Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 37


__ADS_3

Jika menjadi kekasih hanya membuatku asing bagi duniamu,


Layakkah kita melanjutkan status ini?


Jika memberikan segala yang ada pada diriku tak juga cukup untuk dirimu,


Pantaskah aku untuk memperjuangkanmu?


- Lizbeth Lee -


Bulan berganti bulan telah berlalu, tak terasa hubunganku dengan Nio sudah menginjak satu tahun masa pacaran, namun selama ini aku tetap tidak benar - benar mengenal Nio, apa yang Nio suka atau apa yang tidak Nio suka dari hubungan kami, semuanya berjalan terlihat baik - baik saja, tapi sejujurnya bagiku semuanya tidak baik - baik saja, Nio selalu lebih mementingkan perasaan teman - teman yang ada di sekitarnya dibandingkan dengan diriku.


Terkadang ada perasaan jenuh yang menjadi - jadi dalam diriku, Terkadang aku berpikir bahwa aku hanyalah alat pemuas ***** Nio belaka, namun disaat - saat tertentu Nio terlihat begitu perhatian kepadaku, tapi dibanyak situasi dan kondisi Nio terlihat sangat acuh, Nio bisa berbicara lepas dan akrab dengan banyak wanita, namun dengan diriku Nio seolah menahan diri untuk menunjukkan sikap dan watak aslinya,


Aku berpikir apakah selama ini aku sudah menjadi diriku sendiri jika berada di dekat Nio? ataukah aku juga banyak menyembunyikan watak asliku hanya untuk menuruti dan menyenangkan hati Nio saja, agar hubungan ini terlihat baik - baik saja, Hingga suatu hari aku tak tahan lagi untuk selalu menutupi rasa kecewaku terhadap sikap Nio yang terkadang semaunya sendiri yaitu selalu ingin dimengerti, namun Nio tidak ingin mengerti akan perasaanku.


Sore itu aku diterima bekerja Part Time di salah satu tempat hiburan di kota kecil ini sebagai Disc Joky atau DJ, dan aku sangat bahagia, sehingga aku dapat menyalurkan hobi dan bakatku pada musik - musik pelepas penat di malam hari, dan kami akan mengadakan sebuah pertunjukkan rutin pada Mall yang berada di depan tempat hiburan tersebut, dan acara itu kami beri Tema "Freaky Friday", rencananya untuk beberapa kali acara ini aku akan menjadi Official acara sebagai DJ, bisa juga sebagai MC, atau perform Band sesuai dengan random acara yang akan kami susun dan melakukan acara rutin ini selama tiga bulan kedepan.


Ketika semua rapat panitia selesai dibahas dengan salary yang akan aku dapatkan aku merasa ini adalah kesempatanku untuk menjadi diriku sendiri ketika tidak bersama dengan Nio, jujur saja aku merasa selama ini aku terlalu diam dan alim di hadapan Nio dan itu bukanlah jati diriku yang sebenarnya, sebenarnya sikapku cukup moody, aku terkadang bisa menjadi Introvert dan bisa juga menjadi seorang yang Ekstrovert di saat yang sesuai dengan Moodku,


Satu hal yang pasti aku adalah pribadi yang ceria, dan keceriaan yang ku miliki menghilang sejak tragedi kisah Cintaku dengan Mathew, Namun aku tidak mampu mengembalikan jati diriku ketika bersama dengan Nio, malah aku merasa hubunganku ini membuatku menjadi orang lain hanya untuk menyenangkan orang lain tetapi aku merasa menderita dengan segala kepalsuan ini.


Ketika aku bersama teman - teman band dan beberapa panitia pergi kelokasi acara yang akan kami adakan untuk melihat rencana dekorasi dari panitia dekor, dari jauh aku melihat Nio berjalan berdua bersama adik kelasku saat masih SMA dulu yang bernama Ayu dan mereka bercengkarama dengan ramah nya, Nio terlihat dapat tertawa lepas dengan Ayu, bahkan wajah binar dan tawa itu tidak pernah kumiliki saat aku bersama dengan Nio selama ini.


Hatiku terasa tercubit, aku ingin menangis melihat pemandangan itu,dengan kondisi hubungan percintaan kami yang tidak sehat, tentu saja rasa posesif itu sangat besar, namun hati ini berperang dengan logika, bisa saja mereka hanya berteman, tapi selama ini aku tidak pernah tau Nio kenal dengan Ayu dan Nio tidak pernah membicarakan tentang pertemanan mereka, bahkan kalau boleh dikata semua teman - teman wanitanya sama sekali tidak ada yang aku kenal kecuali teman - teman cowoknya dan atau kekasih dari teman - temannya yang sudah kenal dengan diriku.


Dengan Jantung yang berdebar aku mengejar mereka berdua yang berjalan berdampingan dengan mesranya sambil tertawa renyah,


" Nio...!!!" teriakku, dan seketika itu wajah Ayu berubah tidak enak seperti tertangkap basah, dan jangan tanyakan bagaimana wajah Nio, dia terlihat terkejut namun dengan cepat dia menguasai dirinya, dan Nio menoleh seketika itu juga, tapi dengan debaran api cemburu yang berdebar aku berlari meninggalkan mereka berdua dengan airmata yang tidak tertahankan lagi.


Nio sama sekali tidak mengejarku, sama sekali tidak memperjuangkanku saat itu, bukankah itu sangat memalukan jika kuingat lagi sekarang ini?? Tanpa mau menunggu lama aku ingin segera terlepas dari hubungan semu ini dan aku ingin segera saja terlepas dari Nio agar tidak lagi menderita batin pikirku.

