Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.17 – BERJUANG BERSAMA


__ADS_3

Indah yang mendapatkan angin surga berupa satu kesempatan baginya merasa menang kali ini dengan mamanya, mengingat kejadian dua tahun lalu yang menempatkan semua keluarga malu karenanya kali Ini Indah berjanji akan menjaga nama baik kedua keluarganya.


Indah bertekad untuk berpacaran secara sehat dengan Vano, begitu juga Indah merasa yakin jika Vano akan menjaga dan tidak akan berbuat yang tidak pantas dengannya.


Hari ini tepat hari ke empat sejak Indah berdebat dengan Mamanya, kini Indah berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk mengajak Vano berkenalan dengan mereka, dan papa memberikan ijinnya kepada Indah, sedangkan mama tentu saja tidak memperdulikan apapun keinginan Indah, dia hanya melengos tanda tak suka.


Dengan berjalan pada kecepatan normal Indah datang ke kantor Yayasan, dari jauh terlihat bagaimana Vano sudah menunggunya, hatinya begitu bahagia, setelah memastikan mobil terparkir dengan baik, Indah lantas turun dan menghampiri Vano yang tengah duduk bercengkerama dengan Roni dan kawan - kawan.


"Van...." panggil Indah sambil melambaikan tangannya, dan tentu saja Vano berdiri lantas menyambut tangan Indah serta memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Aku kangen banget tau..." ucap Vano sontak membuat beberapa teman - temannya bersorak mengejeknya.


"Ciiieeee..... yang uda setengah tahun pacaran...."


Godaan demi godaan datang silih berganti membuat suasana menjadi hangat, "Gimana di sana? maaf yah aku gak bisa jemput"


"Iyah gak apa - apa... kan kita ketemuan disini, lagian kalau jemput juga jauh jaraknya dari kesini ke pelabuhan Ferry Ndah..." sahut Vano,


"Iyah.... benar Ndah .. Vano aku yang jemput tadi kebetulan lokasi KKN ku dekat daerah pelabuhan dan tadi aku ambil laporan terakhir di kantor desa jadi sekalian aja... tenang aja .. yang penting aku sudah membawa kekasihmu kembali di hadapanmu dengan selamat dan sempurna bukan?" ujar Roni sambil merangkul bahu sahabatnya itu.


"Thanks yah Ron..." sahutku, "Eh Van... kita jalan sekarang?" tanya Indah kepada Vano,

__ADS_1


"Boleh .. yuk lah .." jawab Vano sambil beranjak dan mereka berpamitan dengan semua teman - teman juga rekan kerja yang ada disana. Segera mereka beranjak masuk ke mobilnya Indah dan memulai perjalanan menuju arah rumah Indah yang tak begitu jauh.


Tiga kilometer sebelum mereka sampai dirumahnya Indah, mobil tiba - tiba di parkir di sisi jalan raya oleh Indah,


"Ada apa Ndah?" tanya Vano,


"Ada yang harus aku bicarakan sebelum kita ketemu kedua orangtuaku Van..."


"Okay... gimana Ndah?"


"Hmmm... Van... aku sebenarnya nggak enak sama kamu, tapi apa boleh buat... kita sudah sepakat untuk berjuang bersama bukan?" Indah menjeda sedikit ucapannya untuk melihat reaksi Vano,


"Aku tau kalau aku sangat di terima dengan baik oleh kedua orang tuamu bahkan seluruh keluarga kamu Van... dan aku juga berharap hal yang sama terjadi pada keluarga aku, tapi pada kenyataannya tidak semudah itu Van... papa memang memberikan kesempatan untuk kita dan mengijinkan aku untuk memilih pilihanku sendiri tapi .. tidak dengan mamaku.." Indah merasa tidak enak hati ketika menatap wajah kecewa dari Vano, Wajah itu tidak dapat menyembunyikan isi hati pria dihadapannya.


