Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 67


__ADS_3

Tiga minggu sudah insiden berita bohong yang di sebarkan oleh Abdul semakin pupus dan menjadi lebih clear, teman - teman Indah sudah mulai normal.


Namun tidak dengan komunikasi antara Nio dan Indah, mereka sedang tidak baik - baik saja selama tiga minggu ini, Indah juga sudah memantapkan hatinya akan berbicara dengan Nio empat mata sehabis nonton konser Bung Glenn Fredly yang kala itu konser di salah satu Hotel bintang lima.


Lewat saling berkirim pesan singkat Vanya mengajak Indah, "sekalian berpatah hati masal bareng Gleen Fredly" kata Vanya, membuat Indah terkikik, namun ada benarnya, di saat hendak memutuskan sebuah hubungan Indah butuh vibe yang berbeda, Ia setuju untuk melow bareng Vanya.


Vanya yang sedang galau karena Saga sedangkan Indah sedang galau karena Nio dan Dhino, rasanya saat itu mereka benar - benar setali tiga uang berdiri di persimpangan jalan ketidakpastian suatu hubungan.


Selama itu pula Indah dan Nio hanya bertukar pesan namun semua terasa hambar bagi Indah, hingga siang itu Indah menerima pesan singkat dari Nio, sebuah pesan yang tidak biasa, karena selama berpacaran, Nio adalah seseorang yang sangat terencana, berbeda dengan saat ini, semua serba tidak terencana dan serba mendadak.


Hingga akhirnya percakapan mereka mengantarkan Indah berada di dalam mobil Saga bersama Nio dan juga Vanya,


"Van... kamu uda beli tiket kemarin kan?" tanya Indah,


"Iyah... aku uda beli, kamu uda belum Ndah?" Vanya juga bertanya,


"Uda dong... berarti besok aku jemput kamu yah Van?" Tanya Indah kepada Vanya,


"Okay besok yah Ndah..."


"Tiket apa sih? emang kalian mau kemana?" tanya Nio.


"Ingat jam enam sore kamu sudah harus jemput aku Indah.. takut terlambat." Vanya mengingatkan Indah dan membuat Nii terbengong - bengong,


"Iyah Van.. tapi aku jemputnya sama - sama Ryan yah... soalnya Ryan katanya juga mau pergi, hahaha!!" Indah menjawab dengab santai,


"Hei... Hei... kalian ini sedang apa to? kok ada Ryan segala, ditanya pada diam aja?" kembali Nio bertanya,


Indah dan Vanya saling pandang sambil tersenyum,


"Ada rencana apa sayang? Aku sama Nio punya rencana sendiri loh... habis makan kita ke luar kota ... aku uda booking hotel, dan nanti kita mampir ke rumah Indah biar Nio ijin sama mamanya Indah, terus aku ke rumahmu untuk minta ijin ke mama mu yah sayang." Saga menjelaskan panjang lebar,


"Loh kok dadakan?" tanya Indah,


"Kan Surprise Ndah.." jawab Nio,


"Terus besok sore gimana Ndah?" tanya Vanya bingung,


"Emangnya besok sore ada apa?" tanya Saga,


"Kita mau nonton konser Gleen Fredly" jawab Vanya terlihat kecewa karena tau jika ke luar kota maka bisa batal rencana yang sudah di buatnya dengan Indah.


"Iyah... aku pengen banget nonton Gleen" Lirih Indah, "Mana tiketnya mahal lagi" ucap Indah,

__ADS_1


"Berapa?" tanya Saga,


"Tujuh ratus lima puluh ribu loh sayang" jawab Vanya,


"Yah uda kita jual tiketnya ke Chiken aja" sahut Nio (Chiken bukan ayam yah disini, ini na julukan temannya Nio, dan nama julukan ini asli loh, hehehe)


"Emangnya kak Chiken mau?" tanya Indah,


"Dia kan calo tiket kalau pas ada event,"


"Rugi dong Nio kalau jual tiket ke Calo"


"Nggak, nanti dia beli sesuai harga kamu beli kemarin, yah uda kita makan dulu sekarang" jawab Nio santai,


"Loh... siapa yang bilang aku setuju mau keluar kota?" sahut Indah bingung dengan keputusan sepihak dari Nio,


"Ayolah Indah... yah.. sayang yah... kita pergi yah..?" tanya Nio merayu Indah,


'Tumben ini orang bisa ngerayu, sejak kapan???' batin Indah,


Begitu juga Saga merayu Vanya, dan Vanya yang bimbang akhirnya nurut dengan keputusan Saga, maka acara konser bareng kacau gara - gara Nio dan Saga.


