Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.44 SEE YOU


__ADS_3

Sebuah kekonyolan baru saja terjadi dikala Memi melihat foto Vano pada layar ponsel Indah, entah apa yaang dipikirkan oleh Memi pada saat itu hingga membuatnya tersedak, namun Memi bukanlah murni orang Indonesia yang menjaga perasaan orang pada saat berbicara, Memi yang dibesarkan di Australia lebih memiliki sifat yang blak – blakan dalam berbicara.


“Yah Tuhan Memi.., Are you okay?” tanya Indah khawatir.., lalu Memi menggeleng – gelengkan kepalanya sambil mengangkat tangannya dan kembali mengambil air putih untuk diteguknya, sampai rasa tersedak itu hilang, dan mengangkat wajah merahnya kepada Indah sambil berbicara dengan lantang,


“NO!!! NO INDAH!!! ARE YOU OKAYYY?!!!” Pekik Memi sambil menatap bingung kepada Indah,


“What?!!” Tanya Indah tidak kalah melengking dengan suara Memi saat itu, hingga membuat beberapa pengunjung menoleh dan menjadikan mereka berdua sebagai pusat perhatian, namun tentu saja Memi dan Indah tidak menghiraukannya sama sekali.


“Indah..., ini memang pria sangat tidak tau diuntung Indah..., Oh God.., apakah matamu buta saat berpacaran dengannya, I’m so sorry yang.., aku bukan menghina ciptaan Tuhan, but kamu ingat aapa kata aku tadi? Aku bilang sepadan Indah...”


“Yes.. yes... I see what you mean.., sudahlah kamu adalah orang yang ke seribu yang sudah berkata seperti ini, tapi kamu adalah orang pertama yang bereaksi seperti ini Memi, kamu benar – benar membuatku panik tadi..” omel Indah..


“Apakah dia sangat kaya?” tanya Memi masih bingung,


“No Memi, aku dan dia bekerja untuk membantunya membayar uang kuliahnya, orang kaya tidak mungkin menjadi guru les music bukan?” kembali Indah mengomel dengan wajah jengah,


“Siapa bilang? Guru les music ku sangat kaya Indah, dia bahkan memiliki beberapa sekolah music di Melbourne..”


“Yah..anggap saja Vano ini pegawai di sekolah music gurumu itu, dan itulah iming – iming dari mamanya Bocah itu, akan memberikan modal kepada Vano untuk membuka sekolah musik, aku rasa dia sangat tergiur, mengingat mamaku sangat membenci Vano tanpa sebab..”


“Oh.. jelas ada sebab Indah, apakah kamu lupa apa kataku tadi? Bahwa orang tua terlebih ibu kita itu seolah memiliki indera keenam, dan faktanya benar kan feeling mama kamu?”


“Iyah justru itu yang membuat aku malu untuk mengakui keadaanku Memi..”


“Kamu konyol and so so stupid, sorry to say yah Indah...” jawab Memi terus terang dengan tatapan setajam silet kepada Indah.


“Kalau aku jadi kamu, aku tidak akan berpikir panjang, itu kalau aku yah.. kalau kamu yang entah lah...” Memi lantas melanjutkan makan malamnya dengan Indah, dengan Indah yang kini kembali ribut dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


“Memi..., thanks untuk makan malamnya dan thanks untuk keakraban kilat kita ini..” Indah juga heran proses pertemanan mereka seolah sangat cepat, faktanya padahal mereka memang baru saja mengenal satu sama lain semalam, dan kini baru hampir dua puluh empat jam mereka saling mengenal tapi rasanya seperti sudah bertahun – tahun.


“Aku memang orang easy going, dan gampang akrab dengan orang, tapi sejujurnya denganmu ini memang rasanya sangat cepat yah kita bisa berteman, saranku Indah sekali lagi, tingkatkan kualitas dirimu, sibuk dan fokuslah pada dirimu sendiri saat ini, dan abaikan sekeliling yang merugikanmu, yang membuatmu berjalan ditempat, apalagi sampai membuatmu berjalan mundur kebelakang, karena sejatinya waktu kita berjalan kedepan, dan waktu tidak dapat diputar kembali Indah...”


“Cepat – cepatlah menentukan arah hidupmu, dengan atau tanpa pria di sisimu aku yakin kamu akan menjadi orang hebat, namun pria yang tepat pastinya, jika kamu bertemu dengan pria yang tidak tepat yang ada, dia akan mengubur kualitas dalam dirimu..”