"Alasannya apa?" tanya Vano lirih,


"Alasannya karena kamu belum mapan, tapi nggak apa - apa Van... aku dan kamu kita akan berjuang bersama... kamu selesaikan kuliahmu, aku akan melanjutkan kuliahku juga, dan aku minta kamu fokus untuk pendidikan mu agar kamu bisa segera mencari pekerjaan Van... apakah kamu mau? mau berjuang bersama aku?" tanya Indah sambil memegang kedua tangan Vano.


"Aku akan memperjuangkan kamu Indah.. apapun itu... aku akan fokus pada kuliahku, dan aku akan mencari uang dengan menerima job hanya saat ada waktu saja.. aku tidak akan mengutamakan job - job bermain musik dulu, aku janji akan berusaha untuk tidak mengecewakan kamu Indah..." Indah bersyukur karena reaksi Vano sesuai harapannya yaitu tidak mundur dari hubungan ini.


"Terima kasih yah Van... aku juga akan fokus kerja saat ini dan mengabaikan segala hal - hal yang negatif di sekeliling aku dan hanya akan fokus pada masa depan kita, pokoknya aku juga akan berjuang untuk mempertahankan hubungan kita, dan aku nggak bisa lakukan itu kalau tidak sama - sama kamu Van..."

__ADS_1


"Hei .. Indah... berapa bulan aku membuatmu nyaman denganku hah? dan bahkan aku meminta satu bulan untuk tambahan waktu agar kau membuka hatimu, aku tau pasti ada salah satu dari pihak orang tuamu yang tidak akan menerima aku..." ucap Vano dengan tersenyum teduh, walaupun Indah tau jika Vano sedang memendam rasa kecewa, tapi yang disukai dari Indah adalah Vano seorang pejuang yang tidak mudah untuk menyerah.


"Kok kamu bisa tau Van?" tanya Vano,


"Iyah... aku tau .. karena kamu tidak mudah untuk didapatkan, maka aku menduga jika sifat kamu itu pasti diturunkan dari salah satu orang tuamu, hehehe... yah... dan ternyata dugaanku benar, tapi jika aku bisa membuat mu luluh pada hatiku, maka aku akan tetap teguh untuk meluluhkan hati mamamu tentu dengan ketulusan ku" ucap Vano sambil menaruh kedua tangan Indah di dadanya.


Detak jantung Vano yang bertaluh terasa sangat kencang, Indah tau Vano sedang gugup dengan apa yang di hadapinya, "Apakah kamu gugup?" tanya Indah,


"Iyah... sangat, tapi aku siap dengan segala penolakan yang akan terlontar, aku siap untuk menjadi manusia muka tembok asal bisa bersama denganmu, aku siap untuk di hina berkali - kali oleh mamamu asal aku masih bisa berjuang denganmu, jikalau suatu saat memang kita tidak berjodoh itu semua bukan karena aku Indah .. itu semua pasti karena kamu yang menyerah pada hubungan kita ini" Indah terkejut dengan ucapan Vano,


"Kamu kok gitu kalo ngomong..., jangan gitu lah Van... aku juga akan berjuang untuk kamu dan untuk kita .." Indah merasa yakin akan tetap sanggup berada disisi Vano, melawan arus kebencian tanpa alasan dari mamanya.


"Iyah... aku hanya memastikan jika aku tidak akan mundur, sekalinya kamu bilang akan berjuang bersama denganku, maka aku tidaj akan mundur lagi apapun yang terjadi, aku akan tetap mengejar tujuan akhir yaitu menikahi mu di altar suci dan memberikan hidup yang layak untukmu, karena tujuanku adalah kamu." Vano terdengar sangat serius dan meyakinkan hingga membuat hati Indah membuncah bahagia tak terkira.


"Terima kasih banyak Van..." hanya itu kata yang dapat terucap dari bibi Indah.


Bersambung


Mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB

__ADS_1


__ADS_2