Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.49 SAMPAI JUMPA


__ADS_3

Terkadang yang kita harapkan di dunia ini, adalah hidup dengan seimbang..., seimbang dalam hal kebaikan adalah doa yang selalu di panjatkan kepada Tuhan, Seperti Indah yang berharap jika karirnya baik, maka dia berharap urusan asmara juga semulus karirnya, begitu pula dengan pendidikannya, namun Indah selalu saja di hadapkan dengan yang namanya pilihan.


Pilihan untuk memprioritaskan salah satunya, bukan segala sesuatunya, bukankah kita manusia memiliki batas kemampuan masing – masing? Indah memang seorang pribadi yang kuat dan tegar, namun satu kekurangannya Ia selalu berusaha mengerjakan dan menggapai segala sesuatunya secara bersamaan.


Itu adalah kekurangan dari dirinya sendiri, namun kekurangan yang paling tidak bisa ditawar adalah, Ia terlahir di tengah – tengah keluarga yang selalu menuntut segala sesuatunya di kerjakan dan mendapatkan hasil yang sempurna.


Tekanan – tekanan itulah yaang membuat hidup Indah semakin tertekan berjalannya waktu, angin sepoi – sepoi di pinggir pantai membuat Indah kembali mengenang massa – massa sukar dalam hidupnya, Ia kembali mengenang perayaan dua tahun hari jadinya dengan Vano.


Malam itu tepat jam tujuh malam, Vano menjemput Indah sesuai dengan janjinya, sebuah rumah makan baru adalah tempat yang dipilih oleh Vano untuk membuat Indah senyaman mungkin.


“Indah...”


“Iyah?” sahut Indah sambil menikmati lampu – lampu bagan di atas laut,


“Apakah kamu menyukai suasana ini?” tanya Vano lalu menyentuh jemari lentik Indah,


“Kamu tau, jika jiwaku selalu terikat dengan pantai..., pegunungan dan segala sesuatunya yang berhubungan dengan alam.., tentu aku sangat menyukai suasana ini..” mendengar Indah menyukai tempat yang dipilihnya membuat Vano begitu bahagia,


“Syukurlah kalau begitu..” jawab Vano, “Aku... aku sangat mencintaimu Indah...” getaran suara itu terdengar jelas di telinga Indah, senyuman kecil menghiasi wajah Indah,


“Terima kasih yah...” jawab Indah lalu menggenggam telapak tangan Vano,


“Aku...., ingin waktu Van...” pinta Indah tiba – tiba, sedikit membuat Vano terkesiap bukan main,


“Waktu...? waktu untuk apa?” tanya Vano dengan ragu,


“Waktu untuk diriku sendiri, aku butuh untuk berpikir dan mengerti apa yang aku inginkan Van..., aku ingin mencari tahu apa yang akan membuatku bahagia, mencari tau sendiri tanpa ada yang mempengaruhi...” wajah Vano memerah, ekspresinya terlihat seperti orang yang kebingungan.

__ADS_1


“Apakah kamu meninggalkan aku?” Lagi Vano bertanya dan semakin mengeratkan pegangan tangannya kepada Indah, Indah lantas menggelengkan kepalanya.


“Nggak..., kalau aku meninggalkan kamu hanya akan ada dua cara Van, berterus terang atau aku akan menghilang dan mengganti semua kontak ku, hehehee..., aku hanya butuh waktu.., biarkan aku berpikir, agar disaat aku kembali bertemu denganmu aku sudah berdamai dengan diriku sendiri..” Indah berusaha untuk menenangkan Vano yang semakin tidak bisa menguasai dirinya.


“Berapa lama?” tanya Vano,


“Paling lama tiga bulan Van...”


“Yah Tuhan.., aku akan hidup tanpa kepastian darimu selama tiga bulan? Dan jika kamu pulang lalu ternyata kamu memutuskan aku, berpisah dariku, aku harus bagaimana Indah?” Vano semakin kalap dengan permintaan Indah.


“Move on.., itu yang harus kamu lakukan, buktikan bahwa kamu akan menjadi lebih baik dari yang sekarang, buktikan kepada mamaku bahwa kamu bukanlah lelaki yang tidak berguna seperti yang dia katakan, buktikan jika kamu dapat membanggakan Papi dan Mami, selesaikan kuliahmu, dan buktikan kepadaku jika kamu akan menjadi seorang pria yang bertanggung jawab dengan komitmen yang kamu buat sendiri Van..., itu yang harus kamu lakukan, jika memang kamu menunggu aku dan ternyata jika aku pulang aku memberikan keputusanku yang terburuk.” Terang Indah,


“Apakah yang aku lakukan begitu menyakitimu Indah? Hingga kamu seperi ini Indah..., aku sudah sangat menyesal Indah, apakah tidak ada kesempatan lagi untukku..., apakah semua harus seperti ini? Yah Tuhan Indah..., aku.. aku tidak bisa dengan semua tidak pastian ini...”


