
Berpikiran jernih ketika sedang jatuh cinta rasanya sesuatu hal yang jarang terjadi bahkan hampir mustahil bagi pemuda pemudi yang masih belia, namun semakin dewasa dengan orientasi hidup yang berbeda menjadikan segala sesuatunya tidak mustahil, malam penuh bintang berdua bersama dengan Ryan menjadi secuil kenangan manis dalam kehidupan Indah saat ini, ada kalanya takdir sudah menunjukkan tanda – tandanya, Namun.., apalah kita ini.., hanya manusia biasa yang terkadang belum memahami bahasa Tuhan.
“Terima kasih Ryan..., sudah membawa sensasi yang berbeda ketika bersama denganmu..” Guman Indah sebelum tidur terlelap, bahkan Indah sempat membuat sepenggal syair untuk sesosok Ryan.., Ah... Indah memang seorang gadis yang cukup puitis.
Kemana takdir ini membawanya sungguh Indah saat itu masih belum tau, yang dia lalui adalah labirin kehidupan yang ternyata padaa akhirnya membawanya pada titik semula.Terlepas dari segala sesuatunya hari ini Indah akan menikmati sebuah konser bersama Vano teman barunya dan juga akan merealisasikan janji yang sudah terlanjur dibuatnya. Bukankah janji adalah utang? Maka baiklah hari ini Indah akan menuntaskannya dan berusaha menikmati hari dengan senang hati.
“Apakah Helm ini cukup untukmu?” tanya Vano seraya memberikan helm hitam kepada Indah,
“Iyah.., aku rasa ini cukup..” jawab Indah tersenyum sambil memperhatikan Helm yang diterimanya dari Vano,
“Ini baru kok bukan bekas, aku beli khusus buat kamu, hehehe.. kalau bekas takutnya kamu nggak mau pakai”
Oh God.., kenapa Vano bisa sepolos dan sejujur ini, memang benar apa yaang di katakan oleh Vano bahwa ada kemungkinan Indah tidak akan memakai helm bekas tapi yah tidak perlu di omong juga kan? Hahahaa!!
“Oh.. baiklah terima kasih banyak yah.., maaf sudah merepotkan” jawab Indah merasa canggung, ternyata body language Indah terbaca jelas oleh Vano, Indah hanya bisa menunjukkan gigi gingsulnya sambil nyengir karena tertangkap basah dengan apa yang terpikirkan olehnya.
“Nanti kita langsung ke belakang panggung, kamu pakai ini yah..” sebuah name tag di berikan Vano untuk Indah pakai.
Sore itu mereka pergi lokasi acara yang akan di mulai sekitar satu setengah jam lagi, namun tetap saja area itu sudah di penuhi oleh beberapa pengunjung, Vano langsung menunjukkan name tag yang di pakainya, dan seseorang panitia konser mengantarnya ke sebuah bilik yang dibuat untuk menampung personel – personel band pembuka, Indah memasuki bilik itu dan di sambut ramah oleh beberapa teman – temannya Vano yang baru saja dikenalnya.
Mereka saling berkenalan satu sama lain, dan saling bercerita kegiatan masing – masing, dengan cepat Indah akrab.., Vano merasa senang melihat Interaksi yang terjadi antara Indah dan teman – temannya, seolah semua dapat berbaur dengan alami.
Tibalah waktunya saat doa bersama, Indah, Vano dan semua teman- temannya diajak masuk ke sebuah bilik yang jauh lebih luas dan nyaman, disana Indah dapat melihat satu persatu personel Band Slank yang sangat ramah dan tentu saja tidak terlepas dari gaya mereka yang sangat rocker tapi wangi.
“Sini aku kenalkan sama mereka satu persatu” bisik Vano, Indah begitu bersemangat dengan pengalaman malam ini, Indah berkenalan dengan seluruh personil Band Slank dan mereka dengan ramah mengulurkan tangannya, Indah lantas mengajak Vano untuk keluar karena tidak ingin mengganggu persiapan mereka yaang sebentar lagi akan naik keatas panggung.
__ADS_1
Wajah sumringah tidak dapat disembunyikan betapa bahagianya Indah, sangking bahagianya semua itu tidak cukup di ungkapkan dengan kata - kata,
“Terima kasih yah... untuk pengalaman ini Van..., aku nggak nyangka akan benar – benar bertemu face to face dengan mereka semua”
“Iyah sama – sama Indah..., Aku juga terima kasih yah..”
