Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
AaI#3. BAB.43 Sesi Wawancara


__ADS_3

‘’Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan lakukan jika aku berada pada posisimu Memi, kamu begitu berbesar hati menerima kenyataan yang aku yakin tidak semua orang bahkan mungkin hanya kamu saja yang bisa bersikap sesantai ini, Lalu bagaimana dengan papa dan mamamu?” tanya Indah saat selesai mendengarkan pengalaman yang baru saja terjadi pada kehidupan kenalan barunya itu.


“Mereka berdua sudah tidak ada Indah, sejak aku berusia sembilan belas tahun aku sudah menjadi tulang punggung untuk menghidupi diri sendiri dan adikku, jadi hanya adikku satu – satunya keluarga yang aku miliki..” ucapnya sambil tersenyum,


Setetes air mata mengalir begitu saja,


“Hei..., kenapa kamu nangis Ndah?” tanya Memi sambil mengambilkan tisue untu Indah,


“Aku tidak akan kuat jika berada pada posisimu Memi..., aku mungkin akan bunuh diri..” ucap Indah,


“Hah?!! Pemikiran bodoh macam apa itu?? Kenapa harus bunuh diri, harusnya kamu bersyukur, karena apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik untuk kita, bukankah Tuhan yang paling tau apa yang terbaik untuk kita, dan apa yang benar – benar kita butuhkan..”


“Kuncinya hanya satu Indah.., jika kamu masih memiliki orang tua, berusahalah untuk patuh dengan mereka sebelum kamu menikah, karena biasanya pengelihatan orang tua itu tidak salah..., seperti bibiku yang dari awal tidak suka dengan Vera... yah.., namanya Vera..., tapi aku tetap saja tidak mau ambil pusing karena pikirku ini adalah hidupku, my life is my rules..., tapi ternyata apa yang dikatakan oleh bibiku, semua terjadi.”


“Terkadang Ibu kita, atau Bibi kita mereka seolah memiliki indera keenam, mereka bahkan bisa membaca wanita atau pria yang dekat dengan kita.., itu pengalamanku..” Ucap Memi, lalu melahap Fish burger and salad yang ada dihadapannya.


“So..Indah..,aku sudah bercerita, kini gantian, siapa pria yang membuatmu bad mood dan marah – marah tadi pagi?”


“Hah??!”


“Kenapa Hah?! Why you so shock..? ayolah ceritakan sesuatu tentang pria itu.., dan apakah kamu punya fotonya aku penasaran sama pacarmu..” goda Memi,


“Kok kamu tau dia itu pacar aku?”


“Oh.. come on Indah... umurmu berapa?”


“Dua puluh tahun April nanti...”


“What?! Kita selisih dua belas tahun Indah, aku kira kamu umur tujuh belas hahahahaa!!!”


“Ayolah..., ceritakan agar aku bisa memberikanmu advice, jika kamu mau...”

__ADS_1


“Hmmm, baiklah Memi..., aku sebenarnya cukup malu menceritakan masalahku, karena biasanya semua masalah yang ada selalu aku pendam sendiri, sebenarnya aku sedang ilfil dengan Vano.., nama pacarku...”


“Why? You booring with Him?”


“No... lah..., aku bukan tipe yang gampang bosan dengan pacar Mi.., Dia.., mencoba bermain api di belakangku, awalnya dengan gigih dia ingin menjadikanku kekasihnya, bahkan ketika sudah bersama, dia juga yaang dengan gigih mengajakku berjuang bersama, bahkan sampai aku melawan dengan mamaku untuk mempertahan hubunganku dengan Vano, kami bahkan berwirausaha bersama, tapi kini dia seolah lupa dengan semua perjuangannya..., dan dia malah lebih nyaman dengan menjual jasa sebagai guru les music hanya karena diperlakukan baik oleh salah satu keluarga muridnya..., dan muridnya itu memiliki hati dengan Vano..”


“Aku marah, tapi tidak membabi buta, aku merasa jengah dan seakan semua terasa tawar.., seakan semua hilang.. yah perasaanku kepadanya seolah menguap begitu saja Memi.., sampai sekarang dia memohon – mohon agar aku bersikap seperti dulu, aku ingin tapi entahlah rasanya susah untuk bersikap seperti dulu...”


