Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 70


__ADS_3

Tujuan Indah meminta ijin kepada sang mama yang selalu mendukung Nio akhirnya terwujud, bahkan Indah tidak menyangka jika Om Yanto adik bungsu dari Mamanya Indah justru membuka pandangan pendapatnya berdasarkan kacamata lelaki.


"Iyah jelas itu, cewek - cewek yang didekati semua usianya terpaut jauh dari Nio kan?" Indah hanya mengangguk saat di tanya, karena bingung kok bisa Om Yanto tau, kayaknya memang Om Yanto sudah berpengalaman.


"Nah... cewek yang lebih dewasa yang berat di jodoh pasti langsung klenger (bahasa surabaya yang artinya klepek-klepek) liat Nio yang brondong manis gitu Ndah,"


"Yah Tuhan... kok aku nggak pernah kepikiran kesana" gumanku tidak menyangka sama sekali,


"Iyah lah... kamu kan belum pengalaman Indah, tapi yang Jelas, Nio itu pasti memanfaatkan mereka," sambung Om Yanto dengan yakin,


"Seperti Dia juga memanfaatkan aku kayaknya Om.."


"Yah begitulah, seperti yang tadi Om katakan kan?" sambil manggut - manggut Indah kembali berpikir,


"Terus menurutmu aku sebagai mamanya Indah harus gimana Yanto?!" Tanya mama ikut frustasi karena semua yang di ucapkan Oleh Om Yanto sungguh semua adalah rentetan rangkaian peristiwa yang tidak di sangka - sangka,


"Yah biarin aja Indah yang memilih Cik, kan semua yang menjalani juga Indah, kita tidak bisa memaksakan, hanya bisa menasehati. tapi dalam Hal Ini apa yang sudah di lakukan Indah itu sudah sangat baik" Ucap Om Yanto sembari menguatkan Indah


"Kamu hebat Ndah, dengan mencari tahu begitu, maka kamu tidak gegabah dalam mengambil keputusan, semua di buktikan dengan dirimu sendiri, yang penting sekarang adalah kuatkan hatimu yah Indah..." sambung Om Liyanto sambil menepuk nepuk bahu Indah yang matanya terlihat mulai berkaca-kaca.


"Iyah Om.. aku akan cari tau semua motifnya apa, agar ketika mutusin alasannya tepat dan dia nggak akan bisa berkelit lagi, Soalnya Indah juga uda capek hati ma.., om.., rasanya capek semua" Keluh Indah berharap keinginan nya di kabulkan.


"Baiklah terserah kamu" ucap mama pasrah.


'YES!!! Mama sudah menyerah' batin Indah.


---***---


Di saat Indah mencari tau motif Nio mendekati Risa, disaat yang sama Nio semakin mendekati mamanya Indah, kebingungan kini melanda sang Mama, yang merasa serba salah, namun Mama masih menunggu kabar dari Indah,

__ADS_1


"Bagaimana Ndah? hari Sabtu depan ini Nio mau ngajak makan malam sama - sama keluarganya Ndah.. mama gak bisa menolak loh" Ucap mama terlihat cemas di wajahnya,


"Loh... kok mama terima undangannya ma? wah... gimana ini ma? Indah itu sudah dapat Info ma soal Nio dan Risa, berita ini di jamin Valid ma" jawab Indah yakin.


"Kok kamu tau kalau itu valid?" tanya mama sambil memicingkan matanya,


"Karena ada bukti - buktinya ma..., mama lihat ini, ternyata Nio itu mendekati mereka memang karena uang ma... semua karena uang dia khianati Indah, jadi bagi Indah cukup sudah semuanya" jawab Indah menggebu - gebu


"Okay lah kalau gitu, tapi kamu ngomong sama Dia setelah acara makan malam, soalnya mama sudah terlanjur bilang okay, jangan sampai malah salah semua Indah"


"Baiklah ma"


___***___


Acara Makan malam dengan Nio tiba... "Baiklah mama hanya minta setelah ini semua akan berakhir seusai keinginanku" ucap Indah pada bayangannya di cermin kamarnya yang cukup besar


"Tante... mari silahkan, Indah silahkan, (lalu di sana ada Nio, kakaknya juga ada temannya satu orang) mau pesan apa? silahkan pilih tante, sembari memberikan menu makanan yang tersedia, setelah memilih dan memesan beberapa makanan, Nio memanggil pelayan restoran tersebut.