“Hidupmu hanya akan menjadi ibu rumah tangga yang membosankan, dan aku yakin bukan itu yang kamu inginkan, sekalipun pada akhirnya kamu menjadi ibu rumah tangga, maka keputusan itu kamu ambil, karena nilainya sepadan dengan pria yang menjadi pendamping mu...”


Indah mendengar perkataan Memi sambil berkaca – kaca, tidak menyangka begitu dalam dan begitu berharganya semua kalimat – kalimat yang keluar dari bibir Jeremia, seolah mendapatkan seorang kakak secara ajaib, Indah merasa ini adalah jalan Tuhan yang menyelamatkan Indah dari keterpurukannya.


“Aku..., sangat berterima kasih atas segala perhatian dan nasehatmu Memi..., aku merasa menemukan Jati diriku lagi.., mungkin kamu benar..., kita sangat berbeda Memi, aku tidak bisa sepertimu yang kuat dan lantas berani sesegera mungkin mengambil keputusan, tapi percayalah, jika keputusan yang kuambil kelak adalah yang terbaik untuk hidupku...” Ucap Indah menahan haru.


“Hmmm.. aku percaya itu Indah, apapun yang akan terjadi dalam hidupmu kelak, kamu tidak boleh menyerah yah.., apalagi berpikir untuk bunuh diri.., itu sangat rugi Indah..., kamu sudah menderita di bumi dan kamu akan menderita di sana..., bukankah itu sangat merugikan diri sendiri?”


“Iyah.. aku akan membuang jauh – jauh pikiran bodoh itu, aku akan mencoretnya dalam alternatif mengatasi masalah tanpa masalah, ahaahahaaa!!!” Indah dan Memi tertawa berbarengan,


“Haahahaha!!! Slogan yang tidak asing..” ucap Memi sambil tertawa,


“Pegadaian??? Hahahahaa!!! Kamu memang random Indah..”


***


Pagi Indah telah siap dengan pakaian rapinya, dan membawa laptop serta berkas – berkas penting didalam tasnya, hari ini adalah jadwal pendaftaran Tender dan jadwal dimasukkannya Pakta Integritas untuk proyek yang serahkan oleh Indah kepada Pihak Dinas terkait.


Namun sebelum itu, Indah masih sempat duduk menikmati sarapan singkatnya bersama dengan Memi, entah kapan mereka akan bertemu lagi.


“So.. apa rencana mu sehabis ke Labuan Bajo?” Tanya Indah sambil mengoleskan Roti dengan selai strawberry.

__ADS_1


“Aku akan menikmati jadwal honeymoon ku sendiri tentunya, lalu karena aku cuti selama dua minggu, maka dalam dua minggu aku akan traveling ke Bali, lalu ke Maluku untuk berziarah ke makan Mami dan Papi ku..., and than aku balik ke Australia” jawab Memi santai,


“Mami dan Papimu di makamkan di Maluku?”


“Iyah.. sebelum meninggal Ia minta pulang ke Indonesia dan sebelum Papi ku meninggal Ia minta dimakamkan di sebelah makam Mamiku..” jawab Memi sambil tersenyum.


“Hmm.. have a nice trip Memi, aku mendoakan semoga kamu beruntung dan memiliki hidup yang lebih baik dari sekarang..” Ucap Indah dengan Tulus.


“Yeah... dan aku mendoakan kamu juga mendapatkan hidup yang lebih baik dan tentu saja BA HA GI A!! Itulah yaang terpenting dalam hidup kita bukan?”


Indah mengangguk sambil tersenyum, setelah mereka selesai menghabiskan roti dan teh, Indah mengantarkan Memi keparkiran Mobil dan disana mereka berpelukkan lalu saling berpamitan satu sama lain,


“Ini alamat emailku dan nomor ponselku, kita sudah akrab tapi bahkan kita tidak berpikir untuk saling bertukar kontak ahahahaa!! Dan ini FB ku.. jangan lupa di add, okay?” Indah lantas mengambil kartu Nama milik Memi, dan memberikan Kartu namanya kepada Memi.


“Iyah.. ahahahaa!!! Aku juga tidak kepikiran sebelumnya, ini kartu namaku ada alamat, no ponsel dan alamat FB ku ada dibelakangnya.., see you Memi..”


“See You too Indah..” Setelah mobil Memi hilang dari pandangan Indah, kini Indah berbalik dan menatap jalan yang akan di tujunya sambil mengambil nafas begitu dalam serta bergumam pada dirinya sendiri.


“Okay Indah!!! Now..., Back to Realita!!


***


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB

__ADS_1


makasi sebelumnya,


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2