... Aku tidak mau masuk kamar itu lagi, sekarang Aku pamit pulang saja, besok pagi aku datang lagi kak.." jawab Indah sambil berdiri dari tempatnya dan segera menuju ke mamanya Nio dan berpamitan.


"Janji yah.. besok pagi datang Indah.." pinta mamanya Nio,


"Iyah ma.. Indah besok pagi datang." jawab Indah sambil mengelus lembut punggung tangannya beliau.


Sejenak mata bertemu mata, Nio melihat Indah dengan tatapan sedih namun ada rasa benci di sorot matanya, sedangkan Indah berusaha untuk melihat Nio tanpa ekspresi.


"Kakak antar saja" Tiba - tiba kak Sarah sudah ada di sebelahnya Indah. Tidak ada penolakan dari Indah maka mereka berkendara sampai ke rumah Indah.


Sesampai di rumahnya Indah ternyata mamanya Indah juga baru saja pulang, dan belum membuka ponselnya sama sekali, melihat bingung antara Indah dan Kak Sarah uang datang bersama, tapi bukan itu yang membuat mama bingung melainkan wajah sembab pada kedua orang yang baru saja datang.


"Kalian kenapa?" tanya mama bingung,

__ADS_1


"Ma... Papanya Nio meninggal barusan ma.." lirih Indah sambil memeluk mamanya,


"Yah Ampun... Yah Ampun Sarah... saya turut berduka cita yah Sarah..." ucap mama sambil memeluk Kak Sarah dan terdengar tangisan dari bibir Kak Sarah saat itu.


"Semua ini salahnya Nio sendiri Tante, anak itu benar - benar membuat segala sesuatunya menjadi sangat kacau.." dengan tersengal sengal Sarah berbicara,


"Indah tolong ambilkan Air putih buat Kak Sarah yah...,"


"Iyah ma..." Indah langsung memberikan air putih yang ada di ruangan televisi,


"Ada apa sebenarnya? bukankah Papanya Nio sudah sehat akhir - akhir ini?" tanya Mamanya Indah kepada Sarah,


"Kemarin sehabis dari pertemuan kita dengan Nio, Saya melaporkan semua kejadian dan keadaan yang ada Tante... lalu mama dan papa nya Nio kaget, bukan kaget karena Indah Hamil tapi kaget karena Nio tidak mau bertanggung-jawab dan keadaan itu membuat kedua orang tua Nio menjadi marah." terang Kak Sarah lalu meminum air putih seteguk.


"Saat Nio pulang, Nio langsung di panggil oleh papa mamanya, dan Nio mengakui jika memang menghamili Indah Tante .. tapi saat di tanya apakah siap bertanggungjawab, Nio menjawab tidak siap, lalu di tanya alasannya Nio tidak bisa kasih alasan apa - apa sekalin belum siap, jawaban itu membuat papanya Nio marah sampai membanting gelas yang ada di hadapannya, Papa sampai bilang 'Kok bisa - bisanya membesarkan anak pengecut seperti kau?!' padahal selama ini Tante kan tau bagaimana sayangnya papanya Nio kepada Nio sungguh sangat besar, dan kekecewaan beliau juga menjadikan beliau langsung saat itu juga sakit dan kena serangan jantung, sampai tadi beberapa jam lalu beliau meninggal tante.." ucap Kak Sarah,


"Saya juga tidak menyangka mengapa Nio berperilaku seperti itu, padahal saya sudah sangat menyayangi Nio sepenuh hati, bayangkan minta pinjam lima puluh juta saya kasih begitu saja karena saya berharap dia berhasil, loh kok malah mempermainkan anak saya, sangat mengecewakan Sarah..., tapi sudahlah nasi sudah menjadi bubur kan? Biarlah anak saya ini saya urus sendiri tidak apa - apa" sambung mama,


Indah hanya mendengarkan percakapan kedua orang dewasa dihadapannya tanpa berani menyela sedikitpun.


