
Merasa sakit hati dengan sikap Vano, membuat Indah mencari pelariannya sendiri, selalu dan selalu saja, sejak dulu pastilah pantai menjadi tempat yang paling menenangkan bagi Indah, namun kini ada sesuatu yang baru selain pantai.
"Heemmm.... Aku kangen kamu..." bisik Indah sambil menatap batang rokok di jarinya.
Kini sebuah panggilan kembali masuk namun bukan lagi nama Vano, tetapi nomor telpon rumah yang memanggil, Indah curiga ini Vano tapi takut juga kalau yang menelpon mama atau papa. Ragu! tapi tetap harus diangkat kan?
Saat diangkat ternyata yang menelpon adalah Rose asisten rumah tangganya Indah, "Kak... kok belum pulang, tadi mama telpon tanya kakak, jadi Rose bilang kakak lagi belajar kelompok"
"Iyah Rose... aku memang lagi belajar kelompok" bohong Indah kepada Rose,
"Oh Gitu yah kak... okaylah kak..., jam brpa pulang?"
"Belum tau Rose... tunggu aja, nanti tolong siapin air hangat yah... biar kalau aku pulang bisa langsung mandi Rose..."
"Baik kak... Kalau bisa jangan lama-lama yah kak... soalnya takut airnya dingin.."
"Iyah..." jawab Indah singkat dan memutuskan panggilan teleponnya.
Beberapa pesan singkat dari Vano juga menumpuk bukan main banyaknya, tapi tidak ada satupun yang di bawa dengan Indah.
Dasarnya memang Indah hidup di sebuah kota kecil, lagi - lagi seseorang dari masa lalunya ternyata sedang menatapnya kala Indah menghisap tembakau ditangannya dengan penuh penghayatan.
Tiba - tiba saja dia telah duduk di samping Indah dan berbicara seolah tidak ada beban, "Apakah masalahmu terlalu berat hingga kamu menghabiskan malam mu dengan mata bengkak dan... sebungkus rokok?" tanyanya.
Indah yang memang sedang galau bukan main hanya tersenyum, menahan rasa terkejutnya, diam... dan kembali menyesap rokok itu.
Dia angkat tangannya untuk memanggil pelayan dan meminta "tolong dua botol Bir yah... dan es batu, saya juga pesan kentang goreng, salad dan nasi goreng dua."
Indah masih diam seribu bahasa dengan laki - laki di sampingnya ini, dia bahkan kini malah memesankan makanan untuk Indah, juga dirinya sendiri, rasanya malam ini pasti akan terlambat ke rumah.
"Rokok?" tanya Indah sambil menyodorkan bungkus rokok miliknya kepada lelaki tersebut. Lalu dia juga mengambil batang rokok itu dan membakar serta ikut menyesapnya, sesekali dia memainkan asap rokok itu sehingga menjadi bulat bulat seperti donat.
"Indah..." panggilnya dengan pelan,
"Apakah kamu baik - baik saja?" tanyanya,
"Apakah Aku terlihat baik - baik saja saat ini?" Indah menjawab dengan sebuah pertanyaan kepadanya.
__ADS_1
"Hmmmm.... kita sudah hilang kontak, aku susah sekali menghubungi kamu sejak terakhir kali kita bertemu, apa aku boleh minta nomor ponselmu?" tanyanya,
"Aku saja yang simpan nomor kamu yah..., ini" Indah lalu memberikan ponselnya dan terlihat dia mengetik nomornya setelah disimpan, dia mengembalikan ponsel Indah kepada pemiliknya.
"Kamu selalu saja seperti, selalu membatasi... tidak pernah mau benar - benar membuka dirimu..."
"Membuka diri dengan kamu?"
"Iyah... mengapa tidak? Bukankah kita masih bisa berteman Ndah..."
"Kita memang masih berteman saat ini, tapi jika aku membuka diriku kepadamu maka kita pasti akan lebih dari teman, seperti yang pernah terjadi, sudah cukup dulu sejarah kita bukan?" Indah tertawa kecil mengingat apa yang pernah terjadi dengan lelaki di samping itu.
Beberapa menit kemudian pelayan datang membawa pesanan makanan dan di tata dengan rapi, "Makan dulu... ini minuman mu air mineral, kalau aku minum Bir" ucapnya sambil mengambil sebotol Bir yang sempat diangkat oleh Indah,
"Aku kira kamu pesan dua botol untuk di bagi, hehehehe..." goda Indah,
"Enak aja... terus kamu pulang mabuk naik ojek itu? atau aku antar kamu pulang? kalau aku yang antar pulang nggak apa - apa aku kasih kamu Bir tapi hanya setengah gelas, gimana?"
"Hahahahaa.... terima kasih tidak perlu repot-repot..." Indah tertawa, setengah gelas? pikirnya, pelit amat.
"Aku? hanya kecewa... tidak lebih dari itu .."
"Apakah ini hubungan yang sama toxicnya dengan para mantanmu sebelumnya?"
