Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.29 – Dia Yang Akan Datang Adalah Yang Terbaik


__ADS_3

Lagi sama sama patah hati, Indah dan Dhino kembali di pertemuan dengan tidak sengaja,


"Caranya?" tanya Indah lalu membuang nafas dengan kasar, "Masalahnya aku kalau sakit hati, jangankan mau menyelesaikan dengan ngobrol, liat mukanya aja aku nggak sudi." jawab Indah dengan ketus,


"Hubungi dia by phone, kalau g mau dengar suaranya, kirim pesan saja, kalau sudah capek ngetik dan hatimu sudah membaik, baru kamu telpon dia .., jangan pernah lari dari masalah seperti dulu lagi, takutnya kamu sadar disaat semua sudah terlambat, sama seperti dulu .., agar saat mengambil keputusan kamu tidak salah langkah lagi..." Ucap Dhino sambil menggenggam tangan Indah.


Lalu Indah menarik tangannya dengan cepat, "Jangan pegang - pegang! nanti aku tergoda malah selingkuh lagi sama kamu..." Dhino terbahak mendengar celetukan Indah.


Betapa konyolnya Indah saat ini, suara tawa renyah Dhino ternyata mampu membuat Indah ikut tertawa dan terbahak sesaat, yah... sesaat melupakan masalah mereka masing - masing.


Terkadang Indah berpikir, kenapa segala selalu saja sulit baginya, sambil menatap nanar kedua manik mata Dhino sesaat Indah menarik nafasnya dengan berat, sebuah penyesalan begitu besar selalu saja terpatri di relung hatinya terdalam jika segala sesuatunya berhubungan dengan pria di hadapannya ini.


"Indah..., sekali lagi aku ingatkan sebagai sahabat, jangan pernah lari dari masalah, seberat dan sebesar apapun masalah yang kamu hadapi pasti ada jalan keluar, kecuali memang segala sesuatunya tidak diijinkan oleh Tuhan, karena apapun tantangan yang kamu hadapi pasti akan ada jalan keluar jika memang tujuan Tuhan untuk menguatkan Iman mu dan mendewasakan mu... tapi jika tidak... maka semua usahamu hanya akan menjadi sesuatu yang sia - sia belaka..." Indah tercengang mendengar nasihat panjang dari Dhino yang menyampaikannya dengan sungguh - sungguh.


"Kenapa Aku dulu begitu bodoh dengan memilih menyakiti kamu..." sebuah kalimat konyol lolos dari bibir Indah, namun bagi Dhino itu adalah spontanitas,


"Kamu tidak bodoh.. hanya saja Tuhan memang membuat hatimu keras, kita yang saat ini dipertemukan kembali dengan posisi sama - sama tidak baik juga bisa menjadi tanda 'jodoh kah?' atau 'ujian kah?' untuk mu dan untukku, semua rahasia Tuhan bukan?, yang pasti dan tidak menjadi rahasia adalah kamu masih harus membereskan masalahmu dengan lelaki yg kini menjadi kekasihmu," lagi lagi Dhino menekankan kepada Indah untuk tidak lari dari masalah.


Indah tertegun dan tidak menyangka Dhino kini menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bijaksana, kembali ia sesap tembakau yang baru saja di nyalakan olehnya, sambil menimbang nimbang langkah pertama yang harus di lakukannya.

__ADS_1


"Baiklah Dhino Aku rasa apa yang kamu ucapkan benar, Aku akan menyelesaikan masalahku dengan segera dan tidak berlarut larut seperti dulu sehingga merugikan diriku sendiri. Tapi sebelum Aku pulang bolehkah Aku meminta satu botol bir untuk menemani malam ku?" Dhino tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak Indah... mabuk bukanlah sebuah jalan keluar, Aku ke toilet dulu yah..., nanti Aku kembali lagi, ingat tidak boleh ambil Bir ku, atau kita tidak akan pernah menjadi sahabat lagi..." ucap Dhino sambil terkekeh.."