"Iyah Tante... bahkan beberapa jam sebelum beliau mengembuskan nafas terakhir beliau selalu menanyakan Indah, namun semua tidak ada yang menjawab, sampai satu jam sebelum beliau meninggal beliau kembali memanggil nama Indah sambil menangis, terus katanya Nio telpon - telpon Indah tapi tidak diangkat, semua sudah tidak percaya lagi dengan perkataan Nio Tante, kami semua tuduh dia berbohong dan hanya pura - pura menelpon Indah tadi.."


"Tidak kak.. Nio memang menelpon Indah.. tapi Indah yang tidak dengar karena suara ponselnya Indah silent supaya Indah bisa istirahat Kak... maafkan Indah yah kak..." Indah tetap tidak mau Nio di salahkan secara keseluruhan, karena bagaimanapun ini semua terjadi karena kesalahannya Indah juga, Indah lah pemicu segalanya.


"Indah... Kakak mohon.. jika semua sudah selesai menikahlah dengan Nio, Dia terpaksa atau tidak Kakak Mohon tetaplah menikah dengannya, karena hubungan kalian sebenarnya didasari oleh perasaan saling cinta bukan? namanya tantangan dan perasaan hambat juga segala macam cek cok yang terjadi dalam suatu hubungan adalah hal yang lumrah Indah.. Kakak mohon jangan terlalu lama marah - marahnya dengan Nio yah Indah... kakak yakin suatu saat nanti Nio akan sadar dan akan mencintai kamu seperti sedia kala Indah.." bujuk Kak Sarah kepada Indah,


Indah saling bertatapan dengan Mamanya dan tidak tau harus menjawab apa, tapi isi hati Indah seakan berteriak "Tidak Mauuu!!!" tapi tetap saja suara dan keinginan itu tidak terealisasi oleh pita suara dan tenggorokannya, yang terjadi Indah malah tercekat bingung harus menjawab apa.


"Sarah.. kita abaikan dulu masalah anak - anak muda ini yah... sekarang kita fokus pada persiapan penguburan Bapak Dan yah..." jawaban Mama sungguh bijaksana di telinga Indah,


"Iyah Tante... walaupun semuanya ini berkaitan tante.... tapi baiklah sekarang kita fokus saja dulu sama persiapan penguburan beliau, dan Tante... apakah besok tante dan Om akan datang?" tanya Kakak Sarah sedikit tidan enak, karena adat di tempat mereka tinggal pada umumnya jika ada masalah seperti ini maka keluarga pria lah yang harus datang ke rumah keluarga wanita, namun karena keadaan ini sekarang malah menjadi terbalik akibat berita duka ini,


"Nanti Tante akan tanyakan kepada Papanya Indah yah Sarah... karena masalah ini belum tante bicarakan kepada Om.., Tante harap Sarah mengerti keadaan kami yah..." kembali mama menjawab dengan diplomatis.


"Baiklah Tante .. terimakasih banyak yah Tante... Indah... Kakak pulang yah... kami jaga diri baik - baik yah Indah... Kakak mohon maaf karena semua jadi kacau begini, dan Kakak atas nama keluarga sangat malu atas kelakuan adik Kakak," dengan sesenggukan Kak Sarah meminta maaf sambil menangis.


"Iyah Kak sudahlah... seperti yang Mama katakan tadi, tidak usah dipikirkan dulu masalah ini tapi fokus saja dulu dengan persiapan penguburan Papanya Nio, Besok pagi Indah akan ke sana lagi.." Jawab Indah,


"Baiklah... selamat malam yah Indah dan Tante saya permisi dulu." Setelah Kak Sarah benar - benar sudah pergi dari rumahnya, Indah kembali berbincang dengan mamanya,


"Ma.. semua ini salah Indah ma... semua salah Indah.. harusnya Indah gak perlu kirim pesan singkat seperti itu kepada Nio... dan Indah sangat menyesal Ma..." Indah menangisi perbuatannya,

__ADS_1


"Semua sia - sia, kamu lihat kelakuan kamu?! kamu sudah buat dua keluarga hancur, kamu dan Nio benar - benar anak - anak yang tidak tau di untung!! kalian kurang ajar!!" bentak mama penuh emosi,


"Maaf ma... maafkan Indah ma..., ma... tolong Indah ma... tolong jangan bilang apa - apa kepada Papa ma... Indah gak mau Papa tau masalah Indah ma... Indah malu ma... maafkan Indah ma..." kembali Indah menangis pilu, tidak mau dan tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi Papa yang sangat di sayang olehnya, Indah tidak ingin Papanya kecewa dan sedih.