"Rasanya nggak juga, tapi... sudahlah ... kamu sendiri ngapain kesini hah?! duduk sendiri terus dengan lancang duduk satu meja dengan aku tanpa permisi, kamu pasti punya masalah kan?" Indah balik bertanya untuk mengalihkan perhatiannya dari masalah yang di hadapi oleh Indah.
"Iyah.. Aku bukan ada masalah, tapi aku sudah menyelesaikan masalahku, aku baru saja putus sama pacarku, walaupun aku tau ini keputusan yang terbaik tapi tetap aja rasanya cukup menganggu di sini" sambil menunjuk dada kirinya.
"Ouch... maaf.. Aku turut prihatin, tapi baguslah kalau kamu merasa itu keputusan yang tepat.."
"Lalu kamu? Ayolah Ndah... kenapa kamu susah sekali cerita dengan aku? Aku tidak akan mengejekmu.." godanya,
"Sialan...!" umpat Indah dan tertawa, Indah belum menjawab apapun memilih untuk menikmati makanan yang di pesan oleh lelaki di sisinya, setelah menghabiskan satu piring nasi goreng kini Indah beralih memakan salad secara perlahan.
"Padahal aku tidak ada rencana untuk makan malam, kamu sudah mengacaukan jam makanku." omel Indah,
"Kamu tambah kurus Ndah..., Apa kamu terlalu kepikiran sampai - sampai sekurus ini Hah?..." Indah masih tidak menjawab apapun, "Oh Iyah mamaku beberapa saat lalu bilang kalau sempat nonton kamu nyanyi sempat merekam video kamu di ponselnya, kamu sekarang terima job nyanyi juga yah? Aku nggak nyangka Ndah..." sambungnya,
__ADS_1
"Iyah... begitulah... untuk membantu dia..." jawab Indah secara spontan,
"Jangan bilang akhirnya kamu pacaran sama pemain keyboard itu Ndah?" Indah menganggukkan kepalanya, dan Lelaki itu terlihat cukup kaget,. karena dia cukup tau selera Indah untuk menjadikan seseorang pacar, nomor satu dari dulu adalah harus sepadan!
"Iyah... begitulah..." jawab Indah malas,
"Kamu beneran mewujudkan keinginanmu punya pacar jelek Ndah??? Yah Tuhan Ndah .. aku cukup prihatin jika mata bengkak mu dan rokok sebungkus ini adalah pelarian mu akibat bertengkar dengan dia." Indah langsung menatap tajam lelaki itu,
"Jangan kurang ajar, dia nggak jelek cuman nggak ganteng juga, biasa aja dia itu, dan ingat! dia juga ciptaan Tuhan, nggak usah ngejek deh .." omel Indah kepada lelaki disampingnya,
"Yah... masalah pas dulu kamu bilang gitu aku nggak percaya, aku kira kamu cuman guyon Ndah... nggak nyangka yah.. dia bisa ngambil hati kamu sampai jadi pacarnya, dan sampau nangis - nangis gini .." semakin dia menggoda Indah, Indah yang sadar sedang di goda hanya tertawa kecil,
"Kamu kan dulu juga buat aku nangis - nangis..." jawab Indah sambil menahan tawa,
"Hah?!!! Nggak salah?! bukannya aku yang nangis dulu, wanita pertama yang buat aku nangis selain mamaku itu kamu Ndah! uda dibuat nangis di jadikan cadangan, eh... diputusin pula, ahahahaha!!!!" Ahhh....nostalgia lagi....,
"Sejak itu aku jadi ketularan kamu tau Ndah... aku jadi sering ke pantai kalau suntuk..." sambungnya,
"Hahahaaa .. maaf yah Dhin... kalau dulu aku keterlaluan sama kamu..." Indah tau maksud Dhino hanya ingin menghibur dirinya, hampir dua tahun tidak bertemu, sekalinya bertemu malah saat keduanya ada masalah seperti saat itu.
"Sudahlah.... kita sudah sama sama move on bukan? lagian... Aku cukup bahagia kok pernah menjadi bagian dari hidupmu Ndah..., dan kalau kamu masih menganggap aku temanmu, mantan sahabat, atau mantan pacarmu yang kamu sakiti nih yah ... hehehehe, aku sarankan selesaikan apapun masalah kamu sama dia..." Indah menoleh melihat Dhino,
"Caranya?" tanya Indah lalu membuang nafas dengan kasar, "Masalahnya aku kalau sakit hati, jangankan mau menyelesaikan dengan ngobrol, liat mukanya aja aku nggak sudi." jawab Indah dengan ketus,
"Hubungi dia by phone, kalau g mau dengar suaranya, kirim pesan saja, kalau sudah capek ngetik dan hatimu sudah membaik, baru kamu telpon dia .., jangan pernah lari dari masalah seperti dulu lagi, takutnya kamu sadar disaat semua sudah terlambat, sama seperti dulu .., agar saat mengambil keputusan kamu tidak salah langkah lagi..." Ucap Dhino sambil menggenggam tangan Indah.
Lalu Indah menarik tangannya dengan cepat, "Jangan pegang - pegang! nanti aku tergoda malah selingkuh lagi sama kamu..." Dhino terbahak mendengar celetukan Indah
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
makasi sebelumnya,
jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee
__ADS_1