__ADS_1


"*Nio.., aku rasa kita akhiri saja semua ini, aku sudah tidak lagi mampu untuk harus selalu bersedia mengerti dirimu, aku rasa bukan aku wanita yang tepat untuk menjadi pantas berdampingan denganmu sebagai kekasih" *dengan perasaan hancur aku mengirim pesan singkat itu kepada Nio.


Notifikasi pesan terkirim sudah aku terima namun aku tidak menerima balasan apapun dari Nio, setelah menyelesaikan kewajibanku bersama Team ku, aku memutuskan untuk segera pulang saja. Sesampainya di rumah aku langsung ketemu mama dan berkata "Mama.., Indah sudah putus sama Nio"


"Loh kok gitu?! kamu itu jangan buat mama galau Indah? memangnya ada masalah apa? apakah masalah nya tidak dapat diselesaikan baik - baik?" cecar mama kepadaku,


Tidak mau memperpanjang percakapan ini, aku memutuskan untuk mandi dan segera mengurung diri di kamar sambil mendengarkan musik cadas dengan volume yang besar hingga tidak ada suara apapun diluar sana mengganggu ritual patah hatiku,


Beberapa kali pintu kamarku diketuk sama mama dan beberapa kali diketuk oleh pembantuku, namun aku tidak mau menyahut atau membuka pintu kamarku, pokoknya saat ini aku hanya ingin sendiri dan tidak ingin diganggu oleh siapapun.


Bayang - bayang wajah mereka berdua sangat membuatku sakit hati, dan kesal, kenapa aku selalu di permainkan oleh laki - laki di saat aku sudah memberikan hatiku sepenuhnya kepada mereka tapi tetap saja itu tidak cukup bagi mereka, bahkan Nio sudah mendapatkan bahkan lebih dari hatiku, dia juga mendapatkan tubuhku dengan sukarela tapi tetap saja itu tidak cukup baginya, kembali aku merasa marah dengan perasaan dan pikiran - pikiranku yang tak karuan.


"DUGG!!! DUGGG!! DUUGG!!!" Kembali suara pintuku terdengar berbunyi, kali ini bukan lagi suara ketukan tapi suara dobrakkan dari mama yang sudah kesal dengan kekerasan kepalaku didalam sini.


"Iyah ma...? Indah lagi mau tidur ma.. tolong jangan di ganggu.." jawabku sambil membuka pintu kamarku dengan kesal,


"Nio telpon!! cepat kamu angkat dan selesaikan masalahmu dengan benar dan dewasa!!" Ujar mama dengan suara sedikit membentak. Lagi - lagi mama mengambil peran ikut campur dalam urusan pribadiku.


"Tidak ada yang selesai sebelum mama bilang selesai Indah!!! cepat angkat telponnya!!" kalau sudah dengan wajah seperti ini dan nada suara memerintah aku jelas telak kalah dengan mama, dan akhirnya aku memilih untuk keluar kamar mengambil gagang telpon yang sudah menunggu di meja.


"Halo" jawabku,


"Halo.., kamu itu kenapa? tadi aku kejar kok malah lari?" tanya Nio di balik telponnya,


"Untuk apa mengejar lagi? kita sudah tidak ada hubungan apa - apa Nio, kamu pacaran saja sama Ayu, kalian terlihat serasi dan akrab, bahkan lebih akrab dari pada saat kita bersama kan?" jawabku malas,


"Indah..., Ayu itu tau siapa kamu dan apa posisimu" jawab Nio dengan tenang,


"Tau? mana mungkin tau..., aku saja tidak tau perempuan - perempuan yang selama ini ada di sekelilingmu itu" balasku,


"Dari awal aku sudah memintamu untuk percaya dengan aku, jangan hiraukan gosip apapun yang kamu dengar di sana, apa kurang cukup aku mengenalkanmu kepada semua keluargaku? mengapa masih ada keraguan seperti ini Indah? "tanya Nio tenang,

__ADS_1


Sejenak logikaku mengalahkan perasaan cemburu yang tadinya membara berubah menjadi api yang lebih kecil namun masih kesal mengingat apa yang tadi aku lihat.


"Indah..., kenapa diam saja, pokoknya aku tidak mau putus sama kamu. titik!" Ucap Nio,


"Kasih aku waktu untuk berpikir Nio" elakku,


"Tidak Indah, pokoknya tidak yah tidak, kamu pahamkan?" dengan keras kepalanya Nio tidak ingin hubungan ini berakhir, itu saja sudah mampu membuat hatiku meleleh lemah dengan amaraku yang seketika itu juga padam total!


"hmmmmm..., baiklah.., aku memaafkanmu kali ini" aku mendesah dan menyerah dengan rayuannya,


" Terima kasih sayang..." rayu Nio "Aku jemput yah.." tawarnya


"Aku ingin istirahat hari ini, kita ketemu hari sabtu saja" jawabku, dan Nio menyetujuinya, lalu kami pun mengakiri sesi telpon kami saat itu.








Dear Readers ku yang baik hati, Author mohon dukungannya yah..sist and bro untuk kasih like dan komentar,


maafkan author yang telah menghilang beberapa bulan ini karena satu dan lain hal, lalu muncul kepermukaan dengan tiba - tiba, sekali lagi terima kasih banyak readersku yang baik hati, cantik, ganteng dan tidak sombong.


*BERSAMBUNG*

__ADS_1


__ADS_2