“Maka jangan menunggu Van..., aku tidak memintamu untuk menungguku.., kamu bebas pergi kapanpun kamu mau Van..., aku tidak akan mencegahmu Van..” apa yang disampaikan oleh Indah semakin membuat Vano begitu sesak, Vano mengusap kasar wajahnya berkali – kali.


“Aku tidak bisa Indah..., aku tidak bisa begitu saja pergi darimu, dan aku juga tidak bisa jika menunggumu tanpa kepastian..” Indah semakin lelah dengan kegelisahan Vano..


“Okey !! Okey!! Aku tunggu kamu Ndah!! Okay!! Sudah please cukup... please... jangan marah lagi...” Akhirnya Vano menyerah, dan Indah membuang nafasnya dengan kasar.


“Terima kasih sudah mengantarkan aku yah..” Sepulang dari makan malam bersama Vano, kini Indah membuat list tempat – tempat yang akan dikunjunginya selama tiga bulan ini, Indah menghitung semua pengeluaranya, dan mencocokkan dengan tabungan yang dimilikinya, betapa bahagianya Indah membuat list dimana tempat – tempat wisata yang akan dikunjunginya.


Akhirnya tibalah waktu dimana Indah benar – benar akan bepergian seorang diri, Indah bahkan telah berpamitan dengan mama dan papa, karena sudah memenangi tender yang begitu besar jumlahnya Indah mendapatkan bagian sebesar lima persen dari nilai proyek yang di dapatnya, ditambah bonus uang saku dari Papa yang begitu menyayanginya.


Sebuah tiket pesawat telah dipegangnya, begitu antusias Indah menjejakkan kakinya ke bandara, dengan tujuan perjalanan yang berbeda, jika biasanya Ia berpergian untuk bekerja, kini Indah berpergian untuk bersenang – senang, dengan dirinya sendiri.


Vano mengantar Indah dengan wajah yang begitu lesuh, Ia terlihat begitu berusaha menguatkan dirinya sendiri, “Kita belum putus kan?” lagi Vano bertanya kepada Indah...

__ADS_1


Indah sedikit tertawa dan terkekeh, “Belum Van...” jawab Indah,


“Baiklah hati – hati dijalan...” lalu mereka berpelukkan, “Aku menunggumu dengan segala keputusan dan resikonya..., aku masih sangat mencintaimu.., dan selalu mencintaimu...” lirih Vano sambil mengusap lembut punggung Indah.


“Iyah Van..., aku dapat merasakannya, bukankah apa yang disampaikan oleh hati akan dirasa oleh hati juga Van?” ucap Indah juga mengusap punggung Vano, Ia mengulang sebuah slogan hidup Vano yang dulu.., pernah diucapkan oleh Vano berulang – ulang kali...


“Sampai Jumpa Vano...”


“Sampai jumpa... My Heart...”


***


END


Dear Readers...,


Aku Adalah Indah Part 2, sudah selesai sesinya dari sejak putusnya hubungan Indah dengan Nio, dan kita sudah melanjutkan sesi Aku Adalah Indah Part 3 dengan lembaran baru kehidupan Indah, namun karena memang pada kenyataannya mbk Indah pernah break selama tiga bulan dengan Vano, maka Author tamatkan sesi ini.


lanjutannya adalah final season kehidupan Indah, apakah dia bakal balik sama Vano dan menikah? atau dia malah membuka lembar perjalanan cinta yang baru lagi? yang jelas sesi Final ini... bakal bikin kita gak nyakah... loh kok.. malah gini wkwkwkwk...


Bagi yang masih setia membaca Novel ini, jangan khawatir karena lanjutannya akan Author buat dengan Buku Baru yang berjudul ..... belum tau sih judulnya apa wkwkwkwk, yang jelas bakal Author tulis di deskripsinya.


sambil menunggu Buku terbaru tentang Mbak Indah, kalian bisa baca Novel on going yang sedang aku kerjakan berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB, pasti kalian bisa menebak dong yah dari judulnya saja sudah pasti bisa mengira – ngira, isi cerita ini yang bertemakan pengkhianatan yang kerap terjadi di dalam pernikahan – pernikahan.


Pemeran Utamanya adalah Lady, apakah Lady bisa mempertahankan rumah tangganya? Dan semenderita apa dia menjalani hidupnya, lalu solusi apa yang dia ambil untuk kembali bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar?


Semua itu akan kalian dapatkan jika kalian baca Novel “STRONG IN BETRAYAL” dari awal sampai akhir dong yah ;D

__ADS_1


SAMPAI JUMPA LAGI..., SEMUA DOA YANG TERBAIK UNTUK PARA READERS KU XOXO


jangan lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2