Wajah Indah merenggut mendengar kalimat larangan dari Dhino, tapi benar kata Dhino, Alkohol bukanlah jalan keluar yang baik, walaupun yang sedang berceramah saat ini tengah menikmati minuman beralkohol di meja mereka.


Indah menatap ponselnya untuk memikirkan apakah baiknya Ia membalas puluhan pesan singkat Vano? agar keadaan lebih kondusif dan Indah juga dapat berpikir lebih tenang, setelag memastikan Dhino sudah tidak ada di hadapannya, Indah membuka pesan singkat yang kini sudah menjadi seratus lebih pesan singkat tak terbalaskan,


"Aku membutuhkan waktu untuk berpikir tentang hubungan kita, Berikan Aku waktu selama seminggu, jika Kau jengah menunggu, Aku membebaskan mu dari segala komitmen yang pernah kita buat, tapi jika Kau mau bertahan seminggu lagi untuk mendengar jawaban ku maka Aku berterima kasih, walau entah jawaban apa yang akan Aku sampaikan, semua tidak pasti.."


Indah membaca ulang pesan yang ditulisnya dan ketika yakin akan isi pesan tersebut Indah menekan tombol kirim, suara langkah kaki membuatnya mendongakkan wajahnya, di dapati Dhino sedang menarik kursi di hadapannya, lalu kembali duduk bersama Indah.


"Aku tidak menyangka, Kamu bisa di buat galau sama lelaki bertelinga layar itu, ahahaha!!!" Dhino kembali menggoda Indah,


"Hei!! Jangan Body Shaming yah Kamu Dhin!" sembari menunjukkan jari telunjuknya di wajah Dhino dengan wajah cemberut, bukan Dhino namanya jika tersinggung.


"Wah.. ternyata Kamu benar - benar jatuh cinta sama dia yah Indah, ahahaa!! yah ampun.. Aku curiga dia pakai pelet... atau kamu yang memang sudah kepepet sampai sampai menutup matamu karena putus asa?" Indah langsung berdiri dan menjewer telinga Dhino,


"****** lu yah..., Aku hanya bosan sama cowok ganteng yang suka selingkuh, jadi aku cari cowok jelek yang setia, tapi ternyata si jelek itu juga sangat menyebalkan, kalian semua asu!!" umpat Indah masih menjewer telinga Dhino yang mengaduh sambil tertawa.

__ADS_1


"Gak sadar yah kalau Aku ini korban dari sekian banyak cowok - cowok Kamu? kok malah Aku di bilang sama saja..., salah konsep Kamu sama Aku Ndah..." kekeh Dhino sambil memegang pergelangan tangan Indah untuk melepaskan jeweran di telinganya.


"Iyah sih .. kalo Kamu beda kasus Dhin... maaf yah... mungkin kalau kita berjodoh suatu saat kita pasti akan di pertemukan lagi..., kalau nggak yah berarti kamu pasti akan dapat wanita yang sepadan dengan dirimu, dan aku mendapatkan laki - laki yang dapat membimbing Aku juga menerima Aku apa adanya..." mata Indah yang berkaca-kaca membuat Dhino lantas merengkuh telapak tangan Indah dengan erat.


"Jika bukan Aku..., Dia yang akan datang adalah yang terbaik untukmu... sekarang sudah hampir subuh, Aku antar pulang yah... ojek mu sudah Aku kasih uang tadi, Aku tidak mungkin membiarkan Kamu pulang tengah malam sendiri dengan orang asing..." ajak Dhino sambil tersenyum ramah,


"Terima kasih yah Dhin..."


"Iyah sama - sama..., yuk pulang... uda kenyang, uda tenang juga kan Kamu Ndah?"


"Iyah Dhin.. yuk..." sambil melepaskan jaket kulitnya Dhino merengkuh pundak Indah dan memakaikan Jaket tersebut agar Indah merasa hangat, dalam hati Indah sebuah ucapan syukur ketika bertemu dengan Dhino, yang masih menganggapnya sebagai saudara dan sahabat, jika tadi Dhino tidak ada, bisa di pastikan Indah masih berkutat dengan pikiran dan masalah hatinya sendiri.


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,

__ADS_1


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2