"Semua itu adalah salah kamu sendiri Indah, Mama tetap harus jujur kepada papa apapun yang terjadi, Mama pun tidak sanggup membayangkan apa yang terjadi nanti, mama juga takut di salahkan oleh papamu, tapi apapun resikonya semua itu harus mama ambil!"


"Ma... tolong jangan ma.. Indah gak mau buat papa kecewa dan sedih ma.."


"Kamu memikirkan perasaan papamu, tapi kamu tidak memikirkan perasaan mama, apa kamu juga tidak berpikir jika kejadian ini terjadi dan akhirnya terkuak akan berakibat fatal?! nama baik keluarga kita, masa depan kamu, masa depan keluarga ini, yah Tuhan apa yang harus aku lakukan, kamu benar-benar gila Indah!!" teriak mama,


"Sudahlah sekarang kamu Istirahat Indah... yang penting dan paling terpenting kamu tidak hamil, mama masih bisa kumpulkan uang untuk bawa kamu ke Surabaya." sambung mama,


"Surabaya ma?" tanya Indah,


"Iyah... Surabaya, tadi mama pergi kerumah teman Mama, Mama tidak sanggup memikirkan masalah ini sendirian, jadi Mama menceritakan apa yang terjadi kepada teman mama...Indah.. Teman mama menyarankan mama untuk tetap tenang dan tutup mulut, Dia menyarankan agar apapun yang di minta keluarga Nio, tidak perlu di gubris lagi.''


"Lalu ma? bagaimana mama nanti bilangnya sama keluarga Nio Ma?" tanya Indah bingung


"Tidak perlu bilang apa - apa, buat apa mama harus bersusah payah, jika Nio sendiri menolak untuk menikah dengan kamu, maka semua apa yang Nio katakan itulah yang akan menjadi senjatanya mama, karena mama akan membawa kamu ke Surabaya untuk operasi virgin kamu itu, biar kamu virgin lagi, dan setelah itu kamu harus bisa jaga diri kamu baik - baik, kamu tidak boleh lagi melakukan kesalahan yang sama dengan apa yang sudah terjadi!! paham?!!" jelas mama panjang lebar,


Namun bukannya bahagia Indah malah terdiam dan membisu sambil terus menatap mama dengan rasa sedih dan bersalah,


"Kenapa?! kenapa kamu lihat mama begitu hah?!" ternyata mamanya Indah peka aedang di pandang sedemikian rupa oleh anaknya,


"Ma... Indah tidak setuju ma dengan rencana mama dan temannya mama itu.." lirih Indah menjawab pertanyaan sang mama,


"Loh?!! kok bisa nggak mau?! itu semua demi kebaikan kamu dan demi masa depan kamu! kenapa kamu nggak mau? Hah?! Jawab!!! semua uang yang biayai juga uangnya mama, bukan uang kamu, dan Ingat Indah!! Aku adalah mama kamu!! bukan sahabat kamu yang seenaknya sendiri kamu mau mengambil keputusan! tidak begitu Indah!" tegas mama sudah tidak perduli lagi dengan apa yang akan di katakan oleh Indah,


"Mama... Indah... yakin dengan begini Indah akan menemukan lelaki yang tulus dengan Indah ma... Indah sangat yakin ma.. dan Indah berjanji kali ini Indah tidak akan berbuat neko - neko lagi ma... Indah janji akan menjaga diri dan kepercayaan mama..." Ucap Indah berusaha untuk meyakinkan sang mama..


"Apa alasan kamu tidak mau mama Operasi?!" kembali mama bertanya,


"Ma... Indah tidak mau berbohong lagi dengan seseorang ma... Indah mau menjalani semua dengan natural ma... Pinta indah kepada mamanya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2