Aku Adalah Indah#Part 2

Aku Adalah Indah#Part 2
Episode 57


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan mama... tidak lupa aku mengirimkan pesan singkat kepada Dhino, dan Dhino memberikan ijinnya dengan kata "Hati - hati di jalan, kalau berdua jangan membuka peluang apapun, okay?"


Dhino memang karakter kekasih yang membebaskan wanitanya bergaul namun tetap teratur, Tidak ingin mengekang namun juga sangat menjaga kekasihnya.


"okay.." balasku singkat,


Maka setelah aku kembali menghampiri Ryan dan berjalan menuju ke parkiran mobil, tidak di sangkah - sangkah lagi - lagi aku bertemu dengan Nio, dengan wajah gusar Nio menghampiri kami,


"Mau kemana Indah?" tanya Nio tidak ramah,


Berbeda dengan Nio, kekasih yang posesif namun egois, ingin mengetahui segalanya yang sudah terjadi dan akan terjadi pada pasangannya, namun menutup rapat masa lalu dan kehidupannya, sebuah perbandingan yang cukup berbeda jauh bukan?


Aku merasa lelah dan menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Nio, "Mau pergi makan sama teman Nio, oh yah.. Ryan kenalkan ini Nio dan Nio ini Ryan" sambungku ingin memecahkan sedikit kecanggungan situasi saat ini,


Namun yang terjadi Nio tidak menyambut jabatan tangan dari Ryan, dan tentu saja itu hanya membuat Ryan tersenyum geli melihat tingkah Nio di hadapannya,


"Baiklah Indah.. mungkin kamu ingin waktu untuk berbicara dengan teman di hadapanmu ini" ujar Ryan santai sambil bersender di pintu mobilnya,


Sungkan, itu yang aku rasakan saat itu, lalu aku menarik tangan Nio untuk pergi beberapa meter dari tempat itu, "Nio... ada apa denganmu?" tanyaku,


"Ada apa denganmu?!! itu harusnya menjadi kalimat yang aku ucapkan bukan kalimat pertanyaan yang kamu ucapkan?!!" jawab Nio gusar,


"What?!! apa aku tidak salah mendengar???" tanyaku sekali lagi,


"Iyah!! tentu saja!! bukankah aku sudah memperingati mu, jika aku tidak suka di pendek itu!!"


"Lalu bagaimana denganku??!! berapa kali aku minta agar kamu mengenalkan aku dengan Risa hah?!! dan yang terjadi apa?? kamu malah ngajak aku berkelahi bukan?!" ungkitku tidak puas.


"Apa hubungannya Dengan Risa?!! oh... jadi kamu ingin membalas aku? iyah Ndah?!" Nio frustasi dengan sikapku,


"Membalas??? apa yang harus ku balas?? emamgnya kamu berbuat apa? aku hanya berteman dengan Ryan tidak lebih, tidak juga bermesraan dengan Ryan, apa yang salah dengan berteman, bukankah pergaulan dan temanmu jauh lebih banyak dari pada teman - temanku??, satu hal Nio... jika kamu tidak ada apa - apa dengan Risa, segera kenalkan aku dengannya, aku pergi dulu." ucapku seraya meninggalkan Nio dengan penuh emosinya, tidak sedikitpun aku menoleh kebelakang hanya sekedar melihatnya, saat ini Aku memastikan jika Aku harus menjadi wanita yang kuat, yang tidak bisa di tindas oleh lelaki manapun.

__ADS_1


"Ayo Ryan kita pergi" ucapku sambil masuk kedalam mobilnya tanpa di persilahkan.


Ryan hanya tersenyum, dan menyalakan mesin mobilnya, sepanjang perjalanan kami hanya bercerita hal - hal ringan, tidak ada sedikitpun Ryan mengungkit atau menanyakan kejadian di parkiran tadi.


Ternyata Ryan adalah seorang pengusaha muda yang cukup sukses di kotaku, pembawaannya juga cukup dewasa untuk usianya yang ternyata selisih enam tahun lebih tua dariku,


Namun Ryan tidak mungkin akan menjadi lebih, karena Dhino sudah cukup mengisi kekosongan yang ku butuhkan. Hanya sekedar makan malam perkenalan itulah yang terjadi malam ini dengan Ryan.


Sesuai janjinya setelah makan kami kembali ke kampus untuk kembali berkumpul dengan teman - teman lainnya, dan tentu saja menunggu hasil pengumuman pemenang lomba,


Sesuai harapan kami, semua jeri payah.., waktu.., dan kebersamaan kami para mahasiswa baru dengan para senior membuahkan hasil manis, Fakultas ekonomi di dapuk menjadi Juara Umum pada saat itu, dan untuk kategori Lomba Band, Jurusan Manajemen menjadi Juara Satu.