Benar saja setelah makan, Saga mengantarkan Nio pamit dengan mama dan Indah mengambil beberapa baju untuk di bawa, begitu juga hal yang tidak jauh berbeda di lakukan oleh Saga dan Indah,


Hembusan angin kencang dari luar kaca membuat rambut panjangnya berterbangan, juga udara yang sejuk seakan sedang membuat paru - parunya bermandikan oksigen yang selama ini sudah cukup lama tidak di hidupnya.


Sesekali Indah ikut melantunkan nyanyian tersebut dengan dada yang sesak sampai sebuah lagu dari Band Padi yang berjudul Ternyata Cinta membuat Indah kembali pada suasana Melow dan hatinya seolah di rajam ribuan jarum hingga membuatnya berdarah - darah.


"Dan Ternyata Cinta... yang menguatkan aku...


Dan Ternyata Cinta.. tulus mendekap jiwaku...


Dan Ternyata Cinta... yang menguatkan aku...


Dan Ternyata Cinta..."


Seisi mobil juga ikut menyanyikan lagu tersebut, seketika Indah sadar jika rencana Indah untuk berbicara empat mata dengan Nio sepertinya akan gagal, atau kah moment ini bisa di jadikan waktu yang tepat?


Tanpa terasa Hotel tujuan telah sampai, "Van... kita di kamar 256 aja biar mereka di 257" Indah berbisik kepada Vanya saat menunggu kedua laki - laki di hadapannya sedang mengurus administrasi di resepsionis hotel.


Setelah beberapa menit mereka menghampiri tempat Indah dan Vanya duduk, "Ayok Van.." ajak Saga,


"Indah.. ayo..." Kini Nio memanggil Indah,

__ADS_1


Mereka berjalan berpasangan, "Eh.. Aku tidur sama kamu?" tanya Indah kepada Nio,


Nio hanya menaik turunkan alisnya, dan Saga juga tersenyum melihat pertanyaan Indah,


"Nggak apa - apa... Nggak usah malu sama Saga dan Vanya, mereka juga tidur bareng kok" jawab Nio,


"Iyah uda kalau gitu" Indah langsung masuk ke kamar dan berbaring di tempat tidur, dilihatnya Nio sedang membawa barang - barang mereka dan menyusunnya.


"Kamu capek?" Tanya Ni


"Iyah Lumayan capek" jawab Indah, tidak seberapa lama Nio ikut naik ketempat tidur, dan membalikkan tubuh Indah agar berhadapan dengannya.


"Maafkan aku yah .. selama ini banyak mengecewakanmu" Tiba - tiba Nio membuka pembicaraan dengan Indah,


"Ada apa kamu tiba - tiba meminta maaf kepada aku?"


"Sudah tiga minggu kita hanya bertukar pesan, telpon di telpon rumah, kadang di ponsel juga hanya menanyakan kabar, semuanya terasa tidak baik - baik saja untuk aku dan kamu, aku minta maaf atas segalanya"


'Wah.. bisa - bisa gagal ini rencana aku putus sama dia' Batin Indah,


"Aku ingin memperbaiki semua kesalahpahaman di antara kita Indah" Lanjut Nio,


"Kesalahpahaman??, emang selama ini ada salah paham apa?" Tanya Indah pura - pura bodoh,


"Antara kamu dan temanmu itu.. harusnya aku percaya sama kamu, dan tentang aku dan Risa rasanya berita di luaran terlalu berlebihan, aku memang berteman dengannya hanya berteman"


"Oh... terus?" jawab Indah,


"Yah .. aku akan mengenalkan kalian berdua" jawab Nio,


"Apa?!" Indah kaget dengan ucapan Nio


*


*


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2