"Tante .. ini Nio dan Kakak cicil uang yang kemarin Nio Pinjam yah Tante.., nanti kekurangan nya setelah proyek selesai yah Tante sekitar Tiga Bulan lagi."


"Iyah Tante saya sebagai kakaknya Nio juga sangat berterima kasih atas bantuannya Tante, ini adalah proyek pertama yang saya kerjakan sejak lulus Kuliah Tante, semua ini bisa berjalan karena adanya modal dari Tante, saya pribadi berharap agar Indah dan Nio memang bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih jauh Tante .., kami merasa hutang budi. Ungkap Kakaknya Nio dengan tulus,


"Iyah Luky, kita serahkan semua kepada Tuhan yah... saya terima yah uangnya yang Tiga Puluh Lima Juta ini yah.. terima kasih sudah mentraktir kami disini, padahal tidak usah sampai begini juga tidak apa - apa" jawab mama dengan tulus juga,


"Nggak apa - apa Tante.., sekali - sekali, hehehehe.... sudah setahun lebih ini saya pacaran sama Indah baru kali ini saya bisa mentraktir tante dan keluarga makan malam, walaupun Om gak ada, rasanya memang ada yang kurang, tapi nggak apa - apa lah... semoga di lain waktu Om bisa ikut bergabung."


Wah... rasanya mereka malah makin akrab saja, sedangkan ada satu hati yang sedang menahan gemuruh kekecewaan begitu besar, semua canda tawa tiba - tiba terhenti saat terlihat wajah Indah merah dan terdengar suara Indah yang hendak mengeluarkan isi perutnya.


Seketika itu juga Indah langsung berlari ke toilet dan mengeluarkan isi perutnya, semua makanan yang sudah di nikmati benar - benar berlari dan finis pada toilet restoran tersebut.

__ADS_1


"Haduh... kok gak enak banget perut ini, mungkin gara - gara tadi terlambat makan jadi kayak gini, Sialan!" Umpat Indah pada dirinya sendiri karena merasa sakit di bagian lambung.


Dengan langkah gontai Indah kembali ke meja makan dan mama sudah memegang segelas air putih hangat untuk Indah, dengan perlahan Indah meneguk air tersebut, setelahnya berbisik kepada mama untuk minta pulang dan di setujui akhirnya Indah dan keluarga berpamitan dengan Nio juga keluarganya.


"Apakah kamu baik - baik saja?" tanya Nio khawatir,


"Tidak... badanku nggak enak dan lemas, sekarang juga masih mual" jawab Indah,


"Apa aku antar ke dokter saja sekarang bagaimana?" Kini suara Nio benar - benar terdengar serius dan sangat Khawatir,


"Nggak apa - apa, kalau besok masih begini baru aku ke dokter, terima kasih untuk makan malamnya, Aku pergi dulu yah mama sudah menunggu di Loby depan." Pamit Indah kepada Nio,


"Tunggu Indah... sebentar... apa kamu ada riwayat penyakit Maag? Tadi terlambat makan atau nggak?" Indah menangkap ada kekhawatiran yang lain pada raut wajah Nio, tiba - tiba Indah memikirkan sesuatu ide tidak biasa,


"Aku tidak ada riwayat penyakit maag selama ini, dan hari ini Aku makan biasa saja, tidak ada yang terlambat, ini saya makan malamnya sesuai jam kok, tapi nggak tau kok bisa mual begini" Ucap Indah yang sebagian besar berbohong kepada Nio, karena Indah memiliki penyakit Maag yang akut juga hari ini karena mengulik informasi tentang Nio dan para wanitanya Indah sampau melupakan jam makan siang, namun bagian mual memang benar, saat itu Indah merasa sangat Mual.


"Kapan Terakhir kali kamu Haid?" tanya Nio pucat,


"Aku... Aku... Sudah Lupa..." Jawaban Indah sontak membuat wajah Nio pucat.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2