Sorak sorai bahagia terdengar dari para pendukung kami, terlihat betapa Dhino menatap bangga pada kami, juga yang lainnya.


"Malam ini aku akan tidur dengan nyenyak" batinku, bagaimana tidak semua berjalan lancar, dan berkat kerjasama yang sangat solid kami mempersembahkan piala untuk Fakultas kami,


Berbeda dengan kebahagiaan event, sebuah masalah yang sudah berakar akan hubunganku dengan Nio ternyata bertumbuh semakian besar, dan tinggal menunggu segalanya meledak saja.


Segalanya semakin terasa semu bagi kehidupan ku dan semakin terlihat abstrak untuk hubunganku dengan Nio, beberapa bulan terakhir ini aku merasa tidak ada yang membaik, apalagi sejak Desember tanggal dua puluh dua di acara ulang tahun pernikahan kedua orang tuaku.


Hanya rasa hambar yang kurasakan berkat rasa canggung yang terjadi malam itu, bagaimana tidak, aku harus duduk satu meja dengan kedua pria yang adalah kekasihku,


Sungguh aku merasa menjadi perempuan paling gila dan murahan saat itu, oh.. juga jahat! untuk Nio aku berkata jika Dhino adalah temanku, Nio pun tidak bisa terlalu mencurigaiku berlebihan, karena saat itu bukan hanya Dhino yang hadir di acara tersebut, tetapi Ami dan Nita juga ikut pada makan itu.


Dan bagi Dhino.., Nio adalah mantan kekasihku yang sangat di sayangi oleh orang tuaku, sampai - sampai walaupun aku sudah putus dengan Nio, itu tidak memutuskan hubungan silaturahmi yang baik antara Nio dan kedua orang tuaku terlebih mamaku.


Bukankah Indah sungguh gila saat itu?! Oh Tuhan apa yang sudah terjadi padaku saat itu, sungguh sudah di luar nalar akal sehatku sendiri.


"Tenanglah.. aku tidak keberatan harus duduk satu meja dengan mantan pacar mu itu" bisik Dhino mesra..


"Terima kasih yah Dhin.. Aku sangat bersyukur kamu bisa menguasai dirimu saat ini" balasku mengucapkan dengan sedikit gerogi,

__ADS_1


Sedangkan lelaki yang sedang aku bicarakan, lagi asik bercerita dan bercengkrama dengab papa mama sungguh terlihat sangat akrab.


"Indah... ke toilet yukk.., kebelet pipis nih" ajak Nita,


"Ayuk lah..., Dhin kamu sama Ami dulu yah... Aku sama Nita ke toilet dulu" pamitku kepada Dhino,


"Iyah sayang" jawabnya, tidak hanya sampai di situ, aku kembali menghampiri kursi Nio dan berbisik,


"Nio.. aku ke toilet sama Nita dulu yah..." pamitku kepada Nio dan Nio juga memjawab dengan baik di depan mama,


"Iyah Ndah.." jawabnya saat itu,


Setelah berpamitan dengan kedua lelaki, Nita segera menarik tanganku dengan cepat, sesampainya di Toilet setelah Nita keluar dari toilet kepanikan melanda Nita pada malam itu,


"Kau sungguh gila Indah!!! bagaimana mungkin kamu mengundang kedua pacarmu dalam acara keluarga dan mereka duduk di satu meja yang sama!!!" Omel Nita sambil memegang kepalanya, sesekali menggelengkan kepalanya tidak menyangka akan menjadi penonton drama percintaan ku malam itu


"Aku juga tidak menyangka mama akan mengundang mereka berdua Nita." jawabku, "Aku juga gerogi dari Tadi Nita!!! apakah kau tidak tau bagaimana aku berusaha untuk terlihat tenang di hadapan semua orang saat ini?, Aku sangat gerogi dengan situasi dan kondisi saat ini!! Ini benar - benar Gila!" ucapku frustasi dengan keadaan saat itu,


"Sudahlah Ndah... kamu tidak akan bisa pacaran dengan dua lelaki sekaligus, kamu harus memilih salah satu!!" Ujar Nita,


"SIAPA YANG HARUS MEMILIH SALAH SATU??!!" Suara wanita dewasa terdengar menanyakan pertanyaan yang sontak membuat Aku dan Nita melonjak karena terkejut.


*


*


*


*


*

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2