“Untuk Apa?” tanya Indah,
“Untuk hari ini, kamu mau dan tidak malu pergi sama aku..” ucap Vano merasa tidak percaya diri,
“Hei..., kenapa aku harus malu, aku justru sangat berterima kasih dan merasa beruntung sudah menerima ajakan dari kamu untuk nonton bareng, by the way sebentar lagi kamu manggung kan?”
“Iyah sebentar lagi,” Vano juga tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya senyuman lebar terukir jelas di wajah Vano.
Vano yang memainkan keyboard juga dengan sangat piawai memainkannya, terlihat sisi yang berbeda dari seorang Vano ketika sudah berada di atas panggung, yah begitulah seperti awal bertemu, wajah tak tampan Vano dapat tertutup dengan kharismanya ketika sudah memainkan piano dengan piawai.
Indah juga melihat kedua lesung pipi Vano yang terlihat jelas malam itu saat Vano bernyanyi, beraksi di atas panggung
“Loh ada lesung pipi to??” tanya Indah pada dirinya sendiri, sungguh bodoh sudah berminggu – minggu ketemu hampir tiap hari tapi baru sekarang Indah memperhatikan tiap detail wajah Vano pada saat perform.
Sebuah lagu terakhir yang dinyanyikan oleh Band Vano sebelum Band inti naik ke panggung adalah lagu dari Kerispatih, yang tentu saja berjudul Lagu Rindu, Lagu yang juga masuk dalam playlist CD My heart pemberian Vano untuk Indah terdengar berbeda.
Kali ini Vano bukan hanya backing vokal, tapi Vano justru menjadi pasangan duetnya Ata untuk Lagu Rindu ini, bagian part yang di nyanyikan oleh Sammy Simorangkir adalah part yang di nyanyikan oleh Vano, suara teriakkan penonton begitu histeris saat Vano menyanyikan lagu ini, beberapa Fans Vano berkali-kali juga terdengar teriak – teriak memanggil namanya sambil melambaikan tangannya.
Indah melihat dan tidak menyangka Vano dapat perform se epic ini, luar biasa, suaranya terdengar khas warna suara itu hanya dimiliki olehnya. Suara Vano sungguh..,lembut dan merdu rasanya tidak bercacat cela, Indah terbawa akan suasana malam itu sampai ternganga mendengar dan melihat Ata serta Vano, suara tepukkan tangan terdengar lebih menggila ketika Ata memanggil Band Slank untuk naik keatas panggung.
__ADS_1
Setelah itu Vano dan semua personilnya segera saja lari ke samping panggung, Vano segera mendatangi Indah,
“Maaaf menunggu..” terengah Vano berbicara kepada Indah,
“Apakah Kamu gila??” tanya Indah, Vano terkejut dengan reaksi Indah yang saat itu tidak sesuai ekspektasinya.
“Apakah aku berbuat salah?” tanya Vano,
“Yah!!! Kamu salah dengan mengucapkan kata maaf menunggu, apakah kamu tidak tau bahwa aku sangat menikmati perform kamu bersama Ata? Hahaha!!” tawa Indah yang besar tertutup dengan suara soundsystem yang begitu besar,
Sontak Vano juga terbahak sekaligus merasa lega sambil memegang dadanya,
“Aku kira aku ada salah ahahahaa!!” Lalu Vano mengajak Indah pindah ke depan panggung agar bisa mendengar lebih baik.
Mereka keluar dari area keamanan bagian panggung dan bergabung dengan para penonton lainnya di bagian depan panggung, dipilihnya tempat ternyaman untuk mendapatkan suara terbaik, bersama berdua menyanyikan lagu – lagu Slank yang sangat mereka hafal, keakraban mereka berdua tercipta secara alami karena memiliki hobi yang sama.
Tanpa Indah sadari.., saat itu adalah pertama kalinya Indah merasa ada kenyamanan bersama dengan Vano, sesosok lelaki yang tidak menarik sama sekali.
Bersambung
halo teman2 mohon saran dan kritik yah jangan lupa like like nya, coment dan vote nya dong teman2 semua..
sambil menunggu update terbaru Aku adalah Indah part 3, kalian bisa baca Novel terbaru aku yang berjudul “STRONG IN BETRAYAL” yang tayang setiap hari pukul 13.00 WIB
makasi sebelumnya, dan jgn lupa Follow IG aku yah @Lizbet.lee
__ADS_1