“Biasanya aku akan menceritakan dengannya jika aku memiliki kenalan baru, diajak makan malam, jika dia melarang ku maka aku akan memilih untuk tidak pergi dan menghabiskan waktuku dengannya by phone atau memilih bermalas-malasan di kamar, tapi semua itu sekarang rasanya tidak penting lagi.., karena bagiku..., apapun itu dia sudah mengkhianati aku..”


Memi mengangguk – anggukkan kepalanya,


“Lalu, mengapa masih bertahan?” tanya Memi singkat,


“Aku malu dengan semua orang yang tau, bagaimana dan sekeras kepala aku dulu memperjuangkannya, terlebih kepada mamaku, aku takut mamaku mengejekku, dan mengatakan ‘naahhh... apa mama bilang..., nggak nurut kan? Buang – buang waktu kan kamu..?’ Aku takut mendengar kata – kata yang menghancurkan harga diriku...”


“Soo.. karena kesombongan dan gengsimu, kamu memilih untuk mengorbankan, waktu, tenaga, pikiran dan peluang kamu untuk bisa move on?” Lagi – lagi ucapan Memi seolah menghantam telak kepala Indah.


“Aku..., aku..., aku bingung harus bagaimana Mi...” kini Indah benar – benar buntu, ibarat logikanya benar – benar tertutup dengan gengsinya.


“Apakah aku boleh memberikanmu saran?” Tanya Memi,


“Iyah...” lirih Indah,


“Jika aku jadi kamu, aku akan meminta putus, karena seorang laki –laki yang suka bermain wanita di saat dia memiliki ikatan dengan wanita lain, akan membawa kebiasaan itu sampai menikah nanti, namun jika kamu masih sangat ragu dan bimbang karena gengsi mu yang sangat tidak berguna itu..., minta lah waktu untuk break sementara kamu memperbaiki diri dan menimbang – nimbang keputusan apa yang akan kamu ambil tapi sebelumnya.., kamu harus menjawab pertanyaan ku agar memudahkan kamu memilih jalan yang mana yang akan kamu pilih tanpa intervensi dari siapapun, deal?!” tanya Memi sambil terus mengunyah,


“Yes.. deal..” jawab Indah juga ikut makan pesanan yang sama dengan yang dimakan oleh Memi.


“Apakah kamu juga sepertiku? Selalu mengabaikan kekasihmu?”


“Nope!”

__ADS_1


“Berapa kali kamu bertemu dengannya selama satu minggu?”


“Hampir setiap hari...”


“What?! Oppss.., sory.., so..., apakah sebelumnya kamu tidak menyadari jika dia ada yang menyukai hingga sampai membuatnya bermain api?”


“Aku bahkan sudah memperingati dia jauh – jauh hari, sebelum bocah genit dan mamanya mengganggu Vano, bahkan sebelum Vano menyadarinya aku sudah menyadarinya dari awal.., dan Vano mengatakan tidak akan terpengaruh, namun nyatanya ‘Kangen’ adalah kata terkahir chatting antara Vano dan bocah genit itu, hingga membuatku memanggilnya dan memberitahu kepadanya jika aku mengetahui segalanya..”


"Oh... dia kategori brengsek..” ceplos Memi,


“Iyah.. dia memang brengsek!!” umpat Indah,


“Mana Fotonya? Aku penasaran..” Ucap Memi celingak celinguk ke arah ponsel Indah,


“Wait yah...” ucap Indah sambil membuka ponselnya dan menunjukkan foto Vano kepada Memi,


Seketika itu juga, Memi yang sedang minum air putih langsung saja tersedak dan menyemburkan air yang ada di mulutnya sambil terbatuk – batuk.


“Yah Tuhan Memi.., Are you okay?” tanya Indah khawatir.., lalu Memi menggeleng – gelengkan kepalanya sambil mengangkat tangannya dan kembali mengambil air putih untuk diteguknya, sampai rasa tersedak itu hilang, dan mengangkat wajah merahnya kepada Indah sambil berbicara dengan lantang,


“NO!!! NO INDAH!!! ARE YOU OKAYYY?!!!”


***


Bersambung


halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..


sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB


makasi sebelumnya,

__ADS_1


jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee


__ADS_2